1
Archive

2019

Browsing

Jakarta, Umroh.com – Kerudung merupakan salah satu perintah dalam ajaran agama Islam. Kerudung adalah kewajiban bagi setiap muslimah yang sudah baligh, barang siapa yang tidak menutup auratnya maka dia kan mendapatkan dosa, serta melanggar perintah Allah SWT. Sejarah Berkerudung Sampai hari ini, penutup kepala memainkan peran penting dalam banyak agama, termasuk Yudaisme Ortodoks dan Katolik. Islam mulai menyebar di Madinah melalui Nabi Muhammad SAW (sekitar 570-632 M). Dari sana menyebar melalui Timur Tengah ke Sahara Afrika. Lalu, ke Asia Tengah sampai masyarakat di sekitar Laut Arab. Umroh.com merangkum, Setelah awal mula Islam muncul di Timur Tengah dan Afrika Utara, kemudian Islam masuk ke Eropa. Selendang dan kerudung dengan warna dan bentuk yang berbeda menjadi kebiasaan dalam budaya yang tak terhitung jumlahnya, jauh sebelum Islam terbentuk pada abad ke-7 di Jazirah Arab (termasuk Arab Saudi sekarang). Baca juga: Catat Baik-baik! Hindari 5 Hal Ini saat Berhijab Sejak abad ke-7, Islam telah…

Jakarta, Umroh.com – Perempuan muslimah, tentu harus mengetahui perintah dari Allah SWT mengenai bagaimana hukum mengenai menggunakan kerudung. Dalam ajaran agama islam, hukum seorang wanita muslim menggunakan kerudung adalah wajib bagi siapa saja yang sudah baligh atau sudah cukup umur. Bila wanita muslimah tersebut tidak mengikuti perintah dari Allah SWT dan tidak menutup auratnya maka dia akan berdosa. Umroh.com merangkum, dalam perkembangan zaman seperti sekarang ini, banyak sekali wanita muslimah yang mengganggap bahwa berkerudung hukumnya tidak wajib, dan jika wanita Muslimah tersebut menggunakan kerudung maka dia akan dijuluki sebagai wanita yang tidak gaul, bukan hanya itu perkembangan globalisasi juga yang menyebabkan para kaum wanita memiliki sifat seperti kebarat-baratan, dimana pakaian yang dia kenakan tidak menutup auratnya dan terbuka, sehingga tidak menunjukkan jati dirinya sebagai seorang wanita muslimah. Baca juga: Catat Baik-baik! Hindari 5 Hal Ini saat Berhijab Alasan Wanita Muslimah Harus Berkerudung 1. Sebagai bentuk wujud ketaatan kepada Allah SWT…

Jakarta, Umroh.com – Berhijab sangat nge-trend di era globalisasi ini. Mulai dari muslimah anak-anak, remaja, hingga dewasa mempadu-padankan pakaian hijab yang mereka kenakan. Namun, pada dasarnya berhijab bukanlah hanya gaya-gayaan untuk terlihat modis. Banyak kebiasaan lama yang perlu Anda tinggalkan ketika memutuskan berhijrah. Meskipun tidak langsung Anda terapkan seluruhnya, paling tidak kamu harus berusaha memulainya satu per satu. Umroh.com merangkum, hakikatnya berhijab merupakan cara kita menutupi aurat bukan sebatas yang menutupi kepala, atau menutupi rambut, atau menutupi tubuh bagian atas saja. Namun hijab muslimah mencakup semua yang menutupi aurat, lekuk tubuh dan perhiasan wanita dari ujung rambut sampai kaki. Baca juga: 5 Negara Ini Melarang Keras Wanita untuk Berhijab Hal yang Perlu dihindari Ketika Berhijab Berhijab bukan sekedar menutupi kepala saja. Jika kita memutuskan berhijab, maka berhijablah secara sempurna. Sudah seharusnya kita perlu memperhatikan hal-hal yang harus dihindrai ketika memakai hijab, sebagai berikut. 1. Rambut terlihat mencuat Bagi sebagian muslimah…

