1
Author

Annisa Aprinia

Browsing

Umroh.com – Bagi setiap muslim, sudah seharusnya untuk mengetahui apa saja yang ada dalam ajaran islam. Salah satunya adalah tawasul, tawaul adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan melaksanakan ibadah dan menjalankan ketaatan kepada Allah SWT serta selalu mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW dan tak lupa untuk mengamalkan seluruh hal yang cintai dan diridhoi oleh Allah SWT. Atau tawasul itu sendiri mempunyai arti lain yaitu melaksanakan ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapatkan ridho serta surga-Nya jika berdasarkan. Baca juga : Dosa Syirik Tiada Bandingannya? Benarkah? Macam – Macam Tawasul Adapun tawasul (mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara tertentu) ada tiga macam : Masyru’ adalah tawasul kepada Allah SWT dengan Asma dan sifatnya Allah SWT dengan amal shalih yang dikerjakannya atau melalui doa orang shalih yang masih hidup.Bid’ah adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan cara yang tidak disebutkan dalam syariat islam. Atau biasa…

Umroh.com – Allah SWT mencintai umat yang memiliki sifat mulia sebagai mana contoh dari Rasulullah SAW. Sifat mulia juga sangat didambakan oleh kita semua. Karena dengan sifat mulia akan dapat melahirkan berbagai sikap-sikap mulia dan menentramkan kehidupan di kalangan masyarakat. Salah satu sifat mulia yang disukai Allah SWT adalah Tawadhu. Dimana keutamaan tawadhu di dalamnya bisa Anda terima dan dapatkan. Tawadhu adalah suatu sikap tunduk dan patuh terhadap otoritas kebenaran yang disertai dengan rasa bersedia untuk menerima kebenaran itu dari siapa pun yang mengatakannya dan dalam keadaan apapun, baik dari orang yang lebih tinggi derajatnya maupun dari orang yang lebih rendah derajatnya, baik dalam keadaan hati yang sedang ridha maupun saat hati sedang dalam keadaan marah. Sifat ini melahirkan keutamaan yang luar biasa di hadapan Allah Ta’ala dan orang lain. Baca juga : Waspadalah! Ini 14 Bahaya Sifat Ujub yang Harus Anda Tahu Bagaimana Caranya Bertawadhu? Sikap tawadhu memang tidak…

Umroh.com – Pepatah mengatakan tuntutlah ilmu hingga ke negeri Cina. Apa maksud arti tersebut? Ya, kita harus menuntut ilmu setinggi-tingginya dimana pun dan kapan pun berada. Karena ilmu tak akan pernah terlepas dari kehidupan. Dalam Islam dalil menuntut ilmu sudah tertera dalam Al Quran dan hadist. Allah SWT menyeru menuntut ilmu bukan semata-mata untuk kebaikan di dunia, tetapi bekal hingga akhirat supaya mendapat keutamaan menuntut ilmu itu sendiri. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim). Baca juga : Berikut ini Dalil Tentang Ilmu Pengetahuan dalam Islam Kepentingan Menuntut Ilmu Ilmu pengetahuan amat penting bagi setiap individu bahkan dapat meningkatkan martabat manusia. Di dalam Islam, menuntut ilmu juga merupakan suatu ibadah kepada Allah dan terdapat beberapa matlamat tertentu dalam proses menuntut ilmu. Pentingnya mempunyai ilmu adalah untuk membuktikan kekuasaan Allah SWT. Matlamat ini adalah untuk…

