1
Author

administrator

Browsing

Mengapa masih banyak saja orang yang begitu enteng menebar janji tanpa ada rasa beban dan juga usaha untuk dapat menepatinya? Padahal janji adalah hutang. Hutang wajib dibayar. Allah SWT menegaskan: . Penuhilah janji kalian. Sungguh janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban (TQS al-Isra` [17]: 34). . Para rasul adalah orang-orang yang biasa menepati janji. Salah satunya Ibrahim as. Allah SWT berfirman: . Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji (TQS an-Najm [53]: 37). . Allah SWT pun berfirman tentang Ismail as.: Sungguh ia adalah seorang yang benar janjinya (TQS Maryam [19]: 54). . Tatkala Ismail as. berjanji untuk sabar jika disembelih oleh bapaknya—karena perintah Allah SWT—ia pun menepati janjinya dengan menyerahkan dirinya pada perintah Allah SWT (As-Saadi, Taysîr al-Karîm ar-Rahmân, hlm. 822). . Tentu demikian pula Rasulullah Muhammad saw. Bahkan sebelum diutus oleh Allah, beliau telah dijuluki sebagai orang jujur dan terpercaya. Apalagi setelah beliau menjadi nabi (Lihat: Zâd al-Ma’âd, 3/262). . Hal…

Iblis adalah mahluk penghulu para pendosa. Iblis diusir dari surga dan dikutuk sampai hari kiamat. Padahal iblis itu pernah beraudiensi dengan Allah. Kalau iman itu sekedar percaya bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah, iblis beriman! Iblis juga tidak pernah melakukan dosa besar seperti syirik, durhaka pada orang tua, berzina, mencuri, atau membunuh. . Dosa paling awal dari iblis itu cuma dua: sombong & bohong. . – Sombong kepada Allah: menolak disuruh sujud ke Adam. . Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu”. Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”. (QS. 7:12) . Segala macam pembangkangan kepada syari’at akibat meremehkan syari’at atau para pengembannya adalah mengikuti iblis. . – Bohong kepada Adam: bilang pohon terlarang itu pohon keabadian (khuldi). . “Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya…

Dalam sebuah ceramahnya, menarik sekali apa yang disampaikan ustadz Adi Hidayat tentang mendidik anak dalam tumbuh kembang. Kita bisa melihat dari penggunaan bahasa Alquran yang digunakan ternyata setiap periode usia berbeda. . Beliau menyampaikan ketika Luqman mendidik anaknya, ia memanggil dengan narasi ” ya bunayya ” panggilan itu dikenal sebagai panggilan sayang, panggilan manja, untuk anak usia prabaligh. . Dalam bahasa Arab narasi ya bunayya adalah narasi tadlil يُدَلِّلُ طِفْلَهُ” : يُدَلِّعُهُ، يُغَنِّجُهُ، يُعامِلُهُ مُعامَلَةً فيها الكَثيرُ مِنَ اللُّطْفِ وَالتَّرْفيهِ. Intinya panggilan lembut dan manja. . Dari sini bisa dipahami bahwa Alquran mengajarkan orang tua memanggil harus yang nyaman didengar anak, panggilan sayang penuh kelembutan, tidak menggunakan kata-kata kasar, bentakan dan tidak ahsan. . Pelajaran yang pertama kali diberikan dari sana kepada anak-anak adalah suatu pondasi aqidah Islam. Setelah panggilan sayang itu, para orang tua dapat menggunakan kata larangan dalam perkara keimanan. . Setelah menggunakan kata sayang seperti ya bunay,ya,…

Ummul Mukminin Aisyah ra. pernah menuturkan: Apabila langit dan angin kencang, wajah Baginda Nabi saw. yang biasanya memancarkan cahaya akan terlihat pucat-pasi karena takut kepada Allah. Beliau lalu keluar dan masuk ke masjid dalam keadaan gelisah seraya berdoa (yang artinya): . “Ya Allah..aku berlindung kepada-Mu dari keburukan hujan dan angin ini, dari keburukan apa saja yang dikandungnya dan keburukan apa saja yang dibawanya.” . Aisyah ra. bertanya, “Ya Rasulullah, apabila langit mendung, semua orang merasa gembira karena pertanda hujan akan turun. Namun, mengapa engkau tampak ketakutan?” . Nabi saw. menjawab: “Aisyah, bagaimana aku dapat meyakini bahwa awan hitam dan angin kencang itu tidak akan mendatangkan azab Allah? Kaum ‘Ad telah dibinasakan oleh angin topan. Saat awan mendung, mereka bergembira karena hujan turun, padahal Allah kemudian mendatangkan azab atas mereka.” (HR Muslim dan at-Tirmidzi). . Masya Allah! Kita sepantasnya takjub dengan rasa takut Rasulullah saw. kepada Allah. Bayangkan, Rasul adalah kekasih-Nya,…

