1
Sejarah Islam

Alasan Halimah Berhenti Mengasuh Nabi Muhammad

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Nabi Muhammad lahir pada hari senin, tanggal 12 Rabi’ul awal tahun gajah. Beliau lahir dari seorang ibu bernama Sayyidah Aminah dan ayah Abdullah. Seperti yang kita ketahui ketika nabi Muhammad lahir semasa menyusui ia hanya disusui 3 hari oleh Aminah dan selanjutnya dipindahkan ke beberapa perempuan lain yang turut menyumbangkan air susu ibu (ASI) kepada Nabi Muhammad termasuk air susu dari Halimah.

Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Berhutang kepada Yahudi

Banyak pertanyaan yang muncul mengapa pada saat itu Rasulullah tidak disusui oleh ibundanya saja padahal air susu Aminah pun cukup dan bagus untuk tumbuh kembang Rasulullah. Kebiasaan tersebut dilanggengkan agar anak itu hidup dalam udara padang pasir yang bersih dan suasana yang bebas-merdeka. Sehingga anak dapat tumbuh dengan segar, sehat, cerdas, dan mandiri. Juga agar anak dapat berbicara bahasa yang asli, yakni bahasa orang badui yang sejati. Sebab, bahasa arab di perkotaan telah bercampur dengan bahasa asing lainya (KH. Moenawwar Kholil, Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad SAW, 2001: 70).

Umroh.com merangkum, dari beberapa perempuan yang sempat menyusui Rasulullah, kepada Halimah lah Sayyidah Aminah menitipkan Rasulullah yang paling lama. Yaitu sekitar 5 tahun lamanya.  Awalnya Halimah menolak membawa Rasulullah karena ia yatim, Pada saat itu, Halimah berpikiran secara praktis saja: Muhammad yatim, jadi siapa yang bertanggung jawab untuk membayar jasa menyusuinya. Setelah ke sana-kemari tidak mendapatkan anak yang akan dibawanya pulang, ia kembali ke rumah Sayyidah Aminah dan menerimanya dengan terpaksa. Dengan pertimbangan yang sangat sederhana sekali. Ia hanya berharap akan mendapatkan berkah manakala mengasuh anak yatim. Tidak lebih. Karena kalau mengharapkan upah, Muhammad sendiri sudah tidak memiliki seorang bapak.  

Betul saja, keberkahan yang diharapkan Halimah langsung muncul manakala ia baru pertama kali menggendong Muhammad. Sebelumnya, payudara Halimah tidak mengeluarkan air susu. Namun ketika Muhammad menyusu, payudara Halimah langsung kembali mengeluarkan susu. Muhammad kecil mulai menyusu hingga tertidur nyenyak. 

Baca juga: Sudahkah Anda Sholat Hari Ini? Yuk Lihat Jadwal Lengkapnya di Sini

Unta betina Halimah yang dibawa dalam rombongan juga mendadak penuh dengan susu. Halimah dan rombongan meminum susu dari untanya itu hingga kenyang. Bahkan, keledai yang dikendarainya berjalan begitu cepat ketika pulang ke kampung Bani Sa’d. Halimah menjadi yang pertama sampai di kampung halamannya itu, padahal sebelumnya keledai itu jalannya lambat sekali.

Keberkahan demi keberkahan didapat Halimah setelah mengasuh dan menyusui Muhammad kecil. Kehidupannya menjadi sejahtera dan serba kecukupan. Berbanding terbalik dengan kondisinya sebelum ada Muhammad kecil. Maka tidak heran jika ia selalu meminta Aminah, ibunda Muhammad, agar bisa lebih lama lagi mengasuh Muhammad kecil. 

webinar umroh.com

Namun, semangat dan keinginan Halimah untuk terus mengasuh Muhammad tiba-tiba padam. Halimah akhirnya menyerahkan Muhammad kepada Aminah setelah mengasuhnya selama lima tahun. Hal itu membuat Aminah terheran – heran. Apa sebetulnya yang membuat Halimah sampai berubah pikiran dan berhenti mengasuh Muhammad kecil. Bukan kah ia terus meminta izin agar bisa lebih lama lagi mengasuh Muhammad.  

Ternyata pada saat itu, ada peristiwa aneh yang terjadi pada Muhammad yang membuat Halimah ingin langsung berhenti mengasuhnya. Diceritakan bahwa suatu ketika Muhammad bermain dengan teman-temannya yang lain. Tiba – tiba dua malaikat datang menghampirinya dengan membawa bejana emas berisi es. Mereka membelah dada Muhammad dan mengeluarkan hatinya. Hati itu dibedah dan dikeluarkanlah gumpalan darah yang berwarna hitam. Kemudian dicuci dengan es. Setelah itu dikembalikan seperti semula. 

Baca juga: Ada Banyak Pilihan Mudah untuk Pergi Umroh, Caranya di Sini!

Teman-teman se-permainan Muhammad lari terbirit-birit. Mereka mengadu kepada orang tuanya perihal apa yang terjadi pada Muhammad. Lalu, orang tua mereka dan Halimah mendatangi tempat dimana Muhammad berada. Ketika sampai di tempat Muhammad, ia langsung memeluk erat tubuh anak asuhnya yang menggigil ketakutan dan wajahnya yang pucat. 

Muhammad menceritakan kepada Halimah apa yang terjadi kepadanya. Mendengar itu, ia khawatir dengan keselamatan Muhammad. Ia dan suaminya sepakat mengembalikannya kepada ibunya. Akhirnya Halimah pun mengembalikan Muhammad ke Mekkah untuk kembali lagi  kepada ibundanya Aminah, usai kejadian itu.