Umroh.com – Makanan yang dikonsumsi akan berpengaruh kepada diri manusia. Apabila makanan yang dikonsumsi baik, maka akan memberikan kebaikan dan keberkahan bagi kehidupan manusia yang mengkonsumsinya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Ada empat hal, bila keempatnya ada pada dirimu, maka segala urusan dunia yang luput darimu tidak akan membahayakanmu: menjaga amanah, berkata benar, akhlak baik dan menjaga urusan makanan”. Tapi kira-kira hewan apa saja sih yang dianggap haram dan tak boleh dimakan? Bahkan makanan yang dikonsumsi bisa menjadi penentu masuknya seseorang ke dalam surga Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Diriwayatkan oleh Ibn Hibban, dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasulullah bersabda “Wahai Ka’ab bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari makanan haram”. Baca juga: Makanan Tanpa Label Halal, Bolehkah Dimakan? Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, karena itulah kita harus memperhatikan agar jangan sampai mengonsumsi makanan yang haram atau diharamkan. Al Quran dan hadist Rasulullah mengharamkan hewan-hewan tertentu untuk dikonsumsi manusia.…
Umroh.com – Bagi masyarakat muslim, label halal pada kemasan makanan sangat membantu untuk menjamin halal tidaknya makanan yang akan dikonsumsi. Lalu bagaimana jika kita menemukan makanan tanpa ada label halal? Berdasarkan pemaparan umroh.com, para ulama pada prinsipnya berpendapat bahwa setiap makanan (atau produk) yang tidak diketahui bahan atau cara membuatnya hukumnya adalah halal dikonsumsi. Kita tidak bisa menghukumi sebuah makanan najis atau haram tanpa bukti kuat. Baca juga: Wajib Dicoba! Ini 10 Makanan Halal di China Sikap Rasulullah terhadap Makanan yang Tidak Diketahui Kehalalannya Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Aisyah r.a menuturkan bahwa suatu hari seseorang mendatangi Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, ada suatu kaum membawa daging kepada kami dan kami tidak tahu apakah daging tersebut saat disembelih dibacakan bismillah ataukah tidak”. Rasulullah menjawab, “Ucapkanlah Bismillah, lalu makanlah”. Pendapat Para Ulama terhadap Makanan yang Tidak Ada Label Halalnya Pendapat para ulama juga mengungkapkan bahwa dalam Islam, semua makanan hukumnya halal hingga…
Umroh.com – Meningkatnya minat wisatawan muslim internasional membuat kebutuhan akan fasilitas halal bagi traveler muslim makin meningkat. Wisatawan muslim yang ingin liburan juga menyadari pentingnya menjaga shalat wajib, dan ingin memastikan kehalalan makanan untuk dikonsumsi. Lalu bagaimana sih caranya mendapatkan hotel yang halal? Bagi orang Indonesia, berwisata di dalam negeri (terutama di daerah yang mayoritas beragama muslim) tentu tidak sulit untuk menemukan hotel yang ramah muslim. Tetapi lain cerita jika wisatawan muslim bepergian ke luar negeri, dimana muslim masih menjadi minoritas. Umroh.com merangkum, sekarang kesadaran akan kebutuhan layanan halal bagi wisatawan muslim semakin meningkat. Negara-negara yang menjadi destinasi wisata dunia juga mulai berlomba menyediakan layanan halal bagi wisatawan muslim, seperti hotel halal. Untuk melihat seberapa ‘ramah’ sebuah hotel terhadap kebutuhan wisatawan muslim, kita bisa mencari tahu lewat Crescentrating. Baca juga: Ini 20 Maskapai yang Menyajikan Menu Halal di Pesawat Bagi para traveler muslim, halal atau tidaknya hotel bisa dilihat dari peringkat…
