play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Maulid Nabi di Arab Saudi Dilarang? Ini Jawabannya!

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Maulid Nabi Muhammad SAW atau Maulud adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW, yang jatuh pada setiap tanggal 12 Rabiul Awal. Kata Maulid atau milad dalam Bahasa arab berarti hari lahir. Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhaammad SAW wafat, secara substansi, peringatan ini adaalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW. Tapi benarkah Arab Saudi Melarang adanya Maulid Nabi? Ini jawabannya.

Umroh.com merangkum, di Indonesia pada umumnya menyambut maulid nabi dengan mengadakan perayaan-perayaan keagamaan seperti  pembacaan shalawat nabi, pembacaan syair Barzanji dan pengajian. Dan khususnya di jawa dirayakan dengan perayaan dan permainan gamelan Sekaten, adaaun pawai endhog-endhogan yang dilaksanakan oleh masyarakat Banyuwangi – Jawa Timur. Di luar negeri pun yang mayoritasnya berpenduduk Muslim juga merayakan seperti Malaysia, India, Rusia, dan Kanada. Sedangkan Arab Saudi dan Qatar tidak menjadikan Maulid Sebagai hari libur resmi.

Baca juga: Arti, Makna dan Hikmah Tradisi Maulid Nabi

Larangan Maulid Nabi di Arab Saudi

Negara Arab Saudi masih mengharamkan perayaan maulid nabi. Perayaan maulid nabi dilarang digelar di Masjid Al-Haram, Masjid Nabawi, dan semua masjid di Arab Saudi. Meski pemerintah Arab Saudi telah menetapkah tanggal 12 Rabiul Awal sebagai hari Libur Nasional, namun negara Arab Saudi itu masih mengharamkan perayaan maulid Nabi Muhammad SAW.

Perayaan Maulid Nabi hanya bisa dilakukan di rumah-rumah atau gedung sewa bukan di masjid seperti di negara-negara berpenduduk mayoritas musli lainnya, termasuk Indonesia. Hal ini sejalan dengan fatwa yang dikeluarkan Mufti Agung Arab Saudi Syekh Abdul Aziz bin Abdullah asy-Syekh. Pada dua tahun lalu beliau bilang memperingati hari kelahiran Rasullah adalah perbuatan berdosa, praktek takhayul dan bertentangan dengan ajaran Islam. Menurut beliau peringatan maulid itu adalah bidah mulai berkembang di tiga abad pertama kemunculan Islam, saat para sahabat dan tabi’in masih hidup.

Mau dapat tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya di sini sekarang juga!

Kenapa negara Arab Saudi melarang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, karena sebagian besar ulama Arab Saudi seperti, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, berpendapat bahwa merayakan maulid bukanlah cara yang tepat untuk menunjukkan kecintaan kita kepada Rasullah berbeda halnya dengan Ahlusunnah lebih mencintai Rasullah daripada ayah dan ibu mereka dan daripada diri mereka sendiri. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, merujuk pada sabda nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

”Tidaklah (sempurna) iman salah seorang diantara kalian sehingga aku lebih dicintainya daripada orangtuanya, anaknya dan segenap umat manusia “. Dan perkataan Kholifah yang kedua. “ Umar bin Khattab Radhiallahu ‘anhu berkata kepada Rasulullah: “ Wahai Rasulullah, sungguh engkau lebih aku cintai dari segala sesuatu kecuali diriku sendiri. “ maka Nabi Muhammad SAW bersabda, “ Tidak, demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, (tidak benar) sampai aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri. Ulama-ulama Saudi juga berkeyakinan bahwa seandainya Rasulullah mengajarkan untuk merayakan maulid ini, tentu kami akan merayakannya. Akan tetepi beliau tidak mengajarkannya tidak juga dari kalangan sahabat yang pernah merayakan maulid.

Secara umum, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak apa-apa dilakukan kapan saja. Akan lebih mengena, jika perayaan itu dilaukukan tepat pada bulan Rabiul Awal, karena Nabi dilahirkan pada bulan tersebut. Seperti contoh, Nabi Muhammad pernah berpuasa hari Senin, menurut beliau berpuasa di hari Senin dikarenakan hari Senin hari kelahiran beliau. Jadi sebagian ulama berpendapat bahwa merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tidak apa-apa, sebab nabi Muhammad SAW sendiri merayakan kelahirannya dengan berpuasa sunnah Senin.

Harga pas di kantong, yuk pilih paket umroh Anda cuma di umroh.com!

Nabi Muhammad SAW adalah teladan/ panutan sejati, apa yang dilakukan merupakan sunnah Nabi yang artinya mendapat pahala, dan tidak berdosa bagi yang meninggalkannya. Prof. Muhammad Alawi Al-Maliki berpendapat bahwa merayakan perayaan Maulid Nabi Muhammad itu merupakan perkara Ijtihadiyah. Artinya, merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak harus pada bulan Rabiul Awwal yang bertepatan dengan hari Senin. Beliau juga mencontohkan bagaimana merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap saat dan waktu dengan bersedakah dan memberi makan kepada orang lain. Dan dalam merayakan sambil melantunkan syair-syair indah seputar perjuangan beliau di dalam membela Islam, dan bagaimana metode dakwah Rasulullah SAW. 

Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, Indonesia salah satu dari negara Islam terbesar yang paling suka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketika bulan Rabiul awal, masjid, mushollah serta majelis ta’lim beramai-ramai merayakan Maulid Nabi SAW dengan berbagai macam cara seperti ; mendatangkan Ustad, kyai untuk berceramah seputar kelahiran  Nabi dan perjuangan beliau menegakkan agama Islam, bersholawatan berjamaah.

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di umroh.com!

Sesungguhnya, merayakan maulid Nabi Muhammad SAW tidak cukup dengan mengadakan acara ceramah, sholawatan berjamah pada setiap bulan Rabiul Awal, bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, melainkan dengan cara meneladani seluruh aspek kehidupannya merupakan salah satu usaha menghidupkan Nabi Muhammad pada diri sendiri. Menerapkan sifat ulul azmi Nabi Muhammad SAW pada diri sendiri, jujur, adil, Amanah, Fathonah, dan tabligh (cerdas / pintar)

Facebook Comments