Tanggal 8 Maret diperingati sebagai International Women’s Day (Hari Perempuan Dunia). Di Indonesia, hari tersebut, di samping Hari Kartini dan Hari Ibu, sering dijadikan momentum untuk memikirkan nasib perempuan. Pekerjaan perempuan terbanyak secara resmi (muncul di KTP) adalah “ibu rumah tangga”. Sayangnya belum ada sekolah yang mendidik perempuan menjadi calon Ibu Rumah Tangga profesional. Ini karena ibu rumah tangga dipandang bukan profesi. Tak ada kontrak kerjanya, gajinya, asosiasinya maupun kode etiknya. Menjadi ibu dianggap profesi yang “siapa saja bisa”, walaupun terpaksa atau sambil lalu. Bukan berarti mereka tidak terdidik. Banyak ibu rumah tangga yang sarjana, magister, atau bahkan doktor. Mereka akhirnya sibuk membesarkan anak-anaknya, karena memandang itu adalah assetnya yang paling berharga, kebahagiaannya di dunia dan akherat. Dari sisi perencanaan nasional, negara mengalami ineffisiensi. Bagi yang menamatkan S1, S2, S3 di sekolah negeri, apalagi berbeasiswa, negara telah berinvestasi pada mereka melalui APBN. Namun rakyat tak mendapatkan hasilnya. Lebih dari separuh…
Betapa bahagianya seorang laki-laki ketika mengetahui bahwa dia akan menjadi seorang ayah. Begitu juga perempuan, berbahagia sekali ketika dia akan menjadi seorang ibu. Bahagia yang hanya bisa dirasa namun tidak bisa diungkap dengan kata kata. Setiap orang yang ingin memilih pekerjaan dengan profesi tertentu pasti dia akan mempersiapkan ilmu tentang profesi tersebut. Sejak awal dia sudah memilih pendidikan yang sesuai dengan cita citanya. Mulai semenjak SD, SMP, SMA, S1, S2 sampai S3 dia akan memilih bidang ilmu yang sesuai dengan profesi yang akan dia jalani nantinya. Ketika mendaftar pekerjaanpun akan diminta bukti ilmu (ijazah) yang sesuai dengan profesi yang akan dipilih. Yang lulus tes tentu saja orang yang profesional betulan, tampa ilmu yang sesuai tidak akan diterima di tempat yang dia daftar. Begitu juga halnya bagi seseorang yang ingin menjadi orang tua. Tentu dia harus memiliki ilmu yang cukup untuk menjadi orang tua profesional. Khususnya tentang pendidikan anak. Karena profesinya…
Pembantaian biadab dilakukan terhadap umat Islam, yang sedang khusuk beribadah di masjid. Bukan hanya di satu tempat, terjadi di dua masjid Kota Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3/2019) pukul 01.40 siang waktu setempat. Bahkan, Terdapat dua WNI, ayah dan anak, yang terkena tembak di masjid. Kondisi ayah dirawat di ICU dan anak dirawat di ruang biasa di rumah sakit Christchurch Public Hospital. KBRI Wellington terus berkordinasi dengan otoritas setempat, kelompok WNI dan rumah sakit di Christchurch. Pada saat itu, terjadi suasana teror dan mencekam, terdapat jumlah korban yang banyak, serta cara mengeksekusi yang divideokan secara sadis sangat jelas sebagai sebuah aksi kejahatan. Pelaku ini, mengeksekusi dengan senapan mesin serbu. Terdapat juga bom rakitan yang dibawa pelaku. Dalam tragedi berdarah yang dilakukan oleh Brenton Tarrant tersebut, tercatat ada 40 korban yang meninggal dunia, yang mana 30 di antara mereka meninggal dunia saat masih berada di wilayah masjid Al Noor…