Umroh.com – Dalam pergaulan sehari-hari, kita sebagai umat muslim Indonesia pasti pernah berinteraksi dengan kaum kafir. Indonesia memang melindungi rakyatnya dalam hal beragama. Dan Tanah Air kita memiliki beragam agama, budaya, tradisi, serta ras. Lalu bagaimana hukumnya jika umat muslim memakan makanan dari non muslim. Tim umroh.com memaparkan, interaksi antaragama yang harmonis biasanya dihiasi dengan kebiasaan bertukar makanan. Misalnya ada seorang rekan kerja yang membagi hasil masakannya, karena kita sebelumnya pernah berbagi masakan dari rumah kita. Lalu, jika kita menerima makanan dari orang kafir, apakah kita boleh menyantapnya? Baca juga: Ini 6 Manfaat yang Didapat saat Makan Makanan Halal Boleh Mengkonsumsi Makanan atau Masakan dari Orang Kafir Para ulama berpendapat bahwa masakan atau makanan yang dibuat oleh orang kafir hukumnya halal dan boleh dikonsumsi, selama makanan itu bukan makanan yang diharamkan oleh Islam dan bukan berupa najis. Misalnya ada orang kafir menyuguhkan rendang, mie instan, ikan, atau makanan apapun yang halal…
Umroh.com – Salah satu minuman yang diharamkan Allah adalah alkohol, atau “khamr” dalam bahasa Arab. Minuman ini memiliki efek memabukkan, sehingga peminumnya tidak sadar dengan apa yang dilakukannya. Berikut akan dijelaskan lebih lengkap soal hikmah dari minuman alkohol yang haram. Umroh.com merangkum, secara bahasa, ‘khamr’ berarti ‘menutupi’. Ini mencerminkan dampak dari minuman beralkohol. Tak heran, khamr juga disebut dengan minuman yang memabukkan. Di zaman Rasulullah, khamr merupakan minuman yang terbuat dari anggur, lalu difermentasikan sehingga memiliki kandungan alkohol yang tinggi. Jika dikonsumsi, khamr akan membuat peminumnya mabuk dan hilang kesadaran. Baca juga: Ternyata Ini Pengertian Minuman Halal Sesungguhnya Ketika Islam hadir lewat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, minuman yang memabukkan ini diharamkan untuk diminum. Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Umar ra, Rasulullah bersabda, “Segala hal yang memabukkan adalah khamr dan setiap khamr adalah haram”. Hikmah Khamr Diharamkan Bukan tanpa alasan Islam mengharamkan minuman keras atau khamr. Memang ilmuwan barat…
Umroh.com – Islam sangat memperhatikan kebersihan. Pemeluknya diwajibkan berada dalam keadaan suci ketika beribadah shalat, di samping kewajiban bersuci sebelum shalat. Islam juga memberi kemudahan apabila kita menemukan kondisi-kondisi yang tidak memungkinkan untuk berwudhu dengan air. Berikut akan dijelaskan secara lengkap beberapa doa tayamum yang wajib dihafalkan. Tim umroh.com memaparkan, Allah membolehkan kita bersuci dengan debu atau tanah (sho’id) yang suci apabila tidak menemukan air atau dalam kondisi sakit. Ritual bersuci sebagai pengganti wudhu ini disebut dengan tayamum. Baca juga: Apa Sih Sunnah Tayamum dalam Islam? Ini Jawabannya! Kondisi Dibolehkannya Tayamum Tayamum merupakan ritual bersuci menggunakan media yang ada di permukaan bumi, seperti debu yang suci, sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib. Tayamum dibolehkan jika seseorang menemukan kondisi sebagai berikut: Sudah masuk waktu shalat namun tidak menemukan air (misalnya saat bepergian),Air yang ada hanya cukup untuk minum atau memasak,Dalam keadaan sakit yang memungkinkan bertambah parah jika terkena air,Ada air namun…
