1
Archive

2019

Browsing

Berkunjung ke Madinah salah satu tujuan umat muslim adalah beribadah di Masjid Nabawi. Di mana di dalamnya terdapat salah satu tempat mustajab untuk sholat dan berdoa, yakni Raudah. Tentunya seluruh umat muslim ingin berada di tempat mustajab tersebut. Namun, bila ingin masuk ke sana terutama untuk jamaah wanita ada memerlukan trik dan waktu yang tepat. Umroh.com memiliki beberapa tips masuk ke raudah untuk wanita yang ingin doanya mustajab. Mau ke tempat mustajab untuk berdoa? Yuk, langsung pilih paket umroh di Umroh.com. Perjalanan ibadahmu akan semakin nyaman dan khusyuk! 8 Tips ke Raudah untuk Wanita 1. Perhatikan waktu kunjungan Tidak sembarang waktu untuk bisa sholat sunnah dan berdoa di raudah. Khusus untuk wanita, Raudah hanya dibuka tiga kali dalam sehari, yakni saat ba’da Subuh, ba’da Dzuhur dan ba’da Isya. 2. Gunakan busana yang sopan dan nyaman Sebaiknya Anda menggunakan busana yang sopan dan nyaman. Layaknya masuk ke dalam rumah Allah, ada…

Masjidil Aqsha merupakan masjid kedua yang dibangun di bumi setelah Masjidil Haram. Menurut para ulama, Masjidil Aqsha dibangun oleh Nabi Adam. Selisih pendirian Masjidil Aqsha dengan Masjidil Haram sekitar 40 tahun. Suatu hari, seorang Sahabat bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun di muka bumi?” Beliau menjawab, “Masjidil Haram.” Aku kembali bertanya, “Kemudian?” Beliau menjawab, “Masjidil Aqsha.” Kutanya lagi, “Berapa tahunkah jarak pembangunan keduanya?” Beliau kembali menjawab, “40 tahun. Di manapun engkau menjumpai waktu shalat, maka shalatlah, karena tempat (yang engkau jumpai itu) adalah masjid”.  Baca juga: Menikmati Keindahan Al-Ahsa, Oasis Terbesar di Dunia Pusat Syiar Para Nabi  Umroh.com merangkum, sejak awal didirikan, Masjidil Aqsha telah menjadi pusat syiar nabi-nabi utusan Allah. Didirikan di Yerusalem, Masjidl Aqsha menjadi tempat bagi Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Ya’qub, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, Nabi Yunus, dan Nabi Isa.   Nabi Muhammad juga pernah menjejakkan kakinya di…

Di masa kepemimpinan Umar bin Khattab, terjadi banyak perkembangan positif pada wilayah pemerintahan Islam. Salah satu yang mencolok adalah pembangunan infrastruktur. Ketika itu jalanan mulai dibangun. Sarana dan prasarana transportasi yang menghubungkan antardaerah juga mulai ditingkatkan.  Baca juga: Mengenal Sosok Umar bin Abdul Aziz yang Dikenang hingga Akhir Hayat Daftar infrastruktur yang dibangun Umar bin Khattab Membangun Jalan  Umroh.com merangkum, Umar bin Khattab menyisihkan dana dari Baitul Mal, khusus untuk pembangunan infrastruktur. Sehingga dapat dimulai pembangunan jalan untuk memudahkan akses ke berbagai negara Islam. Menyediakan Unta dalam Jumlah Besar  Selain mulai membangun infrastruktur jalan, Umar juga menyediakan unta dalam jumlah besar. Tujuannya agar transportasi antarwilayah semakin mudah, dan orang-orang yang tidak memiliki kendaraan bisa lebih mudah melakukan perjalanan ke wilayah Syam.   Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Cukup dengan download aplikasinya di sini, umroh di depan mata! Mendirikan Rumah Singgah Tak hanya membangun jalan dan memperbanyak jumlah alat transportasi.…

