1
Author

Fajria Anindya Utami

Browsing

Umroh.com – Bulan Ramadhan menjadi bulan suci bagi umat Islam lantaran kaum muslimin diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh. Meski demikian, Allah SWT tak menyulitkan hamba-Nya untuk beribadah. Sebagaimana mereka yang tak mampu berpuasa, Allah pasti beri keringanan. Berikut ini akan dijelaskan tentang niat membayar fidyah puasa yang wajib dipahami. Siapapun bisa mengganti puasa Ramadhan tersebut dengan membayar fidyah yakni memberi makan kepada orang miskin. Membayar fidyah juga dilakukan oleh mereka yang sakit keras dan kecil kemungkinan untuk sembuh. Baca juga: Ini 4 kunci Istiqomah dalam Beribadah Hukum Membayar Fidyah Adapun hukum membayar fidyah untuk mengganti puasa sudah ditetapkan Allah dalam Al Qur’an, yang berbunyi: “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin.” (QS. Al-Baqarah: 184) Maka dari itu hukum membayar fidyah adalah wajib adanya bagi mereka yang tak mampu menjalankan ibadah puasa karena sebab tertentu. Di dalam kitab-kitab…

Umroh.com – Bulan puasa Ramadhan yang berjalan satu bulan lamanya terkadang ada yang masih memiliki tanggungan untuk mengqadha puasanya seperti wanita haid, nifas, hamil, ibu menyusui atau orang-orang yang sakit dan safar. Lalu bagaimana hukum membatalkan puasa qadha? Berikut penjelasannya. Qadha adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya. Untuk kasus orang sakit misalnya, di bulan Ramadhan seseorang mengalami sakit berat sehingga tidak kuat berpuasa. Sesudah bulan Ramadhan dia mengganti puasanya tadi. Inilah yang disebut qadha. Karena itulah orang mukmin wajib mengganti puasanya di bulan lain selain bulan Ramadhan. Namun pelaksanaannya juga tak bisa sembarangan. Membatalkan niat mengganti hutang puasa Ramadhan tidak diperbolehkan ketika sesudah terbit fajar. Tetapi jika waktu untuk membayar hutang puasa Ramadhan tergolong lapang, maka tidak mengapa mengakhiri pembayaran hutang tersebut. Baca juga: Hukum Puasa Sya’ban Sebelum Memasuki Ramadhan Hal ini berdasarkan hadits A’isyah radhiyallahu ‘anha, “Jika saya memiliki hutang puasa Ramadhan, maka tidaklah…

Umroh.com – Qadha memiliki arti memenuhi atau melaksanakan. Sementara kata ‘qadha’ sendiri merupakan bentuk masdar dari kata dasar ‘qadhaa’. Berdasarkan istilah Ilmu Fiqh, qadha memiliki maksud sebagai pelaksanaan suatu ibadah di luar waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam. Begini tata cara puasa qadha yang wajib dipahami. Seperti qadha puasa Ramadhan dimana itu berarti puasa Ramadhan dilaksanakan sesudah bulan Ramadhan. Namun, menurut ahli bahasa Arab, penggunaan istilah qadha dalam pengertian seperti tersebut sama sekali tidak tepat. Hal ini lantaran pada dasarnya kata qadha, semakna dengan kata “ada'” yang berarti pelaksanaan suatu ibadah pada waktu yang telah ditentukan oleh Syariat Islam. Karena itulah rasanya tidak tepat menyebut qadha’ sebagai istilah yang artinya bertolak belakang dengan ‘ada’. Tapi tetap saja istilah qadha’ sudah membudaya dan berlaku dalam ilmu fiqh. Baca juga: Patut Diamalkan, Inilah Keutamaan Puasa Sya’ban Tata Cara Puasa Qadha Sebagaimana yang telah diketahui umat muslim bahwa qadha puasa Ramadhan wajib…