Jakarta, Umroh.com – Bagi setiap wanita muslimah, tentu sudah harus mengetahui mengenai menutup aurat. Hukum aurat sendiri bagi seorang muslimah telah diatur di dalam Al Quran dan sesuai dengan perintah Allah SWT. Hukum menutup aurat bagi seorang muslimah adalah wajib bagi siapa saja yang telah baligh atau sudah cukup umur, sehingga diharuskan untuk menutup aurat, dan hanya boleh diperlihatkan wajah dan telapak tangannya. Seperti yang terdapat dalam Qs. Al-Ahzab ayat 59, “Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan wanita-wanita (keluarga) orang-orang mukmin, agar mereka mengulurkan atas diri mereka (ke seluruh tubuh mereka) jilbab mereka. Hal itu membuat mereka lebih mudah dikenal (sebagai para wanita muslimah yang dihormati dan merdeka) sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah senantiasa Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”( Qs. Al-Ahzab ayat 59) Berdasarkan ulasan tim umroh.com, maka sangat diharapkan bagi seorang wanita muslimah untuk menutup auratnya karena dengan menutup auratnya maka dia akan terhindar dari kejahatan,…

Jakarta, Umroh.com – Seorang wanita muslimah tentunya sudah harus mengikuti perintah Allah SWT, dimana setiap wanita muslimah diwajibkan untuk menutup aurat dengan cara menggunakan hijab dan menutupi bagian-bagian yang tidak diperbolehkan untuk dilihat oleh yang bukan muhrimnya, kecuali wajah dan telapak tangan yang diperbolehkan. Seperti hadist dibawah ini: “Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita, apabila telah baliq (mengalami haid), tidak layak tampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini (seraya menunjuk muka dan telapak tangannya) (HR. Abu Dawud). Baca juga: Mengejutkan! Begini Alasan Wanita Iran Melepas Hijabnya Tips Menggunakan Hijab agar Pipi Terlihat Tirus Umroh.com merangkum, bagi sebagian wanita yang memiliki wajah lebar, dan bentuk wajah dengan tulang pipi dan rahang yang melebar ke samping, kerap membuatnya kurang merasakan kepercayaan pada dirinya sendiri, apalagi untuk para wanita muslimah yang berhijab. Bentuk wajah yang melebar ini membuat penggunaan hijab semakin sulit karena dengan berhijab maka akan membuat tampilan wajah kita semakin bulat. Memiliki…

Seseorang disebut muslim (memeluk agama Islam) apabila ia mengerjakan lima perkara. Mengucapkan dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, dan haji di tanah suci. Kelima perkara ini dikenal dengan rukun Islam. Jika rukun iman adalah perkara yang harus diyakini, maka rukun Islam merupakan perkara yang harus dikerjakan. Tidak sempurna iman dan Islam seseorang jika meninggalkan salah satunya. Berasal dari Hadist Rasulullah Umroh.com merangkum, ajaran tentang rukun Islam berasal dari salah satu Rasulullah. Dari Ibnu Umar, beliau menuturkan bahwa Rasulullah bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: Persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan sholat, menunaikan zakat, pergi haji ke baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadhan”. Baca juga: Ini Kisah Menarik tentang Hadist Rukun Islam Urutan Rukun Islam Kita bisa melihat bahwa urutan rukun Islam yang keempat dan kelima pada hadist adalah ibadah haji sebelum berpuasa Ramadhan. Menurut para ulama, urutan rukun Islam…

Ibadah umroh dan haji mewajibkan kita meninggalkan wilayah Republik Indonesia. Maka sebelum berangkat, pastikan kita sudah memiliki paspor yang masih berlaku. Paspor merupakan dokumen resmi yang dikeluarkan suatu negara bagi warganya yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Prosedur pembuatan paspor ada dua. Pertama secara manual, dengan datang langsung ke kantor imigrasi. Kedua secara elektronik, dengan mengisi data yang ada di laman resmi Direktorat Jenderal Imigrasi. Baca juga: Penting! Kini Kita Bisa Membuat Paspor Lebih dari Satu Lho Pembuatan Paspor secara Manual Umroh.com merangkum, dalam prosedur pembuatan paspor biasa secara manual, pemohon diharuskan mengisi aplikasi data yang tersedia di loket permohonan. Dan melampirkan dokumen yang wajib disertakan, diantaranya: KTP yang masih berlaku atau surat keterangan pindah ke luar negeri; Kartu Keluarga;Akta kelahiran, akta perkawinan atau buku nikah, ijazah, atau surat baptis; Surat pewarganegaraan Indonesia bagi orang asing yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia melalui pewarganegaraan atau penyampaian pernyataan untuk memilih kewarganegaraan sesuai dengan ketentuan…

