Umroh.com – Bagi kita umat muslim, alangkah baiknya untuk mengetahui ilmu agama Islam, serta mempelajarinya dengan benar agar kita semua mengetahui apa saja yang diperbolehkan dalam Islam serta yang tidak diperbolehkan dalam Islam, dalam agama Islam tentunya banyak sekali ilmu pengetahuan di dalamnya, terutama mengenai batasan-batasan pengaruh dalam tingkah laku, hukum-hukum halal dan haram. Di sini akan membahas mengenai apa itu pengertian mahram. Baca juga : Pengertian Pernikahan dan Maknanya dalam Islam Pengertian mahram Secara Bahasa Mahram secara Bahasa dalam kamus Al-Munawwir adalah kata mahram berasal dari kata harama – yahrumu – harama wamahramah sedangkan untuk mahram itu sendiri memiliki arti yang haram atau yang terlarang, dan tidak boleh dilakukan ataupun tidak boleh dikerjakan, jika dikerjakan atau dilakukan maka akan mendapatkan dosa. Pengertian Mahram Secara Istilah Berikut merupakan pendapat para ahli mengenai pengertian mahram : Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah! Yuk download sekarang juga!…
Umroh.com – Di dalam mengkaji kebenaran suatu perkara dan kesahihannya, atau di dalam menentukan bahwa sesuatu itu benar, dapat dipercayai dan diyakini, atau ketika kita ingin menetapkan dasar pijakan suatu perkara yang kita ucapkan dan kerjakan, kita memerlukan adanya bukti-bukti, tanda-tanda atau petunjuk-petunjuk yang sah dan akurat. Disini akan membahas pengertian dalil naqli dalam islam yang belum banyak umat islam tahu sehingga dengan pembahasan kali ini akan membantu Anda. Ketika mengungkap dan membuktikan kebenaran-kebenaran dan memantapkan keteguhan dalam berkeyakinan yang ada di dalam ruang lingkup disiplin ilmu Tauhid atau akidah, dan ketika mengistinbath (mengambil dalil-dalil) dan menetapkan hukum-hukum perkara-perkara yang ada di dalam ruang lingkup disiplin ilmu fikih, serta ketika menafsirkan al-Qur’an. Baca juga : Pengertian Sholat Fardhu dan Keutamaannya Pengertian Dalil Naqli Umroh.com merangkum, naqli menurut bahasa adalah dari (نقل الشيء) yakni mengambil sesuatu dari satu tempat ke tempat lain, dan (نَقَلَة الحديث) yakni mereka yang menuliskan hadist-hadits dan…
Umroh.com – Bagi kita umat islam sudah seharusnya mengetahui dalil yang terdapat di dalam Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW. Di dalam islam itu sendiri terdapat istilah dalil aqli dan dalil naqli. Dalil itu sendiri adalah mempunyai makna tuntunan, dasar atau landasan pengerjaan suatu ibadah atau suatu keyakinan. Kali ini akan membahas pengertian dalil aqli yang belum banyak orang tahu khususnya umat muslim. Misalnya saja kita ambil contoh, mengapa orang islam diwajibkan untuk sholat lima waktu ? jawabannya tentu karena adanya perintah dari Allah SWT melalui sebuah dalil yang ada. Dan dalil ini menjadi dasar dikerjakannya sholat lima kali dalam sehari semalam. Baca juga : Keistimewaan Aqidah Islam Ini Tak Terbantahkan Pengertian Dalil Aqli Secara Bahasa Arab Kata ‘Aql dalam bahasa Arab (etimologi) mempunyai beberapa arti yang diantaranya adalah : Ad-diyah (denda), al-hikmah (kebijakan), husnut tasharruf (tindakan yang baik atau tepat). Pengertian Dalil Aqli Secara Istilah Dalil aqli secara istilah…
