Guru adalah seseorang yang dikaruniai ilmu oleh Allah SWT dan dengan ilmunya tersebut menjadi perantara manusia yang lain untuk mendapatkan kebaikan kebaikan baik di dunia maupun di akhirat. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa, aset bangsa yang sangat berharga. Sebagai aset negara, guru telah teruji diberbagai negara bahkan di Indonesia bahwa mereka mampu membangun negara yang maju. Baca juga: Inilah Fase Dakwah Rasul pada Fase Mekkah Makna Seorang Guru di Indonesia Umroh.com merangkum, guru adalah jembatan masa depan, mereka adalah mediator pendidikan yang paling utama. Hal ini dijelaskan pada UUD 1945 bahwa tujuan dari pendidikan adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Apapun skenario kehidupan baik individu maupun kelompok bahkan sebesar negara pun jika tidak dididik oleh seorang guru maka tidak akan ada kemajuan. Maka, sangat pantas mereka mendapat sanjungan dan kesejahteraan. Mereka yang selalu ikhlas mengajarkan ilmu kepada orang lain adalah sosok yang mulia dan berharga. Di dalam Islam, guru memiliki…
Nabi Muhammad ialah sosok mulia yang diberi gelar AL –Amin oleh Allah swt. Beliau ialah Nabi sekaligus Rasul yang di utus oleh Allah swt untuk menyebarkan ajaran agama tauhid / islam. Perintah Allah untuk segera berdakwah menyebarkan ajaran islam dikarenakan kehidupan masyarakat Arab khususnya di mekkah pada masa pra islam dikenal dengan sebutan zaman jahiliyah. Zaman jahiliyah adalah zaman kebodohan atau kegelapan terhadap kebenaran. Tatanan sosial dan akhlak tidak berjalan semestinya. Kultur masyarakat yang ada pada waktu itu menganut keyakinan Paganisme (suatu kepercayaan spiritual, atau praktek penyembahan terhadap patung dan berhala). Baca juga: Terungkap Ini Alasan Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah Awal Mula Dakwah Rasul Dimulai Rasulullah memulai dakwahnya di mekkah. Tujuan dakwah Rasulullah SAW pada periode Mekkah adalah agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliyahannya di bidang agama, moral dan hukum, sehingga menjadi umat yang meyakini kebenaran kerasulan nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya, kemudian mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Umroh.com…
Banyak dari kita yang mungkin belum mengetahui apa yang menjadi alasan Nabi untuk berhijrah. Hijrah sendiri merupakan perpindahan atau migrasi Nabi Muhammad SAW dari kota Makkah ke Madinah. Makkah sendiri menjadi salah satu kota penyebaran dakwah islam Nabi Muhammad SAW secara sembunyi-bunyi, namun seiring berjalannya waktu akhirnya dakwah tersebut dilakukan secara terang-terangan. Baca juga: Dijamin Laku, Ini 4 Cara Berdagang Ala Nabi Muhammad Awal Mula Hijrahnya Nabi Muhammad Umroh.com merangkum, kaum kafir Quraisy yang sejak awal memusuhi Nabi Muhammad SAW semakin gencar melakukan desakan dan intimidasi pun dilakukan setiap hari. Disaat Nabi Muhammad membutuhkan dukungan justru beliau malah mendapat duka yaitu istrinya Siti Khadijah meninggal dunia yang semasa hidupnya menjadi motivator bagi Nabi Muhammad SAW dalam penyebaran islam. Tak berselang lama paman Nabi Muhammad SAW bernama Abu Thalib pun meninggal dunia beliau menjadi sosok pembela bagi Nabi Muhammad SAW dari kebengisan Kaum Quraisy. Setelah mengalami duka tersebut Nabi Muhammad berusaha…
