1
Fashion

Alkisah Penyakit Yang Diderita Nabi Sulaiman

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Nabi Sulaiman adalah nabi yang ke delapanbelas setelah ayahnya Nabi Daud AS. Ketika Nabi Daud meninggal, Nabi Sulaiman menggantikannya baik sebagai raja yang mewarisi tahtanya dan juga sebagai nabi yang menyiarkan risalah kenabiannya untuk disampaikan kepada umatnya.

Selain sebagai nabi, rasul allah, dan raja di kalangan umatnya, Nabi Sulaiman AS memiliki keistimewaan lainnya. Keistimewaan lainnya seperti, memiliki kecerdasan akal, adil dan bijaksana di dalam berpikir dan mengambil keputusan, memahami bahasa binatang, berkuasa memerintah bangsa jin, berpergian ke mana saja dengan mengendarai angin, dan seorang raja yang kaya raya dengan istana yang megah berkilau dan bertaburan permata.

Dibalik kelebihan dan keitimewaan yang beliau punya, ada sedikit ujian yang telah Allah berikan ke Nabi Sulaiman. Allah memberikan ujian penyakit Nabi Sulaiman bahkan ujian itu tak main-main. Sakitnya Sulaiman sangat keras sehingga para dokter dari kalangan manusia dan jin pun tidak mampu menghilangkan penyakitnya.

Penyakit Nabi Sulaiman

Pada suatu waktu, Allah pernah menguji Sulaiman AS dengan sebuah ujian yangg berat. Saat itu Allah menguji Sulaiman AS dengan sebuah penyakit. Diriwayatkan bahwa penyakit itu membuatnya sangat lemah dan Hanya bisa tergeletak tak bisa beraktivitis.

Sulaiman diuji dengan suatu penyakit yang keras di mana kedokteran saat itu tidak mampu mengatasinya. Sakitnya Sulaiman sangat keras sehingga para dokter dari kalangan manusia dan jin pun tidak mampu menghilangkan penyakitnya. Lalu burung-burung menghadirkan rumput-rumput yang dianggap sebagai obat tetapi Sulaiman pun belum juga sembuh. Semakin hari penyakit Sulaiman semakin menjadi-jadi sehingga ketika Sulaiman duduk di atas kursi ia duduk bagaikan tubuh tanpa roh, seakan-akan ia mati karena saking kerasnya penyakit yang dideritanya. Sakit yang diderita oleh Sulaiman terus berlanjut untuk beberapa saat namun Sulaiman tidak henti-hentinya berzikir kepada Allah SWT dan meminta kesembuhan kepada-Nya serta beristigfar kepada-Nya dan mengungkapkan rasa cintanya kepada-Nya.

Selesailah ujian Allah SWT terhadap hamba-Nya, Sulaiman. Beliau pun sembuh. Kini Sulaiman merasakan kembali kesehatannya setelah ia mengetahui segala kejayaannya dan segala kekuasaannya serta segala kebesarannya tidak lagi mampu menghilangkan penyakit yang dideritanya kecuali jika Allah SWT menghendakinya. Inilah pendapat yang lebih menenangkan hati kami. Pendapat tersebut sesuai dengan kemaksuman Sulaiman sebagai Nabi yang bijaksana dan Nabi yang mulia:

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit)” (QS. Shad: 34)

Sakit yang diderita Sulaiman membuat dirinya seperti jasad yang tak bernyawa. Kata jasad dalam bahasa Arab diungkapkan atas sesuatu yang kehilangan kehidupan atau kesehatan. Sulaiman berubah menjadi jasad karena saking kerasnya penyakit yang dideritanya.

webinar umroh.com

“Kemudian ia bertaubat.” (QS. Shad: 34)

Setelah Nabi Sulaiman Sembuh

Nabi Sulaiman kembali sehat. Ia meminta pertolongan dengan rahmat Allah SWT lalu Allah SWT menyembuhkannya dan merahmatinya. Nabi Sulaiman telah membangun mesjid atau tempat beribadah sehingga manusia menyembah Allah SWT di dalamnya. Rumah ini menunjukkan keunggulan seni arsitektur dan seni pahat. Orang-orang yang membangun rumah ini berjumlah puluhan ribu orang. Tentu setiap kelompok dari mereka memiliki pekerjaan masing-masing. Di antara mereka ada yang mencairkan tambang; di antara mereka ada tukang pahat; ada yang membelah batu; ada yang memotong-motong kayu; ada yang mendatangkan rumput-rumput dari Lebanon; ada yang melelehkan emas dan menjadikannya lempengan-lempengan yang mengkilat untuk menutupi kayu dan menutupi dinding.

Bahkan golongan jin juga membantu pembangunan rumah tersebut, tentu dengan perintah dan bimbingan Nabi Sulaiman. Mereka membuat patung-patung yang besar dan membuat bejana yang besar untuk tempat, makanan para tentara dan pekerja, yaitu bejana seperti gunung karena saking beratnya dan besarnya. Mereka juga membuat tempat-tempat minum yang besarnya seperti kolam. Sulaiman mengawasi para pekerjanya dan juga mengurusi masyarakatnya di mana beliau mengenali problem mereka dan berusaha memecahkannya. Beliau juga mengawasi pasukannya dari kalangan binatang dan burung.

Meskipun demikian, Sulaiman tetap menunjukkan sebagai hamba yang berserah diri dan rendah diri kepada Aliah SWT dan kepada manusia. Nabi Sulaiman yang merendahkan dirinya di hadapan Allah SWT dan ia selalu sujud pada Allah SWT sebagaimana ayahnya yang selalu bertasbih kepada Allah SWT. Sulaiman selalu melantunkan lagu-lagu cinta Ilahi dan hanya memuji Allah SWT.

Sulaiman juga mengajarkan kepada kita agar senantiasa bersyukur setelah mendapatkan kenikmatan-kenikmatan dari Allah. Sulaiman AS mengajarkan kepada kita agar senantiasa menyadari bahwa apa yang kita peroleh merupakan anugerah dari Allah untuk menguji kita apakah kita akan bersyukur ataukah sebaliknya kita menjadi kufur. Karena sesungguhnya apabila kita bersyukur maka kita bersyukur untuk kebaikan kita sendiri.