Umroh.com – Doa qunut tentunya tidak asing lagi terdengar bagi umat muslim. Doa ini sering kali dibaca ketika sholat subuh atau ketika witir. Doa qunut sendiri diajarkan oleh Rasulullah SAW. Namun bagi sebagian umat muslim ada yang belum paham mengenai doa qunut. Lalu apa pengertian doa qunut itu sendiri? Hasan bin Ali mengatakan dalam sabda Rasulullah SAW, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat doa yang hendaknya aku ucapkan ketika kunut witir: ‘Allahummahdinii fiiman hadaiit, wa ‘aafinii fiiman ‘aafaiit,….dst.’ “(HR. Nasa’i 1746, Abu Daud 1425, Turmudzi 464, dan dishahihkan Al-Albani). Baca juga: Ini 5 Keutamaan Sholat Subuh yang Wajib Diketahui Pengertian Doa Qunut Umroh.com merangkum, Qunut (الْقُنُوْتُ) berasal dari qonata (قَنَتَ) yang artinya tunduk patuh. Qunut juga berarti berdiri lama, diam, taat, doa dan khusyu’. Qunut yang artinya tunduk patuh bisa didapati pada firman Allah Surat Ar Rum ayat 26, “Dan kepunyaanNya lah siapa saja yang ada di langit dan di…
Umroh.com – Dalam ajaran agama islam, berakhlakul kharimah adalah suatu hal yang wajib diterapkan dalam kehidupan sehari – hari, baik untuk diri sendiri maupun dengan orang lain. Perbuatan akhlak adalah perbuatan yang telah tertanam kuat dalam jiwa seseorang sehingga telah menjadi dasar kepribadiannya. Lalu apa saja sih contoh perilaku akhlakul karimah yang wajib diterapkan? Umroh.com merangkum, Akhlakul karimah atau Akhlak mulia atau sikap terpuji yaitu suatu sikap yang baik sesuai dengan ajaran agama islam. Akhlakul karimah adalah akhlak yang baik atau terpuji. Semua manusia harus memiliki sifat akhlakul karimah ketika hidup di dunia. Bagi seseorang yang memiliki akhlakul karimah maka akan selalu disenangi oleh sesama manusia, bahkan tidak hanya itu jika seesorang berperilaku sesuai ajaran agama islam maka sudah pasti baik dimata Allah. Dan kelak nanti akan masuk dalam surga bersama Nabi Muhammad saw. Baca juga: Banyak yang Salah, Ini Pengertian Akhlakul Karimah Ciri-Ciri Akhlakul Karimah Akhlakul karimah atau akhlak terpuji…
Salah satu dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia ialah banyaknya ragam ibadah sunnah sebagai pelengkap ibadah wajib, khususnya sholat-sholat sunnah. Sehingga dalam keadaan apapun, kapanpun, Anda bisa melakukan ibadah sunnah. Berikut ini akan dijelaskan soal pengertian serta keutamaan sholat awwabin yang wajib dipahami. Umroh.com merangkum, salah satu ibadah sholat sunnah yang sering dilakukan ialah sholat sunnah awwabin. Ialah sholat dhuha yang dilakukan di saat matahari sudah panas (di akhir waktu dhuha). Sholat awwabin ini merupakan sholat dhuha yang dilakukan di waktu utama (paling afdhal) sholat dhuha. Baca juga: Penting! Ini Tata Cara Sholat Sunnah Awwabin serta Doanya Oleh karenanya sholat ini memiliki keutamaan-keutamaan. Selain keutamaan seperti sholat dhuha, sholat awwabin memiliki keutamaan lain yang bisa Anda dapatkan. Pengertian Sholat Sunnah Awwabin Jika dilihat dari makna kata awwab, kata awwabin (أَوَّابِيْن) merupakan bentuk plural dari kata awwab (أَوَّاب) yang memiliki arti seorang yang banyak kembali kepada Allah dengan taubat…
