Umroh.com – Sebagai umat muslim alangkah baiknya untuk kita membantu sesama antar makhluk ciptaan Allah SWT, saat kita sedang melakukan kebaikan, biasanya ada dua hal yang melatar belakangi nya. Yang pertama, ikhlas karena Allah SWT dan tidak mengharapkan pujian dari orang lain. Kedua karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain merupakan yang harus dijauhi di dalam hadits tentang riya. Untuk ikhlas dan riya itu sendiri tentulah dua hal yang berbeda. Ikhlas adalah berbuat suatu kebaikan semata-semata untuk mengharapkan ridho dari Allah SWT sedangkan untuk riya adalah melakukan sesuatu karena ingin mendapatkan pujian dari orang lain atau bahkan ingin mendapatkan kehormatan. Baca juga : Beginilah Tata Cara Berakikah Menurut Rasulullah Hadits Tentang Riya 1. Hadits Pertama Hadist yang pertama ini merupakan hadist qudsy. Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT telah berfirman : “Ketika hari kiamat telah tiba, maka aka nada suara memanggil : dimanakah orang yang suka pamer ? di manakah…
Umroh.com – Bahaya riya menyerang kepada sesorang yang melakukan ibadah atrau aktivitas tertentu. Penyakit ini termasuk jenis penyakit yang sangat berbahaya karena bersifat lembut (samar-samar) tetapi berdampak luar biasa. Bersifat lembut karena masuk dalam hati secara halus sehinggaa orang tak merasakan kalau telah terserang penyakit ini. Karena bila suatu amalan dijangkit penyakit dampak dari riya, maka amalan itu tidak akan diterima oleh Allah SWT dan pelakuknya mendapatkan ancaman keras. Baca juga : Wajib Tahu, Ini Alasan Aqidah yang Dibutuhkan Umat Islam Ibadah yang Tercampur Riya Bagaimanakah status suatu amalan ibadah yang tercampu riya? Hukum masalah ini dapat dirinci pada beberapa keadaan. Jika seseorang beribadah dengan maksud pamer di hadapan manusia, maka ibadah tersebut batal dan tidak sah. Adapun jika riya atau sum’ah muncul di tengah-tengah ibadah maka ada dua keadaan. Jika amalan ibadah tersebut berhubungan antara awal dan akhirnya, misalnya ibadah sholat, maka riya akan membatalkan ibadah tersebut jika tidak…
Umroh.com – Sabar merupakan suatu sikap menahan diri dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Sabar itu bentuk kemampuan pengendalian diri sebagai sikap yang mempunyai nilai tinggi dan mencerminkan kekokohan jiwa orang yang dimilikinya Sabar dalam agama Islam memiliki keutamaan dan manfaat yang sangat besar. Karena di dalam dalil tentang sabar merupakan salah satu perilaku mulia yang sangat perlu untuk di lakukan oleh seluruh umat. Baca juga : Penting! 3 Bacaan Doa agar Niat Taubat Diterima Dalil Tentang Sabar Dalam Al Quran banyak sekali Allah mengingatkan dan membicarakan tentang kesabaran. Ayat-ayat Al Quran tentang kesabaran tersebar dalam berbagai surat dan disebutkan dalam berbagai konteks. Berikut ini beberapa ayat mengenai sabar yang bisa dijadikan sebagai bahan kajian dan renungan, diantaranya. Fiman Allah dalam Al Quran: الصَّابِرِينَ مَعَ اللهَ إِنَّ وَاصْبِرُوا… “…Dan bersabarlah kalian, karena Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Anfal : 46) Allah Ta’ala berfirman: تُفْلِحُونَ لَعَلَّكُمْ اللَّهَ وَاتَّقُوا وَرَابِطُوا وَصَابِرُوا…
