1
Author

Annisa Nurlianita

Browsing

Umroh.com- Siapa yang tak ingin sukses dunia dan akhirat? Tentunya siapapun pasti ingin sukses dunia dan akhirat. Untuk itu, Rasulullah SAW telah memudahkan kita dengan mengajarkan kepada umatnya doa dunia akhirat, khususnya kebaikan. Doa ini biasa dibaca oleh Ali bin Abi Thalib dan biasa disebut dengan doa sapu jagat. Kenapa disebut dengan doa sapu jagat? tentunya karena khasiat dari doa ini melingkupi seluruh keinginan kita agar menjadi sukses baik dalam hal dunia maupun akhirat. Berikut doa yang bisa Anda baca untuk meminta kebaikan baik dunia maupun akhirat. Baca juga : Patut Dimiliki, Ini Pengertian Zuhud dan Contohnya Doa Kebaikan Dunia Dan Akhirat النَّارِ عَذَابَ وَقِنَا حَسَنَةً الْآَخِرَةِ ي وَفِ حَسَنَةً الدُّنْيَا فِي آَتِنَا رَبَّنَا Rabbanaa Aatinaa Fid Dun-Ya Hasanah, Wafil-Aakhirati Hasanah, Waqinaa ‘Adzaaban Naar Yang artinya : “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Al Baqarah: 201) Hanya…

Umroh.com – Berpisah dengan bulan ramadhan tentulah membuat umat islam merasa sedih. Pasalnya pada bulan inilah bulan yang penuh dengan barokah, rahmat, ampunan, serta bulan dimana dibebaskannya dari siksa api neraka. Dan sebelum mengakhirinya, terdapat doa akhir ramadhan yang mampu memberikan keberkahan dan kebaikan sendiri untuk yang membacanya. Nah, memasuki akhir bulan ramadhan, bukan berarti amalan kebaikan menjadi semakin kendur. Salah satu adab yang dianjurkan oleh Rasulullah kepada umatnya ialah dengan membaca doa perpisahan di akhir bulan ramadhan. Karena di sepuluh hari terakhir ramadhan itulah kesempatan bagi kita untuk meraih pahala sebanyak – banyaknya hingga akhirnya di hari kemenangan kita akan kembali suci dan ter-hapuskannya dari segala dosa. Baca juga : Cara Menghadapi Ujian Jika Ingin Hijrah Menjadi Lebih Baik Sepuluh Doa Menjelang Akhir Ramadhan 1. Doa Akhir Ramadhan 1 Jabir bin Abdillah ra dari Muhammad al Mustafa SAW: “Siapa yang membaca doa ini di malam terakhir Ramadhan, ia akan…

Umroh.com – Setiap umat islam di dunia tentu sangat berharap bisa pergi ke tanah suci menunaikan ibadah haji / umroh. Ibadah haji / umroh merupakan perjalanan spiritual yang diperintahkan oleh Allah Swt. Kewajiban tersebut ditujukan bagi umat Islam yang mampu secara materi, fisik dan mental. Salah satu rukun umroh atau haji adalah tawaf yang juga sudah ada doa tawaf itu sendiri. Dalam pelaksanaan ibadah haji / umroh, tentu ada aturan yang wajib kita laksanakan sesuai ketentuan syariat Islam agar kita senantiasa memperoleh haji mabrur. Nah, melakukan tawaf ialah salah satu bagian dari ritual ibadah haji / umroh yang wajib dilakukan oleh seluruh jemaah. tawaf adalah ibadah mengelilingi Ka‘bah sebanyak 7 kali putaran dengan lantunan doa setiap putarannya. Dan berikut tuntunan Do’a Tawaf yang bisa kita amalkan. Baca juga : Inilah Kisah Mengharukan dari Sosok Hafshah binti Umar Doa Thawaf Putaran 1 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ اللهُ…

