Parenting

8 Tips Rahasia Yang Harus Diketahui Ibu Saat Merawat Bayi Baru Lahir

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Saat merawat bayi baru lahir, semua Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya. Jadi tidak heran kalau mereka rela mengikuti kelas parenting, beli buku tentang perawatan bayi, dan mendengar semua saran parenting dari kerabat bahkan dari orang tak dikenal dengan seksama. Tapi sebagai Ibu, kita tidak harus selalu mengikuti apa yang kita baca dan dengar. Kita harus mampu membuat keputusan tepat untuk si kecil dan diri kita sendiri. Nah, berikut ini adalah beberapa tips yang perlu Anda tahu saat merawat bayi baru lahir:

Setiap Ibu pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hatinya terutama bagi bayi yang baru lahir. Ibu akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat merawat bayinya. Ibu baru yang sedang memiliki bayi tentunya ingin mencari informasi seputar merawat bayi, namun Ibu harus dapat mengambil keputusan bahwa yang sesuai dengan si kecil dan diri kita menjadi diri sendiri.

 

1.Tidak perlu stres perihal menyusui bayi

Anda tentunya ingin dapat menyusui anak anda sehingga si kecil dapat memperoleh ASI. Terdapat bulan-bulan dimana Anda perlu fokus menyusui si kecil dan rutin memeriksa berat badan si kecil untuk memastikan bayi mendapat ASI yang cukup. Untuk memastikan proses menyusui lancar, sebagian besar Ibu hanya perlu melakukan hal ini yaitu susui si kecil tanpa batasan waktu, perbanyak kontak kulit, pastikan pelekatan baik, dan cari dukungan

 

2.Jangan jadi phobia kuman

Hal ini merupakan salah satu yang munkin menjadi hal yang utama bagi ibu baru. Siapa yang parno banget sama kuman sampai meminta orang yang mau menyentuh si kecil untuk memakai hand sanitizer dulu? Kondisi ini memang sangat normal karena tidak ada hal lain yang lebih ditakutkan Ibu selain membayangkan bayi jatuh sakit. Jadi wajar kalau Ibu merasa perlu mensterilkan semua orang yang mau menyentuh bayi. Tak jarang banyak ibu yang stres karena khawatir kalau kondisi rumah tidak sehat untuk bayi.

Memang penting untuk mempraktikkan gaya hidup yang sehat, seperti mencuci tangan, terutama selama musim pancaroba. Tapi tidak perlu berlebihan untuk mensterilkan semua benda yang mau diberikan ke si kecil, kecuali dokter anak merekomendasikannya. Kondisi yang serba bersih pun ternyata juga bisa berbahaya lho untuk anak. Ibu bisa menerapkan gaya hidup sehat saat merawat bayi baru lahir secara wajar. Misalnya, hindari siapapun yang sedang sakit dan selektiflah memilih tempat untuk dikunjungi bayi baru lahir. Jangan terlalu stres untuk mensterilkan lingkungan di sekitar bayi.

 

3.Nggak masalah bila Anda tidak selalu bahagia

Tentunya kelahiran bayi akan membawa kebahagiaan yang tak terkira, bukan? Tapi ingat, saat harus merawat bayi baru lahir akan ada banyak hal yang harus dikerjakan. Ibu kini punya si kecil yang sangat bergantung pada Anda. Anda akan tidur lebih sedikit dibanding sebelum punya anak. Belum lagi tubuh Anda perlu berisitrahat agar cepat pulih setelah melahirkan. Bayi baru lahir memang makhluk kecil yang ajaib. Tapi sangat normal jika Ibu tidak menikmati peran menjadi Ibu setiap waktu. Normal kok untuk mengakui kalau fase merawat bayi baru lahir itu sulit.

 

4.Anda tidak wajib menyambut tamu yang datang berkunjung

Pasca ibu melahirkan, akan ada banyak teman dan saudara yang berkunjung untuk menengok si kecil. Kondisi Anda dan si kecil merupakan hal yang paling penting untuk diprioritaskan. Bila tamu yang datang minta dijamu atau mereka memaksa menggendong bayi yang jelas-jelas ingin menyusu, maka mereka bukanlah tamu yang Anda butuhkan di minggu-minggu awal pasca melahirkan. Mereka seharusnya tahu apa yang tidak boleh dilakukan saat menengok bayi baru lahir dan seharusnya  membantu Anda dan si kecil selama masa transisi ini.

