Umroh.com – Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah. Di bulan ini, ada beberapa peristiwa bersejarah dalam Islam. Berikut adalah peristiwa penting di bulan Safar yang perlu kita ketahui.
Asal Mula Nama Bulan Safar
Menurut Ibnu Mandzur, bulan setelah Muharram ini dinamakan bulan Safar karena saat itu Makkah benar-benar kosong apabila penduduknya bepergian. Pada bulan tersebut, masyarakat Arab sering meninggalkan rumahnya untuk menyerang musuh. Safar berarti ‘kosong’.
Sempat Lekat dengan Hal Negatif
Bulan Safar dahulu juga lekat dengan anggapan negatif di benak masyarakat Jahiliyah. Bulan ini dianggap penuh keburukan dan kesialan. Termasuk penularan penyakit.
Rasulullah pun berusaha menghilangkan takhayul tersebut. Beliau bersabda, “Tidak ada penyakit menular yang berlaku tanpa izin Allah, tidak buruk sangka pada suatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu dan tidak ada bala bencana pada bulan safar seperti yang diyakini.” (HR.Bukhari dan Muslim)
Peristiwa Penting di Bulan Safar
1. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah
Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menikahi Khadijah sebelum beliau diutus menjadi Rasulullah. Peristiwa penting di bulan Safar ini membuktikan bahwa Rasulullah telah melawan keberadaan takhayul sejak lama.
2. Pernikahan Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib
Selain pernikahan Rasulullah dengan Khadijah, peristiwa penting di bulan Safar lainnya ialah pernikahan putri beliau. Di bulan Safar, Fatimah dinikahkan dengan Ali bin Abi Thalib.
3. Rasulullah Hijrah ke Madinah
Peristiwa hijrahnya Rasulullah dari Mekkah ke Madinah juga terjadi di bulan Safar. Di bulan itu pula, para petinggi Quraisy mengadakan musyawarah untuk membunuh Rasulullah. Beliau dianggap tengah berusaha menghapus keyakinan kuat mereka yang telah berlangsung secara turun temurun.
Rencana ini kemudian sampai ke telinga Rasulullah. Atas perintah Allah, Rasulullah hijrah ke Madinah bersama Abu Bakar As Shiddiq. Mereka sempat dikejar pasukan kaum Quraisy saat bersembunyi di Gua Tsur.
Rasulullah dan Abu Bakar As Shiddiq pun akhirnya tiba di Yatsrib (kini bernama Madinah). Masyarakat di sana menyambut kedatangan Rasulullah dengan sukacita.
4. Terjadinya Perang Abwa
Perang Abwa merupakan perang pertama dalam sejarah Islam. Perang yang juga disebut perang Waddan ini terjadi pada tahun 2 Hijriah, atau tahun 623 Masehi. Dipimpin langsung oleh Rasulullah, perang tersebut terjadi di Waddan. Sekitar 250 km di tenggara Kota Madinah.
Dalam perang Abwa, tidak terjadi kontak fisik. Perang ini terjadi ketika Rasulullah mengetahui rombongan kabilah kafir Quraisy Mekkah melewati Waddan. Rasulullah beserta rombongan Kaum Muslimin menghadang mereka, dan menjadikannya kesempatan untuk berdamai dengan Bani Dhamrah dari Suku Kinanah. Sehingga mereka tidak memerangi dakwah beliau, serta tidak membantu para musuh memerangi Rasulullah. Perang itu kemudian disertai perjanjian damai antara Rasulullah dengan Amr bin Makshyu.
5. Penaklukan Khaibar
Peristiwa penting di bulan Safar ini terjadi pada tahun 7 Hijriyah. Khaibar ialah sebuah daerah tempat kaum Yahudi tinggal setelah diusir Rasulullah dari Madinah. Di Khaibar, kaum Yahudi menyusun rencana untuk memerangi Rasulullah serta membalas dendam kepada beliau dan kaum muslimin.
Dalam perang ini, Allah menjanjikan ghonimah (harta rampasan perang) yang besar kepada kaum muslimin. “Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu dan Dia menahan tangan manusia dari (membinasakan)-mu (agar kamu mensyukuri-Nya) dan agar hal itu menjadi bukti bagi orang-orang mukmin dan agar Dia menunjuki kamu kepada jalan yang lurus.” (QS.Al Fath: 20)
Harta tersebut merupakan balasan terhadap perjuangan jihad, serta kesabaran dan keikhlasan para Sahabat. Mereka kemudian berangkat dengan penuh keyakinan menuju Khaibar yang dikenal memiliki benteng berlapis. Kaum Yahudi di sana juga memiliki persenjataan yang lengkap.
Ketika kaum muslimin mengepung, sempat terjadi duel antara wakil kaum Yahudi dan perwakilan kaum muslimin. Di pertandingan itu, Amir bin Awa ra gugur dan mati syahid melawan Marhab. Ali bin Abi Thalib lalu maju dan berhasil membunuhnya, hingga meruntuhkan mental kaum Yahudi. Kaum muslimin pun berhasil menguasai benteng demi benteng, dan akhirnya memperoleh kemenangan mutlak.
6. Diutusnya Usamah bin Zaid
Usamah bin Zaid adalah panglima perang termuda dalam sejarah Islam. Anak dari Sahabat Zaid bin Haritsah ini menjadi panglima di usia 17 tahun. Sebelum Rasulullah wafat, beliau mengutus Usamah untuk memimpin pasukan ke perbatasan Syam.