Umroh.com – Di antara rahasia sholat adalah mengetahui hikmah dan tatacara memperlakukan diri ketika telinga mendengar adzan. Adzan seharusnya menjadi tanda panggil dari Yang Maha Kuasa, hati yang baik akan merasa terpanggil untuk menyambutnya. Tentu umat islam tidak asing lagi dengan maknda dan pengertian adzan dan juga manfaatnya dalam kehidupan sehari – hari. Dengan perasaan yang penuh gembira dan kebahagiaan, bukan dengan perasaan yang memberatkan. Adzan ibarat panggilan dari sang kekasih yang lama telah di rindukan. Sesungguhnya mereka yang bersegera menjawab panggilan ini nanti di hari akhir akan dipanggil dengan lembut oleh Allah SWT. Baca juga : Bisa Dicoba! Begini Bunyi Doa saat Terlanjur Ghibah Makna Adzan Secara bahasa adzan bermakna al i’lam yang berarti pengumuman atau pemberitahuan, sebagaimana firman Allah Ta’ala, وَأَذَانٌ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ إِلَى النَّاسِ يَوْمَ الْحَجِّ الأكْبَرِ أَنَّ اللَّهَ بَرِيءٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولُه “Dan pengumuman dari Allah dan Rasul-Nya kepada ummat manusia di hari haji akbar…
Umroh.com – Setiap muslim sudah seharusnya untuk menggunakan pakaian yang rapi dan indah. Pakaian yang digunakan bukan hanya untuk berfungsi sebagai menutup aurat dan hiasan. Akan tetapi harus dapat menjaga kesehatan lapisan terluar tubuh kita. Kulit kita juga berfungsi sebagai pelindung dari berbagai kerusakan-kerusakan fisik seperti gesekan, penyinaran dari matahari, kuman-kuman maupun panas zat kimia dan lain sebagainya dari penerapan adab berpakaian. Dalam kaitannya dengan penggunaan bahan, hendaknya pakaian tersebut terbuat dari bahan yang dapat menyerap keringat, seperti bahan katun, karena bahan katun itu sendiri memudahkan untuk terjadinya penguapan keringat, dan untuk menjaga kestabilan tubuh agar tetap normal dan tidak gerah. Tetapi sebagai kaum wanita muslimah alangkah baiknya untuk menggunakan pakaian yang tidak membentuk tubuhnya dan tentunya harus menutupi bagian dada, agar terhindar dari segala bentuk fitnah. Baca juga : Inilah Penjelasan Jenis-jenis Sholat Jamak Pengertian Adab Berpakaian dalam Islam Menurut ajaran islam, berpakaian adalah dimana seseorang muslim harus mengenakan…
Umroh.com – yang dimaksud dengan mahram adalah wanita-wanitayang tidak diperbolehkan untuk dinikahi atau wanita-wanita yang haram untuk dinikahi. Baik itu disebabkan oleh faktor keturunan, faktor persusuan maupun faktor perkawinan dalam syariat islam. Berikut merupakan pembagian mahram yang wajib kita ketahui. Baca juga : Dampak Tidak Membayar Hutang Sungguh Berbahaya Macam – Macam Mahram Berikut ini merupakan macam-macam mahram : 1. Mahram Muabbad Mahram muabbad ini adalah wanita yang tidak boleh dinikahi oleh para laki-laki selamanya, karena wanita tersebut memiliki sifat yang tidak bisa dihilangkan. Misalnya seorang anak laki-laki tidak boleh menikahi ibunya karena ada sebab bisa dibilang haram dikarenakan faktor adanya darah daging dari sang ibu yang ada didalam diri anak laki-lakinya. 2. Mahram Muaqqat Wanita ini tidak boleh dinikahi oleh laki-laki sampai sebab haramnya tersebut akan hilang. misalnya seorang laki-laki tidak boleh menikahi saudara dari istrinya selama istrinya masih bersamanya. Pembagian Mahram Berikut merupakan orang-orang yang haram untuk dinikahi,…
Umroh.com – Ilmu pengetahuan dalam Islam memiliki kedudukan sangatlah penting. Terlihat dari beberapa dalil A – Quran dan hadits yang memandang orang berilmu dalam posisi tertinggi dan mulia. Keimanan yang dimiliki seseorang akan menjadi pendorong untuk menuntut ilmu. Di dalam pedoman Al – Quran, ilmu pengetahuan dalam islam memiliki arti tersendiri yang belum banyak di ketahui umat islam lainnya. Selain itu, ilmu pengetahuan amat penting bagi individu untuk meningkatkan martabat manusia. Dengan ilmu, manusia juga dapat menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai hamba Allah di muka bumi ini. Baca juga : Hukum Menyebarkan Fitnah Tak Bisa Dihindari Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dalam Islam Masa keemasan umat islam terjadi pada masa kelam masyarakat barat di mana ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dikalangan umat muslim. Pada saat itu islam telah memperluas wilayah hingga Eropa. Pada masa keemasan tersebut banyak ilmuwan muslim yang melalukan riset dan penterjemahan besar-besaran terhadap karya-karya filosofi para ilmuwan Yunani. Periode…
