1
Fashion

7 Amalan di Bulan Rajab Ini Seharusnya Dikerjakan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com Sebenarnya tidak ada amalan khusus di bulan Rajab. Para ulama menjelaskan, tidak ada dalil shahih untuk mengkhususkan amalan tertentu di bulan Rajab. Namun kita bisa mengerjakan amal sholeh pada umumnya. Apalagi bulan Rajab termasuk bulan haram. Setiap amal sholeh akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut ini 7 amalan di bulan Rajab sebagaimana amalan di bulan-bulan lainnya yang bisa kita kerjakan.

1. Berpuasa

Banyak orang meyakini puasa Rajab sebagai amalan yang disunnahkan. Ketika memasuki bulan Rajab, banyak orang bersiap melaksanakan puasa Rajab. Puasa Rajab diyakini memiliki fadhilah yang besar.

Tetapi sebenarnya tidak ada dalil khusus dari Rasulullah yang menganjurkan puasa Rajab secara khusus. Hanya saja, Rajab memang termasuk bulan haram. Sehingga kita dianjurkan memperbanyak amal sholeh, termasuk memperbanyak puasa sunnah.

Para ulama juga banyak mengerjakan puasa sunnah di bulan haram, bukan hanya puasa di bulan Rajab. Disebutkan bahwa kebiasaan untuk mengkhususkan puasa Rajab sudah mulai terjadi di masa kekhalifahan Umar bin Khattab. Tabi’in di masa Umar juga banyak yang mengerjakan puasa di bulan Rajab.

Namun, kebiasaan mengkhususkan Puasa Rajab itu dibenci oleh Umar bin Khattab. Menurutnya, Rajab adalah bulan yang dulu diagungkan masyarakat Jahiliyah, jadi umat Islam tidak perlu mengagungkan bulan Rajab secara khusus, kecuali memang menghormatinya sebagai salah satu bulan Haram.

Jika ingin mengerjakan puasa Rajab, lakukanlah dengan niat memperbanyak puasa di bulan Haram. Di bulan Rajab ini, kita bisa mengerjakan beberapa puasa sunnah. Puasa yang bisa kita lakukan di bulan Rajab adalah puasa ayyamul bidh, puasa Daud, dan puasa Senin – Kamis.

2. Umroh

Memang pernah ada penuturan dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah mengerjakan puasa di bulan Rajab. Namun ucapan itu diingkari oleh Aisyah. Bahkan Aisyah menuturkan, “Semoga Allah mengampuni Abu Abdirrahmah (Ibnu Umar). Sepanjang usiaku, beliau belum pernah Umrah di bulan Rajab. Ibnu Umar mendengar hal ini dan beliau diam saja (HR.Muslim).

Walaupun Rasulullah tidak mengerjakan umroh di bulan Rajab, namun para Sahabat melakukannya. Disebutkan para ulama bahwa Umar bin khattab, Aisyah, dan Ibnu Umar dan lainnya melaksanakan Umroh di bulan Rajab. Ibnu Rajab pun menganjurkan untuk mengerjakan umroh di bulan Rajab. Itu karena ada anjuran dari Umar bin Khattab, dan kemudian dikerjakan oleh Aisyah dan Ibnu Umar.

webinar umroh.com

3. Menyembelih Hewan

Menyembelih hewan di bulan Rajab dikenal dengan sebutan Atirah. Namun para ulama masih berbeda pendapat mengenai amalan di bulan Rajab ini.

Ada ulama yang menganjurkan untuk menyembelih hewan di bulan Rajab, dan ada pula yang tidak. Ulama yang menganjurkan ini mengacu pada hadis yang dituturkan Abdullah bin Amr bin Ash, bahwa Rasulullah pernah ditanya tentang Atirah. Rasulullah kemudian menjawab, “Athirah itu hak.” (HR.Ahmad, An Nasa’i dan As Suyuthi).

Sementara sebagian ulama lain berpendapat bahwa Atirah tidak disyariatkan, namun hukumnya juga tidak makruh. Dalilnya adalah hadis dari Abu Razin, Laqirh bin Amir Al Uqaili. Beliau pernah bertanya pada Rasulullah, “Kami menyembelih hewan di bulan Rajab di zaman Jahilliyah. Kami memakannya dan memberi makan tamu yang datang.” Kemudian Rasulullah bersabda, “Tidak masalah.” (HR.An Nasa’i, Ad Darimi, dan Ibnu Hibban)

Selain dua pendapat di atas, ada juga ulama yang berpendapat bahwa Atirah hukumnya makruh. Ini mengacu pada sabda Rasulullah, “Tidak ada Fara’a dan tidak ada Atirah.” (HR.Bukhari dan Muslim). Fara’ adalah anak pertama dari binatang yang disembelih untuk berhala.

Selanjutnya, ada ulama yang berpendapat bahwa Atirah hukumnya haram. Sebab Atirah merupakan tradisi masyarakat Jahiliyah. Rasulullah pernah mendukung orang yang tetap melaksanakannya. Namun, beliau kemudian melarangnya dalam hadis di atas. Sehingga para Sahabat meninggalkan amalan Atirah. Para ulama juga tidak menjumpai riwayat yang kemudian menyatakan bahwa Rasulullah membolehkan amalan ini lagi.

4. Sholat Sunnah

Amalan di bulan Rajab yang bisa kita lakukan berikutnya ialah memperbanyak sholat Sunnah. Segala sholat sunnah dianjurkan untuk dikerjakan, mulai dari sholat tahajud, dhuha, hingga rawatib. Sholat sunnah yang dikerjakan akan menutupi kekurangan sholat wajib.

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah sholat. Allah ‘azza wa jalla berkata kepada malaikat-Nya dan Dia-lah yang lebih tahu, “Lihatlah pada sholat hamba-Ku. Apakah sholatnya sempurna atau tidak? Jika sholatnya sempurna, maka akan dicatat baginya pahala yang sempurna. Namun jika dalam sholatnya ada sedikit kekurangan, maka Allah berfirman: Lihatlah, apakah hamba-Ku memiliki amalan sunnah. Jika hamba-Ku memiliki amalan sunnah, Allah berfirman: sempurnakanlah kekurangan yang ada pada amalan wajib dengan amalan sunnahnya.” Kemudian amalan lainnya akan diperlakukan seperti ini.” (HR.Abu Daud, Ibnu Majah, dan Ahmad).

5. Berdzikir

Para ulama menganjurkan kita untuk berdzikir di bulan Rajab, sebagai salah satu bulan haram yang mulia. Ada banyak sekali keutamaan berdzikir dengan kalimat thoyyibah. Pada intinya, kita berdzikir untuk mengingat Allah. Sehingga kita bisa meraih ridho-Nya. Jika ridho Allah turun, maka banyak kebaikan yang kita terima.

6. Beristighfar

Di bulan Rajab, dosa dari maksiat juga akan dilipatgandakan. Sebagaimana pahala amal sholeh akan dilipatgandakan. Karena itu, kita harus sering bertaubat dengan sering melafalkan istighfar sebagai salah satu amalan bulan Rajab.

7. Bersedekah

Amalan di bulan Rajab lainnya adalah bersedekah. Bagi orang yang bersedekah, Allah akan melipatgandakan pahala dan kebaikannya. Allah berfirman, “Perumpamaan orang – orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai tumbuh seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS.Al Baqarah: 261).

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.