Hubungan antara orangtua dan anak harus terjalin dengan baik. Meningkatkan hubungan dengan anak tentunya harus dilakukan dengan komunikasi yang baik. Sebagai orang tua, kita dituntut untuk bisa berkomunikasi dengan baik kepada anak. Komunikasi yang terjalin dengan baik akan membuat anak memahami orang tua, dan orang tua juga akan memahami anak. Ini akan menciptakan hubungan yang membuat suasana di dalam rumah menjadi lebih harmonis, serta menciptakan anak dengan karakter yang baik. Jika ingin menjalin hubungan baik dengan anak, sebaiknya hindari melakukan 5 kesalahan komunikasi di bawah ini. Bicara dengan Nada dan Kecepatan Tinggi Jika ada dalam kondisi kepepet, orang tua terkadang berbicara dengan terburu-buru dan nada yang tinggi. Apalagi karena situasi yang mepet itu, mengakibatkan naiknya emosi. Tanpa sadar orang berbicara dengan ekspresi yang mengancam. Tentu saja cara berkomunikasi ini tidak efektif bagi anak. Anak akan merasa takut sehingga tidak bisa menerima pesan penting yang disampaikan orang tua. Bicaralah dengan kecepatan…
Menikah nikah memang tidak sulit. Hanya cukup dengan ijab qabul dan adanya saksi, serta memenuhi beberapa syarat dan rukun nikah, maka pernikahan sudah dapat terlaksana. Namun, menjalin rumah tangga setelahnya itu yang akan jauh lebih banyak menemui ujian dan juga tantangan. Maka dari itu, khususnya bagi seorang lelaki, menjadikan “istri” wanita yang kita nikahi memang akan jauh lebih berat daripada menikahi wanita itu sendiri. Setelah menikahi seorang wanita, memang benar jika wanita tersebut otomatis menjadi istri kita secara status. Namun pertanyaannya, apakah kita mampu menjadikan wanita tersebut sebagai istri kita yang tidak hanya sebatas status? Maksud tidak sebatas status disini adalah benar-benar memperlakukannya layaknya seorang istri. Serta betul-betul dapat memfungsikannya sebagai seorang istri. Masa awal menikah mungkin memang bisa menjadi masa yang sangat menyenangkan bagi pasangan pengantin. Apalagi kala menikmati bulan madu. Dunia begitu terlihat indah, serasa milik berdua dan yang lainnya kayak cuma ngontrak. Jelas saat itu mungkin belum…
Ada suatu percakapan antara ustadz dan jamaahnya. Percakapan itu mengenai pilihan antara Fir’aun dan Musa. Seperti inilah kurang lebih percakapannya: Ustadz: Andai kita hidup pada zaman Fira’un, kira- kira kita jadi pengikut siapa, Fir’aun atau Nabi Musa? Jama’ah : “Musaaaaa.” (semua jamaah menjawab dengan kompak). Ustadz: Yakiiin? Jama’ah : Yakiiiiiin (tetap menjawab dengan kompak dan serentak) Ustadz: Tapi yang membangun kota Mesir, Fir’aun. Yang membangun infrastruktur juga dia. Dia telah berhasil membangun Piramida. Dia juga orang yang paling kaya. Fir’aun juga memiliki bala tentara banyak dan kuat. Dia memiliki banyak pengikut, Fir’aun. Dia pun bisa memberikan perlindungan dan jaminan keamanan. Kekuasaan Fir’aun juga begitu besar dan tiada baras. Dia dapat menyediakan makanan dan minuman Fir’aun juga sering mengadakan hiburan Dia juga berhasil membangun pusat perbelanjaan, serta fasilitas-fasilitas hebat yang ada di kota. Sedangkan Musa sendiri siapa? Hanya seorang penggembala kambing. Bicaranya saja tidak fasih alias cadel (karena pernah memakan bara api diwaktu…
