1
Archive

2019

Browsing

Maroko memiliki reputasi sebagai negara yang panas, dan meskipun demikian, untuk beberapa kota sepanjang sebagian besar tahun ini, Maroko juga dapat mencapai suhu di bawah titik beku, dengan kejadian yang tidak menguntungkan seperti badai musim dingin. Ini adalah panduan tentang waktu terbaik untuk mengunjungi Maroko. Januari Januari adalah waktu yang cukup santai untuk mengunjungi Maroko, karena ini adalah tahun baru dan semua orang berusaha menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi ini bukan liburan panjang di Maroko, karena mereka hanya mendapat satu hari libur untuk tahun baru. Namun, banyak orang merayakan malam di berbagai pesta yang diselenggarakan di seluruh negeri, kebanyakan dari mereka berlangsung di hotel. Ini juga bisa menjadi sangat dingin. Maroko dikenal karena suhu tinggi di musim panas, tetapi suhu menjadi rendah selama musim dingin, jadi jangan lupa untuk mengemas beberapa jumper terhangat Anda. Februari Pada bulan Februari, cuaca mulai sedikit lebih hangat, tetapi kadang-kadang masih abu-abu dan sedikit menyedihkan,…

Sebuah liburan penting bagi umat Muslim tidak hanya di Maroko, tetapi di seluruh dunia, mengunjungi Marrakech selama Idul Adha memberikan pengunjung sekilas kehidupan lokal ketika perayaan menyebar dari atap teras ke jalan-jalan. Dengan kantor-kantor pemerintah dan bank-bank ditutup selama tiga hari untuk menghormati festival suci, itu benar-benar waktu yang meriah di Maroko. Arti di balik pesta itu Idul Adha adalah pengamatan keagamaan untuk menghormati kesediaan Ibrahim untuk mengorbankan anaknya sebelum Allah menukarnya dengan seekor domba yang dikorbankan sebagai gantinya. Saat ini, banyak penduduk setempat masih mengorbankan seekor domba di rumah mereka untuk menghormati kisah ini sebelum menyelami hidangan khusus yang disiapkan menggunakan berbagai bagian domba. Domba di mana-mana Hari-hari menjelang pesta adalah beberapa yang paling menarik karena penduduk setempat membeli domba mereka dari pasar dan kios sebelum membawanya pulang dengan cara apa pun yang tersedia, diikat dalam kereta, atau bahkan di bagasi sebuah taksi. Jangan kaget jika Anda melihat pria…

Ada sejumlah hadits yang mengatakan jika Nabi Muhamamad, shallallahu ‘alaihi wa sallam kerap kali berbaring di sisi tubuh sebelah kanan jika telah selesai mengerjakan shalat sunnah fajar atau shalat sunnah qabliyah subuh. Seperti dalam sebuah hadits berikut : كَانَ رَسُوْلُ اللهِ ص اِذَا سَكَتَ اْلمُؤَذّنُ بِاْلأُوْلَى مِنْ صَلاَةِ اْلفَجْرِ قَامَ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيْفَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ اْلفَجْرِ بَعْدَ اَنْ يَسْتَبِيْنَ اْلفَجْرُ ثُمَّ اضْطَجَعَ عَلَى شِقّهِ اْلاَيْمَنِ حَتَّى يَأْتِيَهُ اْلمُؤَذّنُ لِلإِقَامَةِ “Apabila muadzdzin telah selesai adzan untuk shalat subuh, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum shalat subuh, beliau shalat ringan lebih dahulu dua rakaat sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau berbaring pada sisi lambung kanan beliau sampai datang muadzin kepada beliau untuk iqamat shalat subuh.” (HR Bukhari 590) Akan tetapi, beberapa ulama memiliki perbedaan opini mengenai hukum untuk berbaring setelah selesai melakukan ibadah shalat sunnah subuh. Berikut pendapat-pendapatnya: Pertama. Hukumnya sunnah secara mutlak. Pernyataan ini berdasarkan madzhab Syafi’i dan juga merupakan…

