1
Author

Annisa Aprinia

Browsing

Umroh.com – Nazar merupakan suatu janji dari seseorang yang akan melakukan suatu kebajikan atau kebaikan dengan niatan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT baik dengan syarat tertentu ataupun tidak dengan syarat apapun. Dalam Islam, suatu kebajikan atau kebaikan yang asal mulanya tidak wajib dikerjakan namun menjadi wajib dikerjakan apabila di nazarkan. Apalagi sudah berjanji kepada Allah SWT harus dipertanggungjawabkan, sedangkan waktu puasa nazar sendiri bisa Anda tentukan sendiri. Allah SWT berfirman, “Apa saja yang kamu nafkahkan atau apa saja yang kamu nazarkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. Orang-orang yang berbuat dhalim tidak ada seorang penolongpun baginya”. (QS. Al-Baqarah : 270) Baca juga : Perlu Tahu! Seperti Ini Jawaban Ucapan Masyaallah Waktu Puasa Nazar Puasa nazar dilaksanakan sebanyak sejumlah hari yang diucapkan saat bernazar, Misal mengatakan nazar puasa tiga hari ya kerjakan tiga hari, jika sebulan ya sebulan, tidak boleh kurang dan tidak boleh lebih. Waktu melaksanakan puasa nazar tidak ditentukan secara khusus…

Umroh.com – Ziarah kubur merupakan salah satu sarana agar umat manusia mengingat kematian. Dengan menyaksikan banyaknya jasad yang terkubur, Tujuan ziarah kubur kita diperlihatkan bahwa tingkat sosial maupun jabatan seseorang tidak berguna ketika ia dikebumikan salah satunya. Maka menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat adalah hal yang semestinya dilakukan setiap muslim. Karena hanya amalannya saja yang akan membantu manusia ketika menghadapi akhirat. Baca juga : Jannatul Baqi, Pemakaman Tertua di Madinah Tujuan Ziarah Kubur Tujuan berziarah ke makam ini manfaatnya kembali pada orang yang melakukan ziarah kubur. Bentuknya berupa ingatan bahwa semua orang akan mengalami kematian dan kehidupan di dunia yang fana dan bekal yang akan mereka terima adalah amal saleh yang telah mereka kerjakan. Tujuan yang satu ini sering Rasulullah tekankan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib yaitu, ”Dulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Ahmad…

Umroh.com – Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu dan di rindukan bagi umat muslim, dan sejarah ngabuburit sendiri tidak terlupakan. Banyak momen yang di rindukan di bulan Ramadhan, entah itu momen bangun pagi untuk sahur ataupun saat berbuka puasa bersama kehangatan keluarga. Pada bulan Ramadhan pastinya ada masanya kita ngabuburit. Ngabuburit merupakan kegiatan menunggu waktu berbuka puasa. Istilah di dalam sejarah ngabuburit lebih familiar untuk anak-anak dan remaja yang memiliki banyak waktu kosong saat menjalankan ibadah puasa. Waktu kosong inilah yang disebut dengan ngabuburit. Baca juga : 7 Tempat Ngabuburit Semarang yang Asyik Menunggu Adzan Magrib Asal – Usul Kata Ngabuburit Asal usul kata ngabuburit berasal dari bahasa Sunda “burit” yang memiliki arti waktu menjelang sore. Istilah tersebut merupakan penanda waktu dalam kurun 24 jam. Diantaranya “isuk” = pagi-pagi; “beurang” = siang hari; “burit” = sore hari; dan “peuting” = malam. Secara morfologis, ada beberapa istilah dalam bahasa Sunda yang…

Umroh.com – Bagi setiap umat muslim, tentunya sudah tidak akan asing mendengar kalimat ngabuburit. Apalagi jika sudah masuk pada bulan puasa, maka kalimat ngabuburit akan sering kita dengar. Bahkan sebagian besar dari umat muslim yang berada di Indonesia sudah tidak familiar lagi mendengar kalimatnya saja, tapi belum banyak yang tahu pengertian ngabuburit dan asalnya. Istilah ngabuburit ini akan sering kita dengar dan kenal lebih mendalam pada saat bulan puasa Ramadhan telah datang. Karena pada saat itulah istilah ngabuburit menjadi lebih identik, aksis dan mendapatkan tempat tersendiri dari lingkungan sekitar kita. baik itu kerabat, keluarga yang mengucapkan, bahkan sahabat atau teman dan orang-orang yang kita kenal seperti guru, dosen, rekan kerja dan masih banyak lainnya. Baca juga : 11 Tips Mengajarkan Anak Puasa yang Ampuh Asal Istilah Ngabuburit Dengan seiringnya perkembangan zaman yang sedemikian maju. Istilah ngabuburit dikenal sebagian besar orang melalui penggunaan istilah yang sangat intensitas di media televisi. Dimana…

Umroh.com – Sholat Tarawih dianjurkan bagi umat muslim yang menjalankan puasa di bulan ramadhan. Sholat tarawih dilaksanakan setelah sholat isya, dan yang utama adalah setelah waktu isya yang terakhir akan mendapatkan pahala sholat tarawih. Ibadah ini memiliki keutamaan-keutamaan yang memang ditemukan landasannya dari hadits Rasulullah. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau.” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya). Baca juga : Tata Cara dan Doa Setelah Sholat Witir Di Dalam Al – Quran Keutamaan Sholat Tarawih 1. Akan mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim) Yang dimaksud qiyam Ramadhan adalah sholat tarawih sebagaimana yang dituturkan oleh…