Nama lengkapnya adalah Abu Raihan Al Biruni. Hidup di abad pertengahan, nama ‘Al Biruni’ merupakan julukan yang berarti ‘asing’. Sebab ia tinggal di kawasan yang banyak didiami orang-orang asing. Masa Kecil Al Biruni  Umroh.com merangkum, Al Biruni lahir dan tumbuh di Khawarizmi, Turkmenistan. Kawasan ini dahulu disebut Khiva yang terletak di sekitar Danau Aral, Asia Tengah. Kala itu, tempat tinggal Al Biruni termasuk dalam wilayah kekaisaran Persia. Sejak kecil, beliau taat beragama. Bersamaan dengan itu, kecintaannya terhadap ilmu juga tampak. Waktunya banyak dihabiskan untuk belajar dan berkarya. Baca juga: 3 Akhlaq Baik Rasulullah yang Wajib Diteladani Ilmuwan yang Menguasai Berbagai Bidang Al Biruni menguasai bidang matematikawan Persia, astronomi, farmasi, serta fisika. Ia dikenal sebagai seorang sarjana yang menulis ensiklopedia, sejarawan, filsuf, pengembara, sekaligus guru. Salah satu teorinya yang terkenal dan terbukti adalah bumi itu bulat. Ilmuwan yang lahir di tahun 362 Hijriah ini berhasil menemukan bahwa bumi berotasi dan mengelilingi…

Umar bin Abdul Aziz dikenal sebagai pemimpin yang sholeh, bijaksana, serta dekat dengan rakyat. Saat menjabat sebagai khalifah, beliau dikenal sebagai orang yang sangat berhati-hati membelanjakan uang negara. Rakyatnya biasa memanggil beliau dengan panggilan Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz. Umroh.com merangkum, Umar bin Abdul Aziz adalah cicit dari Umar bin Khattab. Ayahnya yang bernama Abdul Aziz bin Marwan merupakan gubernur dari bani Umayah. Abdul Aziz juga dikenal sebagai seorang yang sholeh, dengan pemahaman agama yang baik. Ia berguru kepada salah seorang Sahabat Rasulullah, yaitu Abu Hurairah.   Baca juga: 3 Keteladan Luar Biasa dari Sosok Nabi Muhammad Abdul Aziz kemudian menikah dengan seorang wanita Quraisy yang sholehah. Namanya Ummu Ashim binti Ashim bin Umar bin Khattab. Ibu dari Ummu Ashim adalah Laila binti Ashim bin Umar bin Khattab, sehingga Laila merupakan cucu dari Umar bin Khattab. Ayah Laila sering mengajarkan hadist-hadist nabi dari Umar bin Khattab, dan dikenal sebagai seorang…

Sebagai khalifah, Umar bin Khattab banyak membawa perkembangan positif bagi pemerintahan kaum muslimin. Sahabat Rasulullah yang dijuluki Al Faruq itu mendirikan beberapa lembaga untuk mengurus keuangan negara, serta memperbaiki infrastruktur demi kesejahteraan rakyat. Umroh.com merangkum, di bidang ekonomi, Umar bin Khattab mencetuskan ide-ide matang sehingga berhasil menguatkan ekonomi Islam. Semuanya dijalankan sesuai dengan pedoman ajaran di dalam Al Quran dan Sunnah. Untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, Umar bin Khattab gencar memerangi kemiskinan. Beliau mencari cara dan mengaplikasikan tindakan untuk memenuhi kebutuhan mendasar rakyatnya. Berkat langkah-langkah beliau, kesejahteraan umat semakin meningkat.   Baca juga: Jadi Panutan, Ini Kisah Teladan dari Mush’ab bin Umair Usaha Umar Menjadi Pemimpin yang Baik  Umar bin Khattab meyakini bahwa pemimpin yang baik harus mampu menyejahterakan rakyatnya. Ia pernah berpesan kepada Abu Musa, “Sebaik-baik penguasa adalah yang dapat memakmurkan rakyatnya. Sebaliknya, seburuk-buruk penguasa adalah yang menyengsarakan rakyatnya”.   Mau dapat kesempatan umroh gratis? Yuk download aplikasi di sini, dan Anda…

Siapa tak kenal Mush’ab bin Umair? Dia sahabat Rasulullah yang dikenal kharismatik. Pemuda Quraisy terpandang, gagah, berparas tampan, serta berjiwa muda penuh semangat. Para ulama menjulukinya sebagai ‘Seorang warga Mekah dengan nama paling harum’. Umroh.com merangkum, Mush’ab terbilang beruntung. Ia tumbuh besar di lingkungan keluarga yang baik, sehingga masa kecil dan remajanya menyenangkan. Bahkan keluarganya disebut memanjakan Mush’ab ketika kecil. Ia hidup berkecukupan hingga tumbuh mempesona menjadi idaman para gadis Quraisy. Baca juga: Kisah Penaklukan Khaibar yang Begitu Luar Biasa Perkenalannya dengan Islam berawal saat Mush’ab mendengar tentang Nabi Muhammad SAW. Seorang Quraisy mengatakan kepadanya bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Mush’ab mendengar bahwa Nabi Muhammad SAW senantiasa mengajak masyarakat untuk menyembah hanya kepada Allah. Ia pun tahu lokasi Nabi Muhammad dan pengikutnya biasa berkumpul di bukit Shafa, tepatnya di rumah Arqam bin Abil Arqam. Lokasi paling aman. Jauh dari gangguan dan ancaman kaum kafir Quraisy. Kesungguhan Mush’ab Mengenal Islam dan…