Umroh.com – Setiap apa yang kita lakukan di muka bumi ini pasti memiliki hikmah. Apalagi yang kita kerjakan sesuai dengan syariat Islam. Orang yang memiliki ilmu akan dapat membedakan antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan, sunnah dan bid’ah. Maka ilmu adalah perkara mulia yang hendaknya menjadi perhatian setiap muslim, perkara yang harus diutamakan. Karena ilmu itu lebih di dahulukan dari perkataan dan perbuatan. Selama melakukannya, hikmah menuntut ilmu sendiri bisa Anda dapatkan dari segala aspek. Baca juga : Berikut ini Dalil Tentang Ilmu Pengetahuan dalam Islam Adab Menuntut Ilmu Agar proses belajar berjalan dengan baik sehingga kita mampu mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan mampu mengantarkan kita menjadi orang yang sukses di dunia dan selamat di akhirat kelak, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan antara lain : 1. Meluruskan Niat Ketulusan niat bagi orang yang menuntut ilmu akan mengantarkan seseorang berhasil dan sukses dalam menjalani kehidupannya nanti, karena segala…
Umroh.com – Bagi semua manusia biasa, tentunya sudah menjadi tabiat bahwa manusia menginginkan rezeki yang berlimpah ruah, menginginkan segala kebutuhan hidupnya ini terpenuhi dengan baik. Faktor dari inilah yang kemudian mendorong banyak manusia tenggelam dalam kesibukan mencari rezeki, bahkan tidak sedikit yang dibutakan oleh kecintaan duniawi sehingga berbagai cara dilakukan salah satunya menempuh jalan maksiat untuk memperoleh rezeki dan melalaikan kewajibannya kepada Allah SWT. Dalam islam terdapat banyak ayat tentang rezeki yang diantaranya tenang cara mendapatkannya dan juga pengelolannya. Baca juga : Catat! Ini Hukum Sujud Sahwi yang Harus Dipahami Pandangan Islam Tentang Rezeki Rezeki adalah suatu perkara yang menjadi rahasia Allah SWT, sama halnya dengan umur, jodoh, dan kematian seseorang. Namun, Allah SWT menegaskan bahwa manusia yang telah lahir di bumi ini telah dijamin rezekinya oleh Allah SWT. Oleh karena itu sebagai umat muslim sudah seharusnya kita beriman kepada Allah SWT untuk tidak perlu gelisah mengenai rezeki. Islam juga…
Umroh.com – Ibadah adalah ketundukan manusia kepada Allah yang dilaksanakan atas dasar iman yang kuat dengan melaksanakan semua perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya dengan tujuan mengharapkan ridha dan ampunan-Nya, termasuk tujuannya ingin masuk surga. Selain itu beribadah kepada Allah harus dilakukan dengan ikhlas, bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain atau maksud-maksud lainnya. Terdapat contoh ibadah ghairu mahdah yan bisa Anda lakukan karena akan membawa berkah tersendiri untuk Anda. Baca juga : Inilah Dalil Tentang Najis yang Harus Anda Tahu Syarat Ibadah yang Diterima Ibadah adalah perkara taufiqiyyah, yaitu tidak ada suatu ibadah yang di syariatkan kecuali berdasarkan Al – Quran dan As Sunah. Ibadah-ibadah itu bersangkutan dengan penerimaannya kepada dua faktor yang penting, yang menjadi syarat bagi diterimanya suatu ibadah. Syarat-syarat diterimanya suatu amal (ibadah) ada dua macam yaitu: 1. Ikhlas yakni dilaksanakan dengan mengharapkan keridhaan Allah, hanya pamrih atas nama Allah dan karena perintah-Nya. Allah berfirman dalam surat…
