Imunisasi radang otak merupakan salah satu jenis imunisasi yang dapat diberikan kepada bayi. Imunisasi radang otak diberikan sebagai upaya pencegahan terjadinya penyakit radang selaput otak atau yang dikenal dengan penyakit meningitis. Pentingnya Imunisasi Radang Otak Imunisasi radang otak sangatlah dianjurkan untuk diberikan kepada bayi. Di Amerika dan Inggris sebelum terdapatnya imunisasi radang otak atau dikenal juga sebagai vaksinasi HIB (Haemophilus Influenzae tipe B), angka kematian karena infeksi kuman haemophilus tipe B pada bayi di bawah usia 6 bulan sangat tinggi. Kuman ini menyerang bagian vital tubuh, yaitu selaput otak. dr. H. Hindra Irawan Satari, SpA, dari bagian anak RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta, mengatakan bahwa dengan adanya imunisasi radang otak,angka kematian dan juga penyakitnya menurun drastis. Oleh sebab itu, imunisasi radang otak ini dianjurkan, terutama bagianak yang berusia kurang dari 6 bulan. Di indonesia sendiri berdasar hasil studi di beberapa daerah seperti di Mataram, angka prevalensinya sekitar 3 persen. Lalu dari…
Imunisasi merupakan sebuah prosedur pencegahan penyakit menular yang diberikan kepada anak sejak masih bayi hingga remaja. Melalui program ini, tubuh diperkenalkan dengan bakteri atau virus tertentu yang sudah dilemahkan atau dimatikan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun guna membentuk antibodi. Antibodi yang terbentuk setelah imunisasi berguna untuk melindungi tubuh dari serangan mikroorganisme tersebut di masa yang akan datang. Inilah yang disebut dengan kekebalan aktif. Kesehatan merupakan satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu. Pembangunan kesehatan di Indonesia memiliki beban ganda (double burden), dimana penyakit menular masih menjadi sebuah permasalahankarena tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga tidaklah mudah untuk memberantasnya. Ketersediaan vaksin mampu mencegah penyakit menular sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien. Pemberian vaksin melalui program imunisasi BIAS merupakan salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat. Program imunisasi BIAS mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama dalam pembangunan kesehatan…
Penyakit TB ( tuberculosis)merupakan salah satu jenis penyakit yang banyak terjadi di Indonesia. Penyakit TB tersebut jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, dapat menyebabkan kematian. Dalam beberapa tahun yang lalu, di Indonesia penyakit TB banyak terjadi bahkan sampai menyebabkan kematian. Maka dari itu, penyakit tersebut harus diwaspadai. Hal yang harus dilakukan yaitu dengan melakukan tindakan pencegahan agar terhindar dari penyakit TB salah satunya yaitu dengan imunisasi BCG. Penyakit TB adalah penyakit yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis dan Mycobacterium bovis. Tuberkulosis paling sering mengenai paru-paru tetapi dapat juga mengenai organ – organ lainnya seperti selaput otak, tulang, kelenjar getah bening dan organ lain. Tuberculosis dapat diobati dengan obat anti tuberculosis(OAT) yang diminum selama minimal 6 bulan. OAT ini tersedia gratis dipuskesmas se Indonesia. Akan tetapi, walaupunOAT ini tersedia gratis, Indonesia masih merupakan salah satu negara dengan penderita TB terbanyak di dunia.Untuk mencegah terjadinya penyakit TB hal yang pada umumnya dilakuka yaitu…