Akhlaq mulia Rasulullah tak perlu diragukan. Allah berfirman dalam surat Al Qalam ayat 4, “Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) memiliki akhlak yang sangat agung”. Dan pribadi Rasulullah selalu menampilkan akhlaq demikian. Dalam surat Al Ahzab ayat 21, Allah berfirman, “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri tauladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah”. Umroh.com merangkum, indahnya akhlaq Rasulullah menjadi cermin bagi setiap muslim. Jika kita ingin memiliki akhlaq yang baik, tirulah akhlaq Rasulullah. Beliau bukan hanya memiliki akhlaq yang indah dan baik, namun juga diutus untuk menyempurnakan akhlaq manusia. Beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya aku diutus (Allah) untuk menyempurnakan akhlak”. Baca juga: Inilah Golongan yang Mulia Menurut Rasulullah Pengertian Akhlaq  Menurut Imam Al Ghazali, akhlak adalah wajah batiniah manusia. Manusia yang berakhlaq baik adalah mereka yang mampu meletakkan kejernihan pikiran, emosi, keinginan (syahwat), dan angan-angan secara…

Peristiwa mengenai sekelompok pemuda yang ditidurkan Allah selama ratusan tahun di gua adalah satu kisah menakjubkan yang tercantum di Al Quran. Lalu, kapan sebenarnya peristiwa Ashabul Kahfi tersebut terjadi? Terjadi Setelah Menyebarnya Agama Nasrani Umroh.com merangkum, sebuah keterangan menyebut bahwa waktu terjadinya peristiwa Ashabul Kahfi adalah setelah perkembangan agama Nasrani. Mereka (pemuda Ashabul Kahfi) dituturkan memeluk agama Nabi Isa bin Maryam. Temukan ratusan paket umroh dari >50 travel umroh terpercaya izin Kemenag dan tersedia keberangkatan di >50 kota hanya di marketplace Umroh.com. Transaksi Aman, Ibadah Nyaman di Umroh.com. Terjadi Sebelum Muncul Agama Nasrani Ada juga yang menyebut bahwa waktu terjadinya peristiwa Ashabul Kahfi adalah sebelum perkembangan agama Nasrani. Keterangan ini muncul karena ternyata para pendeta Yahudi mengetahui kisah mereka. Ketika Nabi Muhammad SAW menyebarkan Islam, kaum Yahudi juga mengajukan pertanyaan tentang Ashabul Kahfi untuk menguji kenabian Rasulullah. Baca juga: Fenomena Ashabul Kahfi, Saksi Bisu Kebesaran Allah Penuturan tersebut menguatkan keyakinan bahwa peristiwa…

Rasulullah terkenal dengan kemuliaan akhlaqnya. Ketika menyampaikan ilmu yang dibawa Malaikat Jibril, Rasulullah juga berdakwah melalui perilaku baik yang patut kita teladani. Sebagai seorang muslim, sebenarnya kita tidak perlu mencari idola untuk diteladani. Dengan mengikuti dan menjaga teladan Rasulullah di bawah ini, kita akan menjadi pribadi yang lebih baik. Baca juga: Terungkap, Ini Alasan Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah 1. Teladan dalam Menjalin Hubungan Baik  Menepati Janji Umroh.com merangkum, membuat janji adalah hal yang sering kita lakukan dengan orang lain. Apapun janjinya, seorang muslim harus menepati. Inilah teladan yang diberikan oleh Rasulullah.  Semasa hidup, Rasulullah dikenal sebagai orang yang jujur, amanah, dan dapat dipercaya. Mereka yang mengingkari janji termasuk golongan orang munafik. Rasulullah bersabda, “Ada empat perbuatan, siapa yang melakukannya, maka dia adalah orang yang munafik. Barang siapa yang melakukan salah satu dari perbuatan-perbuatan itu, berarti telah melakukan salah satu dari perbuatan munafik sehingga dia meninggalkannya. Yaitu jika berkata ia…