1
Fashion

SHOLAT TARAWIH BERAPA RAKAAT ? 11 ATAU 23 ?

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Menjalankan ibadah puasa ramadhan adalah suatu kewajiban tiap umat islam diseluruh dunia. Selain berpuasa wajib dibulan ramadhan, Allah SWT juga senantiasa menganjurkan umat islam untuk menjalankan ibadah sunnah mengingat janji Allah SWT akan memberikan pahala yang berlipat bagi umat islam yang ikhlas serta taat menjalankan ibadah wajib maupun sunnah pada bulan ramadhan. Nah, salah satu ibadah sunnah yang dapat dikerjakan selama bulan ramadhan ialah sholat tarawih. Sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari ini sangat dianjurkan karena pahalanya yang besar. Namun, seringnya terjadi perdebatan pasal jumlah rakaat membuat sebagian dari umat islam keliru. Lantas sholat tarawih berapa rakaat kah yang paling tepat ? simak jawabannya.

Sholat Tarawih Rasulullah 

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana sholat malam Rasulullah di bulan Ramadhan?”. Aisyah mengatakan,

Rasulullah tidak pernah menambah jumlah rakaat dalam sholat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam sholat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, beliau menuturkan, “Rasulullahpernah sholat bersama kami di bulan Ramadhan sebanyak 8 rakaat lalu beliau berwitir. Pada malam berikutnya, kami pun berkumpul di masjid sambil berharap beliau akan keluar. Kami terus menantikan beliau di situ hingga datang waktu fajar. Kemudian kami menemui beliau dan bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami menunggumu tadi malam, dengan harapan engkau akan sholat bersama kami.” Beliau menjawab, “Sesungguhnya aku khawatir kalau akhirnya sholat tersebut menjadi wajib bagimu.” (HR. Ath Thabrani, Ibnu Hibban dan Ibnu Khuzaimah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa derajat hadits ini hasan. Lihat Shalat At Tarawih, hal. 21)

As Suyuthi mengatakan, “Telah ada beberapa hadits shahih dan juga hasan mengenai perintah untuk melaksanakan qiyamul lail di bulan Ramadhan dan ada pula dorongan untuk melakukannya tanpa dibatasi dengan jumlah rakaat tertentu. Dan tidak ada hadits shahih yang mengatakan bahwa jumlah rakaat tarawih yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 20 rakaat. Yang dilakukan oleh beliau adalah beliau sholat beberapa malam namun tidak disebutkan batasan jumlah rakaatnya. Kemudian beliau pada malam keempat tidak   melakukannya agar orang-orang tidak menyangka bahwa sholat tarawih adalah wajib.”

Ibnu Hajar Al Haitsamiy mengatakan, “Tidak ada satu hadits shahih pun yang menjelaskan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan shalat tarawih 20 raka’at. Adapun hadits yang mengatakan “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan shalat (tarawih) 20 raka’at”, ini adalah hadits yang sangat-sangat lemah.” (Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah Al Quwaitiyyah, 2/9635)

Ibnu Hajar Al Asqolani mengatakan, “Adapun yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari hadits Ibnu ‘Abbas bahwa Rasulullah sholat di bulan Ramadhan 20 rakaat ditambah witir, sanad hadits itu adalah dho’if. Hadits Aisyah yang mengatakan bahwa sholat Nabi tidak lebih dari 11 rakaat juga bertentangan dengan hadits Ibnu Abi Syaibah ini. Padahal Aisyah sendiri lebih mengetahui seluk-beluk kehidupan Rasulullah pada waktu malam daripada yang lainnya. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari, 6/295)

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih yang Dianjurkan

Jumlah rakaat sholat tarawih yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat. Inilah yang dipilih oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang telah disebutkan di atas.

webinar umroh.com

Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam sholat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam sholat lainnya lebih dari 11 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738) 
Dari Ibnu ‘Abbas, beliau berkata,

Sholat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 rakaat.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764). Sebagian ulama mengatakan bahwa sholat malam yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah 11 rakaat. Adapun dua rakaat lainnya adalah dua rakaat ringan yang dikerjakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai pembuka melaksanakan sholat malam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (4/123, Asy Syamilah).