Nabi muhammad SAW menjadi salah satu Nabi yang sukses menjajakan dagangannya dalam masyarakat Qurasy pada zamannya. Meskipun beliau sudah di jamin masuk surga oleh Allah SWT namun beliau tetap ingin berperilaku dan berkegiatan seperti manusia-manusia pada umumnya dalam memenuhi kebutuhan sehari-harinya salah satunya yaitu di mulai dengan mengikuti pamannya Abdul Muthalib berdagang sejak masih berusia delapan tahun dengan tujuan membantu meringankan beban pamannya. Nabi muhammad SAW pun telah ikut dengan para khalifah lainnya untuk berdagang sampai ke negeri Syam yang sekarang bernama Suriah. Baca juga: Kisah Utsman Bin Affan yang Membeli Sumur Yahudi Umroh.com merangkum, menginjak usia 15 tahun, Nabi Muhammad SAW memutuskan untuk berdagang sendiri dan serius menekuni dunia dagang dan usaha. Beliau berdagang hingga ke 17 negara lebih diantaranya yaitu Syam, Yordania, Bahrain, Busra, Irak, Yaman, dan lainnya. Selama berdagang Nabi dikenal dengan pedagang yang jujur, amanah, sopan santun, menghormati pelanggan, tepat janji, dan tidak pernah menjual barang…
Sa’ad bin Abi Waqqash adalah seorang kesatria berkuda dan sosok muslim yang paling berani. Ia mempunyai dua macam senjata yang sangat ampuh, yaitu panah dan doa. Beliau memiliki peran dan kontribusi yang besar dalam dakwah Islam. Bersama Rasulullah, dia hampir mengikuti semua peperangan untuk menegakkan Islam. Baca juga: Ini Alasan Nabi Muhammad Hijrah ke Madinah Kisah Sa’ad bin Abi Waqqash Umroh.com merangkum, Sa’ad masuk islam pada saat berusia 17 tahun dan keislamannya termasuk yang terdahulu diantara para sahabat. Ia menuturkan, “Aku pernah hidup suatu hari yang waktu itu aku adalah sepertiga malam.” Maksudnya, ia adalah salah seorang di antara tiga orang yang paling terdahulu masuk islam. Pada hari – hari pertama dakwah Nabi Muhammad saw menjelaskan tentang Allah swt Yang Maha Esa dan tentang agama baru yang dibawanya, sebelum beliau menggunakan rumah Al Arqam untuk tempat pertemuan dengan para sahabatnya yang telah beriman. Sa’ad bin Abi Waqqash telah mengulurkan tangannya…
Utsman bin Affan adalah khalifah dalam sejarah islam. Lahir enam tahun setelah tahun Gajah dan beriman melalui Abu Bakar ash-Shidiq. ‘Utsman memiliki wajah yang tampan, kulitnya lembut, dan berjenggot lebat. Ia sangat pemalu hingga malaikat pun malu kepadanya. Pengangkatan Utsman tidak seperti pengangkatan khalifah sebelumnya. Utsman diangkat menjadi khalifah setelah diadakan musyawarah oleh para sahabat yang ditunjuk oleh Umar bin Khattab melalui surat wasiatnya. Baca juga: Kisah Sya’ban yang Rumahnya Jauh dari Masjid Nabawi Mengenal Sosok Utsman Bin Affan Umroh.com merangkum, nama panggilan Utsman adalah Abu Abdullah dengan gelarnya Dzun Nurrain ( yang mempunyai dua cahaya ). Gelar itu didapatkannya karena Rasulullah saw menikahkan dua putrinya Ruqayyah dan Ummu Kultsum kepada Utsman. Utsman dikenal sebagai pedagang yang hebat dan kekayaannya tidak membuatnya sombong. Utsman sangat dikenal dengan sosok yang berhati lembut, pemalu, cerdas serta amat dermawan dan banyak materi yang ia sumbangkan untuk perjuangan islam pada masa itu. Banyak kebaikan…
Ada seorang sahabat Nabi Muhammad Saw bernama Sya’ban RA. Pada saat Masjid Nabawi berdempetan dengan rumah Nabi Muhammad Saw dan menjadi pusat kegiatan umat Islam, banyak para sahabat Nabi yang berbondong-bondong membangun rumah di daerah tersebut. Supaya mereka bisa mengikuti kegiatan islami bersama Nabi Muhammad Saw. Namun, berbeda dengannya. Beliau adalah seorang sahabat Nabi yang tidak menonjol dibandingkan dengan sahabat-sahabat yang lainnya. Sya’ban memilih untuk tinggal berjauhan dengan Nabi Muhammad Saw. Jarak dari rumahnya dengan Masjid Nabawi atau rumah Nabi sekitar tiga jam dengan berjalan kaki. Walaupun tempat tinggalnya jauh dari Masjid Nabawi, beliau tidak pernah ketinggalan dalam melaksanakan salat berjamaah bersama Nabi Muhammad Saw. Baca juga: Kisah Sahabat Rasulullah SAW, Abdurrahman Bin Auf Kehidupan Sya’ban Ada kebiasaan yang dimilikinya setiap datang ke masjid, yaitu ia selalu beritikaf dan salat di penjuru depan masjid. Beliau mengambil posisi tersebut bukan karena mudah untuk bersandar atau tidur, tetapi agar tidak mengganggu orang…
