1
Parenting

Anak Bandel? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr
Advertisements
webinar umroh.com

Anak-anak memiliki karakternya masing-masing. Terkadang mereka manis dan menggemaskan, namun tidak jarang berperilaku yang membuat pusing bukan kepalang. Ada beragam perilaku tidak menyenangkan yang biasa ditunjukkan anak. Misalnya memukul, berbohong, tidak mau menuruti perintah orang tua, suka melawan, dan sebagainya.

Apa yang Anda lakukan jika anak menunjukkan perilaku yang kurang baik? Bisa jadi jawabannya adalah memarahi, menasehati, mengajaknya bicara, hingga menghukum. Semua timbal balik itu dilakukan orang tua untuk mendidik anak menjadi seseorang yang lebih baik.

Akan tetapi, ada satu hal yang seharusnya dilakukan orang tua jika anak menunjukkan perilaku yang buruk, yaitu mencari penyebabnya. Tindakan-tindakan seperti mengajak bicara, menasehati, atau menghukum tidak akan menimbulkan efek berarti jika kita tidak mencari penyebab di balik buruknya perilaku anak.

Untuk mengetahui penyebab perilaku buruk anak, dekati mereka dengan empati dan penuh penghormatan. Dengan begitu si kecil akan lebih terbuka, dibandingkan saat kita mendekati mereka dengan penuh penghakiman. Karena pada dasarnya, ada beberapa hal yang mempengaruhi perilaku anak.

Kurang Tidur

Tidur adalah kunci perkembangan otak yang sehat. Tidur yang berkualitas sangat penting bagi si kecil yang sedang dalam masa pertumbuhan. Saat tidur, otak mereka berkembang dengan menciptakan koneksi dan jalur syaraf yang baru. Tidur yang berkualitas akan berpengaruh pada kemampuan intelektualnya dan kemampuannya mengendalikan emosi. Coba cek kualitas dan jumlah waktu tidurnya, jika ia menunjukkan perilaku yang kurang baik.

Bosan atau Merasa Tidak Aman

Anak yang tampak memberontak biasanya disebabkan karena bosan atau merasa tidak aman. Rutinitas yang terlalu teratur membuat anak bosan, karena masa anak-anak adalah saat di mana ia memerlukan banyak stimulasi dan tantangan. Ia akan cenderung memberontak jika menginginkan kehidupan yang menantang baginya.

Selain itu, perasaan tidak aman juga bisa mempengaruhinya untuk berontak. Rasa tidak aman bisa disebabkan karena perilaku orang tua yang sering menyakiti hati atau fisiknya.

Lapar atau Haus

Ketika anak tampak terlalu rewel, bisa jadi ia sedang lapar dan haus. Karena itu, daripada anak rewel atau tantrum saat pergi bersama, lebih baik selalu sediakan bekal makanan kecil.

webinar umroh.com

Terlalu Banyak Asupan Gula

Makanan juga memberikan pengaruh pada perilaku anak. Anak-anak yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan manis dan makanan olahan akan cenderung mengembangkan perilaku yang sulit diatur. Jika anak mulai membuat orang tua kewalahan, coba cek, apakah akhir-akhir ini sering memberikan makanan manis olahan kepada anak (misalnya permen, cokelat, minuman ringan, dan sebagainya). Lebih baik biasakan anak dengan buah-buahan yang lebih sehat dan mengandung gula alami.

Terlalu Banyak Stimulasi, Atau Kurang Stimulasi

Saat berada di tempat asing, anak akan cenderung rewel. Biasanya, orang tua akan kerepotan menghadapinya saat di tempat umum, Itu karena ia mengalami overstimulasi akibat terlalu banyak orang, suara yang terlalu bising, atau suasana yang terlalu kacau.

Selain itu, ketika anak kurang terstimulasi, ia akan merasa bosan dan mencari kegiatan untuk menghibur dirinya sendiri. Ia juga akan mencari perhatian orang tua agar mau memberikan stimulasi padanya. Tidak heran ia akan melakukan hal-hal ‘ajaib’ yang membuat orang tua kewalahan.

 

Pada dasarnya, anak akan berperilaku baik jika kebutuhannya terpenuhi. Ubah perilaku anak dengan memenuhi kebutuhannya akan kasih sayang, keamanan, kenyaman, hiburan, kebebasan berekspresi, bermain, interaksi yang sehat, serta makanan yang bergizi. Semoga si kecil tidak bandel lagi, ya.

Tommy Maulana

Alumni BUMN perbankan yang tertarik berkolaboraksi dalam bidang SEO, Umroh, Marketing Communication, Public Relations, dan Manajemen Bisnis Ritel.