Mungkin, banyk di anatar ktia yang hobi mengoleksi barang, tapi pada akhirnya tak terpakai. Perlu kita ketahui, simpanan-simpanan itu akan ada hisabnya di hari kemudian…😱 Astaghfirullah…. *Waduuh..!!!* *Tepok jidaat…!!!*😪 Misalnya saja simpanan mukena yg gak ke pakai,..baju2, celana, yg beli banyak terus gak ke pakai.. Dan juga simpanan yang lain…. Untuk para wanita, mungkin tak jarang juga banyak pakaian muslimah yang tak terpakai Ada blus cantik yang saya Jahit tapi tak pernah dipakai…. Ada rok yang gak terpakai.., Ada banyak jilbab yang gak terpakai….😵, Ada banyak pasmina yang hanya sesekali dipakai… Ada banyak kaos kaki yang gak terpakai Ada sepatu yang gak terpakai Ada sandal yang gak terpakai Ada tas yang gak terpakai…😤😰 Ada perabot yang mungkin malah masih tersimpan apik dikardusnya, masih segelan, tak pernah dipakai dan tak ada rencana dipakai…. Dan masih banyak barang-batang tak terpakai lainnya. Perlu kita ketahui, barang-barang tak terpakai tersebut jika kita tumpuk begitu…
Mungkin masih ada di antara kita yang berbuat suatu amalan dengn tidak ikhlas, atau mungkin caranya juga yang tidak benar. Padahal, yang membuat amal kita diterima oleh Allah itu, karena keikhlasan dan benarnya amal kita. Sementara dua hal ini sulit kita raih dengan sempurna, jika dibanding dengan para sahabat Nabi. Belum lagi, jika ditambah dengan dosa-dosa kita. Anehnya, kita tetap saja sulit menangis, sebagaimana mereka selalu menangis dan bekerja keras untuk terus-menerus menyempurnakan amal perbuatan mereka. Mereka pun sanggup mengarungi berbagai kesulitan untuk menunaikan panggilan Allah. Begitu Allah memanggil mereka, apapun yang ada di sekitar mereka seketika mereka acuhkan, seolah tidak ada. Begitulah, bagaimana Aisyah menggambarkan Nabi, saat mendengar panggilan adzan, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari. Begitulah sikap para sahabat, saat mereka mendapat panggilan Allah. Abu Ayyub al-Anshari, meski usianya sudah lebih dari 80 tahun, tetap berangkat menunaikan panggilan jihad, “Infiru khifafan wa tsiqalan..” [Berangkatlah kamu dengan ringan atau…
Kala menyusuri jejak para sahabat yang terdapat di Makkah, sering jga membuat seseorang tak kuasa menahan air mata. Meski tapak-tapak rumah mereka, juga rumah Nabi bersama ibunda Khadijah telah rata dengan tanah, tetapi bayangan apa yang pernah mereka lalukan disana sungguh tak bisa dihapus begitu saja dengan mudah. Pelataran yang terdapat di Ka’bah, Hijir Ismail, Shafa, Marwa, Jabal Abi Qubais, Jabal Ajyad, Syi’b Abu Thalib, Jabal Tsur, Jabal Nur, Masjid Bai’at di Mina, Masjid Namirah, Padang Arafah, Jabal Rahmah, Masy’ar al-Haram, Muzdalifah, hingga pada Ji’ranah dan Hudaibiyyah saat semuanya dijejaki disana, rasanya membuat bayangan Nabi dan para sahabat seolah hadir kembali. Jejak-jejak kehidupan mereka tak akan pernah bisa lenyap dari muka bumi, meski telah tertimbun dengan bangunan baru. Selama kita terus mengingati, menghayati dan menghadirkannya kembali. Terutama, saat-saat kita melakukan tafakur, saat melakukan Tarwiyah di Mina, Wukuf di Arafah dan Mabit di Muzdalifah dan Mina. Terkadang mungkin…
Jauhnya Turki dari nilai-nilai makin terasa saat dimulainya pelarangan hijab. Pelarangan hijab di Turki dimulai pada tahun 1984. Hijab kala itu dilarang penggunakannya di ruang publik, termasuk sekolah, universitas, pengadilan, kantor pemerintahan dan institusi resmi lainnya. Pada tahun 2007, di depan pendukungnya, Erdogan juga telah berjanji akan menghapuskan pelarangan hijab jika terpilih sebagai Perdana Menteri dan partainya AKP [Partai Keadilan dan Pembangunan] menang. Dengan izin Allah, mayoritas rakyat Turki akhirnya memilih Erdogan dan AKP pun memang. Parlemen berhasil dikuasai oleh partai AKP. Pada 2010 pelarangan hijab di universitas dicabut. Hijab juga mulai diperbolehkan digunakan di institusi negara pada tahun 2013 dan sekolah pada tahun 2014. Sampai detik ini pun, kaum sekulerisme Turki masih tetap berusaha agar selalu dapat menjatuhkan Erdogan, yang sudah jelas tujuannya untuk dapat semakin menjauhkan Umat Islam dari aturan Syariat Islam. Turki sendiri sudah belajar banyak dan sudah mengalami banyak cerita. Bagaimana ekonomi mereka hancur karena jauh…
