play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
       
1
Sejarah Islam

Berujung Mati Syahid, Ini Fakta Lain Al Hajib Al Manzor

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Bagi seorang muslim tentu sudah seharusnya mengetahui sejarah penting mengenai perkembangan Islam diberbagai negara, bukan hanya dinegara Arab Saudi atau Tmur Tengah saja, tetapi harus mengetahui perkembangan di negara lainnya seperti Eropa, dengan membaca sejarah mengenai perkembangan Islam di dunia, maka kita dapat mengetahui bagaimana para pejuang yang memperjuangkan agama Islam dengan mati-matian membela agama Allah SWT yang sangat agung dan tidak ada tandingannya ini.

Umroh.com merangkum, ketika Islam mulai memasuki masa kemunduran di daerah Semenanjung Arab, bangsa-bangsa Eropa justru mulai bangkit dari tidurnya yang panjang, bangsa Eropa mulai bangkit dari bidang politik, pemerintahan, dengan keberhasilan Eropa mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam dan bagian dunia lainnya, tetapi terutama dlam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Harus diakui, bahwa justru dalam bidang ilmu dan teknologi itulah yang mendukung keberhasilan negara-negara Eropa. Kemajuan-kemajuan Eropa tidak dapat dipisahkan dari peran Islam saat menguasai Spanyol.

Baca juga: Kisah Romantis Shafiyyah binti Adul Muthalib, Bikin Baper!

Awal Mula Hadirnya Al Hajib Al Manzor

Ketika Islam Berjaya di benua Eropa, tentunya terdapat orang-orang yang berjasa dalam memperjuangkan Islam di benua Eropa, salah satu pejuang tersebut adalah Al Hajib Al Manzor, nama tersebut yang terkenal dikalangan masyarakat Eropa, namanya memiliki nama asli Muhammad bin Aamer Al Aameri, beliau lahir pada tahun 326 H. dibagian selatan Andalusia. Beliau sendiri mengikuti kegiatan dalam pemerintahan pada saat beliau masih sangat muda, ketika masih muda beliau sudah menjadi kepala polisi di Cordova, karena dalam dirinya terdapat keberanian yang sangat tangguh serta berkat jasanya yang patut untuk diancungi jempol.

Al Hajib Al Manzor pun karena keberanian dan jasanya, beliau kemudian diangkat menjadi penasehat Gubernur Andalusia. Ketika beliau sudah habis masa jabatannya menjadi penasehat Gubernur, maka beliau diangkat menjadi Gubernur Andalusi serta berperan sebagai panglima tertinggi tentara Islam di Andalusia. Keberanian yang terdapat pada dirinya sudah tidak diragukan lagi, beliau pernah memimpin lebih dari 50 perang, dan yang dikagumkan adalah  beliau berhasil memenangkan semua perang tersebut, dan memimpin semua perang yang terjadi, selama beliau memimpin perang, beliau tidak pernah kalah sekalipun, sehingga sangat pantaslah beliau menduduki posisi sebagai Gubernur di Andalusia.

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Cukup download aplikasinya di sini dan dapatkan promo tabungan umrohnya!

Selama perang yang pernah diikuti dan dipimpin langsung oleh Al Hajib Al Manzor terdapat perang yang sangat besar, perang terbesar tersebut berada di Leon tepatnya di selatan Perancis. Perang Leon sendiri adalah dimana tentara Eropa bersatu bersama tentara Leon yang lainnya. Di perang Leon tersebut banyak raja-raja Eropa yang terbunuh, serta para prajurit yang banyak terbunuh serta banyak pula yang ditawan. Ketika beliau berhasil mengalahkan lawannya maka yang  dilakukan beliau adalah mengumandangkan adzan perdana di bumi Perancis tersebut.

Masyarakat atau pasukan perang yang dipimpin oleh Al Hajib Al Manzor sangat dibuat kagum oleh sikap pemimpinnya, karena setiap kali Al Hajib Al Manzor menng dalam peperangan, beliau pasti mengumandangkan adzan, setelah adzan sudah selesai dilakukan, beliau mengumpulkan debu yang lengket di pakaiannya, kemudian dimasukkan ke dalam botol. Al Hajib Al Manzor kemudian mewasiatkan jika nanti beliau meninggal botol tersebut agar di masukkan ke dalam kuburannya, berharap jika debu-debu yang telah disimpan di dalam botol tersebut dapat menjadi saksi di sisi Allah SWT dalam memperjuangkan agama Islam.

Alasan Bangsa Eropa Membenci Al Hajib Al Manzor

Eropa sendiri sangat membenci Al Hajib Al Manzor karena selama 25 tahun banyak tentara dan panglima mereka di pegang oleh Al Hajib Al Manzor, selama 25 tahun itu pula kehidupan mereka tidak pernah tenang dan tidak bisa beristirahat dengan tenang. Al Manzor juga berharap dan berdoa bahwa beliau akan meti dalam keadaan syahid saat di medan perang dan berharap jangan sampai beliau mati di antara tembok dan tiang istana. Doa nya pun terkabul, beliau mati dalam keadaan syahid di medan perang saat berperang di perbatasan Perancis di dekat perbatasan Pyrenees. 

Punya rencana untuk pergi umroh bersama pasangan? Jangan khawatir, umroh.com akan membantu wujudkan rencana Anda sekarang juga!

Beliau mati syahid pada umur 60 tahun dan beliau sudah menghabiskan waktunya selama 25 tahun untuk berjihad dan berjuang di agama Allah SWT dan menaklukkan musuh-musuh Islam. Bahkan terdapat kisah yang orang Eropa tidak menyukai Al Habib Al Manzor sebagai berikut.

Baca juga: Beginilah Kisah Menarik Abdullah Ibn Al-Mubarak soal Haji

Laki-laki Eropa duduk dan berpesta di atas kuburan Al Habib Al Manzor sambil menikmati minuman dan wanita. Salah seorang yang hadir di sana mengatakan “Demi Tuhan, jika seandainya laki-laki ini masih bernafas, hidup kita tidak akan tenang dan mungkin kita semua sudah mati.” Raja Alfanso pun tahu dan marah, dengan lancangnya dia menarik pedangnya dan ingin menebas kepala pengawalnya itu.

Tulis Komentar Anda