play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Umroh & Haji

Menikmati Keindahan Al-Ahsa, Oasis Terbesar Di Dunia

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Al-Ahsa awalnya dikenal sebagai Provinsi Hijar, Bahrain merupakan oasis terbesar di dunia. Wilayah itu telah menjadi bagian dari Kerajaan Arab Saudi.  Al-Ahsa telah dihuni manusia sejak zaman prasejarah. Berada di bagian timur Semenanjung Arab, Al Ahsa Oasis merupakan lanskap yang mencakup taman-taman, kanal, air terjun, sumur, danau, bangunan bersejarah, struktur perkotaan dan situs arkeologi.  Manusia menghuni wilayah itu, karena kaya akan sumber air.

Baca juga: Setelah Umroh, Saatnya Wisata ke 10 Destinasi Ini di Mekkah

Sejak zaman prasejarah, penduduk Al-Ahsa telah hidup bertani. Rasulullah SAW, sejak masih muda, sering berkunjung ke Bahrain untuk tujuan berniaga. Tak heran, ketika bertemu dengan pemimpin Bani Abdul Qais, Nabi SAW sudah mengetahui nama-nama tempat, temasuk gaya hidup masyarakat Bahrain.

Penduduk Hijar (al-Ahsa) sudah beriman kepada ajaran Islam sejak peristiwa Futuh Mekkah. Di wilayah itu pula, masjid di luar Arab pertama kali dibangun, yakni Masjid Juwatsa. Masjid itu termasuk salah satu yang bersejarah bagi umat Islam.

Umroh.com merangkum, sekarang Oasis terbesar di dunia, Al-Ahsa ini sebagai kota pertama yang terdaftar di UNESCO di Teluk. Culture Trip mengeksplorasi oasis, dari asal-usulnya sebagai salah satu pemukiman manusia pertama di Jazirah Arab hingga perannya saat ini sebagai rute bagi para peziarah Muslim ke Mekkah.

Baca juga: Jangan Khawatir, Anda Bisa Lihat Jadwal Sholat di Sini Saat Berwisata ke Arab Saudi

Oasis Al-Ahsa ini merupakan situs kelima saudi yang bergabung dalam daftar warisan dunia UNESCO didahului oleh Madain Saleh (2008), perumahan Tarif di Diriyah (2010), (2014), dan seni batu di Al-Hail (2015).

Menurut Unesco,”Mereka mewakili jejak-jejak permukiman manusia yang berkelanjutan di kawasan Teluk dari Neolitik hingga saat ini, seperti yang bisa dilihat dari benteng bersejarah yang tersisa, masjid, sumur, kanal dan sistem pengelolaan air lainnya. Dengan 2,5 juta pohon kurma, ini adalah oasis terbesar di dunia. Al-Ahsa juga merupakan lanskap geokultural yang unik dan contoh luar biasa dari interaksi manusia dengan lingkungan.”

al-ahsa
source: flickr.com

Dalam bahasa arab klasik, Ahsa adalah suara air yang mengalir di bawah tanah. Nama tersebut sangat cocok dengan keadaan oasis Al-Ahsa. Al-Ahsa adalah salah satu sumber air tanah terbesar di daerah itu sehingga daerah sekitar Al-Ahsa sangat subur. Oasisnya merupakan salah satu oasis yang paling besar di dunia dan salah satu daerah yang paling hijau di daerah tersebut dengan lebih dari 3 juta pohon palem, semua itu terdapat di tengah lautan pasir.

Baca juga: Jangan Lupa, Anda Bisa Pergi Umroh Dulu Sebelum Mengunjungi Al-Ahsa

Meskipun sebagian besar daerah Saudi Arabia adalah padang pasir, Al-Ahsa mempunyai pohon palem, dataran hijau dan dan 150 sumber mata air hangat, panas, dan dingin yang alami, lebih dari 10.000 hektar lahan pertanian yang memproduksi jenis zaitun terbaik di dunia dan sejumlah sayuran, buah dan beras.

Tempatnya yang strategis membuat Al-Ahsa menjadi pusat pelabuhan dan perdagangan sejak dulu karena letaknya yang strategis, serta Al-Ahsa dahulu dikenal sebagai Gerbang Jazirah Arab. Oasisnya terletak sekitar 60km dari teluk persia sehingga membuatnya menjadi area yang paling mudah melalui jalur laut. Oasis tersebut jugaa tidak jauh dari kota besar yang lain (Riyadh, ibukota Saudi, berjarak sekitar 360km dan dari Dammam hanya sejauh 150km).

Al-Ahsa dulu dan sampai sekarang masih menjadi sebuah persinggahan yang menghubungkan kerajaan dengan UAE, Qatar, dan Oman. Pada awal keislaman, kota tersebut menjadi pintu masuk untuk jama’ah haji yang berasal dari berbagai negeri, mereka menuju mekkah yang berada di bagian barat negera Saudi Arabia.

Peran Al-Ahsa sebagai rute untuk jama’ah muslim dari timur dan tenggara meningkat secara signifikan dalam beberapa abad terakhir, tapi oasisnya mempunyai sejarah yang lebih panjang.

Baca juga: Yuk Cicipi 8 Kuliner Khas Arab Saudi saat Umroh di Mekkah

Al-Ahsa adalah salah satu kota pertama yang dihuni di daerah tersebut karena banyaknya persediaan air dan iklim yang mendukung untuk pertanian — sekarang dikategorikan sebagai salah satu permukiman tertua di Jazirah Arab. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa oasis mempunyai hubungan dengan peradaban kuno di Levan, Mesir dan Mesopotamia, serta mempunyai pengaruh yang kuat pada jalur perdagangan dan kafilah.

Bukti-bukti menunjukkan bahwa manusia pertama menghuni Al-Ahsa sekitar 5000 SM, dan peradaban yang berpusat pada oasis lebih mengembangkan kegiatan pertanian. Sistem irigasi yang modern telah ditemukan dan menunjukkan bagaimana air diangkut dari sumber menuju lahan pertanian.

Meskipun berkembang pesat dan menjadi area yang sangat penting bagi Saudi Arabia, Al-Ahsa tetap melestarikan budaya dan tradisinya. Al-Ahsa menjadi tempar wisata yang terkenal karena areanya yang hijau, terdapat berbagai sisa peradaban kuno, dan budayanya yang telah diwariskan secara turun temurun.

Facebook Comments