Umroh.com – Indonesia sudah memasuki musim penghujam. Hujan bisa menjadi berkah dan rahmat, namun bisa juga hadir menjadi musibah. Karena itulah banyak orang yang misuh-misuh saat hujan dating karena bisa datang banjir, macet serta bencana alam lainnya. Namun, makna hujan dalam Al Quran itu sendiri perlu kita ketahui. Kira-kira apa saja? Padahal dalam Islam sendiri, hujan memiliki makna yang special. Seperti tulisan ini yang hadir untuk membahas 15 makna hujan dalam Al Quran. Yuk simak bareng-bareng! Baca juga: Terungkap! Ternyata Ini Loh Fungsi Hujan Menurut Al Quran 15 Makna Hujan Dalam Al Quran Hujan yang datang di tanah kering akan membawa berkah bagi tanah itu sehingga menjadi subur dan tumbuhlah pohon-pohonan. Karena itu salah satu makna hujan adalah keberkahan. 1. Hujan sebagai berkah Umroh.com merangkum, di dalam Al Qur’an, hujan adalah berkah sebagaimana dalam surat Qaaf ayat 9, “Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkahan lalu Kami tumbuhkan dengan air…
Umroh.com – Indonesia kini sudah memasuki musim penghujan. Di sejumlah wilayah hujan turun bahkan sampai berjam-jam. Allah SWT tidak menciptakan sesuatu tanpa fungsi dan manfaat. Seperti itulah hujan yang turun juga memiliki fungsi sebagaimana yang tertulis dalam Al Quran. Berikut fungsi hujan menurut Al Quran yang wajib diketahui. Bisa dikatakan ayat dalam Al Qur’an cukup banyak membahas mengenai fenomena hujan ini. Sebagaimana yang tersurat dalam QS. Ar Ra’d ayat 12, هُوَ الَّذِي يُرِيكُمُ الْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنْشِئُ السَّحَابَ الثِّقَالَ “Dialah Tuhan yang memperlihatkan kilat kepadamu untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung.” (Qs. Al-Ra’d: 12) Baca juga: Begini 6 Cara Allah SWT Mengabulkan Doa Hambanya Dalil Hujan dalam Al Quran Setelah langit yang mendung akan lanjut ke proses turunnya air hujan sebagaimana tersurat dalam QS. Al Qamar ayat 11, فَفَتَحْنَا أَبْوَابَ السَّمَاءِ بِمَاءٍ مُنْهَمِرٍ “Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.” (Qs. al-Qamar: 11)…
Umroh.com – Adzan yang berkumandang merupakan tanda masuknya waktu sholat wajib. Sebagai seorang muslim yang tinggal di negara mayoritas muslim, kita pasti mendengar adzan berkumandang. Dalam Islam sendiri, mengumandangkan adzan merupakan fardhu kifayyah dan merupakan bagian dari syiar Islam. Lalu bagaimana doa mendengar adzan yang wajib dihafalkan? Berikut penjelasannya. Hingga kini, adzan dan sholat merupakan dua syiar Islam yang sudah seharusnya ditegakkan oleh kaum muslimin. Sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Ahmad disebutkan Rasulullah bersabda: مَا مِنْ ثَلاَثَةٍ فِي قَرْيَةٍ لاَ يُؤَذَّنُ وَلاَ تُقَامُ فِيهِمْ الصَّلاَةُ إِلاَّ اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمْ الشَّيْطَانُ “Tidak ada tiga orang di satu desa, yang mana azan tidak dikumandangkan dan salat tidak dilaksanakan, melainkan setan akan memangsa mereka.” Baca juga: Begini Hukum Menjawab Adzan yang Wajib Diketahui Doa Mendengar Adzan Umroh.com merangkum, ketika kita mendengar adzan, kita disunahkan untuk mengikuti kalimat-kalimat adzan seperti muadzin, namun ternyata kita juga disunahkan unutk membaca doa terlebih dahulu pada saat adzan baru…
