Umroh.com – Doa qunut ada tiga jenis, yaitu qunut subuh, qunut witir, dan qunut nazilah. Sebelum membahas keutamaan doa qunut, sebaiknya kita mengenal dahulu masing-masing doa qunut tersebut. Qunut Subuh Umroh.com merangkum, ada perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang qunut subuh. Menurut Imam Abu Hanifah, qunut subuh sejatinya tidak ada. Sementara Imam Malik dan Imam Syafi’i menjelaskan bahwa membaca doa qunut saat Subuh merupakan amalan yang disunnahkan. Sementara Imam Ahmad menyimpulkan bahwa doa qunut saat subuh hanya dibaca saat terjadi masalah besar, dan yang dibaca adalah qoa qunut nazilah. Baca juga: Ini 5 Keutamaan Sholat Subuh yang Wajib Diketahui Madzhab Hanafi tidak menganggap qunut subuh sebagai sunnah. Karena memang Rasulullah pernah melakukan doa qunut ketika shalat fajar selama satu bulan, namun kemudian ditinggalkan. Abdullah Ibnu Mas’ud menuturkan bahwa Rasulullah telah melakukan doa qunut selama satu bulan untuk mendoakan orang-orang Arab yang masih hidup, kemudian beliau meninggalkannya (HR.Muslim). Sementara Madzhab Maliki…
Umroh.com – Bagi setiap muslim, tentu sudah mengetahui keistimewaan hari jumat, karena hari jumat merupakan hari yang istimewa bagi umat muslim, hari jumat digambarkan dengan hari kemerdekaan karena terdapat shalat jumat bagi kaum pria hal tersebut menandakan bahwa kaum muslimin sudah merdeka dari segala hal, bahkan dianjurkan untuk membaca surat Al Kahfi pada hari jumat pula. Berikut akan dijelaskan soal waktu yang tepat membaca surat Al Kahfi. Mengenai surat Al Kahfi Umroh.com merangkum, surat Al Kahfi berasal dari Bahasa Arab yang berawal dari kata Al Kahf yang memiliki arti goa. Sedangkan untuk suratnya merupakan surat ke-18 dalam Al Quran. Al kahfi juga memuat kisah utama mengenainAshabul Kahfi (para penghungi goa). Baca juga: Jangan Lupa Membaca Surat Al Kahfi, Ini Keutamaannya! Untuk istilah Ashabul Kahfi digunakan untuk menyebut sekumpulan para pemuda yang berupaya untuk mempertahannya sebuah keimananan yang ada pada dirinya mereka dengan keadaan ditengah-tengah kemungkiran yang berada disekitar mereka tinggal.…
Umroh.com – Allah telah menentukan pasangan kepada setiap makhluk ciptaanNya. Karena itu, Allah memberikan penjelasannya melalui ayat tentang jodoh di dalam Al Quran. Dengan kasih sayangNya, Allah memberi panduan kepada hambaNya untuk memahami salah satu misteri, yaitu jodoh. Ayat-ayat tentang jodoh di Al Quran membantu kita untuk memahami hakikat jodoh, serta memilih jodoh yang baik sebagai pasangan. 15 Ayat tentang Jodoh di Al Quran 1. Orang Baik untuk Orang Baik Umroh.com merangkum, Allah telah berjanji untuk mempertemukan wanita yang baik dengan laki-laki yang baik. Begitu pun sebaliknya. Allah berfirman, “Wanita wanita yang keji adalah untuk laki laki yang keji, dan laki laki yang keji adalah untuk wanita wanita yang keji pula. Dan wanita wanita yang baik adalah untuk laki laki yang baik dan laki laki yang baik adalah untuk wanita wanita yang baik pula”. (QS.An Nur: 26). Baca juga: Ini Tujuan Taaruf yang Perlu Anda Ketahui 2. Orang yang Buruk…