Abdurrahman bin Auf adalah saudagar yang sukses. Ia merupakan orang kaya dengan kekayaan yang melimpah ruah, dan juga merupakan seorang mukmin yang bijaksana. Ia tidak ingin bagian dari keuntungan agamanya hilang begitu saja. Ia tidak ingin kekayaan akan membuat dirinya tertinggal dari kalifah iman dan pahala surga. Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Berhutang kepada Yahudi Mengenal Sosok Abdurrahman Bin Auf Umroh.com merangkum, Abdurrahman bin Auf ialah salah satu dari delapan orang yang lebih dulu masuk islam. Abu Bakar datang menyampaikan islam kepadanya, termasuk kepada Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, dan Sa’ad bin Abi Waqqash. Tak ada sedikitpun keraguan yang menjadi penghalang mereka untuk segera pergi bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq menemui Nabi Muhammad untuk menyatakan baiat. Sejak menganut islam, ia selalu menjadi teladan bagi orang – orang mukmin. Nabi Muhammad saw memasukannya ke dalam sepuluh orang yang telah diberi kabar gembira sebagai ahli surga. Khalifah bin Khattab…
Umroh.com — Adil (al-`adl) atau keadilan menunjuk pada sikap tengah, lurus, dan tidak memihak kepada siapa pun, kecuali pada kebenaran. Dalam konteks hukum, adil bermakna menghukum siapa pun yang salah, tanpa berpihak, dan tanpa pandang bulu. Keadilan menuntut dan menempatkan manusia sama di depan hukum. Seperti Rasulullah SAW telah membuktikannya. “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan.” (QS al-Nahl [16]: 90). Baca juga: Kisah Ali Bin Abi Thalib, Utsman, dan Perempuan Hamil Penegakan hukum terkait pula dengan keadilan di atas. Demi keadilan, hukum harus ditegakkan secara jujur dan adil. Penetapan hukum secara tidak adil, korup, dan penuh kecurangan, seperti kerap terjadi, semua itu jelas melukai dan mencederai rasa keadilan masyarakat. Allah dan Rasul telah memperingatkan bahwa. “Sesungguhnya Allah menyuruh kamu apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil.” (QS al-Nisa’ [4]: 58). Baca juga: Sudahkah Anda Mengaji Hari Ini? Ada Cara Mudah Baca Al Quran…
Sayyidina Ali bin Abi Thalib dikenal sebagai salah satu sahabat Rasulullah Saw yang terpandang. Beliau termasuk salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Sejak remaja, Ali bin Abi Thalib termasuk sahabat yang memiliki sifat pemberani, jago di medan perang, orator ulung, dan zahid kenamaan. Ia bisa mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan Rasulullah Saw. Baca juga: Detik-detik Rasulullah Melakukan Khutbah untuk Pertama Kali Dengan keberanian Ali bin Abi Thalib tersebut membuat ia melegenda sejak remaja. Beliau tidak hanya berani dan jago perang, tetapi juga alim, berwawasan luas, dan cerdas. Jika para sahabat lainnya menemukan suatu permasalahan yang sulit untuk menemukan jawabannya, maka persoalan tersebut bisa diselesaikan olehnya. Jadi tidak heran kalau Ali bin Abi Thalib adalah orang yang tepat untuk dimintai jawaban atas permasalahan-permasalahan mereka. Rasulullah mengibaratkan beliau sebagai pintu ilmu, sementara Rasulullah Saw sendiri sebagai kotanya ilmu. Zaman Utsman Bin Affan Umroh.com merangkum, pada zaman khalifah Utsman bin Affan,…