Umroh.com – Pembahasan puasa qadha’ merupakan pembahasa yang baik untuk saling mengingatkan terkait membayar ‘hutang’ puasa bulan Ramadhan yang lalu. Adapun yang dimaksud dengan qadha adalah mengerjakan suatu ibadah yang memiliki batasan waktu di luar waktunya. Lalu apa hukum puasa qadha di hari Jumat? Hal ini terkhusus kasus orang sakit misalnya atau wanita haid, hamil dan menyusui di bulan Ramadhan. Sesudah bulan Ramadhan ia pun berkewajiban untuk mengganti puasanya. Inilah yang disebut qadha. Baca juga: Berani Cicipi 5 Kuliner Unik di Dubai Ini? Golongan Orang-orang yang Diberi Keringanan Berpuasa Umroh.com merangkum, ada beberapa golongan yang diberi keringanan bahkan diharuskan untuk tidak berpuasa di bulan Ramadhan. Meski demikian, mereka tetap wajib meng-qadha’ puasanya setelah lepas dari udzur, yaitu: Pertama, orang yang sakit dan sakitnya memberatkan untuk puasa termasuk wanita hamil dan menyusui apabila berat untuk puasa. Kedua, seorang musafir dan ketika bersafar sulit untuk berpuasa atau sulit melakukan amalan kebajikan. Ketiga, wanita…

Umroh.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Saking senangnya ketika bulan Ramadhan datang, lantas jangan malah berburu diskonan di mall. Tapi persiapkanlah hal-hal ini. Berikut ini ada 7 persiapan menyambut ramadhan yang wajib dipahami. Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Pengertian Ramadhan Kareem! Persiapan Menyambut Ramadhan Umroh.com merangkum, ada tujuh persiapan yang sebaiknya kita lakukan dalam menyambut Ramadhan. Dan yang pertama sangat mudah untuk kita lakukan. Simak di sini! 1. Doa Umroh.com merangkum, doa adalah sebuah ibadah yang dilakukan oleh seorang hamba untuk mengkomunikasikan hajat dan harapan mereka kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Adapun kaitannya dengan menyongsong dan menyambut bulan Ramadhan adalah berdoa, memohon kepada Allah dikaruniai umur panjang hingga berjumpa dengan bulan Ramadhan kembali. Para salaf terdahulu memohon dipertemukan dengan bulan Ramadhan sejak enam bulan sebelumnya. “Allahumma barik lana fi Rajaba wa sya’bana, wa ballighna Ramadhan; Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan…

Umroh.com – Biasanya saat menjelang Ramadhan, sanak keluarga serta sahabat kerap mengucapkan dan memberi selamat Ramadhan. Dan biasanya yang disampaikan adalah Ramadhan Mubarak atau Ramadhan Kareem. Lalu apa pengertian dari ramadhan kareem itu sendiri? Di Indonesia sendiri ucapan-ucapan tersebut juga sering didengar maupun dituliskan saat bulan Ramadan. Tradisi yang berbeda-beda juga sering dilakukan warga Indonesia saat bulan suci ini tiba seperti mengadakan pawai dan semacamnya. Baca juga: Ini Hal-hal yang Dilarang Selama Puasa Ramadhan Pengertian Ramadhan Kareem Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin ditanya mengenai hukum kalimat ‘Ramadhan Kareem’ menjawab: “Hukumnya adalah bawah kalimat ini “Ramadhan Karim” (terjemahnya: Ramadhan itu pemurah) adalah tidak benar. Yang benar adalah “Ramadhan Mubarak” (Ramadhan yang diberkahi) atau yang semisal, karena bukan Ramadhan yang memberi sehingga disebut pemurah, akan tetapi Allah Ta’ala yang memberikan keutamaan ini.” [Majmu’ Fatawa Syaikh Al-‘Ustaimin 20/254) Oleh karena itu hendaknya kita mengikuti nash yang menyebut Ramadhan dengan sebutan “Ramadhan Mubarak” sebagaimana…