Imunisasi polio merupakan salah satu jenis dari imunisasi dasar yang terdapat di Indonesia. Karena merupakan imunisasi dasar, maka imunisasi polio merupakan imunisasi yang wajib dilakukan. Imunisasi tersebut memiliki tujuan untuk mencegah terjadinya penyakit polio. Dalam melakukan imunisasi polio vaksin yang dapat digunakan yaitu vaksin polio oral. Vaksin Polio Oral (OPV) adalah vaksin trivalen yang merupakan cairan berwarna kuning kemerahanyang biasanya dikemas dalam vial gelas yang mengandung suspensi dari tipe 1,2, dan 3 virus Polio hidup (strain Sabin) yang telah dilemahkan. Vaksin Polio Oral ini merupakan suspensi “drops” untuk diteteskan melalui droper (secara oral). Vaksinpolio digunakan untuk melakukan pencegahan terhadap Poliomyelitis.Vaksin tersebut bekerja dengan cara merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap Poliomyelitis.Dalam pemberian vaksin polio terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain sebagai berikut: Harus diberikan secara oral Pemberian secara bersama-sama dengan vaksin hidup lainnya harus dilakukan secara terpisah Perhatikan petunjuk pemakaian vaksin Kandungan di Dalam Vaksin Polio Pada umumnya, tiap dosis…
Imunisasi BCG merupakan imunisasi yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit TB ( tuberculosis). Pemberian Imunisasi BCG tidak mencegah infeksi tuberculosis, akan tetapi mengurangi risiko terjadinya tuberkulosis berat seperti meningitis TB (penyakit radang selaput otak oleh kuman TB). Efektivitas imunisasi BCG bervariasi antara 0% – 80%. Hal ini berhubungan dengan beberapa faktor yaitu mutu vaksin yang dipakai dan kondisi anak itu sendiri seperti umur, keadaan gizi dan lain – lain. Efek proteksi akan timbul setelah 8-12 minggu setelah penyuntikan.Vaksin yang digunakan untuk imunisasi BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain Paris.Vaksin tersebut bekerja dengan cara merangsang tubuh membentuk antibodi terhadap tuberkulosa. Pada pembahasan kali ini akan diberikan beberapa informasi mengenai vaksin BCG antara lain sebagi berikut: Kandungan yang Terdapat Di Dalam Vaksin BCG Tiap ampul vaksin mengandung : Bacillus Calmette Guerin hidup 1,5 mg Pelarut mengandung : Natrium klorida 0,9 % INDIKASI Posologi Vaksin yang telah dilarutkan diberikan secara intradermal, sebanyak…
Penyakit hepatitis B adalah jenis penyakit liver berbahaya dan dapat berakibat fatal. Virus Hepatitis B (HBV) ditularkan melalui hubungan seksual, darah (injeksi intravena, transfusi), peralatan medis yang tidak steril atau dari ibu ke anak pada saat melahirkan. Imunisasi hepatitis B merupakan sebuah imunisasi yang dilakukan untuk mencegahdari terjangkitnya penyakit hepatitis B. dengan melakukan imunisasi hepatitis B akan membantu agar virus hepatitis B tidak masuk ke dalam tubuh. Gejala Hepatitis B Pada umumnya penyakit hepatitis B tidak menimbulkan gejala, namun jika menimbulkan gejala biasanya keluhan khas yang dirasakan antara lain: nyeri dan gatal di persendian mual kehilangan nafsu makan nyeri perut ikterik Banyak bayi dan anak-anak yang terkena hepatitis B tidak benra-benarsembuh, sehingga mendapatkan masalah liver di usia dewasa. Anda perlu berhati-hati dengan virus HBV karena dapat ditularkan oleh orang yang sehat (yang tidak mengembangkan penyakit hepatitis B) tetapi membawa virus ini.Untuk menangkal virus ini dapat dilakukan dengan cara imunisasi hepatitis…
Imunisasi merupakan salah satu cara yang digunakan untuk melindungi bayi ataupun balita dari berbagai macam ancaman penyakit yang dapat menyerang tubuh si kecil. Salah jenis dari imunisasi yaitu imunisasi polio. Imunisasi merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif. Artinyakita tidak memasukkan antibodi atau zat kekebalan tubuh ke dalam tubuh anak akan tetapi kita memasukkan suatu zat yang bersifat antigen ke dalam tubuh anak.Zat antigen ini bisa berupa kuman/virus hidup yang dilemahkan atau yang sudah mati, bisa juga berupa bagian dari sel kuman atau virus. Zat yang bersifat antigen ini, bila masuk ke dalam tubuh akan merangsang tubuh untuk membuat antibodi yang bersifat khusus terhadap antigen tersebut.Contohnya, jikakita memasukkan kuman TBC yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh maka tubuh akan bereaksi membentuk antibodi anti TBC tanpa membuat kita jatuh sakit TBC. Jadi, bila suatu saat nanti ada kuman TBC masuk ke dalam tubuh kita maka kita sudah…