Umroh.com – Sebagai umat muslim, sudah seharusnya kita mempelajari apa saja yang diperbolehkan dan yang tidak diperbolehkan bagi umat muslim. Salah satu hal yang tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam adalah perbuatan riya. Dalil tentang riya didalamnya di identikkan dengan perbuatan sombong dan merupakan penyakit hati bagi setiap manusia. Baca juga : Pengertian Istigfar dalam Islam dan Hukum Membacanya Pendapat Para Ahli Agama Berikut merupakan pandangan riya menurut para ahli agama : Al-Hafidz Ibnu Hajar al-Asqolani berpendapat mengenai riya yang ditulis dalam kitabnya Fathul Baari berkata “Riya ialah menampakkan ibadah dengan tujuan dilihat manusia, lalu mereka memuji pelaku amalan tersebut.”Imam Al-Ghazali berpendapat “riya adalah mencari kedudukan pada hati manusia dengan memperlihatkan kepada mereka hal-hal kebaikan.”Imam Habib Abdullah Haddad juga berpendapat mengenai riya, ia berkata “Riya adalah menuntut kedudukan atau meminta dihormati daripada orang ramai dengan amalan yang ditujukan untuk akhirat.” Dalil Tentang Riya Di bawah ini merupakan sekumpulan dalil tentang riya…
Sholat qasar adalah melakukan sholat dengan meringkas/mengurangi jumlah rakaat sholat qasar yang bersangkutan. Sholat qasar meringankan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan (safar). Hukum qasar terkait dengan safar, jadi qasar identik dengan safar. Artinya, ketika orang bersafar maka di syariatkan untuk mengqasar sholatnya. Hanya saja, ulama berbeda pendapat tentang hukum qasar ketika safar. Ada yang mengatakan wajib, ada yang mengatakan bahwa hukum qasar adalah sunah muakad, dan ada juga yang berpendapat bahwa hukum qasar adalah mubah. Allah berfirman dalam al Qur’an surat An Nisa ayat 101 yang berarti, “Serta jika anda melancong di muka bumi, jadi tidak kenapa anda menqasar sholatmu, bila anda takut terserang beberapa orang kafir, sebenarnya beberapa orang kafir itu musuh yang riil bagimu.” (QS. An-Nisa : 101). Dari Ibnu Umar, beliau mengatakan, “Saya sering menyertai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan, dan beliau melaksanakan sholat tidak lebih dari dua rakaat.” (HR. Bukhari dan Muslim). Baca…
Umroh.com – Pernikahan dianggap memenuhi separuh agamanya. Hukum pernikahan dalam islam juga harus di patuhi sebagai salah satu ibadah untuk memenuhi perintah Allah SWT yang sudah ada sejak adanya Adam dan Hawa berpasangan. Sudah jadi fitrahnya laki-laki dan perempuan menyatu menjadi sepasangan suami istri. Pernikah itu memiliki tujuan untuk membangun keluarga terutama meneruskan keturunan sehingga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warhahmah sesuai dengan syariat yang dihalalkan oleh agama Islam. Dalil dari Al Qur’an diantaranya firman Allah Ta’ala,”Dan nikahkanlah orang-orang yang masih sendiri diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui” (QS. An Nur : 32). Baca juga : Tidak Perlu Galau, Inilah Hakikat Jodoh dalam Islam Hukum Pernikahan Berdasarkan syariat islam dan tuntunan cara pernikahan yang benar maka hukum pernikahan dapat digolongkan dalam…
Umroh.com – Setiap sholat memiliki batasan waktu sendiri-sendiri, kapan waktu masuk dan kapan waktu sholat tersebut berakhir. Siapa saja yang sebelum waktunya, atau melaksanakannya setelah waktu sholat tersebut berakhir, maka dia telah melanggar batas ketentuan yang telah ditetapkan oleh syariat. Sehingga orang tersebut berbuat dosa, sholatnya pun tidak akan diterima oleh Allah SWT. Lalu bagaimana bagi orang yang musafir dalam perjalannya melakukan sholat? Apa hukum menjamak sholat Jumat dengan Ashar? Akan kita simak pembahasan ini. Baca juga : Inilah Hikmah Tidak Memejamkan Mata saat Sholat Tidak Boleh (Haram) Bermudah-Mudahan dalam Menjamak Sholat Karena hukum asal sholat adalah dikerjakan pada waktunya masing-masing, maka bermudah-mudahan dalam menjamak salat hukumnya haram, tanpa ada keraguan di dalamnya. Sebagian orang ketika turun hujan gerimis (hujan tipis) di waktu Magrib, dengan mudahnya langsung menjamak salat Isya di waktu Magrib. Perbuatan ini tidak tepat, dan harus diingkari karena dia berarti melaksanakan salat Isya sebelum waktunya tanpa memiliki…
