Umroh.com – Manusia yang memiliki akal, hawa nafsu dan keterbatasan pastilah pernah lupa akan suatu hal meski saat tengah melaksanakan ibadah seperti sholat. Rasanya bahkan tidak manusiawi ketika manusia tidak pernah lupa. Jadi, lupa adalah hal yang wajar asal tidak berlebihan. Berikut ini akan dijelaskan doa sujud sahwi yang bisa diingat ketika lupa atau ragu dengan gerakan sholat atau jumlah rakaat sholatnya. Karena kekurangan manusia yang pelupa inilah, Allah SWT memudahkan kita dalam beribadah dengan mensyariatkan adanya sujud sahwi. Baca juga: Catat! Ini Hadits Taubat dalam Islam dan Keutamaannya Sujud Sahwi Sebagaimana diketahui, sujud sahwi adalah sujud yang kerap dilakukan saat kita terlupa dalam melakukan gerakan atau bacaan sholat, baik yang Sunnah ataupun hal lainnya tanpa disengaja. Menurut bahasanya, sahwi berarti lupa. Sementara menurut syara’ yakni melakukan dua kali sujud sebelum melakukan salam dengan syarat dan doa tertentu. Seperti halnya terlupa akan bilangan rakaat, maka hendaknya dilakukan sujud sahwi. Dengan…
Umroh.com – Islam mengajarkan kebersihan dan kesucian pada pemeluknya. Jika ingin beribadah menghadap Allah yang Maha Suci, maka kita diwajibkan bersuci terlebih dahulu. Jika kotoran menyebabkan badan atau benda menjadi tidak bersih, maka dalam Islam terdapat perbedaan hadas dan najis yang menyebabkan tubuh, tempat, atau benda menjadi tidak suci. Kondisi tidak suci jelas tidak boleh digunakan untuk shalat, membaca Al Quran, atau thawaf. Najis merupakan sesuatu yang dinilai sebagai hal kotor bagi orang yang menjaga dirinya, sedangkan hadas menunjukkan keadaan diri seseorang. Baik hadas maupun najis sama-sama harus disucikan sebelum kita beribadah menghadap Allah, misalnya shalat atau membaca Al Quran. Tetapi, keduanya memiliki perbedaan yang perlu kita ketahui. Baca juga : Terkuak, Ternyata Begini Hukum Junub saat Puasa Perbedaan Hadas dan Najis dari Wujudnya: Najis Bisa Dilihat, Hadas Tidak Najis adalah sesuatu yang konkrit atau berupa perkara zhahir dan bisa dilihat dengan mata. Contoh najis adalah darah dan kotoran manusia.…
Umroh.com – Manusia yang terkadang pelupa, perlu memahami apa itu sujud sahwi dalam sholat agar insya Allah, sholat yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT. Sujud sahwi sendiri berasal dari kata sahwi yang berarti lupa atau lalai. Lalu apa sih hukum dari sujud sahwi itu sendiri? Berikut penjelasannya. Berdasarkan pemaparan tim Umroh.com, secara istilah, sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan di akhir sholat atau setelah sholat dalam menutupi kekurangan sholat karena lupa atau meninggalkan suatu kewajiban secara sengaja atau tidak. Baca juga: Macam-macam Sholat Sunnah dalam Islam Sujud Sahwi Umroh.com merangkum, menurut para ulama, mengenai pensyariatan sujud sahwi melalui berbagai hadits berikut, inilah dasar atau landasan dalam pembahasan sujud sahwi. Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, إِذَا نُودِىَ بِالأَذَانِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ الأَذَانَ فَإِذَا قُضِىَ الأَذَانُ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِىَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا…
Umroh.com – Bacaan taawudz disebut juga dengan lafal Isti’adzah. Arti “isti’adzah” secara istilah adalah doa untuk memohon perlindungan dan penjagaan kepada Allah SWT dari godaan atau bisikan setan. Bacaan taawudz merupakan penghalang keburukan batiniah akibat dari godaan setan. Menurut para ulama, isti’adzah juga bisa menjadi doa yang mendatangkan kebaikan. Hukum membaca taawudz pun termasuk boleh diucapkan kapan saja. Perintah Bertaawudz di Dalam Al Quran Umroh.com merangkum, membaca taawudz merupakan perintah Allah, terutama ketika kita hendak membaca ayat-ayat Al Quran. Allah berfirman, “Apabila kamu membaca Al Quran, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS.An Nahl: 98). Baca juga: Ini Alasan Bukan Rasulullah yang Menulis Al Quran Perintah bertaawudz juga ada di surat Al A’raf ayat 199-200. Allah berfirman, “Jadilah pemaaf dan mintalah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Jika kamu ditimpa godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” Selain…
Umroh.com – Manusia tidak pernah lepas dari dosa. Allah pun memerintahkan manusia untuk memohon perlindungan kepada-Nya. Cara membaca taawudz atau memohon perlindungan Allah tercantum dalam berbagai surat. Salah satunya di surat An Nahl ayat 98, Allah berfirman “Apabila kamu membaca Al-Qur’an, mintalah perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” Beragam Cara Membaca Taawudz dari Lafalnya 1. Cara Membaca Taawudz yang Banyak Diucapkan Bacaan taawudz yang banyak diucapkan orang-orang adalah: أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ A ‘uudzubillahi minasy syaithoonir rojiim Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk” Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? 2. Cara Membaca Taawudz dari sebagian Ulama Salaf أعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ A ‘uudzubillahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiim Artinya: “Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari setan yang terkutuk”. 3. Cara Membaca Taawudz dari Ulama Hanafiyah penulis kitab Al Hidayah اَسْتَعِيْذُ وَنَسْتَعِيْذُ وَاسْتَعَذْتُ…