Imunisasi merupakan sebuah hal yang sangat diperlukan bagi bayi untuk menjaga ksehatan bagi tubuhnya. Imunisasi yang diberikan merupakan salah satu cara yang digunakan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk bisa menangkal segalan ancaman bentuk penyakit. Imunisasi merupakan bagian dari pemantauan kesehatan yang menjadi kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang optimal. Menurut WHO (World Health Organization) imunisasi dapat mencegah 2-3 juta kematian tiap tahunnya. Imunisasi bukan hanya dapat melindungi seseorang terhadap penyakit tertentu, namun juga dapat menurunkan angka kejadian (prevalensi) penyakit. Bahkan mengubah epidemi penyakit dan menghilangkan penyakit. Dengan mnejalankan jadwal imunisasi secara lengkap, tumbuh kembang anak akan menjadi lebih optimal karena kesehatannya terpelihara dengan baik. Salah satu imunisasi yang dapat diberikan kepada bayi dan balita yaitu imunisasi PCV. Imunisasi PCV menggunakan vaksin PCV atau Pneumococcal Vaccine alias vaksinasi pneumokokus memberikan kekebalan terhadap serangan penyakit IPD (Invasive Peumococcal Diseases) yakni meningitis (radang selaput otak), bakteremia (infeksi darah), dan pneumonia (radang paru).…
Imunisasi merupakan sebuah upaya untuk memperkuat antibodi di dalam tubuh, tujuan mmemperkuat antibodi tersebut yaitu agar tubuh lebih kuat menahan dari segala bentuk ancaman penyakit yang berbahaya atau yang dapat mengancam jiwa, yang dapat menyerang tubuh. Biasanya imunisasi diberikan kepada balita agar bayi tersebut terhindar dari segala bentuk ancaman penyakit. Salah satu imunisasi yang pada umumnya diberikan adalah imunisasi TT. Imunisasi TT merupakan sebuah imunisasi yang banyak diberikan kepada balita. Imunisasi TT merupakan salah satu rangkaian dari seluruh rangkaian pemberian imunisasi lengkap bagi balita. Namun, imunisasi TT atau Imunisasi Tetanus Toxoid merupakan sebuah imunisasi yang tidak hanya diberikan kepada bayi saja akan tetapi imunisasi tersebut diberikan pula kepada ibu hamil. Tujuan diberikannya imunisasi TT kepada ibu hamil antara lain untuk mencegah terjadinya penyakit tetanus bagi ibu dan bayinya. Penyakit tetanus merupakan sebuah penyakit yang dapat mengancam jiwa. Penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang disebut dengan Clostridium tetani. Colostridum tetanimerupakan sebuah…
Dengan adanya teknologi yang berkembang pesat saat ini, informasi sangatlah mudah untuk di dapat. Beberapa orang tua tentunya akan mencari informasi mengenai akan adanya bahaya imunisasi. Bahaya imunisasi yang akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak tentunya merupakan hal yang harus dihindari dan sangatlah perlu diwaspadai bagi para orangtua. Namun, menanggapi hal diatas dr. Soedjatmiko, SpA(K), Msi selaku satgas imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia mengatakan bahwa bahay imunisasi yang berembang di masyarakat tidak sepenuhnya benar. Pendapat bahaya imunisasi yang terdapat dalam buku, tabloid, blog atau milis umumnya dikutip dari artikel yang ditulis oleh psikolog, ahli statistik, homeopati, bakteriologi, sarjana hukum, kolumnis, ahli kanker, dan jurnalis yang bekerja sebelum tahun 1960. Pada saat ini teknoligi telah mengalami perkembangan sangat cepat sehingga kenis dan teknologi pembuatan vaksin telah mengalami kemajuan pesat. Dr, Soedjatmiko mengatakan beberapa perspespi yang salah mengenai bahaya imunisasi antara lain sebagai berikut: Vaksinmengandung lemak babi Pada proses penyemaian induk…