Umroh.com – China merupakan tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. China terkenal dengan Tembok Besar China di Beijing. Selain bisa memiliki kesempatan untuk mengenal suasana, kehidupan, dan budaya yang berbeda, liburan ke China juga jadi kesempatan bagus untuk mencicipi kuliner khas dari negara tersebut. Sayangnya tidak semua makanan atau minuman “aman” dikonsumsi, terutama bagi kaum muslim. Berlibur ke negara non muslim menjadi tantangan sendiri karena selain susah mencari tempat ibadah, Anda juga pasti sedikit kesulitan untuk menemukan makanan atau minuman yang halal. Baca juga: Mudah Ditemukan, Ini 12 Kuliner Kesukaan Rasulullah SAW Minuman Halal di China Tim umroh.com memaparkan, selain makanan, China juga menawaarkan berbagai minuman halal yang menarik dan unik untuk dicicipi. Banyak minuman tradisional dan modern yang dikelola dengan nikmat dan meyegarkan. Tak usah khawatir memilih minuman halal selama masih ada logo halalnya. Kami akan ulasan beberapa referensi minuman halal yang ada di China, diantaranya. 1. Teh Krisan (Chrysanthemum…
Umroh.com – Bertayamum disyariatkan bila kesulitan mencari air atau sebab lainnya yang tidak bisa terkena air. Pada dasarnya tayamum adalah bersuci menggunakan debu atau tanah sebagai pengganti wudhu/mandi, namun dengan sebab dan syarat tertentu. Hukum Tayamum di Tembok atau Dinding Namun jika dirasakan sulit mendapatkan debu atau tanah untuk bertayamum, maka tidak mengapa bertayamum di dinding atau tembok. Yakni menepuk dinding atau tembok tersebut dengan kedua telapak tangan, lalu setelah itu mengusap wajah dan kedua telapak tangannya. Hal ini juga berlaku pada kursi, dinding rumah, sandaran tempat tidur dan sebagainya. عن ابن عباس قَالَ: أَقْبَلْتُ أَنَا وَ عَبْدُ اللهِ بْنُ يَسَارٍ مَوْلَى مَيْمُوْنَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى أَبِي جُهَيْمٍ بْنِ اْلحَارِثِ بْنِ الصُّمَّةِ اْلأَنْصَارِيِّ فَقَالَ أَبُو اْلجُهَيْمِ: أَقْبَلَ النَّبِيُّ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ النَّبِيُّ صلى الله عليه و سلم حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى اْلجِدَارِ فَمَسَحَ بِوَجْهِهِ وَ…
Umroh.com – Berlibur ke luar negri tak lengkap rasanya kalau tak berjelajah wisata kuliner. Bagi sebagian kaum muslim sedikit ragu memilih makanan yang halal. Apalagi bila berlibur ke China, yang mayoritas penduduknya non muslim. Bagi seorang muslim seperti kita, tentunya harus selalu waspada dalam memilih makanan. Makanan halal di China sudah disediakan cukup banyak. Namun, makanan non halalnya juga banyak sehingga Anda menjadi ragu untuk membeli makanan yang diinginkan. Sekarang membedakan makanan halal dan non halal sudah tidak susah. Anda tinggal melihat label halal pada bungkus makanan yang akan dibeli. Bila Anda makan di restaurant, yang Anda lihat pertama kali juga sama yaitu label halal. Baca juga: Nikmat di Mulut! Ini 5 Minuman Halal di Thailand Makanan Halal Terkenal di China Nah kalau kali ini Anda akan berlibur ke negeri China maka kami punya beberapa referensi makanan halal di China buat Anda. Sehingga ketika Anda sampai di China tidak usah…
Umroh.com – Thailand salah satu Negara yang sedang popular dilirik oleh wisatawan untuk dikunjungi. Banyak wisata menarik yang bisa dijelajah di sana. Melihat banyaknya peluang wisatawan yang datang ke negerinya tentu saja, mereka tak tinggal dia. Apalagi kuliner-kuliner unik yang membuat traveler menarik. Minumam Halal di Thailand Saat berwisata tentu kita juga butuh mencicipi kuliner khasnya. Di Thailand bukan hanya kuliner dan jajanannya saja loh enak. Anda juga bakal disuguhkan banyak sekali jenis minuman Thailand yang menyegarkan. Apalagi sebagian minuman di Thailand juga terkenal di Indonesia. Jangan takut tentang kehalalannya, karena tim umroh.com akan membahas minuman halal yang ada di Thailand, sebagai berikut. 1. Thai Tea Teh Thailand memang beda dari teh pada umumnya. Teh ini sudah ada sejak tahun 80an silam. Teh ini oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Cha Yen. Anda yang sedang berlibur ke Thailand jangan lewatkan cicipi minuman satu ini ya. Baca juga: Kuliner Wajib yang Anda…
Umroh.com – Fenomena hijrah bagi sebagian kaum muslimah di Indonesia mempercantik diri dengan menutupi auratnya. Selain memakai jilbab, mereka memadu-padankan jilbabnya dengan berniqab. Niqab dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai cadar atau penutup wajah. Niqab dipakai oleh muslimah yang memakai hijab syar’i cadar dengan menutupi sebagian wajah. Memakai cadar adalah pilihan. Namun, apapun pilihannya, berhijab tetap harus menunjukkan kerapian. Tidak asal pakai karena cadar sama dengan hijab yang menunjukkan identitas muslimah. Siapa saja yang memakainya jika ada yang buruk maka akan merusak citra muslimah dan Islam secara keseluruhan. Meskipun tidak ada hubungan antara hijab dengan akhlak. Baca juga: Jangan Disepelekan, Ini Hukum Memakai Kerudung! Tips Memilih Niqab yang Nyaman Sudah banyak jenis dan model niqab yang saat ini beredar. Namun yang terpenting adalah memilih niqab yang nyaman digunakan dan tak berlebihan. Ini tipsnya untuk kamu agar berniqab jadi nyaman, sebagai berikut. 1. Pilih Bahan yang Tepat Umroh.com merangkum, poin utama yang…