Umroh.com – Salah satu ibadah sholat sunnah yang sering dilakukan ialah sholat sunnah awwabin. Sholat awwabin ini merupakan sholat dhuha yang dilakukan di waktu utama (paling afdhal) sholat dhuha. Karena matahari di posisi tersebut sedang naik menuju puncak panasnya. Lalu bagaimana tata cara sholat sunnah awwabin sendiri? Berikut penjelasannya. Berdasarkan pemaparan tim Umroh.com, secara dzhohir (tampak) sholat awwabin ini tidak berbeda dengan sholat dhuha, hanya saja ada waktu khusus yang membuat namanya berbeda. Sehingga tatacara sholat awwabin pun sama dengan sholat dhuha. Baca juga: Perlu Diketahui, Ini Pengertian Sholat Sunnah Awwabin Waktu Sholat Sunnah Awwabin Seperti yang sudah di singgung mengenai definisi sholat awwabin, yang merupakan sholat dhuha yang dilaksanakan di waktu yang paling afdhol. Waktu tersebut ketika panas matahari telah terasa paling panas. Syaikh Bin Baz memberikan penjelasan bahwa waktu tersebut sekitar satu atau dua jam sebelum waktu dzuhur tiba. Hal ini berbeda-beda tergantung posisi negara dan kondisi bulan,…
Umroh.com – Salah satu dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia ialah banyaknya ragam ibadah sunnah sebagai pelengkap ibadah wajib, khususnya sholat-sholat sunnah. Sehingga dalam keadaan apapun, kapanpun, Anda bisa melakukan ibadah sunnah, salah satunya sholat sunnah Awwabin. Lalu apa sebenarnya pengertian dari sholat sunnah awwabin ini? Berikut penjelasannya. Umroh.com merangkum, salah satu ibadah sholat sunnah yang sering dilakukan ialah sholat sunnah awwabin. Mungkin Anda akan merasa sangsi dengan namanya, tapi ternyata ibadah ini tanpa sadar suka kita lakukan. Sholat sunnah awwabin ialah sholat dhuha yang dilakukan di saat matahari sudah panas (di akhir waktu dhuha). Baca juga: Inilah Macam-macam Sholat Sunnah dalam Islam Sholat awwabin ini merupakan sholat dhuha yang dilakukan di waktu utama (paling afdhal) sholat dhuha. Karena matahari di posisi tersebut sedang naik menuju puncak panasnya. Proses tersebut terjadi di akhir waktu dhuha, sekitar satu atau dua jam sebelum dhuhur, pukul 10.00-10.30 WIB. Pengertian Sholat Sunnah…
Umroh.com – Dalam rumpun sholat sunnah, sholat berdasarkan penyebab pelaksanaannya terbagi menjadi dua, yaitu sholat muayyan/muqoyyad dengan sholat muthlaq. Sholat muayyan adalah sholat yang memiliki sebab tertentu seperti tahiyyatul masjid karena masuk ke masjid, sholat qobliyah subuh yang terkait dengan waktu sebelum sholat subuh, dan lain sebagainya. Nah berikut ini akan dijelaskan tentang sholat sunnah muthlaq beserta tata cara sholat muthlaq dan keutamaannya. Tata Cara Sholat Muthlaq Umroh.com merangkum, sholat sunnah muthlaq adalah sholat sunnah yang tidak memiki keterikatan dengan sebab tertentu, baik waktu maupun sebab. Kapan saja Anda ingin sholat, bisa melaksanakannya. Namun, selama tidak berada di waktu-waktu yang terlarang sholat, berdasarkan syari’at. Sholat sunah muthlaq tata caranya sama dengan sholat biasa. Tidak ada bacaan khusus, maupun doa khusus. Sama persis seperti sholat pada umumnya. Baca juga: Jarang Ada yang Tahu, Ini Pengertian Sholat Muthlaq Untuk bilangan rakaatnya, Anda bisa mengerjakan sholat sunnah ini dua rakaat salam – dua…
Umroh.com – Banyaknya macam ibadah dalam Islam membuat pemeluknya bisa begitu dekat dengan tuhannya, Allah subhanahu wata’ala. Mulai sholat wajib, sunnah, sedekah, tersenyum, hingga memberikan hadiah bisa mendekatkan diri pada sang penciptanya karena tergolong ibadah. Berikut ini akan dijelaskan pengertian dari Sholat Muthlaq dan waktu pelaksanaannya. Umroh.com merangkum, salah satu ibadah sholat sunnah yang bisa kita lakukan kapanpun, tanpa terkait sebab ialah sholat sunnah muthlaq atau muthlaq. Jika solat rawatib memiliki waktu tertentu dan sebab setelah atau sebelum sholat wajib, sholat