1
Fashion

Doa Sakit Badan Paling Ampuh Ala Rasulullah

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Umroh.com – Datangnya sakit tentu bukan sesuatu yang di inginkan tiap manusia. Memiliki tubuh yang sehat tentu menjadi harapan dan doa bagi setiap muslim. Namun kenyataannya lemahnya metabolisme tubuh dan banyaknya aktivitas membuat penyakit datang dan tak dapat dihindari. Sebagai seorang muslim berdoa memohon kesembuhan pada Allah SWT adalah sesuatu hal yang wajib selain berusaha melakukan pengobatan kepada pihak medis. Dalam hal ini, Rasulullah selalu memiliki doa-doa tertentu dalam kegiatan-kegiatan setiap harinya, bahkan saat sedang sakit. Dan berikut doa sakit badan yang biasa Rasulullah baca

Doa Sakit Badan

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar an-Nawawi menyebutkan sebuah riwayat dari Aisyah RA, istri Rasul SAW, bahwa saat Rasul hendak tidur, Rasul membaca surat al-Ikhlas dan mu’awwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas) kemudian meniupkannya kepada kedua telapak tangannya dan mengusapkan telapak tangan tersebut ke seluruh tubuh.
Menurut Imam an-Nawawi cara pengusapannya dimulai dari kepala dan wajah kemudian seluruh tubuh bagian depan.
Bahkan saat Aisyah RA mengadu kepada Rasul karena sakit, Rasul memintanya untuk membaca dan melakukan hal-hal yang telah disebutkan di atas. Rasul juga melakukan hal yang sama kepada orang-orang yang sakit.
Dalam Riwayat yang lain, yang juga disebutkan dalam kitab Sahih Bukhari, Muslim dan Sunan an-Nasai. Setiap Rasul menerima keluh kesah para sahabat karena sakit, Rasul mengucapkan sebuah doa sebagaimana disebutkan oleh Sofyan bin Uyainah berikut:
Dari Aisyah RA, bahwa Rasul SAW ketika ada seorang yang sakit atau terluka, Rasul mengucapkan sesuatu dengan meletakkan jari-jarinya, sebagaimana dicontohkan Sufyan bin Uyainah, seorang rawi yang meriwayatkan hadis ini, yaitu meletakkan jari telunjuknya ke lantai kemudian mengangkatnya dan mengucapkan doa berikut:
Bismillahi turbatu ardhina bi riqati ba’dina yashfi bihi saqimana bi idzni rabbina.
“Dengan menyebut nama Allah SWT, debu dari lantai ini, dan dengan ludah sebagian dari kita semoga menyembuhkan penyakit kita dengan izin Tuhan kita.”
Selain berdoa, Rasul juga menyarankan untuk berusaha menyembuhkan penyakit yang kita alami kepada ahlinya. Karena doa merupakan bentuk tawakkal kita kepada Allah karena dengan izin-Nya lah penyakit kita bisa disembuhkan.
Rasulullah juga mengajarkan doa-doa khusus untuk sakit tertentu. Jika sakit yang diderita umatnya hanya terasa di bagian tubuh tertentu -misalnya kepala (semacam migrain), dada (jantung atau paru-paru), perut (mag)- beliau mengajarkan doa dan cara sebagai berikut:
Bismillâh, bismillâh, bismillâh. U‘îdzuka bi izzatillâhi wa qudratihi min syarri mâ ajidu wa uhâdziru (dibaca tujuh kali). As’alullâhal ‘adhîma rabbal ‘arsyil ‘adhim an yasyfiyaka (dibaca tujuh kali).
Artinya, “Dengan nama Allah, dengan nama Allah, dengan nama Allah, aku lindungi kamu berkat kemuliaan Allah dan qudrah-Nya dari kejahatan barang yang aku rasakan dan yang aku khawatirkan (dibaca tujuh kali). Aku memohon kepada Allah Yang Maha Besar, Tuhan Arasy yang maha besar agar Dia menyembuhkanmu (dibaca tujuh kali),”(Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).
Salah satu doa yang bisa diamalkan ketika anggota tubuh ada yang sakit. Ini termasuk bacaan ruqyah sederhana, bisa diamalkan untuk penderita sakit itu sendiri. Misalnya, sakit gigi, keseleo, dan sebagainya.

Hikmah Dibalik Sakit

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)

Sakit akan menghapuskan dosa

Penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah SWT, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. asy-Syuura: 30).
Rasulullah saw bersabda, ”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

Rasulullah saw bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)
Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)