1
Muslim Lifestyle

3 Sifat yang Membuat Kita Dicintai Allah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Manusia hidup di dunia adalah untuk beribadah. Dengan ibadah-ibadah yang kita lakukan, kita bisa meraih ridha dan cinta Allah. Menjadikan ridha dan cinta Allah sebagai tujuan hidup adalah kunci agar kita bahagia dalam menjalani kehidupan di dunia.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meraih cinta Allah. Kita bisa mengikuti pedoman yang disampaikan Rasulullah dalam salah satu hadis. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah bersabda, sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang bertaqwa, merasa cukup, dan menyembunyikan amalannya.

  1. Taqwa

Secara bahasa, “taqwa” artinya “takut atau mencegah dari sesuatu yang dibenci dan dilarang”. Ibnu Abbas menjelaskan pengertian taqwa sebagai rasa takut berbuat syirik kepada Allah, dan selalu mengerjakan ketaatan kepadanya.

Ada beragam definisi taqwa menurut para ulama. Namun yang pasti, taqwa berarti menjaga diri dari perbuatan buruk, maksiat dan dosa, serta berperilaku sesuai dengan perintah-perintah Allah.

Taqwa adalah kunci dari segala persoalan. Suatu saat, Abu Dzarr Al-Ghifari meminta nasihat kepada Rasulullah. Rasulullah kemudian mewasiatkan dalam sabdanya, “saya wasiatkan kepadamu, bertaqwalah engkau kepada Allah, karena taqwa adalah pokok dari segala perkara”.

Dalam Al Qur’an, Allah telah memberikan keistimewaan dan janji-janji kepada hamba yang bertaqwa. Membukakan jalan keluar saat menghadapi permasalahan, memperoleh riski dari arah yang tidak disangka-sangka, dimudahkan urusannya, diampuni dosa dan dilipatgandakan pahala (At Talaq ayat 2-5). Allah juga berjanji akan melindungi hati hamba yang bertaqwa dari rasa takut, keluh kesah, was-was dan sedih, serta akan mendapatkan berita gembira di dunia dan akhirat (Surat Yunus ayat 62-64).

  1. Merasa Cukup

Merasa cukup atau qonaah adalah sifat yang sangat disukai oleh Allah. Di dalam hati orang yang merasa cukup, selalu ada rasa syukur yang dipanjatkan kepada Allah. Ia tidak menginginkan hal yang tidak dimilikinya. Apa yang diberikan Allah, senantiasa membuatnya bahagia. Tidak heran bila orang yang qonaah atau merasa cukup selalu dicintai Allah.

Orang yang selalu merasa cukup adalah mereka yang kaya sesungguhnya. Sebagaimana sabda Rasulullah, yang diriwayatkan Al Bukhari dan Muslim, bahwa kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya adalah hati yang merasa cukup.

  1. Menyembunyikan Amalan

Orang yang menyembunyikan amalan adalah mereka yang ikhlas, mengharap hanya kepada Allah. Ia tidak sibuk menunjukkan amal apa yang telah dilakukan kepada manusia lain. Ia tahu bahwa cukup hanya Allah yang mengetahui niat dan amalan yang telah dilakukannya. Inilah yang membuat mereka yang sibuk menyembunyikan amalan senantiasa meraih cinta Allah.

Menampakkan amalan dengan tujuan dakwah tidak dilarang, apalagi jika sudah mampu melindungi hati dari riya. Hanya saja, ketika seseorang menyembunyikan amalan, ia tidak perlu takut dengan godaan syetan yang akan menuntunnya untuk riya. Riya, atau mengharapkan penghargaan dari orang lain atas amal yang dilakukan, adalah hal yang sia-sia.

Menyembunyikan amalan adalah perilaku yang lebih baik, sebagaimana firman Allah dalam Al Baqarah ayat 271. Menampakkan sedekah adalah hal yang baik. Namun, jika kita mampu menyembunyikannya, maka itu lebih baik.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.