Umroh.com – Rasulullah menyebutkan banyak keutamaan sholat berjamaah di masjid. Misalnya, mendapat pahala hingga 27 derajat. Lalu, bagaimana dengan wanita yang sholat berjamaah di masjid? Bukankah ada hadis yang menunjukkan bahwa wanita lebih utama sholat di rumah? Ini penjelasan soal hukum sholat berjamaah bagi wanita. Tim Umroh.com memaparkan, sholat berjamaah di masjid sangat dianjurkan bagi laki-laki (bahkan sebagian ulama berpendapat hukumnya wajib). Sebuah hadis yang menunjukkan bahwa seorang lelaki buta yang masih bisa mendengar adzan tetap diperintah Rasulullah untuk memenuhi seruan adzan. Dari sini, kita bisa memahami bahwa sholat berjamaah di masjid bagi lelaki adalah hal yang sangat penting. Baca juga: Jika Jamaah Hanya 2-3 Orang, Begini Posisi Sholatnya Hadist soal Wanita Sholat Berjamaah di Rumah Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa mendengar adzan kemudian tidak mendatanginya, maka tidak ada sholat baginya (sholatnya tidak sempurna-pent), kecuali karena ada udzur.” (HR.Ibnu Majah dan Al Hakim). Diriwayatkan Imam Ahmad, dahulu ada seorang wanita bernama…
Umroh.com – Surat ke-18 di dalam Al Quran memiliki keistimewaan. Namanya ‘Al Kahfi’ berarti ‘Gua’, dan di dalamnya terdapat kisah para pemuda yang ditidurkan selama ratusan tahun di dalam gua. Tak hanya itu, pengetahuan tentang manfaat membaca surat ini berasal dari hadis-hadis Rasulullah. Manfaat Membaca Surat Al Kahfi 1. Disinari Cahaya Membaca surat Al Kahfi akan membuat seseorang disinari cahaya. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada malam Jum’at, dia akan disinari cahaya antara dia dan Ka’bah” (HR.Ad Darimi). Baca juga: Jangan Lupa Membaca Surat Al Kahfi, Ini Keutamaannya! “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, dia akan disinari cahaya di antara dua Jum’at” (HR.An Nasa’i dan Baihaqi). Makna ‘Diterangi Cahaya’ Jika Membaca Surat Al Kahfi Umroh.com merangkum, para ulama menjelaskan bahwa maksud ‘diterangi cahaya antara dua Jumat’ adalah bahwa seseorang akan berada dalam pahala atau pengaruh surat tersebut selama satu minggu. Ada juga ulama yang…
Umroh.com – Ada banyak kenikmatan yang diperoleh seorang hamba setelah ia bertaubat. Keutamaan taubat antara lain mendatangkan kenikmatan dan kasih sayang Allah. Allah berfirman, “Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabb-mu dan bertaubat kepadaNya, (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu, hingga pada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sungguh aku takut, kamu akan ditimpa siksa hari Kiamat” (QS.Hud: 3). Berikut ini akan dijelaskan beberapa jenis taubat yang jarang diketahui. Umroh.com merangkum, taubat menjadi pertanda bahwa Allah menghendaki kebaikan bagi hambaNya. Dengan kasih sayangNya, Allah membuka pintu taubat sehingga seseorang benar-benar menyesal atas kesalahan yang pernah dibuatnya. Allah meniupkan hidayah, sehingga ia merasakan keagungan Allah dan membutuhkan ampunan dari Allah. Baca juga: Penting! Inilah 4 Tingkatan Taubat yang Wajib Dipahami Penyesalan yang hadir itu juga menjadi salah satu…
Umroh.com – Taubat sering diartikan sebagai penyesalan atas perbuatan dosa yang telah dilakukan. Namun pengertian taubat bukan hanya itu. Ada beragam hal yang perlu kita ketahui dalam memahami pengertian taubat. Pengertian Taubat Secara bahasa, taubat atau at taubah berasal dari kata تَوَبَ yang artinya ‘kembali’. Jadi, taubat adalah kembali kepada Allah serta berlepas diri dan hati dari perbuatan dosa, atau niat yang membuat seseorang terus melakukan dosa. Pengertian taubat juga dilengkapi dengan melaksanakan hak-hak Allah. Baca juga: Penting! Ini 4 Tingkatan Taubat yang Wajib Dipahami Umroh.com merangkum, arti ‘taubat’ juga adalah meninggalkan dosa karena takut kepada Allah, dengan diiringi perasaan menyesal dan menganggap dosa sebagai perbuatan buruk, serta memperbaiki perilaku dengan amal soleh. Inti dari taubat, perasaan menyesal telah berbuat maksiat sekaligus niat untuk selalu mengarahkan hati kepada Allah. Selanjutnya, taubat diwujudkan dengan usaha menahan diri dari dosa. Dan menumbuhkan keinginan untuk selalu beramal soleh serta menjauhi semua larangan Allah.…
