Umroh.com – Salah satu rukun Islam adalah sholat. Setiap umat muslim di muka bumi ini diwajibkan untuk sholat lima waktu dan diperintahkan untuk sholat dalam sehari sebanyak lima kali, atau bisa juga melakukan sholat fardhu Qasar. Sholat juga merupakan tiang agama, sebagai muslim tentunya tidak diperbolehkan untuk meninggalkan sholat, apabila meninggalkan sholat dengan sengaja, maka kamu telah berbuat dosa. Sholat juga merupakan amalan yang pertama kali dihisap pada saat nanti diakhirat, oleh karena itu janganlah sampai kita meninggalkan sholat dimasa hidup, karena kelak diakhirat perbuatan di bumi ini akan ditanggung jawabkan oleh kita sendiri. Baca juga : Hikmah Sholat Berjamaah yang Wajib Diketahui Hadis Sholat Allah SWT berfirman “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al Baqaroh : 45) “(yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan sholat dan menafkahkan sebahagian rezeki yang…
Umroh.com – Islam selalu membedakan tentang urusan umatnya, untuk memperkenalkan mana yang halal dan haram, mana yang suci dan kotor, mana yang boleh dan tak boleh dilakukan. Semua sudah diatur dalam Al Quran dan hadist yang telah ada sejak zaman Rasulullah SAW, termasuk pengertian najis dalam islam. Segala sesuatu Allah selalu mudahkan jika kita selalu mengikuti perintah dan menjauhi segala laranganNya. Baca juga : Jangan Sampai Ketinggalan! Ini Manfaat Sholat Berjamaah Pengertian Najis Najis dikenal sebagai kotoran yang menjadi penghalang ibadah kepada Allah. Najis secara bahasa Arab, najis bermakna al qadzarah ( القذارة ) yang artinya adalah kotoran. Sedangkan definisi menurut istilah agama najis menurut definisi Asy- Syafi’iyah adalah sesuatu yang dianggap kotor dan mencegah sahnya salat tanpa ada hal yang meringankan. Menurut Al Malikiyah, najis adalah sifat hukum suatu benda yang mengharuskan seseorang tercegah dari kebolehan melakukan salat bila terkena atau berada di dalamnya. Najis berbeda dengan hadsat. Najis…
Umroh.com – Dalam berbuat kebaikan tentu kita akan memiliki nilai pahala yang sangat besar, karena Allah SWT juga meminta kita sebagai umatNya untuk saling membantu dan juga saling memberi kepada sesama umat manusia, namun ketika kita mengejakan kebaikan dan melakukan amal shalih alangkah baiknya untuk menghindari sifat riya atau menceritakan kebaikan kita kepada orang lain, dan sudah seharusnya kita mengerjakan kebaikan karena semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT dan ikhlas mengerjakannya. Sehingga perlu dipahami mengenai perbedaan ikhlas dan riya bagi yang belum begitu tahu banyak. Baca juga : 10 Makanan Halal Turki dengan Rasa yang Lezat Perbedaan ikhlas dan riya Ikhlas itu sendiri mempunyai arti memurnikan atau menjernihkan sesuatu. Amalan yang ikhlas adalah amal yang dilakukan dengan niat yang murni semata-mata karena untuk mendapatkan ridho dari Allah SWT dan tidak tercampur dengan niatan-niatan yang lainnya, seperti riya atau memamerkan kebaikan yang dilakukannya dan tidak mengharapkan pujian dari oranglain. Ikhlas juga…
