Al Qur’an dengan terjemahan bahasa Amhar diterbitkan oleh Turkey’s Diyanet Foundation (TDV). TDV adalah sebuah organisasi yang banyak bergerak di bidang kemanusiaan dan pendidikan. Belasan Ribu Diproduksi, Sebagian Disalurkan Ramadhan Ini Dilansir dari Dailysabah.com, sebanyak 15.000 eksemplar Al Qur’an dengan terjemah Bahasa Amhar akan didistribusikan setelah selesai berkoordinasi dengan Lembaga Pemerintah Turki, yang mengurus bidang keagamaan. Ditargetkan 6.000 eksemplar akan didistribusikan di bulan suci Ramadhan. Didukung Penuh Pemerintah Turki dan Ethiopia Proyek ini didukung penuh oleh pemerintah Turki. Sebuah pesan disampaikan oleh seorang penasehat keagamaan di Kedutaan Turki di Addis Ababa, Ethiopia. Pihaknya ingin agar Al Qur’an dengan terjemah bahasa Amhara itu menjadi hadiah di bulan Ramadhan. Dukungan juga diberikan oleh Dewan Tertinggi yang mengatur kebijakan mengenai Islam di Ethiopia. Pihak dewan mengatakan bahwa hadirnya Al Qur’an dengan bahasa Amhar ini sangat penting. Tidak banyak Al Qur’an berbahasa Amhar bisa ditemukan di negara tersebut. Mengenal Bahasa Amhar Sementara itu, Bahasa…
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berjanji akan menambah rezeki kepada hamba-hambaNya yang bersyukur. Dari janji Allah tersebut, kita bisa melihat bahwa syukur adalah sebuah sikap yang sangat Allah sukai. Lalu, apakah kita sudah menjadi hamba yang bersyukur dan diridhai oleh Allah? Di bawah ini adalah tanda-tanda jika seseorang memiliki sikap syukur dalam dirinya. Di Dalam Hatinya Tidak Ada Rasa Memiliki Kita akan merasa bersyukur karena mendapatkan rezeki dari Allah. Akan tetapi, dengan semua rezeki yang didapatkannya, tidak ada rasa memiliki di dalam hati orang yang selalu bersyukur. Maksudnya, ia yakin bahwa rezeki yang didapatkannya merupakan pemberian dari Allah dan masih menjadi milik Allah yang dititipkan kepadanya. Tidak Mudah Iri dan Sombong Karena seseorang yakin bahwa rezeki yang dimilikinya adalah milik Allah, ia tidak akan merasa sombong jika Allah memberi rezeki yang berlebih. Ia juga tidak mudah merasa iri dan dengki ketika melihat orang lain mendapatkan banyak rezeki dari Allah. Tidak Mudah…
Memukul dijadikan beberapa orang tua untuk mendidik anak. Memang dengan memukul, anak yang merasa kesakitan dan takut seketika akan diam dan menurut. Namun memukul bisa memberi dampak yang tidak baik bagi mental anak. Ia akan tumbuh menjadi seseorang yang rendah diri, atau malah menumbuhkan sikap dendam dan memberontak. Karena itu orangtua sebaiknya menggunakan cara lain untuk mendidik anak. Dalam mendidik anak, di bawah ini adalah cara alternatif yang bisa kita lakukan agar anak memiliki perilaku baik, tanpa harus memukul. Tetapkan Peraturan yang Sederhana Peraturan diberikan orang tua agar anak menjadi disiplin. Namun jika anak sering melanggar sehingga kita harus sering memukulnya, evaluasi lagi peraturan yang kita buat. Mungkin peraturan tersebut terlalu rumit untuk anak seusianya. Pastikan peraturan yang kita buat sederhana dan bisa dipatuhi anak. Dengan begitu, mereka tidak akan melanggarnya dan kita juga tidak perlu memukul anak. Berikan Kritik untuk Perilaku yang Perlu Diperbaiki, Bukan untuk Anak Mengkritik adalah…