Umroh.com – Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti mendengar adzan yang berkumandang lima kali sehari. Adapun orang yang mengumandangkan adzan adalah seorang muadzin. Lantas apakah pengertian muadzin itu sendiri? Baca juga: Dapat Banyak Kebaikan, Ini Hadits Keutamaan Seorang Muadzin Pengertian Muadzin Muadzin adalah orang atau beberapa orang terpilih di masjid yang ditugaskan untuk mengumandangkan adzan sebagai panggilan ibadah (sholat). Peran tambahan lain bagi muadzin juga biasanya bertugas dalam mengumandangkan takbir di hari raya pada malam Idul Fitri dan Idul Adha. Biadanya seorang muadzin terpilih karena suara adzannya yang bagus dan kepribadian serta akhlak yang baik. Seorang muadzin juga sering disebut sebagai Bilal yang merupakan nama dari muadzin pertama dalam sejarah Islam yakni Bilal bin Rabah. Hanya di Umroh.com, Anda akan mendapatkan tabungan umroh hingga jutaan rupiah? Yuk download aplikasinya sekarang juga! Adzan tak hanya menjadi syiar Islam tetapi juga sebagai penanda waktu sholat telah tiba. Dahulu pada zaman Rasulullah, Rasul dan…
Umroh.com – Imam Ath-Thabari mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan fitnah adalah perbuatan syirik. Sehingga ketika dikatakan fitnah lebih kejam dari pembunuhan itu benar adanya sebab dosa syirik lebih besar dari pembunuhan. Imam Ath-Thabari juga menjelaskan asal makna dari fitnah yakni al’ibtila dan al-ikhtibar yakni ujian atau cobaan. Terdapat banyak hadits tentang fitnah yang wajib Anda ketahui sebelum melakukannya. Dalam dirwayat Muhammad bin ‘Amr menceritakan dari Abu ‘Ashim, dari ‘Isa bin Ibnu Abi Najih, dari Mujahid, berkata mengenai ayat fitnah lebih parah dari pembunuhan yakni, Membuat seorang mukmin kembali menyembah berhala (murtad) lebih dahsyat bahayanya dibanding dengan membunuhnya. Sehingga fitnah juga berarti syirik dan membuat orang terjerumus ke dalam syirik lebih besar dosanya dibandingkan dengan pembunuhan. Baca juga : 3 Makna Istighfar yang Wajib Anda Ketahui Hadits tentang Fitnah Fitnah merupakan hal yang sangat dilarang oleh Allah SWT. Karena ketika seseorang melakukan fitnah, ia akan menyebabkan hidupnya menyesal dengan perbuatannya. Karena…
Umroh.com – Wakaf memiliki arti menahan bentuk pokok dan menjadikannya sebagai bentuk qurbah yakni pendekatan diri kepada Allah dan hanya dijalan Allah. (Minhah Al-‘Allam 7:5). Meski demikian di dalam Al Qur’an sendiri tidak ditemukan secara gambling mengenai hukum di dalam dalil tentang wakaf. Namun, secara umum Allah memerintahkan kita untuk menafkahkan harta benda yang kita miliki untuk kebaikan di jalan Allah SWT (infaq fii sabilillah). Baca juga : Amal Tak Diterima, Ini Syarat Wakaf yang Harus Terpenuhi Dalil tentang Wakaf Wakaf sendiri termasuk infaq fii sabilillah karena itulah dasar hokum wakaf tersebut yang mengacu pada keumuman ayat Al Qur’an yang menginformasikan tentang infaq dijalan Allah dalam surat Ali Imran, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebaikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya” (QS Ali Imran:92) Selain itu dalam surat Al Baqarah, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang…
