1
Parenting

5 Panduan untuk Melindungi Anak dari Pelecehan Seksual

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Pelecehan seksual terhadap anak adalah tindak kejahatan yang sangat tidak bisa dimaafkan. Memanfaatkan kepolosan anak-anak untuk memuaskan hawa nafsu mereka adalah perbuatan tidak beradab. Tentunya semua orang tua tidak ingin agar anaknya menjadi korban dari tindak pelecehan seksual.

Tindakan pelecehan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat, yang biasa ditemui anak. Walaupun tidak menutup kemungkinan orang asing bisa melakukannya. Sayangnya, orang tua tidak bisa 24 jam selalu bersama dengan anak. Ada saat-saat di mana mereka harus terpisah dengan orang tua. Agar anak terhindar dari tindak pelecehan seksual, ajarkan pada mereka tentang lima panduan ini.

  1. Ajarkan Bahwa Tubuhnya adalah Miliknya

Untuk menjaga anak dari kejahatan seksual, berikan pengertian bahwa tubuh anak adalah milik mereka. Mereka adalah orang yang berhak menentukan hal yang berkaitan dengan tubuhnya. Beri tahu bahwa mereka berhak untuk mengutarakan keberatan jika orang lain ingin menyentuhnya. Tentu saja orang tua harus mengajarkan cara menolak yang sopan namun tegas. Misalnya ketika ada seseorang yang ingin menciumnya dan ia keberatan, minta ia untuk berkata, “terima kasih, Om/ Tante, tapi aku sedang tidak ingin dicium / dipeluk”.

  1. Beri Tahu Siapa Saja Orang Dewasa Kepercayaan

Agar anak terlindung dari pelaku kejahatan seksual, sampaikan bahwa ada orang-orang dewasa yang termasuk dalam orang-orang kepercayaan. Orang-orang tersebut boleh mendekatinya atau menyentuhnya. Sebutkan siapa saja orang-orang tersebut. Misalnya orang tua bisa mengajari bahwa anak boleh mempercayai ayah, ibu, wali kelas, asisten rumah tangga, dan kakek / nenek.

Jika orang-orang yang telah diperkenalkan pada anak ingin mengajaknya  atau menjemputnya, anak boleh ikut dengannya. Jika selain orang-orang tersebut ingin mengajaknya pergi, maka anak harus meminta ijin kepada orang tua. Jika anak merasa tidak nyaman dengan orang-orang tertentu, ia bisa mengutarakan perasaannya kepada orang-orang yang telah dipercaya tersebut.

  1. Ajarkan Tentang Tanda-Tanda Tidak Aman dari Tubuhnya

Tubuh manusia memberikan tanda atau alarm tersendiri ketika seseorang merasa tidak aman atau takut. Sampaikan pada anak bahwa ia harus segera lari dan mencari pertolongan ketika merasakan tanda-tanda tidak aman dari tubuhnya. Misalnya rasa takut, jantung berdebar, keringat dingin yang keluar, kaki gemetaran, perut yang sakit, dan sebagainya. Katakan pada mereka, jika merasakan hal tersebut, segera laporkan pada orang-orang kepercayaan yang sudah diajarkan sebelumnya.

  1. Minta Mereka untuk Tidak Merahasiakan Sesuatu dari Orang Tuanya

Para pelaku kejahatan seksual biasanya akan memaksa anak untuk merahasiakan perbuatannya. Anak yang tidak memahami, dan hanya merasa tidak nyaman, akan menurutinya, apalagi jika disertai iming-iming atau ancaman.

Untuk melindungi mereka dari kejahatan seksual, ajarkan pada anak untuk menceritakan segala sesuatu kepada orang tua. Terutama hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman. Hal ini untuk mencegah mereka jatuh pada perangkap orang jahat yang berbuat tidak baik dan melakukan pelecehan seksual kepada anak.

webinar umroh.com
  1. Ajarkan tentang Bagian Tubuh yang Tidak Boleh Disentuh Orang Lain

Ajari tentang batasan aurat pada anak. Jelaskan juga tentang bagian-bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Untuk memudahkan, sampaikan pada mereka bahwa bagian tubuh yang tertutup oleh baju renang benar-benar tidak boleh dilihat oleh orang selain orang tuanya. Bagian tubuh tersebut juga tidak boleh disentuh oleh orang lain.

Ketika ada orang yang memaksa untuk melihatnya, mengambil gambar bagian tersebut, atau menyentuhnya, maka ia harus langsung melaporkan pada orang tua atau orang dewasa yang dipercaya.

Selain mengajarkan mereka untuk melindungi bagian tubuh pribadi dari orang lain, ajarkan mereka untuk menolak jika ada orang lain yang memaksa untuk melihat atau menyentuh bagian tubuh pribadi mereka. Langkah ini untuk melindungi mereka dari orang-orang yang suka melakukan tindak pelecehan seksual pada anak.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.