Umroh. com – Puasa Syawal biasanya dilakukan umat muslim setelah puasa Ramadhan, yaitu selama bulan Syawal. Hukum puasa syawal merupakan sunnah yang boleh dilaksanakan mulai tanggal dua Syawal. Apabila melaksanakan puasa sunnah enam hari ini pada tanggal satu Syawal maka hukumnya tidak sah dan haram. Bulan Syawal memiliki makna ‘peningkatan’. Maksudnya, setiap Muslim diharapkan dapat meningkatkan ibadah dan amal baiknya usai Ramadhan. Baca juga : Waspadalah! Ini 14 Bahaya Sifat Ujub yang Harus Anda Tahu Hukum Puasa Syawal Puasa Syawal hukumnya mustahab (sunah), berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر “Barangsiapa yang puasa Ramadan lalu mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia mendapat pahala puasa setahun penuh” (HR. Muslim no. 1164). Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan: صَوْمَ سِتَّةِ أَيَّامٍ مِنْ شَوَّالٍ مُسْتَحَبٌّ عِنْدَ كَثِيرٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ “Puasa enam hari di bulan Syawal hukumnya mustahab menurut mayoritas…

Umroh.com- Zakat dan sedekah memiliki perbedaan, salah satunya adalah siapa saja yang berhak menerima zakat tersebut. Beda halnya dengan sedekah, yang dapat diberikan kepada siapa saja, termasuk zakat kepada orang tua. Sesuai dengan firman Allah SWT dalam Surat At-Taubah Ayat 60 : “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah SWT dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah dan Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana”. Baca juga : Cara Mendidik Anak agar Seperti Rasulullah SAW Delapan Golongan Yang Berhak Menerima Zakat Sebelum membahas mengenai zakat kepada orang tua, penulis akan membahas terlebih dahulu siapa saja yang berhak menerima zakat? Berikut delapan golongan penerima zakat sesuai syariat islam, yuk kita simak : 1. Fakir Meski sering diucapkan bersamaan, fakir dan miskin ternyata dua kata berbeda yang memiliki arti masing-masing.…

Umroh.com- Ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” yang artinya selamat datang wahai bulan ramadhan, tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bulan Ramadahan merupakan satu-satunya bulan yang paling ditunggu umat islam. Karena, pada bulan yang suci ini mereka bisa mendapatkan banyak pahala karena melakukan amalan di bulan ramadhan. Bagaimana tidak? Di bulan yang juga penuh berkah ini setiap amalan ibadah atau kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang dilipat gandakan. Untuk itu, setiap umat islam tidak hanya menjalankan puasa ramadhan saja, tapi mereka juga menjalankan ibadah dan kebaikan lainnya. Nah sebaiknya jangan sia-siakan bulan suci ramadhan dengan melakukan serangkaian amalan ibadah dan kebaikan. Baca juga : Jarang Ada yang Tahu, Ini Hukum Membaca Doa Qunut Bulan Ramadhan Menjadi Bulan Penuh Amalan Amalan ramadhan menjadi salah satu hal yang tidak bisa dilewatkan. Kenapa? Karena dengan menjalankan amalan-amalan selama bulan ramadhan dengan ikhlas maka Allah SWT akan memberi ampunan bagi umat-Nya yang menjalankannya. Bulan…

Umroh.com –  Puasa di bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim. Dengan melaksanakan amal ibadah mulia ini kita akan senantiasa mendapatkan pahala serta keberkahan dari Allah SWT. Dalam pelaksanaan puasa, kita dituntut untuk menahan segala macam godaan, baik itu lapar dan haus, serta hawa nafsu akan sesuatu hal. Sebaiknya kita sebagai umat islam wajib terlebih dahulu mengetahui ketentuan yang merusak pahala puasa telah ditetapkan oleh Allah SWT. Dalam hal ini Sepatutnya kita pahami terlebih dahulu prinsip dasar ketika kita ingin mencapai tujuan yang sempurna dalam mendapatkan puasa ramadhan. Berbeda dengan pembatal puasa, ada beberapa perkara yang dapat merusak pahala meski puasanya sah. Berikut beberapa perkara yang merusak pahala puasa. Baca juga : Keutamaan Istigfar Setiap Saat yang Mudah dan Sederhana Hal Yang Merusak Pahala Puasa Dalam hal ini, Rasulullah saw bersabda artinya, “ Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tidak mendapatkan balasan kecuali lapar dan haus ” Nabi Muhammad…