Umroh.com – Wakaf adalah sedekah jariyah untuk seseorang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah untuk kepentingan umat. Harta wakaf sendiri tidak boleh berkurang nilainya, tidak boleh diwariskan dan tidak boleh dijual karena hakikatnya, harta di dalam syarat wakaf merupakan bagian dari penyerahankepemilikan harta manusia menjadi milik Allah untuk kepentingan ummat. Kata wakaf sendiri berasal dari bahasa Arab yakni Waqafa yang memiliki arti menahan atau berhenti atau berdiam di tempat. Dalam kamus istilah fiqih, Wakaf adalah memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Mujieb, 2002:414) Baca juga : Jangan Dilakukan, Begini Bunyi Hadits tentang Ghibah! Pengertian Wakaf Menurut hukum Islam wakaf berarti menyerahkan suatu hak milik yang tahan lama zatnya kepada seseorang atau nadzir (penjaga wakaf) baik berupa perorangan maupun berupa badan pengelola dengan ketentuan bahwa hasil atau manfaatnya digunakan untuk hal-hal yang sesuai dengan syari’at Islam. (M. Zein, 2004:425) Berdasarkan ketentuan agama wakaf memiliki tujuan…
Umroh.com – Wakaf adalah suatu amalan yang istimewa karena meski si pemberi wakaf telah meninggal, pahalanya akan tetap mengalir. Sementara secara bahasa, kata wakaf atau ‘waqf’ dan waqafah berarti menahan atau berhenti atau berdiam di tempat. Sementara menurut istilah fiqh, wakaf adalah memindahkan harta milik pribadi menjadi milik orang lain. Tidak sembarangan karena terdapat rukun wakaf jika ingin melakukannya. Dari segi syariah, wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan umat dan agama. Menahan suatu benda yang kekal zatnya memiliki arti tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja. Baca juga : Hukum Memberi Hutang Ternyata Lebih Dari Satu Rukun Wakaf Jumhur ulama yakni mazhab Syafi’i, Maliki dan Hanbali, sepakat bahwa rukun wakaf sejatinya ada empat. Berikut ulasannya! 1. Orang yang Memberikan Wakaf (Wakif) Wakif menjadi rukun wakaf yang pertama. Hal ini lantaran Islam menekankan secara detail bagaimana syarat seseorang…
Umroh.com – Adzan merupakan panggilan kepada seluruh umat muslim untuk bersegera melaksanakan sholat. Tanpa adanya kumandang adzan, masjid akan sepi. Sehingga dengan adanya adzan seseorang akan kembali kepada hakikatnya hidup di dunia yakni untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan adzan berkumandang, seseorang yang tengah disibukkan dengan kehidupan dunia akan melangkahkan kaki menuju masjid. Karena itulah dengan berbagai kelebihan adzan, sangat pantas bagi yang mengumandangkan adzan atau muadzin dijanjikan hal yang sangat berharga. Karena itulah Rasulullah SAW menjanjikan hal-hal terbaik lagi indah untuk para muadzin. Baca juga: Muslim Wajib Paham, Ini 10 Adab Ketika Mendengar Adzan Hadits Keutamaan Seorang Muadzin Kurang lebih, ada sembilan hadits yang berhasil dikumpulkan mengenai keutamaan seorang muadsin. Beirkut sembilan hadits Rasulullah SAW beserta penjelasannya! 1. Muadzin mendapatkan pahala yang sangat besar Rasulullah SAW pernah menyebut bahwa apabila semua orang mengetahui besarnya pahala mengumandangkan adzan maka mereka akan memperbutkan untuk mendapat jatah mengumandangkan adzan itu sendiri. Hal…
Umroh.com – Tahukah kamu bahwa saat kita mendengar adzan, ada adab-adab yang harus diperhatikan? Adab ketika mendengar adzan ini sudah sepatutnya diketahui seluruh umat muslim agar saat mendengar adzan kita tidak melampau batas dan mengikuti sunnah. Adab Ketika Mendengar Adzan Rasulullah SAW mencontohkan amalan yang harus kita lakukan saat mendengar adzan. Ini adabnya! 1. Mengucapkan seperti apa yang diucapkan oleh muadzin Seorang muslim yang menjawab adzan akan mendapat pahala mendengarkan adzan. Sebagaimana dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat padanya (memberi ampunan padanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah pada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah…