Umat Islam diperintah untuk menyisihkan sebagian harta dan dikeluarkan sebagai zakat maal untuk para mustahiq (golongan penerima zakat). Arti ‘Maal’ menurut bahasa adalah segala sesuatu yang sangat diinginkan oleh manusia untuk kemudian dimiliki dan disimpan. ‘Maal’ juga bisa berarti kecenderungan. Menurut istlah, ‘Maal’ berarti segala sesuatu yang bisa dimiliki, disimpan, atau dikuasai, serta dapat digunakan dan dimanfaatkan. Pengertian Zakat Maal Umroh.com merangkum, dari pengertian ‘Maal’ tersebut, bisa kita pahami bahwa segala sesuatu dikategorikan sebagai ‘Maal’ jika memenuhi dua hal, yaitu dapat dimiliki, dikuasai, dan disimpan, serta dapat diambil manfaat sesuai kegunaannya. Contoh ‘Maal’ yang sering kita jumpai misalnya uang, emas, perak, rumah, mobil, hasil tani, dan sebagainya. Benda-benda tersebut bisa dikuasai dan dimiliki, serta diambil manfaatnya. Berbeda dengan udara, air, atau sinar matahari yang bisa diambil manfaatnya namun tidak bisa dimiliki. Dengan demikian, pengertian zakat maal adalah sebagian harta atau maal yang harus disisihkan dan dikeluarkan. Manfaat mengeluarkan zakat maal…

Secara bahasa, pengertian zakat adalah tumbuh, subur, berkembang, atau bertambah. Menurut istilah, pengertian zakat diartikan sebagai pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan diberikan kepada golongan tertentu. Pengertian Zakat Umroh.com merangkum, zakat adalah perintah Allah kepada umat muslim. Dalam beberapa ayat di Al Quran, Allah menurunkan firman yang isinya adalah perintah untuk berzakat. Seperti pada surat Al Baqarah ayat 43, di mana Allah berfirman, “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk”. Baca juga: Macam-macam Zakat yang Harus Anda Ketahui Selain itu, Allah juga menyebutkan perintah zakat di surat At Taubah ayat 104, di mana Allah berfirman yang artinya, “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?”. Salah Satu dari Rukun Islam Mengeluarkan zakat merupakan salah satu dari rukun Islam. Rasulullah bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tidak ada…

Dalam Islam, iman merupakan kepercayaan yang diyakini di dalam hati, diucapkan secara lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Keimanan yang ada di dalam hati manusia akan mendorongnya untuk berbuat sesuai petunjuk Allah SWT. Pengertian Rukun Iman Umroh.com merangkum, bagi seorang muslim, ada enam hal yang harus diimani di dalam hati. Iman kepada Allah SWT, iman kepada Malaikat, Iman kepada kitab-kitab Allah, iman kepada Rasul Allah, iman kepada hari akhir, serta iman kepada qada dan qadar. Keenam hal ini disebut dengan rukun iman. Istilah ‘rukun iman’ ditetapkan oleh para ulama, bukan istilah baku dari syariat. Salah satu pedoman tentang rukun iman adalah hadist Rasulullah, “Iman itu meliputi Iman kepada Allah, pada malaikatNya, kitab-kitabNya, para rasulNya, hari akhir, serta takdir baik dan buruk”. Baca juga: Terungkap, Begini Makna Rukun Iman yang Sebenarnya Pengertian Iman kepada Allah Pengertian rukun iman kepada Allah mencakup iman terhadap rububiah Allah, uluhiah Allah, mengimani nama dan sifat…