play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Muslim Lifestyle

Asal-usul Puasa Ayyamul Bidh yang Dianjurkan Setiap Bulan

Google+ Pinterest LinkedIn Tumblr

Umroh.com – Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa tiga hari pada setiap bulan Qamariyyah. Puasa ini merupakan puasa sunnah yang memiliki pahala yang besar. Adapun puasanya berturut-turut pada tanggal 13, 14, 15 setap bulannya. Tak perlu khawatir, ini asal-usul puasa ayyamul bidh yang wajib diketahui.

Siapapun yang berpuasa tiga hari ayyamul bidh, maka ia sama dengan puasa selama satu bulan. Lalu apabila ia melakukannya setiap bulan, maka setara dengan puasa setahun penuh. Hal tersebut terkandung dalam riwayat berikut:

وَإِنَّ بِحَسْبِكَ أَنْ تَصُومَ كُلَّ شَهْرٍ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ فإن لك بِكُلِّ حَسَنَةٍ عَشْرَ أَمْثَالِهَا فإن ذلك صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: “Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kaulakukan. Karena itu, maka puasa ayyamul bidh sama dengan berpuasa setahun penuh,” (HR Bukhari-Muslim)

Baca juga: Hukum Puasa Sya’ban Sebelum Memasuki Bulan Ramadhan

Asal-usul Puasa Ayyamul Bidh

Umroh.com merangkum, asal mula nama ayyamul bidh menurut apa yang terdapat dalam kitab ‘Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari’ diterangkan bahwa adanya sebab dinamai ayyamul bidh adalah karena memiliki keterkaitan dengan kisah Nabi Adam AS saat Nabi Adam dan Hawa diturunkan ke muka bumi.

Dalam riwayat Ibnu Abbas, saat Nabi Adam AS tergoda dengan syaiton dan diturunkan ke muka bumi seluruh tubuhnya pun terbakar oleh matahari. Hal itu membuatnya menjadi hitam/gosong. Lalu Allah SWT menurunkan wahyu kepadanya untuk berpuasa selama tiga hari (tanggal 13, 14, 15). Ketika berpuasa pada hari pertama, sepertiga badannya menjadi putih. Puasa hari kedua, sepertiganya lagi menjadi putih. Puasa hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download aplikasinya sekarang juga!

“Sebab dinamai ‘ayyamul bidh’ adalah riwayat Ibnu Abbas RA, dinamai ayyamul bidh karena ketika Nabi Adam AS diturunkan ke muka bumi, matahari membakarknya sehingga tubuhnya menjadi hitam. Allah SWT kemudian mewahyukan kepadanya untuk berpuasa pada ayyamul bidh (hari-hari putih); ‘Berpuasalah engkau pada hari-hari putih (ayyamul bidh)’. Lantas Nabi Adam AS pun melakukan puasa pada hari pertama, maka sepertiga anggota tubuhnya menjadi putih. Ketika beliau melakukan puasa pada hari kedua, sepertiga anggota yang lain menjadi putih. Dan pada hari ketiga, sisa sepertiga anggota badannya yang lain menjadi putih.”

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada ayyamul biidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.” (HR. An Nasai no. 2347. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Tak hanya menjadi tamu istimewa Allah di Tanah Suci, Umroh juga melancarkan rezeki Anda. Yuk temukan paket umroh terbaik cuma di Umroh.com!

Pendapat Lain Soal Puasa Ayyamul Bidh

Sementara terdapat pendapat lain yang menyatakan kisah dibalik nama ayyamul bidh lantaran karena malam tersebut bulan terang bendenrang menyinari bumi. Dan saat itu pula rembulan selalu menyinari bumi dari matahari terbenam sampai terbit kembali. Karena itulah pada hari-hari itu, malam dan siang menjadi putih (terang).

“Pendapat lain menyatakan, hari itu dinamai ayyamul bidh karena malam-malam tersebut terang benderang oleh rembulan dan rembulan selalu menampakkan wajahnya mulai matahari tenggelam sampai terbit kembali di bumi. Karenanya malam dan siang pada saat itu menjadi putih (terang),” (Lihat Badruddin Al-‘Aini Al-Hanafi, ‘Umdatul Qari` Syarhu Shahihil Bukhari, juz XVII, halaman 80)

Punya rencana untuk berangkat umroh bersama keluarga? Yuk wujudkan rencana Anda cuma di Umroh.com!

Namun dikecualikan untuk berpuasa pada tanggal 13 Dzulhijjah (bagian dari hari tasyriq). Berpuasa pada hari tersebut diharamkan.

Itulah asal-usul dari puasa ayyamul bidh. Semoga kita bisa mulai berpuasa di tanggal 13, 14 dan 15 setiap bulan Qomariyyah ini ya!

Facebook Comments