Umroh.com – Mempraktekkan sifat tawadhu dalam kehidupan ini memang sulit, karena terkadang kita juga pernah merasa lebih baik daripada orang lain. Namun kita harus membiasakannya. Ketika kita bertemu dengan orang lain, kita harus merasa bahwa ia lebih mulia daripada kita. Sehingga apabila setiap orang sudah memiliki sifat tawadhu artinya seperti yang mulia ini, Insya Allah tidak akan terjadi kezaliman antara satu manusia dengan yang lainnya. Lalu bagaimana hukum bertawadhu? Kita akan simak pembahasan ini. Baca juga : Ini Hikmah Puasa Ramadhan yang Akan Dirasakan! Macam Tawadhu Sikap tawadhu menunjukkan rasa rendah diri dan santun terhadap sesama manusia tanpa memandang kasta dan harta yang dimiliki karena sesungguhnya Allah hanya menilai dan meningkatkan derajat manusia dengan akhlakul karimah yang dimilikinya. Ada dua macam sikap tawadhu yang biasa dimiliki oleh manusia, yakni tawadhu terpuji dan tawadhu tercela. Tawadhu terpuji adalah sebuah sikap merendahkan diri kepada Allah dan tidak berbuat semena-mena atau memandang remeh…

Umroh.com – Setiap manusia diciptakan tak ada yang sempurna. Namun ketidaksempurnaan itu jangan sebagai alasan atau acuan menghalalkan segala keburukan. Allah menyukai orang-orang yang selalu berpikir positif demi kebaikan, bukan hanya untuk diri sendiri namun dalam berhubungan bermasyarakat. Orang yang berpikir positif (berprasangka baik) akan disenangi dan disegani oleh orang lain. Sebaliknya, arti suudzon adalah orang yang berpikir negatif (berprasangka buruk) akan mendapatkan kesengsaraan dalam hidupnya. Baca juga : Hukum Melakukan Takziah dan Ada di Dalam Islam Macam – Macam Prasangka Buruk Jika telah kita pahami penjelasan di atas, ketahuilah bahwa para ulama membagi prasangka buruk atau suuzhan menjadi 4 macam: Suudzon yang haram, arti suudzon kepada Allah dan suuzhan kepada sesama Mukmin tanpa bukti atau pertanda yang nyata.Suudzon yang dibolehkan, yaitu suudzon kepada sesama manusia yang memang dikenal penuh keraguan, sering melakukan maksiat. Juga termasuk suuzhan kepada orang kafir. Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan: “Diharamkan suudzon kepada…

Umroh.com – Takizah atau biasa yang disebut dengan melayat adalah mengunjungi seseorang yang sedang tertimpa musibah kematian dari salah satu sanak keluarga atau kerabat dekatnya. Orang laki-laki yang bertakziah disebut sebagai mu’azziyat. Dalam islam terdapat hukum melakukan takziah sendiri sudah ada sejak zaman dahulu kala, tidak ketinggalan juga ada adabnya. Para ulama pada umumnya memiliki pendapat yang sama mengenai hukum takziah itu sendiri, dan para ulama mengatakan bahwa hukum takziah adalah sunnah. Oleh sebab itu sebagai umat islam sangat dianjurkan untuk bertakziah, fungsi dari takziah itu sendiri agar menguatkan jiwa atau suasana batin orang yang sedang tertimpa musibah, agar orang tersebut tetap memiliki kesabaran dan juga ketabahan menerima segala musibah tersebut. Baca juga : Penting! Ciri – Ciri Orang Sombong dan Cara Mengatasinya Hukum Melakukan Takziah Tidak akan ada satu orangpun di dunia ini yang tidak pernah mendapatkan musibah. Setiap orang pasti pernah terkena musibah. Baik orang kaya, miskin, pejabat…