muthlaq ini tidak memiki keterikatan. Baik keterikahan dengan waktu ataupun sebab. Baca juga: Macam-macam Sholat Sunnah dalam Islam Pengertian Sholat Muthlaq Dalam rumpun sholat sunnah, sholat berdasarkan penyebab pelaksanaannya terbagi menjadi dua, yaitu sholat muayyan/muqoyyad dengan sholat muthlaq. Sholat muayyan adalah sholat yang memiliki sebab tertentu seperti tahiyyatul masjid karena masuk ke masjid, sholat qobliyah subuh yang terkait dengan waktu sebelum sholat subuh, dan lain sebagainya. Sedangkan sholat sunnah…
Umroh.com – Thawaf yang merupakan bagian dari ibadah haji ternyata memiliki doa-doa thawaf khusus, yang dicontohkan Rasulullah sallallahu ‘alayhi wa sallam. Namun doa tersebut tidak sembarangan dipanjatkan, melainkan ada tempat-tempat tertentu yang dikhususkan oleh Rasulullah saat thawaf. 3 Doa Thawaf dan Bacaan Dzikirnya: 1. Ketika melewati hajar aswad Ketika melewati hajar aswad, Rasulullah membaca takbir, “Allahu akbar” atau membaca, “Bismillahi wallahu akbar…”. Nafi’, menantunya Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, bercerita bahwa Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma masuk Mekah ketika waktu dhuha, lalu beliau mendatangi Ka’bah, dan menyentuh hajar aswad, sambil mengucapkan, “Bismillah, wallahu akbar.” Kemudian beliau lari-lari kecil tiga kali putaran, dan jalan antara rukun Yamani dengan rukun hajar aswad. Setelah sampai di hajar aswad, beliau menyentuhnya dan bertakbir, lalu keliling empat kali thawaf sambil berjalan. Baca juga: Wajib Dihafalkan! Begini Bunyi Doa Sa’i Tujuh Putaran Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal ini. (HR. Ahmad 4628 dan…
Umroh.com – Tak terasa sebentar lagi umat Islam di seluruh belahan dunia akan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diperingati di bulan Rabiul Awal. Setiap umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak membaca sholawat sebagai bentuk kecintaan kepada baginda Nabi Besar Muhammad SAW. Tentu saja tak hanya sholawat, banyak kegiatan lainnya yang bisa dilakukan, misalnya pergi umroh bersama keluarga ataupun kerabat. Ada gak sih yang berminat berangkat umroh dengan harga terbaik dan pas di kantong? Umroh.com, sebagai online marketplace khusus perjalanan umroh yang terpercaya ingin turut memeriahkan perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW atau Maulid Nabi dalam program Special Deal Maulid Nabi ini akan berlangsung dari 1 November hingga 30 November 2019. Periode keberangkatan untuk promo umroh Special Deal Maulid Nabi jatuh pada bulan Februari dan Maret 2020. Baca juga: Bukan Lagi Mimpi, Begini 4 Cara Menabung Umroh! Head of Commercial Umroh.com, Lia Firdausy mengatakan “Umroh.com ingin ikut serta dalam memeriahkan…
Umroh.com – Kegiatan sa’i dilakukan dengan cara berlari-lari kecil sebanyak tujuh kali antara Shafa menuju Marwah. Jamaah memulainya dari Bukit Shafa usai thawaf. Lalu bagaimana bunyi doa sa’i yang wajib dilafalkan? Berikut penjelasannya. Bunyi Doa Sa’i Saat mendekati Bukit Shafa, jamaah diperintahkan mengucap doa yang ada dalam surah Al Baqarah ayat 158, إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ ۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ Artinya: Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. (QS. al-Baqarah: 158) Baca juga: Inilah Pengertian Sa’i dalam Ibadah Umroh dan Haji Setelah itu dilanjutkan dengan membaca: أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَرَسُولِهِ Artinya: Aku mulai…