Umroh.com – Kata ‘halal’ berasal dari kata ‘Hill’ yang artinya terbebas atau terlepas. Jadi istilah halal menunjukkan bahwa barang tersebut bebas untuk digunakan. Islam sangat menekankan aspek halal dalam setiap hal yang dikonsumsi. Misalnya makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Kehalalan tampak dari cara memperolehnya atau sifatnya, Allah membolehkan atau tidak untuk dikonsumsi. Berikut ini akan dijelaskan soal dalil makanan halal yang wajib Anda ketahui. Umroh.com merangkum, dari segi cara memperolehnya, perlu dipastikan apakah benda itu diperoleh dengan cara yang baik agar menjadi hak dan dikonsumsi. Dengan kata lain, barang itu bukan dari mencuri atau merampas hak orang lain. Dari segi sifatnya, Allah menjelaskan dalam Al Qur’an tentang makanan yang boleh dikonsumsi (halal) maupun yang dilarang (haram). Baca juga: 10 Makanan Halal di Turki yang Wajib Anda Coba Dalil Makanan Halal 1. Surat Al Baqarah ayat 168 sampai 171 “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di…
Umroh.com – Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita agar hanya mengkonsumsi makanan-makanan yang baik serta menyehatkan. Rasulullah pernah bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Bagaimana bunyi hadits soal makanan haram itu sendiri? Allah berfirman, ‘Wahai para Rasul, makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’.” Baca juga: Ini Bedanya Makanan Haram dan Halal dalam Islam Hadits Makanan Haram Umroh.com merangkum, rasulullah bercerita tentang seorang laki-laki yang ditolak doanya karena mengkonsumsi makanan haram. Lelaki tersebut sedang melakukan perjalanan. Jauhnya perjalanan membuat penampilannya kusut. Dia kemudian berdoa seraya mengangkat tangannya. Ia berseru, “Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku!”. Rasulullah pun berkomentar, “Makanannya haram, minumannya…
Umroh.com – Islam mengajarkan kita untuk melakukan taaruf sebagai ikhtiar mengenal calon pasangan, alih-alih berpacaran. Taaruf dilakukan dengan bantuan perantara, agar calon suami-istri tidak berkomunikasi terlalu intens sebelum ada ikatan pernikahan. Prosesnya diawali dengan bertukar CV, yang akan menentukan lanjut atau tidaknya proses taaruf. Setelah keduanya merasa cocok, maka dilanjutkan dengan proses melihat calon pasangan (nadhor) dan lamaran (khitbah). Lalu hal apa saja yang perlu dilakukan selama masa taaruf? Taaruf memang nampak lebih sederhana, jika dibandingkan dengan berpacaran yang memakan waktu lama serta menguras energi dan waktu. Baca juga: Penting! Ini Perbedaan Pacaran dan Taaruf yang Perlu Diketahui Hal Penting yang Dilakukan selama Masa Taaruf 1. Memastikan Tidak Ada Hubungan Mahram Masing-masing calon pasangan hendaknya memastikan bahwa orang yang akan diajak taaruf tidak memiliki hubungan mahram. 2. Luruskan Niat karena Allah Sebaiknya pastikan niat menikah adalah karena Allah serta hanya mengharapkan ridho Allah. Menikah sebagai wujud ibadah sekaligus menjaga diri…
Umroh.com – Sebelum menikah, pria dan wanita memang perlu untuk saling mengenal. Kehidupan pernikahan akan memberikan ketenangan, namun juga tidak lepas dari ujian dan cobaan. Kemampuan memahami karakter masing-masing, serta bekerjasama menghadapi tantangan adalah hal penting bagi suami dan istri. Berikut ini akan dijelaskan beberapa perbedaan terkait pacaran dan taaruf. Seperti yang diketahui, kebutuhan saling mengenal sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk mengumbar kemesraan sebelum adanya ikatan pernikahan yang jelas. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh mahramnya” (HR. Muslim). Baca juga: Ingin Taaruf? Ini Cara yang Benar Membuat Proposal Taaruf Pacaran Dahulu vs Pacaran Sekarang Kata pacar berasal dari tradisi Melayu. Dahulu saat ada lelaki menyukai seorang wanita, maka lelaki itu akan mengirimkan pantun kepada sang wanita. Apabila pantun diterima, orang tua sang wanita akan memakaikan daun pacar di kedua tangan calon mempelai. Selama pacar ini…
