Umroh.com – Doa merupakan senjata umat islam, dimana dengannya ummat islam memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Doa ini merupakan salah satu elemen penting, selain elemen bantuan lain ketika saudara kita ditimpa musibah dan tertindas, seperti bantuan materi berupa bahan makanan, pakaian, uang maupun bantuan kekuatan militer atau politik.
Dalam hal ini, ada berbagai macam cara dalam berdoa, mulai dari yang ditentukan secara baku sampai yang dibebaskan tata cara pelaksanaannya. Diantaranya ada doa yang dipanjatkan dalam pelaksanaan qunut di dalam sholat. Ibadah qunut yang pada intinya merupakan doa ada tiga jenis, yaitu qunut subuh, qunut witir dan qunut nazilah. Pada kesempatan kali ini mari kita bahas mengenai pengertian qunut nazilah berikut dengan doa dan cara membacanya.
Pengertian Qunut Nazilah
Lafadz Qunut dalam hal ini artinya berdoa saat berdiri dalam shalat. Sedangkan Nazilah artinya : Bencana yang sangat berat. Qunut Nazilah secara umum maksudnya adalah doa yang dipanjatkan saat berdiri dalam sholat, setelah i’tidal pada rakaat terakhir, saat terjadi bencana besar yang menimpa kaum Muslimin secara massal. Seperti adanya pihak yang memerangi kaum Muslimin di Jalur Gaza akibat serangan Ziois Israel, penindasan kaum Muslimin di India baru-baru ini, dan musibah besar lainnya. Doa yang dilafadzkan ketika qunut nazilah adalah doa yang intinya memohon kepada Allah untuk diselamatkan dari musibah besar yang sedang menimpa ummat islam. Selain itu juga berisi tentang permohonan pertolongan dari para musuh ketika musibah yang menimpa adalah berupa penindasan maupun kondisi ketakutan dan kekhawatiran ketika terjadi peperangan.
Landasan Qunut Nazilah antara lain berdasarkan hadits dari Anas bin Malik Radhiyallahu
“Bahwa Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah dan Lahyan pernah meminta bantuan dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk menghadapi musuh mereka. Maka baginda mengutus bantuan sejumlah 70 orang sahabat dari kalangan sahabat Anshar. Mereka para sahabat tersebut dikenal dengan sebutan al-Qurra pada zamannya, yaitu orang yang mengantarkan makanan untuk orang-orang yang memerlukan pada siang hari dan banyak menunaikan shalat pada malam hari. Selanjutnya, sampailah mereka pada suatu tempat bernama Bi’ru Ma’unah. Namun tiba-tiba mereka dikhianati dan bahkan dibunuh oleh kabilah-kabilah di sana. Kemudian sampailah berita itu kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Lalu, baginda membaca Qunut (Nazilah) selama sebulan penuh, termasuk melaksanakan qunut tersebut dalam shalat Subuh, sebagai doa untuk dikenakan balasan atas pengkhianatan Bani Ri’lan, Dzakwan, ‘Usayyah dan Bani Lahyan.” (HR Bukhari).
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah melakukan qunut selama sebulan terus-menerus pada waktu shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib, Isya’ dan shalat Subuh di penghujung setiap shalat, ketika baginda mengucapkan, ‘Sami’allaahu liman hamidah’ pada rakaat yang terakhir. Baginda melaknat kampung Bani Sulaim, Ri’lin, Dzakwan, Ushayyah dan diamini oleh makmum di belakang beliau.” (H.R. Ahmad, Abu Dawud dan Al-Hakim).
Pada hadits lain disebutkan juga Qunut beliau pada peristiwa lain :
“Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah ketika mengucapkan, ‘Sami’a-llaahu liman hamidah’ pada rakaat terakhir shalat Isya’, Lalu beliau melakukan qunut (berdoa, yang artinya) : “Ya Allah, selamatkanlah ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah. Ya Allah selamatkanlah al-Walid bin al-Walid. Ya Allah, selamatkanlah Salamah bin Hisyam. Ya Allah, selamatkanlah orang-orang Mukmin yang tertindas. Ya Allah, ambillah kekuatan kabilah Mudhar dengan sekuat-kuatnya. Ya Allah, binasakanlah mereka selama bertahun-tahun, sebagaimana tahun-tahun (kelaparan yang menimpa zaman) Nabi Yusuf.” (HR Bukhari).
Bacaan Qunut Nazilah
Disunahkan untuk tidak memperpanjang doa, tidak memberatkan jamaah, dan hendaknya mencontoh tuntunan Nabi Shallalllahu ‘Alaihi Wasallam. Hal ini diperkuat dengan penuturan Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, ketika ditanya, “Apakah Rasulullah melakukan qunut pada waktu shalat Subuh juga?” Dia menjawab, “Benar, setelah melakukan ruku’ dengan bacaan yang pendek (ringan).” (H.R. Muslim).