Umroh.com – Puasa syawal ialah puasa sunnah yang dilakukan selama 6 hari dalam bulan syawal, yang dianjurkan lebih tepatnya setelah hari raya idul fitri. Puasa syawal merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan karena berbagai keutamaan yang istimewa sesuai tata cara puasa syawal. Sebagaimana Rasulullah saw bersabda : “ Barang siapa yang berpuasa ramadhan kemudian berpuasa 6 hari di bulan syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” ( H.R Muslim ). Nah, bagi Anda yang akan melaksanakan puasa di bulan syawal, ada beberapa hal yang perlu dicatat utamanya mengenai tata cara puasa syawal agar puasa syawal yang dilakukan sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan. Baca juga : Perhatikan! Inilah Macam-macam Akhlakul Mazmumah Niat Puasa Syawal Sebelum membahas mengenai tata cara puasa syawal, kita akan membahas mengenai niat puasa syawal. Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafal-kan niatnya. Berikut ini lafal niat puasa Syawal. “Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i…

Umroh.com- Zakat merupakan salah satu rukun islam yang wajib dijalani bagi setiap muslim. Zakat sendiri ada berbagai macam yang wajib dibayarkan, sebut saja salah satunya yaitu zakat fitrah. Salah satu zakat yang harus dibayarkan sebelum sholat hari raya idul fitri. Dalam pelaksanaannya pun terdapat aturan zakat fitrah yang harus Anda tahu supaya diterima oleh Allah sebagai pahala. Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh seluruh umat muslim, baik itu pria, wanita, tua ataupun muda. Selama finansial atau barang yang diberikan, maka wajib membayar zakat fitrah. Nah sebelum Anda menunaikan zakat fitrah di bulan ramadhan nanti, Anda wajib mengetahui aturan tentang zakat fitrah. Berikut ulasannya untuk Anda. Baca juga : Tak Banyak yang Tahu, Begini Bunyi Hadist Zakat fitrah Apa Itu Zakat Fitrah? Zakat fitrah adalah zakat untuk penyucian jiwa. Setiap umat islam yang mampu, wajib membayar zakat fitrah setahun sekali. Zakat fitrah biasa dibayarkan saat ramadhan sampai sebelum pelaksanaan sholat idul fitri.…

Umroh.com – Sebagai umat islam, ibadah sholat sunnah witir tentu sudah tak asing lagi didengar dan dikerjakan. Umumnya tata cara sholat witir 3 rakaat dikerjakan sebagian umat islam pada waktu mereka selesai melaksanakan sholat sunnah tarawih. Sholat witir ini adalah sholat sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan sebagai penutup sholat sunnah dan tidak akan berencana melaksanakannya lagi.. Nah, jika kita ingin melaksanakan sholat sunnah witir, alangkah lebih baiknya jika kita memahami terlebih dahulu tata cara serta ketentuan nya. agar sholat witir yang kita kerjakan mendapat pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Shalat  witir adalah shalat  sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan untuk menutup ibadah shalat sunnah yang dikerjakan di hari itu. Baca juga : Tak Banyak yang Tahu, Ini Bacaan Lengkap Doa Sholat Witir Bolehkah Melangsungkan Sholat Witir 3 Rakaat Sekaligus ? Dalam bulan Ramadhan sholat witir umumnya dilaksanakan setelah selesai melaksanakan sholat tarawih, sebagian ada yang melaksanakan hanya…