Umroh.com – Umat Islam mendapatkan lima keistimewaan saat menjalankan puasa Ramadhan. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa umat Islam mendapatkan lima keistimewaan dengan datangnya bulan Ramadhan. Berikut keistimewaan puasa ramadhan yang wajib diketahui. Sebagaimana beliau tegaskan dalam hadits berikut ini:  أُعْطِيَتْ أُمَّتِي خمسَ خِصَالٍ في رَمَضَانَ لَمْ تُعْطَهُنَّ أمَّةٌ من الأُمَمِ قَبْلَهاَ “Di bulan Ramadhan umatku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada umat-umat sebelumnya.”  Baca juga: Ini Hikmah Puasa yang Akan Dirasakan! 5 Keistimewaan Puasa Ramadhan Umroh.com merangkum, adapun lima keistimewaan tersebut yang disebutkan dalam hadits adalah sebagai berikut: 1. Bau mulut orang berpuasa lebih baik dari minyak misik Sebagaimana dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda, “Bau mulut orang yang berpuasa di hadapan Allah lebih baik dari pada minyak misik.” Memang kalau secara jujur kita pun mengakui bahwa bau mulut orang yang berpuasa tidak sedap. Hal tersebut terjadi karena produksi air liur…

Umroh.com – Melakukan fidyah dalam puasa telah disepakati oleh para ulama Hanafiyah, Syafi’iyah bahwa hanya dilakukan oleh orang yang tidak mampu menunaikan qadha puasa. Hal ini berlaku pula bagi orang yag sudah tua renta yang memang tak mampu untuk berpuasa. Atau terhadap orang sakit yang tak kunjung sembuh. Berikut ini cara melakukan fidyah puasa yang bisa diterapkan. Pensyariatan fidyah disebutkan dalam firman Allah Ta’ala, وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ “Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin” (QS. Al Baqarah: 184) Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, هُوَ الشَّيْخُ الْكَبِيرُ وَالْمَرْأَةُ الْكَبِيرَةُ لاَ يَسْتَطِيعَانِ أَنْ يَصُومَا ، فَلْيُطْعِمَانِ مَكَانَ كُلِّ يَوْمٍ مِسْكِينًا “(Yang dimaksud dalam ayat tersebut) adalah untuk orang yang sudah sangat tua dan nenek tua, yang tidak mampu menjalankannya, maka hendaklah mereka memberi makan setiap hari kepada orang miskin” Baca juga: Pahami Dalil tentang Fidyah di Sini! Kadar Melakukan Fidyah Ulama…

Umroh.com – Puasa diwajibkan bagi seluruh umat muslim dan menjadi rukun Islam yang ketiga. Puasa diwajibkan bagi yang sudah baligh, berakal sehat dan mampu menjalankannya. Sedangkan bagi yang tidak mampu, maka harus mengganti di lain waktu dengan membayar fidyah. Lalu bagaimana dalil tentang fidyah itu sendiri? Berikut penjelasannya! Dalil tentang Fidyah Untuk diketahui, fidyah adalah memberi makan orang miskin. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 148 yang berbunyi, ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Q.S. Al Baqarah:184) Baca juga: Ini 4 Kunci…

Umroh.com – Berpuasa di bulan Ramadhan adalah wajib hukumnya. Tak hanya berkewajiban dalam ketaatan kepada Allah SWT, tetapi berpuasa di bulan Ramadhan juga memiliki hikmah yang tak sembarang orang akan mendapatkannya. Hikmah di balik puasa Ramadhan sejatinya banyak sekali, karena itulah mari kita simak dan pelajari. Baca juga: Inilah Pengertian Puasa Ramadhan yang Wajib Dipahami Hikmah Puasa Ramadhan Umroh.com merangkum, berikut ini hikmah puasa Ramadhan yang sebaiknya diketahui umat Muslim agar senantiasa ikhlas menjalani puasa Ramadhan. 1. Menggapai Derajat Takwa Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 183) Ayat ini menunjukkan bahwa di antara hikmah puasa adalah agar seorang hamba dapat menggapai derajat takwa dan puasa adalah sebab meraih derajat yang mulia ini. Hal ini dikarenakan dalam puasa, seseorang akan melaksanakan…