Lapar dan haus adalah hal yang pasti dirasakan oleh setiap orang yang berpuasa. Terutama saat berpuasa Ramadhan, di mana umat muslim beribadah puasa selama sebulan penuh. Lapar dan haus ini sering menjadi penyebab kita mudah lemas di siang hari. Padahal kita tentu memiliki aktivitas dan tanggung jawab untuk dikerjakan. Rasa lemas saat puasa akan membuat aktivitas dan produktivitas terhambat. Solusi agar tidak mudah lapar dan lemas saat puasa adalah pada menu sahur. Konsumsi makanan di bawah ini agar kita tidak mudah lapar saat berpuasa. Konsumsi Makanan Tinggi Protein Saat sahur, kita tidak harus selalu mengandalkan karbohidrat agar tubuh terisi makanan. Karbohidrat memang sumber energi utama, namun jangan mengisi piring dengan terlalu banyak karbohidrat. Terlalu banyak karbohidrat membuat kita mudah lapar, lemas, dan mengantuk saat puasa. Imbangi kebutuhan energi dengan mengkonsumsi makanan tinggi protein. Protein juga merupakan sumber energi, lho. Bedanya, mengkonsumsi protein tidak membuat kita cepat lapar dan lemas, justru…
Ustadz kondang asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, K.H. M. Arifin Ilham baru saja dipanggil untuk menghadap sang khalik dan pergi untuk selamanya. Namun ada sebuah pesan yang begitu penting yang sempat diutarakan oleh beliau pada masa kritisnya. Pesan tersebut ia sampaikan pada saat beliau sedang di rawat di RSCM. Setelah Dirawat di RSCM, beliau memang sempat dirawat lagi di salah satu rumah sakit yang ada di Penang Malaysia hingga menghembuskan nafas terakhirnya disana. Ketika sempat dirawat di RSCM, terdapat nasehat beliau yang begitu mulia yang seharusnya wajib untuk kita amalkan. -Pesan beliau terkait persiapan menghadapi kematian Ketika itu, beliau mengungkapkan bahwa tanda-tanda orang beriman yang cerdas adalah mereka yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang. Beliau pun menekankan bahwa hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup hidup justru Yang Maha Hidup. Beliau mengatakan bahwa hidul bukan untuk mati, tetapi sebaliknya, justru matilah yang bertujuan…
Inilah 3 hal yang disembunyikan Allah. Pertama Allah menyembunyikan keridhoan atas ketaatannya. Apakah perbuatan itu mendapatkan ridho Allah untuk diberikan kepada hamba-Nya, itu ia sembunyikan. Kemudin Allah juga menyembunyikan kemarahannya atas kemaksiatan. Untuk itu jangan pernah menyepelekan kemaksiatan yang kita lakukan. Dan yang ketiga adalah Allah menyembunyikan kekasihnya, sehingga jangan pernah kita meremehkan seorang hamba pun. Mari kita ulas satu persatu ketiga hal ini. Yang dimaksud menyembunyikan disini adalah Allah tidak pernah memberi tahu secara langsung, tetapi Allah hanya menunjukkan tanda-tandanya. -Allah menyembunyikan keridhoan atas ketaatan hamba-Nya Yang dimaksud pada poin ini adalah Allah tak pernah memberi tahu secara langsung mana-mana hamba yang ia ridhoi karena ketaatannya. Tetapi yang jelas disini adalah Allah sudah memberitahu mana saja perbuatan yang ia perintahkan serta mana saja perbuatan yang ia larang. Oleh karena itu, sebagai seorang hamba tugas kita hanyalah berusaha sebisa mungkin untut selalu taat dalam menjalankan perintah Allah serta…
Innalillahi wa innailaihi rojiun. Indonesia berduka karena kehilangan seorang ulama yang dekat di hati rakyat Indonesia, serta identik dengan ajaran dzikir. Pukul 22.23 WIB, tanggal 22 Mei 2019, Ustad Arifin Ilham berpulang kembali ke rahmatullah. Kabar mengenai meninggalnya Ustad Arifin Ilham pertama kali disampaikan oleh sang putra sulung, Muhammad Alvin Faiz lewat akun instagram @alvin_411. Ustad Arifin Ilham dikabarkan menghembuskan nafas terakhir di Penang, Malaysia, saat tengah menjalani pengobatan kanker yang dideritanya. Penghujung tahun 2018, kanker getah bening yang beliau derita dikabarkan sudah sembuh. Ustad Arifin juga sempat mengunggah video dirinya yang sudah bisa menunggang kuda di kompleks Pesantren Az Zikra di Gunung Sindur, Bogor. Namun pada awal 2019, Ustad Arifin Ilham kembali jatuh sakit dan harus kembali menjalani perawatan. Jenazah Ustad Arifin Ilham diterbangkan dari Penang langsung ke Masjid Az Zikra di Sentul, Bogor. Sesuai wasiat beliau, jenazah dishalatkan dua kali, di Masjid Az Zikra Sentul dan Masjid Az…