Umroh.com – Ada banyak keutamaan bagi seseorang yang bertaubat. Taubat sejatinya merupakan amalan yang diperintahkan Allah, agar manusia bisa memperbaiki diri dari dosa-dosanya. Berikut akan dijelaskan terkait 4 tingkatan taubat yang wajib dipahami. Umroh.com merangkum, dalam melakukan taubat, ada beragam tingkatan manusia saat melaksanakannya. Imam Al Ghazali menjelaskan empat tingkatan taubat. Mulai dari paling tinggi, hingga paling rendah. Baca juga: Makna Kedudukan Seorang Ibu yang Begitu Mulia Empat tingkat taubat menurut Imam Al Ghazali menjelaskan bahwa taubat seseorang bisa dilihat dari kondisi dan sikapnya. 4 Tingkatan Taubat 1. Seseorang yang Terus Menerus Bertaubat Tingkat pertama adalah ketika seseorang terus menerus bertaubat hingga akhir hayatnya. Di dalam hatinya selalu hadir niat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa yang telah dilakukannya. Ia selalu meminta ampun atas dosa-dosa besar yang telah dilakukannya. Seseorang yang demikian disebut telah melakukan taubat nasuha. Taubat nasuha merupakan taubat yang bisa menasehati dirinya sendiri. Seseorang yang bertaubat nasuha akan…
Umroh.com – Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang utama dalam Islam, oleh karenanya ibadah ini masuk menjadi rukun dalam Islam. Seorang muslim wajib melaksanakan ibadah haji ketika ia memiliki kemampuan. Berikut ini ada urutan lengkap tata cara haji yang wajib dipahami. Pengertian Haji dan Maknanya Maknanya menurut syariat adalah beribadah kepada Allah dengan mengerjakan thawaf, sa’i, wukuf di Arafah, dan seluruh manasik haji di Mekkah al Mukarramah pada bulan-bulan haji dengan syarat-syarat tertentu berdasarkan Al Quran dan sunnah Nabi yang sahih. Baca juga: Ucapan Haji Mabrur untuk Mereka Sepulang Berhaji Dari pengertian tadi, dapat disimpulkan ibadah ini merupakan ibadah yang agung. Agar diterima, ibadah ini mensyaratkan ikhlas dan i’tiba atau mengikuti tuntunan (sunnah) Rasulullah shalallahu ‘alayhi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ambillah dariku manasik-manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak mengetahui, mungkin saja aku tidak berhaji setelah hajiku ini”. (HR. Muslim no. 1297, dari Jabir) Hadist sahih ini…
Umroh.com – Sa’i merupakan satu dari lima rukun ibadah haji yang diajarkan Rasulullah salallahu ‘alayhi wa sallam. Secara singkat tatacra sa’i ialah berjalan dari bukit Safa ke Bukit Marwah dan sebaliknya, sebanyak tujuh kali yang berakhir di bukit Marwah. Perjalanan dari Bukit Safa ke Bukit Marwah dihitung satu kali dan juga dari Bukit Marwah ke bukit Safa dihitung satu kali. Jarak dari Bukit Shafa ke Bukit Marwa ialah sekitar 500 meter, sehingga total jarak dalam sa’i ialah 2,5 kilometer. Lalu dimanakah tempat melakukan Sa’i sesuai syariat islam? Berikut penjelasannya. Umroh.com merangkum, pada mulanya hendaknya sa’i dimulai dengan langkah-langkah biasa, sampai dekat dengan tanda pertama berwarna hijau kira-kira sejauh enam hasta. Dari tempat itu, hendaknya jamaah haji mempercepat langkah atau berlari-lari kecil sehingga sampai di tanda hijau yang kedua, kemudian dari sana berjalan kembali dengan langkah-langkah biasa. Baca juga: Penting! Ini Pengertian Sa’i dalam Ibadah Haji dan Umroh Tahapan ibadah haji…