Umroh.com – Setiap umat muslim di dunia ini, tentu sudah harus mengetahui apa saja aturan yang ada di Islam, dan sudah seharusnya mempelajari hal-hal tersebut terutama mengenai hadas karena dengan mengetahui hadas maka seorang muslim akan mengetahui apa itu hadas serta mengetahui bagaimana cara membersihkannya, karena ketika seorang muslim sedang dalam keberadaan hadas, maka terdapat larangan pula didalamnya seperti tidak boleh shalat, memegang Al-Quran dan lain sebagainnya. Untuk menyakinkan hal tersebut maka terdapat hadis – hadis tentang hadas yang untuk memperkuat pernyataan tersebut, dengan begitu umat muslim diminta untuk mempelajarinya dan memahaminya. Baca juga : Jangan Dilakukan! Ini 5 Hal Terlarang bagi Orang Junub Pengertian Hadas Hadas adalah keluarnya sesuatu benda dari kubul (kemaluan) dan dubur (lubang pantat). Hadas merupakan suatu penyebab seorang muslim tidak suci lagi atau tidak sah dalam melakukan shalatnya dan tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali kondisi seorang muslim tersebut sudah suci kembali. Oleh karena itu jika…
Umroh.com – Islam agama yang sempurna yang selalu memudahkan hubungan antar manusia. Salah satu hubungan tersebut adalah pernikah. Pernikahan merupakan awal masuknya membangun rumah tangga yang dianjurkan oleh Allah SWT. Fiqih pernikahan atau munakahat adalah ilmu yang menjelaskan tentang syariat suatu ibadah termasuk pengertian, dasar hukum, rukun, dan syarat yang dalam hal ini menyangkut pernikahan. Adanya akad nikah membuat sesuatu yang tadinya haram menjadi halal, bahkan menjadi amalan ibadah yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT. Pernikahan idaman memiliki kekokohan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah yang diridhoi oleh Allah Ta’ala. Adapun hal-hal tersebut dapat disimak dalam penjelasan berikut ini. Baca juga : 5 Tips Menjalani Proses Taaruf hingga Hari Pernikahan Apa Itu Pernikahan? Pernikahan sesuatu yang diidamkan oleh para kaum laki-laki dan perempuan yang sudah mencukupi segalanya. Pernikahan juga salah satu jalan untuk mendapatkan keturunan, meningkatkan ukhuwah islamiyah, dan memperkuat tali silaturahmi antar manusia. Secara Etimologi yang berdasarkan…
Umroh. com – Manusia itu tak ada yang sempurna. Setiap manusia pasti memiliki kesalahan. Jika kita memiliki kesalahan disengaja maupun tak disengaja , tindakan yang harus dilakukan dengan langsung bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taubat, terlebih lagi sudah ada dalil tentang taubat. Bukan sekedar omong kosong dan niat sesaat tapi murni mengakui kesalahan dan tidak akan mengulangi dosa kembali. Orang-orang yang langsung bertaubat karena takut dengan Allah, maka insya Allah akan menerima taubat kita. Baca juga : Hindari Akhlakul Mazmumah, Ini 10 Contohnya Apa itu Taubat? Taubat merupakan meninggalkan dosa dan menyesali kesalahan yang dibuat untuk kembali ke jalan Allah SWT. Bertaubat itu amalan yang sangat dicintai Allah SWT. Allah mencintai umatNya yang mengakui kesalahan dan tidak mengulangi kesalahan itu dengan memohon ampunan atas apa yang dilakukan. Melakukan amal shaleh dan meninggalkan larangan adalah wujud nyata dari taubat. Apalagi taubat hukumnya wajib bagi mukmin. Allah berfirman, …نَصُوحًاتَوْبَةً اللَّهِ إِلَى…