Umroh.com – Banyak orang yang berkata bahwa bencana alam hanyalah merupakan bencana yang memang sudah harus terjadi. Dan mengatakan bahwa bencana alam itu merupakan proses dari fenomena alam itu sendiri, tanpa orang-orang tersebut mengait-ngaitkannya dengan perbuatan manusia atau takdir Allah SWT itu sendiri. Hal ini tentunya merupakan pendapat dan pemahaman tentang bencana alam dari sudut pandang secular atau sudut pandang dari orang-orang yang tidak percaya dengan kewudjuan dan kekuasaan Allah SWT (paham Atheis) yang banyak diterima oleh masyarakat pada saat ini mengenai hadits tentang bencana alam. Baca juga : Bacaan Niat Sholat Tahiyatul Masjid dan Hal yang Tidak Wajib Hadits Tentang Bencana Alam Ada lagi yang membahas tentang bencana alam itu sebagai tanda alamnya terhadap manusia, sehingga untuk memadamkan perbuahan alam tersebut, dibutuhkannya sesajen (sajian khas untuk alam) dan seperti memberikan sesuatu sebagai persembahan kepada alam, seperti memberikan bunga ke laut, lalu menyembah kepala sapi, dan memberikan kepala sapi ke…

Umroh.com – Islam merupakan sumber dari segala sumber pendidikan akhlak terpuji, baik di hadapan Allah, sesama manusia dan juga sesama makhluk hidup yang lainnya yang diciptakan oleh Allah SWT di muka bumi ini. Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berpikir husnuzan, dan tidak selalu berpikir buruk kepada orang lain terutama kepada takdir Allah SWT. Kali ini akan membahas dalil tentang husnuzan dan juga manfaatnya di dalam islam yang belum banyak orang tahu. Baca juga : Pengertian Sombong dan Penyebabnya dalam Islam Dalil Tentang Husnuzan Allah SWT berfirman : يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ “Wahai orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa. Dan janganlah menggunjing satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka…

Umroh.com – Setiap hari, ketika memasuki waktu sholat tiba pasti adzan akan berkumandang. Mulai dari adzan Shubuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya, pasti semua orang akan mendengarkan suara adzan. Tujuan adzan ini di kumandangkan melalui pengeras suara (loudspeaker) yang ada di masjid-masjid, dan musholla-musholla terdekat adalah untuk memberitahu bahwa jadwal sholat tertentsu sudah masuk. Adzan merupakan seruan sebagai tanda panggilan Allah SWT untuk mengingat waktunya sholat. Sebagai umat muslim kita harus bergembira menyambut datangnya Adzan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah SWT. Baca juga : Begini Tawakal dalam Islam dan juga Derajat – Derajatnya Sejarah Adzan Adzan mulai di syariatkan pada tahun kedua Hijrah. Mulanya, pada suatu hari Nabi Muhammad SAW mengumpulkan para sahabat untuk memusyawarahkan bagaimana cara memberitahu masuknya waktu sholat dam mengajak orang ramai agar berkumpul ke masjid untuk melakukan sholat berjamaah. Di dalam musyawarah itu ada…

Umroh.com – Bagi kita semua alangkah baiknya untuk terus mempelajari ilmu agama islam, karena di dalam ajaran islam tersimpan semua mengenai pola hidup yang baik untuk kita serta mengatur segala bentuk yang halal dan haram. Termasuk juga seperti perbedaan muhrim dan mahram adalah dua istilah yang sering terbalik-balik dalam percakapan yang diucapkan sehari-hari oleh masyarakat setempat. Terutama bagi mereka yang kurang peduli akan bahasa Arab. Padahal kedua kata ini memiliki artinya yang jauh berbeda. Memang menurut teks Arabnya sama, tetapi memiliki perbedaan diharakatnya. Itulah mengapa kita harus memiliki ilmu serta mempelajarinya. Baca juga : Penjelasan Pembagian Mahram dalam Islam Perbedaan Muhrim dan Mahram Menurut Bahasa 1. Muhrim muhrim adalah (huruf mim dibaca dhammah dan ra dibaca kasrah) lalu diterjemahkan menjadi orang yang sedang melakukan ihram. Ketika jamaah haji atau umrah telah memulai melakukan di daerah miqat, kemudian mereka semua telah mengenakan pakaian ihramnya dan melepaskan semua larangan ihram, seperti tidak…