Beberapa Poin Terpenting dari Masjid Jogokariyan. -Masjid Jogokariyan menjadi masjid percontohan masjid yang makmur kegiatan di seluruh Indonesia. -Masjidnya hanya berlokasi di tanah wakaf 700 m2 tapi dengan 3 lantai, dan hanya masjid kampung (bukan masjid jami’). -Kampung Jogokariyan dulunya bukan basis Muslim yg kuat. -Takmir mendata statistik kampung sekitar masjid (yg sudah sholat/belum, yg sholat jamaah ke masjid/belum, yg muslim/non muslim, beserta semua anggota keluarganya) untuk pemetaan target dakwah. -Takmir masjid berusaha menggembirakan masyarakat dan membuat mereka mau bersujud dengan berbagai cara yang syar’i. -Setelah mereka mau datang ke masjid, harus dibuat nyaman dan diisi dengan taklim-taklim ringan. -Takmir tidak boleh memarahi anak-anak yang ramai di masjid, tapi memberikan hadiah makanan ringan kalau tidak ramai dan mengganggu jamaah di masjid. -Yg blm jamaah ke masjid/belum sholat dibuat undangan seperti pernikahan dan disediakan makanan di masjid saat acara sholat jamaah. Makanan ditawarkan pada jamaah yang mau menjadi donatur untuk mentraktir…

بارك الله… بارك الله …. بارك الله Semoga menjadi inspirasi untuk masjid-masjid lainnya… ____________ Masjid fenomenal Jogokariyan, Yogyakarta Ya, masjid yang satu ini memiliki suatu keunikan tersendiri yang mungkin tidak terdapat pada banyak masjid-masjid lainnya, dimana keunikan ini dapat membuat banyak masyarakat kita tercengang ketika mengetahuinya. Masjid yang satu ini, kas saldonya selalu Rp. 0,00 saat diumumkan. Pasti kita semua terkaget-kaget kan mengetahui hal ini. Untuk itulah mari kita ulas lebih lanjut faktanya: Jika Masjid lain dengan bangga mengumumkan bahwa saldo infaknya puluhan bahkan ratusan juta rupiah, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumuman saldo-infak harus NOL Rupiah !!  Mengapa bisa demikian? Salah satunya, menurut LKM Masjid tersebut, Infak itu ditunggu pahalanya untuk dapat menjadi suatu amal sholih, bukan hanya untuk sekedar disimpan di rekening Bank.. Salah satu sebab lainnya adalah, pengumuman infak jutaan juga dihawatirkan, karena nantinya akan dapat menyakitkan jika sampai para tetangga Masjid ada yang…

-Jika lahan yang dimaksud adalah lahan yang berbentuk lahan pertanian, maka harus dilihat dengan perincian sebagai berikut. Jika kepemilikan dan penguasaan lahan pertanian itu dilakukan secara individu, sepanjang lahan tadi dimakmurkan, maksudnya dikelola agar lahan menjadi produktif, maka negara  memberi jaminan kepada setiap individu untuk memiliki lahan pertanian, berapapun besaran dan luasannya, selama mampu mengelola dan memakmurkannya. Akan tetapi halnya, jika kepemilikan ini hanya untuk menguasai tetapi tidak mengelolanya, bahkan nanti justru akan menelantarkannya, maka jika penelantaran lahan pertanian ini melebihi batas waktu 3 (tiga) tahun, makan negara akan segera merampas atau mengambil alih secara paksa lahan pertanian yang ditelantarkan ini, dengan tujuan untuk kemudian diberikan kepada individu rakyat lainnya yang produktif, yang mampu mengelolanya, demi terealisisasinya esensi kepemilikan lahan pertanian, yakni untuk dimanfaatkan atau agar lahan pertanian bisa berproduksi. Illat (sebab) langgeng atau permanennyanya kepemilikan lahan pertanian adalah jika tujuannya untuk mengelolanya, memakmurkannya, baik itu dengan cara menanami lahan…