Siang itu, tepatnya pada tahun 1932, terdapat sebuah cerita dari sebuah keluarga, dimana kala itu keluarga tersebut sedanmg menyambut kedatangan seorang cucu yang baru saja selesai berkhitan. Terdapat sebuah fenomena menggelikan yang sudah sepatutnya dikecam oleh selutuh kaum muslimin di dunia. Waktu Adzan telah tiba kala itu, dan itulah hari pertama Adzan tak lagi menggunakan lantunan Adzan yang pernah dilantunkan Billal Bin Rabah. Adzan itu dilafalkan dengan bahasa Turki. Sang cucu berkata pada kakeknya, Kakek kenapa engkau tak menyambut panggilan itu dan berangkat ke Masjid? Sang Kakek pun menjawab, Adzan Rosullulah tak begitu cucuku. Sambil membanting sebuah arloji, sang Kakek bergegas menuju masjid. Sang Kakek kemudian menarik seorang Muadzin yang menyerukan sebuah panggilan solat dalam bahasa Turki itu. Dan Sang Kakek yang kemudian mengumandangkan Adzan menggantikan sang muadzin. Mendengar lantunan Adzan dalam bahasa Arab, segera para polisi menuju Masjid tersebut. Kegaduhan pun terjadi. Lelaki tua…
Ketika sebuah pemerintahan tidak berlandaskan syariat Islam, mengakibatkan umat Islam kehilangan hal-hal penting berikut ini: 1. Keridhaan Allah SWT, yang dapat dicapai dengan mengikuti seluruh hukum-hukum-Nya, yaitu dengan cara menegakkan negara Islam yang merujuk pada syariat di setiap aspek kehidupan. 2. Hilangnya Khalifah, di mana bai’at kepadanya sangat vital bagi setiap muslim. Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa yang mati sedangkan di pundaknya tidak ada bai’at (pada Khalifah) maka matinya jahiliyah” 3. Hilangnya rasa aman dalam diri seseorang dan juga jaminan keamanan yang menyebabkan seseorang dihantui ketakutan. 4. Hilangnya ilmu pengetahuan, pendidikan dan kepedulian yang lahir dari kepribadian Islam, disebabkan dominannya kebodohan yang diakibatkan oleh kemiskinan dan kepribadian yang goyah. 5. Hilangnya sebuah kekuatan dan juga jihad yang disebabkan karena kelemahan dan jugakekalahan. 6. Hilangnya kekayaan yang disebabkan kemiskinan. 7. Hilangnya pencerahan dan juga pedoman yang benar, hal ini bisa terjadi karena disebabkan kegelapan dan pedoman salah. 8. Hilangnya kehormatan dan martabat…
🌹UNTUKMU PARA IBU RUMAH TANGGA🌹 Jangan bu… Jangan dulu dilanda sendu… Ketika Engkau mendengar kabar, di kantor barunya sahabatmu kembali mendapat promosi, serta merta dirimu merasa tak berarti sebab hanya tumpukan pakaian kotor yg Kau hadapi sehari2. Tarik nafasmu, hembuskan perlahan bu… Luruskan niatmu lagi! Jangan Kau ganggu kekhusyukanmu mencuci dengan perasaan bahwa dirimu tak memiliki prestasi. Mencuci baju, memantau ketersediaan stok pakaian bersih dan suci, serta mengatur pendistribusian baju siap pakai kedalam lemari, bukanlah sekadar rutinitas yg tak berarti. Jika niatmu agar senantiasa terjaga kebersihan yg adalah separuh dari iman, supaya pakaian suci, yg menjadi syarat diterimanya shalat anggota keluargamu, senantiasa terpenuhi, maka itu adalah amalan yg bernilai tinggi. Cobalah kalkulasi, berapa pahala yg menyertaimu setiap mereka sholat 5 kali sehari. Dikali seminggu, sebulan, setahun… Jika Engkau ikhlas bu, melakukan semuanya semata demi meraih ridha Allah Ta’ala, Engkau adalah manajer yg paling berprestasi ketika Yaumul Hisab tiba. Jangan bu……