Umroh.com – Allah menciptakan makhlukNya dengan sebaik-baiknya. Bukan sekadar taat terhadapNya, namun juga mengikuti perintah serta larangan yang telah Allah syariatkan. Terkadang manusia tidak mensyukuri yang telah Allah berikan. Umat manusia kadang tidak cukup puas atas pemberian sampai akhirnya melakukan hal-hal yang tidak disukai bahkan dibenci oleh Allah SWT. Pahami beberapa perkara di dalam perbedaan dan juga pengertian dari riya. Baca juga : Bikin Nyaman! Ini Tips Memilih Jilbab yang Benar Apa Itu Riya ? Riya merupakan perilaku tercela yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Sifat tersebut tentunya harus kita hindari. Selain berdosa, sifat riya juga merugikan diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Riya itu merusak keimanan, termasuk kedalam syirik kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Sesuatu yang sangat ditakutkan yang akan menimpa kamu ialah syirik kecil. Nabi SAW, ditanya tentang apa yang dimaksud syirik kecil itu, maka beliau menjawab yaitu riya.” (HR. Ahmad) Pengertian riya dalam bahasa Arab, arriya’ (الرياء)…
Umroh.com – Islam agama sempurna yang mengajarkan kebaikan di dunia dan akhirat sesuai dengan syariatnya. Salah satu tanda kehidupan manusia adalah dengan adanya ujian yang diberikan oleh Allah SWT untuk menguji seberapa besar keimanan dan ketakwaan kita dalam menghadapi ujian tersebut. Terdapat pengertian dan contoh sabar yang harus anda ketahui lebih dalam lagi supaya dapat menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, ujian-ujian yang kita hadapi juga akan menambah kedewasaan cara pikir dan cara bersikap kita dalam kehidupan sehari-hari sehingga dari tiap-tiap tingkatan ujian yang kita hadapi tersebut akan membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Baca juga : Ini 5 Minuman Halal di Jepang yang Sukses Bikin Ngiler! Pengertian Sabar dalam Pandangan Islam Sabar dalam bahasa adalah suatu sikap menahan emosi dan keinginan, serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar itu bentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan…
Umroh.com – Sabar menghadapi sakit, menguasai diri karena kekhawatiran dan emosi, menahan lidahnya agar tidak mengeluh, merupakan bekal bagi orang mukmin dalam perjalanan hidupnya di dunia. Maka dari itu sabar termasuk dari sebagian iman, sama seperti kedudukan kepala bagi badan. Dibalik itu semua, terdapat manfaat sabar yang belum banyak orang tahu sehingga masih sering mengabaikannya. Tidak ada iman bagi orang yang tidak sabar, sebagaimana badan yang tidak ada artinya tanpa kepala. Maka Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu anhu berkata. “Kehidupan yang paling baik ialah apabila kita mengetahuinya dengan berbekal kesabaran”. Maka andaikata engkau mengetahui tentang pahala dan berbagai cobaan yang telah dijanjikan Allah bagimu, tentu engkau bisa bersabar dalam menghadapinya. Baca juga : 4 Minuman Halal di Maroko Ini Wajib Dicoba! Sabar Itu Kemenangan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, bahwa Allah SWT menjadikan sikap sabar itu ibarat kuda pacu yang tak pernah terperosok, bagaikan pedang tajam yang tak pernah tumpul, seperti…
Umroh.com – Sabar dalam agama Islam memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar. Karena sabar adalah termasuk perilaku mulia yang sangat perlu untuk di lakukan oleh seluruh umat. Dengan sabar masalah yang kita hadapi jadi terasa lebih ringan, dengan sabar masalah yang kita hadapi bisa diselesaikan dengan lebih efektif, dengan sabar masalah yang kita hadapi dapat diselesaikan tanpa menyisakan rasa sakit hati atau menimbulkan rasa sakit hati lainnya, dengan sabar pula kita akan senantiasa menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tenteram tanpa merasa gelisah apalagi ber-muram hati. Baca juga : 6 Cara Tidur Nabi Muhammad yang Patut Ditiru Hakikat Sabar Sabar adalah salah satu terapi penyakit hati. Kata sabar mudah diucapkan namun aplikasinya dalam kehidupan butuh kesungguhan. Ketika seseorang yang mendapat musibah dapat menghadapinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menaikkan keimanannya dan menyediakan pahala baginya menjadi salah satu keutamaan sabar. Allah SWT tidak akan pernah memberikan cobaan atau…