Kita kita sering menemui fenomena pada saat ini soal penguasaan lahan, baik itu berbentuk lahan sawit, karet, kopi, teh, atau hutan pinus serta hutan jati? Hutan perdu, sebenarnya tidak akan pernah selesai jika pendekatannya perspektif yang tidak jelas standarnya. Permasalahan ini, tidak akan bisa lepas dari belenggu ‘kekuatan modal yang menguasai lahan’ jika tetap konsisten menerapkan kapitalisme demokrasi. Lain halnya, jika Islam yang diterapkan. Persoalan penguasaan lahan dan hutan oleh segelintir orang ini bisa tuntas. Pemimpin sebuah negara, tidak perlu menunggu para taipan yang menguasai lahan ini mengembalikan lahan kepada negara secara sukarela. Lagipula, pernyataan *’Negara menunggu pengembalian lahan untuk dibagikan kepada rakyat’* itu adalah pernyataan utopis. Mana ada yang mau ? Memang sangat susah ditemukan satu titk temunya jika dalam penerapannya tidak memiliki aturan standar baku yang jelas. Namun, akan lain hanya jikalau dalam penerapannya standar aturan syariat Islam yang diterapkan, maka mekanisme penguasaan lahan itu akan diatur sebagai…

-Adanya kasih sayang dan kehangatan di dalam keluarga merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam menciptakan keharmonisan di dalam rumah tangga. Rasulullah mengajarkan hal yang demikian. Beliau bersabda, sebagaimana penuturun Anas ra., “Wahai anakku, jika kalian masuk menemui istrimu, ucapkanlah salam. Salammu itu menjadi berkah bagimu dan bagi penghuni rumahmu.” (HR ath- Tirmidzi). Dalam hadis lain, Ummul Mukminin Aisyah ra. Berkata, “Rasulullah adalah orang yang paling enak hatinya, mudah tersenyum dan tertawa.” (HR Ibnu Saad). Sebaliknya, seorang istri juga perlu selalu menyambut suami dengan menampakkan wajah berseri-seri dan memakai wewangian. Ketika bercakap-cakap, buatlah suasana santai dengan mendahulukan kabar yang menyenangkan dan disertai senda gurau. Sikap demikian akan membawa kesegaran bagi keduanya setelah seharian bergelut dengan kegiatan masing-masing. Ketika ada hal-hal yang sekiranya kurang berkenan, carilah waktu, tempat, dan juga cara yang tepat untuk menyampaikannya. Tunjukkan bahwa penegur tidak berarti lebih baik dari yang di tegur. Adapun caranya bergantung pada sifat suami…

Beberapa Tuntunan Dalam Menjaga Tugas & Peran Istri -Dalam pandangan Islam, tujuan dari pernikahan tidaklah hanya sekedar untuk memiliki keturunan, tetapi juga bertujuan untuk memikirkan cara bagaimana menjadikan keturunan kelak menjadi pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (Lihat: QS al-Furqan [25]: 74). Agar terwujud, sudah pasti sang pemimpin terlebih dulu harus menjadi orang yang bertakwa. Untuk itulah, Islam telah memberi tuntunan agar mendapat keturunan yang baik dengan cara mempersiapkannya seawal mungkin, yaitu sejak sang ayah dan ibu berikhtiar untuk mendapatkan keturunan. Allah SWT telah mensyariatkan suatu adanya doa sebelum berhubungan intim, selanjutnya melakukan pendidikan terhadap anak mulai dari masa kandungan hingga anak mencapai usia baligh. Pendidikan adalah sebuah proses yang berkesinambungan hingga dapat mengantarkan anak memasuki usia baligh dalam kondisi siap untuk menerima segala bentuk pembebanan hukum syariah saat dewasa. Di samping itu, anak perlu dibekali dengan keterampilan hidup yang memungkinkan baginya untuk bisa eksis dalam mengarungi…