1
Motivasi Muslim Lifestyle

Selalu Ada Ujian Bagi Orang yang Berhijrah (Part 1)

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Seorang manusia memang bisa saja tergelincir ke dalam maksiat karena kemaksiatan. Namun bukan berarti jika manusia pernah bermakiat, berarti ia sudah tidak bisa bertaubat lagi. Ia masih berkesempatan untuk bertaubat.

 

Nah karena itulah seorang manusia memang diperintahkan untuk mau berhijrah. Berhijrah disini adalah berubah menjadi manusia dengan kepribadian yang lrbih baik baik lagi dari sebelumnya.

Namun dalam melakanakan hijrah, kita juga harus dapat menata niat ini dengan benar. Coba tanyakan pada diri sendiri, “Sudah benarkah niat hijrahku?” Karena dalam berhijrah selalu ada saja ujian untuk seseorang yang melakukan hijrah.

 

Teman-temanku yang di rahmati Allah Ta’ala, coba tanyakanlah lagi pada diri kita sendiri, apakah niatmu untuk berhijrah semata-mata hanya untuk Allah semata, atau malah ada tujuan dan juga motif lain? Jika bukan semata karena Allah, maka segeralah perbaikilah kembali niatmu tersebut.

 

Ketahuilah, bahwa seseorang akan mendapati sesuatu berdasarkan niatnya, sama juga halnya dalam berhijrah, seperti dalam suatu hadits:

webinar umroh.com

 

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya untuk Allah dan Rasul-Nya. Siapa yang hijrahnya karena mencari dunia atau karena wanita yang dinikahinya, maka hijrahnya kepada yang ia tuju”. (HR. Bukhari No. 1 dan Muslim No. 1907)

 

Sejak seseorang telah memutuskan untuk berhijrah, bisa dipastikan jika setiap harinya aka nada saja ujian demi ujian yang datang untuk mencoba kita, apakah kita akan menggugurkan niat hijrah kita atau tidak.

 

Mungkin sudah banyak juga contoh kasus yang kita temukan di masyarakat. Seperti misalnya ada banyak orang yang kaya, lalu ia memutuskan untuk berhijrah. Setelah memutuskan berhijrah, Allah jadikan hidupnya sederhana.

 

Melihat fenomena itu, mungkin akan banyak orang yang berpikir jika si fulan menjadi miskin setelah memutuskan untuk berhijrah. Jika memang begitu adanya, maka itu merupakan ujian dari Allah untuk si fulan.

 

Jika tidak, mungkin dari kesederhanaan itu Allah berikan ia kebahagian dan juga barokah. Ingat tidak selamanya juga kekayaan dapat membawa kebahagiaan dan miskin membawa kesengsaraan, bisa jadi malah sebaliknya.

 

Bisa juga ada seseorang pemabuk, kemudian ia memutuskan untuk berhijrah. Setelah berhijrah, ia selalu ingin untuk berada pada shaf pertama setiap kali sholat wajib di Masjid. Lalu apa yang terjadi pada pemabuk yang berhijrah itu?

 

Bisa saja justru teman-temannya malah menghujatnya. Setiap hari cobaan akan datang silih berganti kepadanya. Dan bisa juga cacian, makian, dan lainnya juga akan sering ia terima. Apa yang akan terjadi selanjutnya sepenuhnya tergantung pada si pemabuk yang ingin berhijrah tadi. Apa ia akan tetap istiqomah dengan hijrahnya atau tidak. Maka dari itu mintalah pada Allah agar selalu dapat memberikan kita perotolongan pada saat kita sudah memutuskan untuk mau berhijrah.

 

Dan semua yang terjadi pada orang yang berhijrah juga sangat ditentukan oleh niat hijrahnya. Jika niat hanya karena Allah semata, maka Allah juga akan membantunya untuk tetap pada jalan yang benar. Jika tidak ikhlas karena Allah semata, jangan berharap pertolongan Allah akan diberikan kepadanya