Umroh.com – Tren muslimah sangat beragam jenisnya. Pilihannya semakin fashionable sehingga semakin termotivasi mengenakannya. Salah satu yang fenomenal dikalangan muslimah adalah jilbab. Memakai jilbab merupakan kewajiban bagi seorang muslimah agar lebih terjaga dan terlindungi. Memakai jilbab bagi perempuan termasuk bagian dari perintah Allah SWT untuk menutup aurat bagi kaum perempuan. Hal itu diperintahkan oleh Allah, di antaranya dalam surat An-Nur (24) ayat 31 dan Al-Ahzab (33) ayat 59: وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوْجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى [النور (24): 31]اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ Artinya: “Katakanlah…
Umroh.com – Seorang muslimah tentunya tidak akan pernah meninggalkan kewajiban yang telah disyariatkan dalam agama Islam yaitu memakai pakaian yang menutup aurat dan tidak menampakan lekukan badannya. Ini bertujuan untuk menjaga harga diri seorang wanita muslimah dari pandangan lawan jenis agar terhindar dari hal-hal yang buruk. Berbagai cara yang digunakan muslimah untuk menutupi auratnya. Mulai dari penutupi kepala, leher, lekuk tubuh, bahkan hingga menutupi separuh mukanya. Namun, sebagian muslimah hanya sekedar mengenal nama penutup aurat tersebut. Wanita muslimah kurang memahami makna dan perbedaan diantara hijab, niqab dan burka. Sebagian dari wanita mengagnggap penyebutan itu sama makna dan pengertiannya. Baca juga: Ini Perbedaan Hukum Berhijab di Arab Saudi dan Aceh Hukum memakai Hijab Umroh.com merangkum, secara bahasa, hijab artinya penutup (الحِجابُ: السِّتْرُ) “hijab artinya penutup”. Secara istilah, makna hijab adalah sebagaimana dijelaskan Al Munawi berikut ini, “Hijab adalah segala hal yang menutupi sesuatu yang dituntut untuk ditutupi atau terlarang untuk menggapainya.…
Umroh.com – Menutup aurat bagi wanita muslimah sudah menjadi keharusan. Bahkan perintah agar wanita muslim menutup seluruh auratnya itu banyak Allah sebutkan dalam Al Quran. Di Indonesia sendiri yang memang mayoritasnya penduduk muslim sudah mulai menyadari akan pentingnya menutup aurat. Banyak penyebutan nama menutupi aurat, diantaranya khimar, kerudung, jilbab, dan hijab. Namun dibalik penyebutan nama serupa tersebut ada perbedaan yang menonjol, sebagai berikut. Perbedaan Khimar, Kerudung, Jilbab, dan Hijab Makna Khimar Allah Ta’ala menyebutkan istilah khimar dalam firman-Nya: يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menjulurkan khimar kedadanya…” (QS. An Nuur: 31). Baca juga: Jangan Disepelekan! Ini Hukum Memakai Kerudung Secara bahasa, khamara artinya menutupi. “kha mim dan ra, asalnya membentuk…
Umroh.com – Dewasa ini ada beberapa perdebatan bedanya pandangan antara hukum berhijab di Arab Saudi dengan di Aceh. Hukum di Arab Saudi tidak mewajibkan setiap wanita muslim memakai hijab. Berbanding terbalik dengan hukum di Aceh yang mewajibkan berhijab bagi setiap wanita muslim. Seperti yang kita ketahui, Arab Saudi dikenal tumbuhnya pertama kali peradaban Islam. Perbedaan pandangan ini membingungkan para muslimah. Lalu bagaimana hukum Allah yang harus kita ikuti? Bagaimanakah kaitan berbusana sopan dan ibadah yang di terima oleh Allah? Akan dirangkum perbedaan pandangan hukum berhijab di Arab Saudi dan Aceh, sebagai berikut. Baca juga: 8 Hadist Penting soal Berkerudung, Begini Bunyinya! Hukum Berhijab di Arab Saudi Umroh.com merangkum, kerajaan Arab Saudi kini sedang memasuki era modernisasi di hampir seluruh sisi kehidupan dalam upaya mewujudkan Visi 2030 yang telah diluncurkan oleh Putra Mahkota Muhammad bin Salman, beberapa waktu lalu. Visi tersebut menegaskan keinginan Arab Saudi untuk menjadi pusat dunia Arab dan…
JAKARTA, Umroh.com – Setiap wanita muslimah dalam syariat Islam diwajibkan menutupi aurat salah satunya adalah memakai kerudung atau hijab. Ia bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wajib dilakukan oleh setiap muslimah, sama seperti ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim. Ia bukanlah kewajiban terpisah dikarenakan kondisi daerah seperti dikatakan sebagian orang (karena Arab itu berdebu, panas dan sebagainya). Ia juga bukan kewajiban untuk kalangan tertentu (yang sudah naik haji atau anak pesantren). Bunyi Hadist soal Hukum Berkerudung Tim umroh.com merangkum, kenyataan memperlihatkan hal yang berbeda dimana banyak wanita yang mengaku jika dirinya beragama Islam, namun ia tidak mengenakan hijab saat sudah memasuki akil baliqh. Masih banyak kaum muslimah yang berpendapat jika hijab merupakan sebuah pilihan dan bukan kewajiban dan mengemukakan banyak alasan wanita…