Bacaan Qunut Nazilah Pendek
- Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq. Artinya : “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjuk-Mu, beriman kepada-Mu, bertawakkal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikan-Mu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengaharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”
- ”Allohumma man aroda bilmuslimina su an wa makron wa kaida farudda ‘alaihim makrohum ajmain”
Artinya ;
Ya Allah siapa saja yang menginginkan keburukan, rencana jahat, dan tipu daya kepada kami dan kaum muslimin, maka kembalikan kepada mereka seluruh tipu daya mereka.” - ”Allohumma taqobal minhumusyuhada wasyfi minhumul mardho wal jarha, Allohumma kun lahum wala takun a’laihim fainnahu la haula wala quwata illa bika”
Artinya ;
Ya Alloh terimalah syuhada, mereka dan sembuhkanlah yang sakit dan terluka dari kalangan mereka. Ya Alloh karuniakanlah kebaikan pada mereka dan janganlah Engkau timpakan keburukan pada mereka karena tiada daya dan kekuatan bagi mereka kecuali dengan pertolongan-Mu.” - ”Allohumman suril mujahidina fii surina, Allohumman suril mujahidina fii filisthina, Allohumman suril mujahidina fii yamani, Allohumman suril mujahidina fii afriiqiya, Allohumman suril mujahidina fii afganistan, Allohumman suril mujahidina fii kulli biqo i’l ardi”
Artinya ;
Ya Alloh turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Suriah. Ya Alloh turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Palestina. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Yaman. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afrika. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di Afghanistan. Ya Allah turunkanlah pertolongan-Mu pada mujahidin di seluruh permukaan bumi.” - ”Robbana laa tuakhizna innasina aw akhtona, Robbana wa la tahmil a’laina isrong kama hamaltahu a’lalladzina mingqoblina, Robbana wa la tuhamilna ma la tho qotalanabih, wa’hu ‘anna wagfirlana warhamna, angtamaulana fangsurna ‘alal qoumil kafirin”
Artinya ;
Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami karena kealpaan dan kesalahan kami. Tuhan kami, Robb kami janganlah Engkau beri kami beban sebagaimana beban yang Engkau beri kepada para pendahulu kami. Robb kami, janganlah engkau bebankan kepada kami apa-apa yang tidak mampu kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, sayangilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap orang-orang kafir
Bacaan Qunut Nazilah Panjang
”Bismillahi rohmanirrohim, Allohummag firlanaa wa lilmu’miniina wal mu’minaati, wal muslimiina wal muslimaati, wa allif bayna quluubihim wa ashlih dzaata baynihim wanshurhum ‘alaa ‘aduwwika wa’adzuwwihim
Allohummal ’an kafarota ahlal kitabil ladziina yashudduna ‘an sabiilika wayukadzibuuna rusulaka wayuqotiluuna awliyaaika.
Allohumma khallif bayna kalimihim wazalzil iqdaamahum wainzil bihim ba’sakal ladzii la tarudduhuu ‘anil qowmil mujrimiina”
Artinya :
Ya Allah, ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Satukanlah hati mereka. Perbaikilah ikatan antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh engkau dan musuh mereka. Ya Allah, Laknatilah orang-orang kafir ahli kitab yang selalu menghalangi jalan engkau, mendustakan rosul rosul Engkau, dan memerangi wali-wali-Mu. Ya Allah, Cerai beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah kepada mereka siksa Engkau yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat buruk”.
Cara Membaca Doa Qunut Nazilah
- Doa qunut nazilah dibaca saat ada bencana
Membaca doa qunut nazilah biasanya dilakukan saat peristiwa besar, bencana, atau petaka dengan risiko korban yang banyak dan bertambah. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari bisa membaca doa qunut subuh atau witir. - Doa qunut nazilah dibaca saat sholat wajib
Ketika qunut nazilah ini dilakukan pada shalat-shalat jahriyyah maka cara membaca do’anya adalah dengan mengeraskan suara. Namun bagaimana jika dilakukan pada shalat sirriyah seperti shalat Dhuhur dan Ashar?
Bagi madzhab yang berpendapat bahwasanya qunut ini dilakukan di semua shalat fardhu, baik itu jahriyyah maupun sirriyah cara membaca do’anya sama, yaitu dengan mengeraskan suara. Hal ini sebagaimana yang diterangkan oleh Imam An-Nawawi berikut ini :
“…Adapun jika pada shalat selain shalat subuh dilakukan qunut, maka pendapat yang rajih (dalam pelaksanaannya) adalah sama seperti shalat shubuh, baik shalat sirriyah maupun jahriyyah.” - Doa qunut nazilah dibaca usai ruku di rakaat terakhir
Doa qunut nazilah dibaca di rakaat terakhir saat sholat wajib. Makmun cukup mengamini doa qunut nazilah saat dibaca imam. - Doa qunut nazilah dibaca dengan mengangkat tangan
Umat Islam disunahkan membaca doa qunut nazilah dengan mengangkat kedua tangan. Selanjutnya kedua tangan tidak perlu diusapkan ke muka jika sudah selesai.
Demikianlah pembahasan singkat mengenai qunut nazilah. Sebagaimana yang telah diketahui bahwasanya saat ini kondisi ummat islam di beberapa belahan dunia sedang mengalami musibah besar yang berkepanjangan Untuk itulah selain bantuan fisik, kita juga bisa membantu mereka melalui panjatan doa yang kita haturkan melalui ibadah qunut nazilah ini.