(Untuk bagian sebelumnya bisa dilihat di link berikut: https://www.umroh.com/blog/isra-miraj-yang-tak-bisa-dipecahkan-oleh-sains-part-1/) Para astrofisika juga memastikan jika dengan kecepatan cahaya dalam sehari malaikat juga belum keluar dari galaksi Bimasakti. Galaksi tetangga Andromeda saja jaraknya 2,5 juta tahun cahaya. Apalagi belum termasuk yang adalangit. Karena orang juga belum pada tahu sampai dimanakah batas langit itu sebenarnya? Meski telah ada yang mempelajari jika batas jagad raya teramati ada pada 14 Milyar tahun cahaya! Berkaca dari fenomena ini, para saintis sudah mulai berspekulasi jika bumi yang kita pandang dan tinggali ini strukturnya tidak bersifat linear. Karena terlalu banyak materi gelap (“dark matter”) yang bisa jadi sudah melengkungkan ruang dan waktu. Dan dalam peristiwa Isra’ Mi’rah, Allah bisa saja sudah memasang “gerbang-gerbang langit” yang dapat menjadi jalan pintas ke lokasi yang sangat jauh sekali, dan tak bisa ditempuh menurut batasan akal manusia. Darisinilah dapat tercermin dan sudah sepatutnya menyadarkan kita semua betapa besarnya kuasa Allah ketika sudah…

Peristiwa Isra’ Mi’raj memang cukup diidentikkan dengan perintah shalat. Ya hal itu memang benar. Isra’ Mi’raj memang bisa dibilang merupakan awal mula turunnya perintah sholat lima waktu. Namun kita juga harus mengetahui esensi lain di balik Isra’ Mi’raj. Salah satunya kita juga harus menyadari pentingnya shalat lima waktu. Bisa dibayangkan, saking pentingnya ibadah sholat lima waktu, sampai-sampai Rasulullah dipanggil langsung untuk dapat bertemu Allah di langit. Namun, kita juga harus memandang Isra’ Mi’raj lebih dari itu. Dimana kita harus mengetahui makna serta hikmah luar biasa yang bisa kita ambil dibaliknya. Pertama-tama kita harus mengetahui terlebih dahulu apa Isra’ Mi’raj. Mungkin masih ada juga diantara kita yang belum mengetahui jika Isra’ Mi’raj adalah sebuah perjalanan di malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha di bumi, dilanjutkan ke langit sidratul muntaha. Perjalanan ini bisa dibilang bersifat ajaib serta memiliki dimensi lain dari sisi sains dan politik. Dimensi sains yang…

Shalat sendiri merupakan tiang agama. Sedangkan shalat yang dilaksanakan secara berjama’ah, bisa dibilang merupakan tiang atau pilar negara. Mengapa? Karena shalat berjamaah dapat memberikan sebuah pelajaran yang sangat penting mengenai sebuah bentuk kepemimpinan yang ada dalam Islam. Dan bentuk tersebut juga akan selalu relevan sampai kapan pun jua. Satu hal yang harus kita tahu dalam sistem kepemimpinan Islam, dimana kepemimpinan Islam tidaklah bersifat diktator atau menganggap seorang pemimpin tidak akan mungkin berbuat salah. Hal itu sudah sangat terlihat dalam kegiatan shalat berjamaah. Karena dalam shalat berjamaah, seorang imam dapat diingatkan bila melakukan kesalahan bahkan diganti apabila kesalahannya sampai membatalkan shalat (misalnya saja imam yang tidak sengaja kentut saat sedang di tengah-tengah shalat). Bentuk lain dalam kepemimpinan Islam adalah kepemimpinan dalam Islam juga bukan bersifat demokratis. Hal itu bisa dilihat dari model pemilihan imam yang harus sudah memenuhi karakter menurut syariat Islam dan dapat menjalankan syarat dan rukun…

Pada zaman jahiliah, berkembang anggapan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau dikenal dengan istilah tasyaum. Bulan yang tidak memiliki kehendak apa-apa ini diyakini mengandung keburukan-keburukan sehingga ada ketakutan bagi mereka untuk melakukan hal-hal tertentu. Pikiran semacam ini juga masih menjalar di zaman sekarang. Sebagian orang menganggap bahwa hari-hari tertentu membawa hoki alias keberuntungan, sementara hari-hari lainnya mengandung sebaliknya. Padahal, seperti bulan-bulan lainnya, bulan Safar netral dari kesialan atau ketentuan nasib buruk. Jika pun ada kejadian buruk di dalamnya, maka itu semata-mata karena faktor lain, bukan karena bulan Safar itu sendiri. Dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda : “Tidak ada ‘adwa, thiyarah, hamah, shafar, dan menjauhlah dari orang yang kena penyakit kusta (lepra) sebagaimana kamu menjauh dari singa.” (HR Bukhari dan Muslim) Adwa adalah keyakinan tentang adanya wabah penyakit yang menular dengan sendirinya, tanpa sebuah proses sebelumnya dan tanpa seizin Allah. Thiyarah adalah keyakinan tentang nasib baik dan buruk setelah…

