Umroh.com – Sholat idul fitri hukumnya sunnah muakkad namun dianjurkan untuk melaksankannya. Rasulullah Shallaallāhu‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kaum muslimin untuk turut serta dalam hari ied tersebut, bahkan kepada para wanita, termasuk wanita haid, hanya saja mereka diperintahkan untuk menjauhi tempat sholat. Sholat idul fitri berbeda dengan sholat sunnah lainnya. ada ketententuan dan tata cara melaksanakan sholat idul fitri yang perlu diperhatikan.
Anjuran Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Sholat Ied
Ada sejumlah hal yang dianjurkan untuk dilaksanakan baik sebelum maupun sesudah sholat idul fitri. Di antaranya adalah delapan hal berikut ini:
Mandi sholat idul fitri sebelum berangkat
Rasulullah biasa mandi sebelum berangkat sholat ‘id. Demikian pula para shabat.
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha.” (HR. Ibnu Majah)
Memakai pakaian terbaik
Rasulullah mengenakan pakaian terbaik ketika sholat ‘id. Beliau juga memerintahkan sahabat mengenakan pakaian terbaik. Sebagaimana hadits dari Hasan As Sibhti:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kami agar pada hari raya mengenakan pakaian terbagus dan wangi-wangian terbaik” (HR. Hakim)
Memakai wewangian
Dianjurkan menggunakan wewangian, khususnya bagi pria, sebagaimana hadits di atas. Adapun bagi kaum muslimah, sebaiknya tidak menggunakan parfum yang baunya tajam karena ada hadits yang melarangnya.
Mengajak keluarga dan anak-anak
Sebagaimana hadits yang disebutkan tepat di atas judul niat sholat idul fitri di atas, Rasulullah memerintahkan seluruh wanita untuk menghadiri sholat id. Demikian pula riwayat Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika masih kecil turut sholat id. Bahkan wanita yang haid pun diajak melihat namun menjauh dari tempat sholat, sebagaimana hadits dari Ummu Athiyyah yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim.
Takbiran saat menuju tempat sholat
Disunnahkan takbiran saat berangkat menuju tempat sholat. Di antara lafazh takbir, boleh dua kali takbir, boleh pula tiga kali takbir.
(Allohu akbar, Allohu akbar, laa ilaaha illalloh wallohu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd)
Artinya: Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, segala pujian hanya untuk-Nya
Berjalan kaki
Dianjurkan berjalan kaki baik saat pergi maupun pulang. Tidak naik kendaraan kecuali ada hajat, misalnya sangat jauh. Sebagaimana hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘id dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang” (HR. Ibnu Majah)
Melewati jalan yang berbeda
Disunnahkan pula mengambil jalan berbeda saat pergi dan pulang. Sebagaimana hadits dari Jabir radhiyallahu ‘anhu:
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘id, beliau lewat jalan yang berbeda saat berangkat dan pulang” (HR. Bukhari)
Melambatkan mulainya sholat idul fitri
Salah satu sunnah sholat idul fitri adalah melambatkan dimulainya sholat. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kaum muslimin mengeluarkan zakat fitrah.
Tata Cara Sholat Idul Fitri
Sholat idul fitri hampir sama cara pelaksanaannya seperti shalat wajib atau sholat sunnah hanya saja terdapat sedikit perbedaan. Sholat idul fitri dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan tidak ada adzan maupun iqamat untuk mengawalinya. Berikut adalah penjabarannya
- Dimulai dengan takbiratul ikhram sebagaimana sholat lainnya
- Bertakbir sebanyak 7 kali selain takbiratul ikhram dan dengan melafadzkan kalimat takbir. Diantara takbir-takbir tersebut hendaknya membaca kalimat
وَارْحَمْنِ لِي اغْفِرْ اللَّهُمَّ. أَكْبَرُ وَاَللَّهُ للَّهُ إلَهَ إلَّا لِلَّهِ وَلَا اللَّهِ وَالْحَمْدُ سُبْحَانَ
Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii
“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku.”
- Membaca Alfatihah kemudian membaca surat lainnya pada rakaat pertama
- Kemudian lakukan gerakan sholat seperti pada shalat umumnya yakni ruku, itidal dan sujud
- Setelah bangkit dan masuk rakaat kedua, bertakbir sebanyak lima kali dan dengan lafadz yang sama seperti rakaat pertama
- Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya
- Selanjutnya lakukan gerakan sholat sebagaimana biasanya sampai tahyat akhir dan salam
Setelah sholat id boleh khotib akan menyampaikan khutbah atau ceramah, jamaah boleh mengikuti khutbah ini dan mendengarkan namun juga boleh meninggalkan jika memiliki kepentingan. Sebagaimana hadits Rasullullah SAW
“Aku saat ini akan berkhutbah. Siapa yang mau tetap duduk untuk mendengarkan khutbah, silakan ia duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan ia pergi. (HR Abdullah Said)
Demikian pengertian dan segala penjelasan tentang sholat idul fitri yang perlu diketahui. Semoga kita sebagai umat islam bisa melaksanakan ibadah sholat id tanpa halangan apapun.