Umroh.com – Nisfu Sya’ban pada penanggalan Islam jatuh pada 15 Syaban 1440 Hijriyah. Ada sejumlah keistimewaan di malam Nisfu Sya’ban atau malam ke-15 Syaban. Sebaiknya, pada malam Nisfu Syaban dianjurkan untuk memperbanyak peribadatan. Untuk melaksanakannya, Anda harus membaca niat puasa nifsu sya’ban diw aktu tertentu. Malam Nisfu Sya’ban merupakan salah satu dari beberapa malam yang bagus untuk berdoa karena tidak akan pernah ditolak oleh Allah. Baca juga : Hikmah Menuntut Ilmu di dalam Islam dan Kehidupan Keutamaan Puasa Nisfu Sya’ban Bulan Sya’ban merupakan bulan di mana amalan-amalan manusia diangkat oleh Allah SWT. Bulan Sya’ban adalah bulan tempat manusia lalai karena mereka sudah terhanyut dengan istimewanya bulan Rajab dan nanti bulan sesudahnya yaitu bulan Ramadhan. Amalan yang dilakukan saat berada di antara manusia yang lalai merupakan amalan yang istimewa. Selain itu, puasa di bulan Sya’ban bisa menjadi latihan atau pemanasan untuk puasa Ramadhan. Usamah bin Zaid, beliau berkata pada Nabi, “katakanlah…

Umroh.com – Sebelum memasuki bulan suci Ramadhan ada baiknya kita membersihkan diri dengan melakukan mandi wajib. Mandi wajib adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan yang sedang berhadats besar. Dalam Islam, umat muslim diharuskan niat mandi wajib sebelum puasa terlebih dahulu atau bersuci mandi wajib terlebih dahulu atau bersuci setelah berhubungan suami istri maupun setelah haid bagi perempuan agar kembali suci. Tujuannya tidak lain yakni ketika beribadah seperti melakukan sholat dan puasa, orang tersebut telah bersih dari hadats besar. Mandi wajib atau juga dikenal dengan mandi junub adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh secara merata. Dalam mandi wajib ini, ada tata cara serta niat tertentu agar proses mandi wajib tersebut dikerjakan dengan benar. Disebut wajib karena mandi ini diwajibkan bagi kaum muslimin agar kembali suci dari hadats besar, baik setelah haid, nifas, berhubungan atau sebab lainnya. Baca juga : Pengertian Adzan dan Manfaatnya Bagi Umat Muslim Hal yang Menyebabkan…

Umroh.com – Puasa tarwiyah merupakan salah satu puasa sunnah yang dilaksanakan menjelang Hari Raya Idhul Adha. Puasa tarwiyah ini merupakan bagian dari puasa di awal bulan Dzulhijjah.  salah satu keutamaan puasa tarwiyah sangat dianjurkan, khususnya bagi umat muslim yang tidak menunaikan ibadah haji. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya…” (HR. Abu Daud) Baca juga : Perbedaan Muhrim dan Mahram serta Dasar Hukumnya Sejarah Hari Tarwiyah Kata “Tarwiyah” dari fi’il madli “Rawwa” yang bermakna: berbekal air, melihat di dalamnya, dan beberapa makna lainnya. Dan hari Tarwiyah yang masyhur adalah hari ke Delapan pada Bulan Dzulhijjah, pada hari itu orang-orang yang sedang melaksanakan haji berangkat menuju Mina dan mereka menginap di Mina. Dalam kitab Al-Inayah Syarh Al-Hidayah, imam al-Babirti menjelaskan, disebut hari Tarwiyah pada hari tersebut karena jamaah haji itu…

Umroh. com – Puasa nazar adalah puasa yang dijanjikan atau di ikrarkan, yang dikaitkan dengan sesuatu yang dilakukan oleh seseorang yang bernazar. Awalnya, tidak ada hukum apapun bagi puasa ini sebelum diucapkan maupun di ikrarkan, tetapi menjadi wajib setelah di ikrarkan. Dengan demikian, wajib bagi seseorang saat menetapkannya janji bagi dirinya sendiri untuk melakukan puasa nazar yang dikaitkan dengan berbagai hal dalam hidupnya, baik berupa pencapaian keberhasilan, sembuh dari sakit, atau lain sebagainya. Tentu keutamaan puasa nazar juga memiliki pengaruh yang baik dalam hidup. Baca juga : Hukum Melakukan Takziah dan Ada di Dalam Islam Puasa Nazar Secara bahasa nazar berarti mengharuskan. Sedangkan menurut istilah nazar berartiperbuatan seorang mukalaf (orang yang telah terbebani syari’at) yang mengharuskan dirinya dengan satu bentuk ibadah, yang mana sesuatu itu pada asalnya tidak wajib atas orang tersebut. Puasa nazar merupakan puasa yang wajib ditunaikan oleh orang yang telah melakukan janji untuk berpuasa. Misalnya seseorang yang bernazar untuk…

Umroh.com – Melaksanakan itikaf sudah di contohkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ibadah i’tikaf merupakan rangkaian kegiatan beriringan dengan bulan Ramadhan. Di dalam Al-Quran juga memiliki banyak keutamaan itikaf ramadhan yang bisa Anda dapatkan, seperti firman Allah: Artinya: “……kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf di dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (QS Al-Baqarah [2]: 187). Baca juga : Ini Bunyi Doa Buka Puasa Beserta Sunnah Pengiringnya Keutamaan Itikaf Ibadah itikaf bertujuan mulia yaitu untuk menggapai malam lailatul qadar yang punya keutamaan ibadah yang dilakukan lebih baik daripada 1000 bulan. Ada hadits yang disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam kitab beliau Bulughul Marom, yaitu hadits no. 699 tentang permasalahan i’tikaf. عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:- أَنَّ اَلنَّبِيَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَعْتَكِفُ اَلْعَشْرَ اَلْأَوَاخِرَ…