Kita harus dapat dengan bijak memanfaatkan dan menggunakan kemajuan teknologi yang ada. Berguna atau tidaknya kemajuan teknologi memang tergantung dari sikap dan cara seseorang dalam memanfaatkannya. Kemajuan teknologi hari ini ibarat pisau yang bermata dua. Karena dapat membawa kemaslahatan atau pun kemudharatan. Semuanya tergantung dari siapa yang menggunakannya. Jika yang menggunakan adalah orang baik disertai dengan niat baik, insyaaAllah kemajuan teknologi dapat membawa kemaslahatan. Namun sebaliknya juga, jika digunakan oleh orang jahat dengan niat yang jahat, tentu akan dapat membawa kemudharatan. Selain dampaknya, sisi mata dua dari kemajuan teknologi bisa dilihat dari pahala atau pun dosa yang dapat diterima oleh penggunanya. Jelas semua juga tergantung dari cara memakainya. Jika dipakai untuk hal yang positif dan kebaikan maka pahala baginya, namun sebaliknya jika digunakan untuk sia-sia dan kemaksiatan maka dosa baginya. Dan bagi kita sebagai seorang muslim, tentu diwajibakan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi denagan niat baik demi membawa kemaslahatan orang banyak.…
Kita pasti sering mendengar ungkapan seperti ini: Lelaki yang baik untuk wanita yang baik, begitu juga dengan sebaliknya. Ya, hal itu memang benar dan sesuai dengan janji Allah. Allah telah memberi jaminan kepada mereka yang memilih jalan yang diridhoi-Nya berupa kehidupan yang berkah. Lelaki yang baik dan shalih, pastinya tidak akan mempermainkan hati wanita. Apalagi jika dia sampau berkamuflase menjadi orang alim dengan dalih ‘dakwah dan nasihat’, padahal mempunyai modus busuk dibaliknya. Lelaki yang baik nan shalih, juga akan senantiasa menjaga pandangannya. Tidak hanya pandangannya di dunia nyata ya, tapi termasuk juga di dunia maya. Salah satu bentuk menjaga pandangan di dunia maya adalah dengan senantiasa menjaga postingan pada status-status sosmednya. Selain itu, lelaki yang baik dan shalih sudah pasti tidak akan mau mengumbar rayauan gombal kepada seorang wanita yang belum halal baginya. Apalagi jika disertai niat busuk. Allah Ta’ala Berfirman, الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ…
Untuk para orang tua yang masih sering mengeluh dan belum bisa sepenuhnya bersyukur anak kondisi sang anak, cobalah renungi beberapa hal berikut: 🌹 Ketika anak kita menggambarnya jelek tapi sudah bisa lancar bicara di umur atau 1 tahun, dan juga berjalan lacanar di usia 2 tahun. Coba tengok kawan kita yang lain. Ada para orang tua yang mendapati anaknya kesulitan untuk bisa bicara. Masih banyak para orang tua yang mendapati masalah jika anaknya kala usia 5 tahun belum bisa bicara. Tak jarang hal itu menyebabkan anaknya harus terapi dengan biaya yang tak murah. Ada juga orang tua yang mendapati anaknya belum bisa membaca sampai usia 7 tahun dan masih kesulitan untuk diajari membaca sampai harus menyewa guru khusus. Apakah itu bukan suatu nikmat yang layak membuat para orang tua bersyukur? 🌹 Atau mungkin kasus lain. Ada orang tua yang mendapati anaknya memiliki kemampuan akademik yang tak begitu menonjol. Namun ia…
Setiap orang pasti ingin agar hidupnya selalu menjadi berkah. Namun kita harus tahu terlebih dahulu, seperti apa berkah itu? Jangan keberkahan melulu dikaitkan dengan kekayaan dan bergelimangnya harta ya. Sebagian orang mengira bahwa hidup nikmat itu ketika bergelimang harta, jabatan tinggi yang selalu diekspos berita, mobil berderet dan tertata, bahkan dikelilingi banyak perempuan yang cantik dan jelita. Islam memang tak melarang hamba-Nya memiliki harta banyak. Namun tentu saja harus diperoleh dengan jalan yang halal, agar dapat memperoleh keberkahan. Perlu diketahui, banyak dan bergelimangnya harta tak menjamin juga akan memperoleh suatu keberkahan. Memang alangkah paling baiknya jika harta kita banyak dan juga berkah. Namun tetap saja, keberkahan haruslah jauh lebih diutamakan daripada banyak harta. Yakinlah harta yang tak berkah tidak akan membawa kebahagiaan dan ketenangan pada diri manusia, tak peduli berapa pun banyaknya. Karena pada diri manusia terdapat suatu kebutuhan lahir dan batin. Kesemuanya haruslah terpenuhi untuk dapat membuat hidup seorang…