Umroh.com – Setiap manusia di bumi ini, tentu akan pernah merasakan hadas kecil ataupun hadas besar. Tetapi dalam ajaran agama Islam, ketika seorang muslim sedang mengalami hadas kecil ataupun hadas besar, maka dianjurkan untuk bersuci terlebih dahulu dan tidak melakukan hal-hal yang berhubungan langsung dengan shalat, memegang Al-Quran ataupun yang lainnya. Perlu diketahui apa itu penyebab hadas besar. Oleh karena itu, setiap umat muslim harus mengetahui apa saja yang termasuk kedalam hadas kecil dan hadas besar, namun disini umroh.com akan menjelaskan mengenai penyebab hadas besar serta larangan apa saja yang tidak diperbolehkan ketika sedang berhadas besar. Baca juga : Bisa Dicoba, Ini Cara Bertaubat sesuai Kaidah Islam Pengertian Hadas Besar Hadas besar adalah dimana kondisi hukum seseorang yang sedang dalam keadaan janabah. Dan janabah itu merupakan status hukum yang tidak berbentuk fisik, maka janabah identik dengan tidak kotor. Ada beberapa penyebab mengapa seseorang dapat dikatakan sedang menyandang status janabah, diantaranya…
Umroh.com – Bagi setiap umat muslim, penting sekali untuk mengetahui macam-macam najis dan contohnya yang sudah di ajarkan dari beberapa waktu silam. Pasalnya dengan mempelajari najis maka seorang muslim tentu akan mengetahui caranya untuk membersihkan diri dari najis. Najis juga merupakan salah satu hal yang bisa membatalkan segala rangkaian ibadah bagi umatnya. Menjaga tubuh atau mensucikan badan dari hadis dan najis termasuk kedalam salah satu syarat sah shalat wajib lima waktu dan umat muslim yang sedang dalam kondisi hadas dan najis maka tidak sah ketika melakukan ibadah seperti shalat. Di Islam itu sendiri, najis dibedakan menjadi beberapa bagian kelompok menurut tingkatannya. Berikut macam-macam najis dan contohnya yang perlu kamu ketahui. Baca juga : Penting! Ada 4 Jenis Sholat Fardhu, Apa Saja? Pengertian Najis Najis merupakan suatu kotoran atau sesuatu yang dipandang kotor, baik itu berupa padat, cair dan lainnya. Setiap umat muslim sudah diwajibkan untuk membersihkan diri dari najis tersebut,…
Umroh.com – Sebagai umat muslim yang dirahmati Allah SWT, tentu kita harus menghindari segala sesuatu yang diharamkan oleh Allah SWT dan berusaha untuk tidak melakukannya. Salah satu contoh yang dibenci oleh Allah SWT adalah riya. Anda perlu tahu tentang hukum riya karena mampu memiliki bahaya yang mungkin saja menimpa siapa saja. Riya merupakan dimana seseorang yang mempunyai benda atau barang berharga maka seseorang tersebut memamerkan barang berharganya tersebut keorang lain dengan tujuan untuk menaikkan derajat orang tersebut atau ingin orang lain tahu bahwa dia mempunyai barang yang mahal, dan bisa juga memamaerkan sholatnya dengan merekam pada waktu sholat. Baca juga : Bahan Makanan yang Dibekukan Ini Menjadi Lebih Bergizi Pengertian Riya Dalam Bahasa Arab, riya berasal dari arriya’ yang kata tersebut berasal dari kata kerja raa yang memiliki arti memperlihatkan. Sehingga riya biasa disebut sebagai suatu tindakan yang memperlihatkan atau sekaligus memperbagus suatu amalan ibadah dengan bertujuan agar mendapatkan pujian…