 

5.Jangan ambil pusing pada jadwal tidur anak

Bayi menghabiskan 9 bulan dalam kandungan  tanpa rasa lapar, panas, dingin, dan lelah. Lalu mereka harus menyesuaikan diri ketika dilahirkan untuk menyusui, merasakan berbagai sensasi, dan melakukan hal-hal lain. Ini tentunya merupakan transisi besar untuk si kecil.

Cobalah untuk bersimpati padanya. Jangan terlalu kaku pada jam tidur si kecil dan jangan repot-repot menerapkan sleep training untuk anak di usia yang sangat dini. Kalau Anda menerapkan ini semua di masa transisi selama trimester keempat, yang ada Anda dan si kecil akan stress. Just go with the flow! Di masa-masa seperti ini, Anda masih menjalani fase pemulihan setelah melahirkan dan bayi masih harus menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar rahim.

 

6.Jangan takut menggendong bayi

Tentunya anda tidak asing dengan hal ini“Jangan sering-sering menggendong bayi, nanti dia manja lho!” Anda mungkin pernah mendengarkan saran merawat bayi baru lahir yang satu ini dari kerabat atau teman. Ada orang-orang yang menganggap kebutuhan dasar bayi akan kasih sayang dan kontak fisik adalah sebuah manipulasi yang dibuat-buat oleh anak. Mungkin anggapan ini berlawanan dengan perasaan yang ibu miliki, tapi tekanan dari sekitar  bisa cukup kuat, sehingga Ibu tidak berdaya selain menuruti apa kata orang. Akhirnya, bayi tidak segera ditenangkan Ibu saat menangis, Ibu membiarkan bayi sampai diam sendiri demi membuat anak tidak tumbuh manja.

Lalu apa kata para ahli? Banyak penelitian yang menunjukkan kalau anak menangis di beberapa bulan pertamanya, itu murni karena dia butuh kehadiran Ibu. Hal-hal yang kita anggap akan memanjakan anak, seperti menggendong, mengayun, memeluk, dll, sebenarnya sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi.

 

7.Anda bisa melakukannya!

Selalu semangat dalam merawat bayi. Saat Anda merasa tidak mampu merawat bayi baru lahir, percayalah pada insting Anda. Sangat normal bila Anda merasa lelah, dan wajar bila Anda kesulitan memahami apa yang bayi butuhkan. Menjadi ibu tidak mudah, tapi Anda adalah Ibu yang kuat. Cari dukungan dari orang-orang yang akan membangun rasa percaya diri Anda, bukan yang mempertanyakan apa yang Anda lakukan itu benar atau tidak.

Ingatkan diri Anda kalau, membesarkan anak itu butuh dukungan dari banyak pihak. Dan yang paling penting, pahamilah kalau tidak ada ibu yang sempurna. Tidak ada ibu baru yang melewati trimester keempat tanpa menemui hambatan apapun.

 

8.Ini tidak akan berlangsung selamanya, maka bertahanlah!

Mungkin Anda merasa kalau merawat bayi baru lahir merupakan pekerjaan yang tidak pernah selesai. Bila Anda merasa seperti ini, pahamilah kalau ini tidak akan berlangsung selamanya. Bayi Anda akan berkembang, belajar tidur lebih lama saat malam, belajar makan makanan padat dan tidak menyusui lagi, berjalan jalan dan tidak butuh digendong lagi, belajar pipis sendiri dan tidak butuh Ibu untuk menggantikannya popok lagi, dan belajar kemampuan-kemampuan lain yang membuatnya lebih mandiri.  Tanpa Anda sadari, si kecil sudah tumbuh besar dan Anda bisa mendapatkan cukup waktu tidur lagi serta bisa menikmati secangkir kopi panas di pagi hari dengan santai.