Orang tua pasti ingin yang maksimal untuk anaknya. Mereka pasti menginignkan semua hal-hal positif pada anaknya. Namun sayangnya, hal itu terkadang justru membuar para orang tua jadi mudah tidak bersyukur. Semua manusia pada dasarnya tidak ada yang sempurna. Demikian juga terhadap kondisi anak kita. Orang tua memang harus menerima kenyataan jika seringkali masih terdapat beberapa kelemahan atau mungkin sisi kurang pada anaknya. Namun demikian, janganlah hal itu dijadikan dalih untuk membuat para orang tua tidak bersyukur atas kondisi anaknya. Sekali lagi, manusia tidak ada yang sempurna, demikian juga akan kondisi anak kita. Terkadang memang ada sisi negatif dari anak yang harus dengan lapang dada diterima orang tua. Kadang kala, mungkin para orang tua ada yang mendpati anaknya sampai usia 5 tahun belum bisa membaca. Padahal, ketika mereka melihat anak temannya, ada yang di usia 3 tahun sudah pandai membaca quran, bahkan usia 4 tahun sudah pandai membaca dan berhitung dengan…
Ada sebuah amalan yang jangan sampai dilupakan oleh para orangtua untuk selalu ditanamkan kepada anak-anak perempuan mereka. Yaitu, tanamkanlah pada putri-putri kalian agar mau menutup aurat sejak dini. Karena melihat fenomena sekarang, sepertinya tak jarang lagi kita temui pada anak-anak gadis. Yang mana orang tuanya tak mau menanamkan pada anaknya untuk menutup aurat sejak dini. Bahkan mungkin masih banyak orangtua bangga melihat anak-anak gadisnya tampil mini dan modis. Jangan sampai orangtua tak menanamkan pemahaman pada putrinya akan pentingnya menutup aurat sejak dini. Memang benar anak perempuan yang belum baligh masih belum dosa jika tak menutup aurat. Tapi jangan sampai ini jadi keterusan dan menjadi sebuah habbit sampai mereka dewasa. Mungkin kala anak perempuannya belum baligh, orang tua masih tak apa sesekalu memperbolehkan putri mereka tak menutup aurat dengan sempurna. Tetapi tetap wajib memberikan pemahaman pada putri mereka. Bahwa menutup aurat itu wajib ketika usia putri mereka sudah menginjak baligh. Dengan…
Shalat merupakan suatu amalan yang mendasar dan sangat penting bagi setiap umat muslim. Shalat sendiri sampai ditempatkan pada posisi ke-dua dalam rukun Islam setelah syahadat. Kita juga pasti sering mendengar istilah bahwa shalat adalah tiang agama. Ya, tiang sendiri memang merupakan sebuah fondasi yang dapat menjadikan bangunan dapat kokoh dan tidah mudah roboh. Demikian juga shalat. Shalat dapat menjadikan fondasi keimanan pada seorang muslim dapat kokoh dan mudah goyah. Karena itulah, setiap muslim wajib menjaga sholatnya dengan baik. Pada sholat, lakukan dengan benar khusus. Jangan melakukan shalat dengan terburu-buru apalagi pada saat melakukan tidak khusyu’ karena konsentrasinya terpecah ke hal lain. Jika shalat dilakukan dengan khusyu’ dan benar, insyaaAllah kita semua akan mendapatkan esensi sholat secara nyata. Dan perlu diketahui, jika shalat tidaklah sebatas gerakan-gerakan disertai dengan bacaan seperti yang telah diperintahkan. Karena lebih dari itu, shalat pada hakikatnya merupakan perwujudan nyata dari iman paling dasar pada seorang mukmin. Dimana hal…