Umroh.com – Sholat wajib lima waktu harus dilakukan para mukallaf. Mukallaf adalah orang yang telah terkena kewajiban sholat. Cirinya: muslim, telah dewasa atau akil baligh, berakal, dan mengetahui seruan agama. Sholat jamak artinya menggabungkan dua sholat dalam satu waktu. Terdapat beberapa jenis sholat jamak yang harus diketahui supaya tidak terjadi kesalahan ketika melakukannya. Baca juga : Jarang Didengar, Ini Bunyi Dalil tentang Sholat Berjamaah Jenis Sholat Jamak Ada dua macam sholat jamak yaitu sholat jamak taqdim dan sholat jamak takhir. 1. Jamak Taqdim Sholat ini berarti mengerjakan dua sholat wajib di waktu sholat yang pertama. Misal mengerjakan sholat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur, atau mengerjakan sholat maghrib dan isya’ di waktu maghrib. 2. Jamak Takhir Sholat ini berarti mengerjakan dua sholat wajib di waktu sholat yang terakhir. Contohnya melaksanakan sholat dhuhur dan ashar di waktu ashar, atau mengerjakan sholat maghrib dan isya di waktu isya. Mau dapat Tabungan umroh…
Umroh.com – Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor oleh syariat. Suatu zat atau benda dianggap najis jika memang ada dalil yang menjelaskan tentang najisnya benda tersebut. Karenanya, penentuan najis bukanlah berasal dari akal, melainkan dalil. Syariat memerintahkan untuk membersihkan najis jika terkena ke bagian tubuh atau pakaian Anda. Perintah untuk bersuci dari najis tercantum dalam surat Al Mudatsir ayat 4. Allah berfirman, “dan pakaianmu sucikanlah”. Allah juga berfirman di surat Al Baqarah ayat 125, “Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk mensucikan rumah-Ku bagi orang-orang yang ber-thawaf, ber-i’tikaf dan orang-orang yang rukuk dan sujud”. Berikut ini hal seputar najis supaya Anda bisa menjaga dan jua membersihkannya. Baca juga : Ini Sunnah Mandi Besar, Agar Bersuci Lebih Sempurna Pentingnya Menjaga Diri dari Najis Rasulullah berpesan agar kita senantiasa menjaga diri dari najis. Dituturkan oleh Ibnu Abbas, suatu ketika Rasulullah melewati dua kuburan. Kemudian beliau bersabda, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melewati…
Umroh.com – Berharap untuk mendapatkan hidayah dari Allah SWT adalah salah satu langkah yang baik untuk menjadi seorang muslim yang taat. Namun, agar Allah SWT senantiasa memberikan hidayah kepada kita, kita harus turut serta menjemputnya dengan syarat tidak malas dalam mencari hidayah tersebut. Berikut ini cara mendapat hidayah dari Allah SWT yang wajib diketahui. Cara Mendapat Hidayah dari Allah SWT 1. Berpegang teguh kepada agama Allah (Islam) Ibnu Katsir RA menuturkan, “Berpegang teguh kepada agama Allah dan bertawakal kepada-Nya adalah salah satu pegangan dalam hidayah, bekal menjauhi kesesatan serta sarana menuju jalan yang lurus.” Dalam surat Ali Imran ayat 101 Allah SWT berfirman, “Barang siapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS Ali Imran: 101). Baca juga: Ini Pengertian Hidayah dan Contohnya bagi Kaum Muslim 2. Bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu agama Dalam surat Al Ankabut ayat 69 Allah SWT berfirman, “Dan…
Umroh.com – Banyak orang yang mengejar hidayah. Namun, hanya mereka yang dikehendaki oleh Allah SWT saja lah yang bisa mendapatkannya. Karena itu, hidayah adalah hal yang sangat berharga bagi mereka yang beriman. Apa saja macam-macam hidayah yang perlu diketahui? Berikut penjelasannya. Macam-macam Hidayah Dalam ‘Tafsir Munir’ karya Dr. Wahbah Az Zuhaily, hidayah disebut memiliki lima macam. Semakin ke bawah urutannya, maka semakin tinggi nilainya. Berikut macam-macam hidayah tersebut: 1. Hidayah Ilhami Hidayah ini merupakan fitrah yang Allah SWT berikan kepada makhluk yang Allah ciptakan. Sebagaimana Allah SWT memberikan ilham kepada lebah untuk mengambil saripati bunga dan membangun sarang. Lalu, seorang bayi yang lapar atau haus diberi hidayah ilhami untuk menangis agar diberri ASI oleh ibunya, dan masih banyak lagi. Itulah kekuasaan Allah SWT yang memberikan hidayah kepada semua makhluk-Nya. Maka dari itu, hidayah islami biasa juga disebut insting yang merupakan tingkat inteligensi yang paling rendah. Baca juga: Harus Senantiasa Dikuatkan,…
Umroh.com – Setiap umat muslim harus memiliki aqidah yang benar. Dalil tentang aqidah menjadi pedoman kebenaran bagi kita. Satu bentuk aqidah pokok yang tercantum dalam dalil adalah rukun iman. Mempercayai Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Selain itu, ada banyak dalil tentang aqidah yang menunjukkan keesaan sekaligus kekuasaan Allah. Dalil bahwa Allah yang Menciptakan Manusia “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan mereka? niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)”. (QS.Az Zukhruf: 87). Baca juga: Harus Senantiasa Dikuatkan, Ini 6 Fungsi Aqidah Dalil bahwa Allah yang Menciptakan Langit dan Bumi “Sesungguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy.” (QS.Al A’raf: 54). “Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa lelah.” (QS.Qaf: 38). “Sesungguhnya…