Dalam rangka meningkatkan taqwa kita kepada Allah, kita perlu melakukan ibadah dengan ikhlas, setulus hati. Tujuan kita diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala tiada lain kecuali untuk beribadah atau mempersembahkan semua gerak tubuh kita sepanjang hidup hanya karena Allah. Bukan berarti selama 24 jam kita hanya boleh menghabiskan waktu untuk shalat dan membaca Al-Quran saja. Namun sekolah, belajar di pesantren, bekerja mencari nafkah, membantu orang tua, berbaik budi kepada teman, makan, minum dan sejenisnya bisa juga bernilai ibadah tergantung niat kita. Semua itu merupakan bagian dari ibadah, persisnya ibadah ghairu mahdlah. Ibadah baik mahdlah maupun ghairu mahdlah, masing-masing membutuhkan niat yang ikhlas, murni karena Allah. Jika tidak mampu ikhlas secara penuh, seseorang hanya akan diberi pahala dengan presentase sebesar mana ikhlasnya. Jika persentase ikhlas seseorang dalam hati hanya sebesar 40 persen, selebihnya dia berniat bukan karena Allah—untuk tujuan supaya mendapatkan materi, misalnya niscaya ia hanya akan mendapatkan balasan dari 40…

Dalam Islam ada empat bulan utama di luar Ramadhan, yakni Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Karena kemuliaan bulan-bulan itulah, Islam menganjurkan pemeluknya untuk memanfaatkan momentum tersebut sebagai ikhtiar memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Mereka didorong untuk memperbanyak puasa, dzikir, sedekah, dan solidaritas kepada sesama. Dalam Kitab Ihya’ Ulumid-Din, Imam Al-Ghazali mengenalkan istilah al-ayyam al-fadhilah (hari-hari utama). Menurutnya, hari-hari utama selalu dijumpai dalam tiap minggu dan bulan. Al-Ghazali juga menyebut istilah al-asyhur al-fadlilah (bulan-bulan utama). Bulan-bulan utama ini juga selalu dijumpai di tiap tahun. Waktu adalah salah satu dari makhluk Allah, seperti juga manusia, jin, dan binatang. Namun, sebagaimana ada tempat-tempat utama, seperti Muktazam, Masjid Nabawi, Masjidil Haram, dan lainnya, waktu pun demikian. Dalam tiap rentang waktu tertentu (hari, pekan, bulan, dan tahun) selalu terkandung bagian waktu yang diistimewakan, misalnya waktu antara maghrib dan isya, sepertiga malam terakhir, hari Jumat, bulan Ramadhan, bulan Muharram, dan lain sebagainya. Dalam waktu-waktu…

Tahun Baru Muharram, Tahun Baru dalam kalender Islam. Tahun awal permulaan baru. Proses perhitungan perubahan apakah menjadi lebih buruk, tetap pada posisi ataukah berubah menjadi lebih baik. Bulan Muharram adalah bulan yang mulia derajatnya. Dinamakan dengan bulan Muharram, karena Allah mengharamkan peperangan dan konflik di bulan mulia ini. Selain itu, bulan ini juga termasuk salah satu dari bulan-bulan yang mulia. Bulan Muharram adalah momen terbaik untuk meningkatkan kebaikan dan ketakwaan kepada Allah. Di bulan Muharram ini terdapat hari yang istimewa, yaitu hari ‘Asyura. Di hari tersebut umat Islam disunnahkan untuk berpuasa pada hari tersebut. Para sahabat bertanya pada Nabi, bahwa hari ‘Asyura adalah hari yang dimuliakan oleh orang Yahudi dan Nasrani. Kemudian Nabi bersabda: “Insya Allah tahun depan kita berpuasa di hari yang ke Sembilan”. Dari hadits tersebut di atas, Imam Syafi’i berpendapat bahwa disunnahkan berpuasa di hari Sembilan dan sepuluh di bulan Muharram. Karena Nabi telah melaksanakan puasa…