1
Kesehatan Parenting

Berikut Alasan Perlunya Kolostrum Bagi Bayi

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

WHO-UNICEF mengeluarkan kebijakan baru tentang “ASI segera”, yang harus diketahui dan dijalankan oleh setiap tenaga kesehatan. Program ini dilakukan dengan cara langsung meletakkan bayi yang baru lahir di dada ibu dan membiarkan bayi ini merayap untuk menemukan puting susu ibu atau disebut dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). IMD dilakukan segera setelah lahir tanpa boleh ditunda dengan kegiatan menimbang, memandikan, mengukur atau pemberian vitamin K dan obat tetes mata. Bayi juga tidak boleh dibersihkan, cukup dikeringkan kecuali telapak tangannya. Setidaknya dalam waktu 1 jam bayi baru lahir segera dikeringkan dan diletakkan di perut ibu dengan kontak kulit ke kulit.

Kurangnya pengetahuan tentang IMD pada ibu nifas mengakibatkan ibu tidak mau memberikan ASI kepada bayinya dikarenakan kelelahan setelah melahirkan. Bayi yang melaksanakan IMD akan mendapatkan kolostrum yang berguna untuk membentuk daya tahan (antibodi) terhadap infeksi, melindungi dan mematangkan dinding usus bayi. Kolostrum mengandung banyak karbohidrat, protein, dan antibodi serta sedikit lemak (yang sulit dicerna bayi). Bayi memiliki sistem yang belum sempurna, dan kolostrum memberinya nutrisi dalam konsentrasi tinggi di setiap tetesnya. Kolostrum juga mengandung zat yang mempermudah bayi buang air besar pertama kali, yang disebut mekonium. Karakter kolostrum ini sangat bermanfaat untuk membersihkan tubuh bayi dari bilirubin yaitu sel darah merah yang mati yang diproduksi ketika kelahiran. Kolostrum mengandung sel darah putih dan protein imunoglobulin pembunuh kuman dalam jumlah paling tinggi, karena sistem pertahanan tubuh bayi masih rendah maka kolostrum adalah imunisasi pertama yang diterima oleh bayi. Selain bermanfaat untuk membentuk kekebalan bayi, IMD juga dapat meningkatkan keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.

ASI ekslusif sebagai pemberian ASI pada bayi tanpa diikuti pemberian makanan dan minuman tambahan lain seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi, dan tim. Pemberian ASI ekslusif ini dianjurkan untuk jangka waktu minimal 4 bulan dan akan lebih baik lagi bila diberikan sampai bayi berusia 6 bulan. ASI merupakan sumber zat gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang karena disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada masa pertumbuhannya.

Secara alamiah bayi yang baru lahir mendapat zat kekebalan atau daya tahan tubuh dari ibunya melalui plasenta. Akan tetapi, kadar zat tersebut akan cepat menurun setelah kelahirannya. Adapun kemampuan bayi membentuk daya tahan tubuhnya sendiri menjadi lambat, maka selanjutnya akan terjadi kesenjangan daya tahan tubuh. Kesenjangan tersebut dapat diatasi apabila bayi diberi ASI, sebab dalam ASI terdapat zat kekebalan tubuh elain itu, ASI juga melindungi bayi dari infeksi. Maka dari itu mari kita sukseskan pemberian kolostrum pada bayi baru lahir.