Aktor Roger Danuarta resmi menjalankan ibadah puasa Ramadhan pertamanya yang ia lakukan pada bulan Ramadhan di tahun ini. Hal itu terjadi setelah dia memantapkan hatinya untuk menjadi seorang mualaf pada tahun lalu. Cukup banyak pula kesan yang dirasakan oleh Roger dalam menjalankan puasa Ramadhan pertamanya ini. Roger mengaku jika sebelum mualaf, ia pun kerap berpuasa. Puasa yang dilakukan terkadang dalam rangka menghormati rekan dan sahabatnya yang muslim. Lebih dari itu, dalam agama sebelumnya yang dianut pun, ia mengaku jika ada juga puasa. Meski demikian, tetap saja ada kesan khusus dan luar biasa akan puasa Ramadhan yang dijalaninya pertama kali tahun ini. Rupanya, Roger Danuarta sendiri sempat merasa kaget pada saat di awal-awal puasa. Ia juga mengaku kerap merasakan haus di tengah-tengah berpuasa. Roger juga sangat berharap agar ia dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan tahun ini dengan lancar. Ia pun mengiginkan untuk dapat menjalankan puasa secara penuh hingga akhir Ramadhan. -Syuting film Ramadhan…
Baru saja Indonesia telah kehilangan sosok seorang ustadz yang begitu terkenal dan mulia. Beliau adalah K.H. M. Arifin Ilham. Beliau baru saja menghembuskan nafas terakhirnya di Malaysia. Tentu ini menjadikan kepedihan yang mendalam bagi masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan para dai. Ustadz yang lahir pada tanggal 8 Juni 1969 ini, wafat pada tanggal 22 Mei malam hari di Penang Malaysia. Ia meninggal dunia karena penyakit kanker kelenjar getah bening dan nasofaring. Selain menderita kanker, beliau juga disebutkan pernah menderita infeksi paru-paru. Ustadz Arifin Ilham merupakan sosok ustadz yang begitu baik hari di mata para sahabat dan orang yang pernah mengenalnya. Beliau selalu santun dan lembut dalam berkata, serta selalu berusaha menjaga tutur katanya agar tidak sampai menyakiti orang. Sudah tak terhitung kenangan kebaikan dari beliau semasa hidupnya. -Riwayat pendidikan & mendirikan pesantren Ustadz Arifin Ilham ini juga merupakan pendiri pondok pesantren Az-Zikra. Pondok pesantren tersebut berada di Gunung…
Allah menciptakan manusia bermacam-macam, lengkap dengan keunikannya masing-masing. Namun keunikan yang tampak berbeda itu jangan sampai menjadi dasar untuk mencari perbedaan di antara manusia. Melakukan diskriminasi adalah hal yang tidak Allah sukai. Di masa Rasulullah, Allah pernah menegur dan menurunkan ayat untuk meluruskan perbuatan diskriminatif. Ketika Terjadi Diskriminasi Sahabat Nabi yang Miskin oleh Sahabat yang Kaya Dahulu, ada Sahabat Nabi yang miskin dan tinggal di teras masjid Nabawi. Selain sahabat Nabi yang miskin, ada juga yang kaya dan bergelimang harta. Suatu ketika Sahabat Nabi yang kaya ini usul kepada Rasulullah agar berkenan mengadakan dua majelis ta’lim. Majelis tersebut diperuntukkan untuk mereka, Sahabat Nabi yang kaya, dan majelis yang lain untuk Sahabat yang miskin. Pengajuan dua majelis tersebut bukan tanpa alasan. Para Sahabat Nabi yang kaya itu hanya merasa terganggu dengan aroma tidak sedap dari tubuh Sahabat-Sahabat yang miskin itu. Mereka meminta dipisah agar mereka bisa lebih nyaman belajar kepada Rasulullah.…
