Umroh.com – Bulan Muharram termasuk bulan haram. Bulan dimana setiap pahala dan dosa dari setiap perbuatan akan dilipatgandakan. Untuk itu kita diperintah agar giat melakukan amal sholeh selama bulan Muharram. Melakukan amalan di bulan Muharram juga bisa menjadi cara kita untuk mengawali tahun hijriah dengan pribadi baru yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Amalan di Bulan Muharram Puasa Diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah bersabda bahwa puasa yang paling utama adalah berpuasa pada bulan Allah (yaitu Muharram). Tetapi perlu diingat, puasa yang dimaksud bukanlah berpuasa setiap hari di bulan Muharram. Rasulullah sendiri tidak berpuasa sebulan penuh kecuali bulan Ramadhan. Puasa yang sangat dianjurkan di bulan Muharram ialah berpuasa di hari Asyura pada tanggal 10 Muharram. Rasulullah menyampaikan perintah amalan di bulan Muharram ini setelah mengetahui Bani Israil di Madinah berpuasa di hari Asyura. Mereka memperingati kemenangan Nabi Musa. Sedangkan kita seharusnya lebih layak untuk memperingati hari tersebut. Sedekah Ada banyak jenis…
Umroh.com – Sebenarnya tidak ada amalan khusus di bulan Rajab. Para ulama menjelaskan, tidak ada dalil shahih untuk mengkhususkan amalan tertentu di bulan Rajab. Namun kita bisa mengerjakan amal sholeh pada umumnya. Apalagi bulan Rajab termasuk bulan haram. Setiap amal sholeh akan dilipatgandakan pahalanya. Berikut ini 7 amalan di bulan Rajab sebagaimana amalan di bulan-bulan lainnya yang bisa kita kerjakan. 1. Berpuasa Banyak orang meyakini puasa Rajab sebagai amalan yang disunnahkan. Ketika memasuki bulan Rajab, banyak orang bersiap melaksanakan puasa Rajab. Puasa Rajab diyakini memiliki fadhilah yang besar. Tetapi sebenarnya tidak ada dalil khusus dari Rasulullah yang menganjurkan puasa Rajab secara khusus. Hanya saja, Rajab memang termasuk bulan haram. Sehingga kita dianjurkan memperbanyak amal sholeh, termasuk memperbanyak puasa sunnah. Para ulama juga banyak mengerjakan puasa sunnah di bulan haram, bukan hanya puasa di bulan Rajab. Disebutkan bahwa kebiasaan untuk mengkhususkan puasa Rajab sudah mulai terjadi di masa kekhalifahan Umar bin…
Umroh.com – Bulan Jumadil Akhir berada pada posisi keenam dalam kalender islam. Sebagai salah satu bulan dalam penanggalan Hijriyah, tentu saja bulan Jumadil Akhir menyimpan peristiwa-peristiwa bersejarah bagi perkembangan Islam. Pada artikel ini, umroh.com akan menjelaskan tentang peristiwa penting di bulan Jumadil Akhir yang perlu diketahui. Arti Nama Jumadil Akhir Dahulu biasa terjadi musim dingin yang kering pada bulan Jumadil Akhir. Terkadang menjadi kelanjutan dari musim dingin di bulan Jumadil Awal. Kata ‘Jumadil Akhir’ berasal dari kata ‘Jumada’ yang berarti ‘Beku atau Kering’, dan ‘Akhir’ yang berarti penghabisan. Masyarakat Arab kuno biasanya mengalami musim dingin ekstrim, sehingga air mengering atau membeku di saat itu. Musim tersebut sering kali berlangsung selama dua bulan, dan berakhir di bulan Jumadil Akhir. Di bulan inilah air yang tadinya membeku mulai berangsur-angsur mencair. Peristiwa Penting di Bulan Jumadil Akhir Lahirnya Fatimah, Putri Rasulullah Peristiwa penting di bulan Jumadil Akhir yang pertama adalah kelahiran Fatimah, putri…
Umroh.com – Safar adalah bulan kedua dalam penanggalan Hijriyah. Di bulan ini, ada beberapa peristiwa bersejarah dalam Islam. Berikut adalah peristiwa penting di bulan Safar yang perlu kita ketahui. Asal Mula Nama Bulan Safar Menurut Ibnu Mandzur, bulan setelah Muharram ini dinamakan bulan Safar karena saat itu Makkah benar-benar kosong apabila penduduknya bepergian. Pada bulan tersebut, masyarakat Arab sering meninggalkan rumahnya untuk menyerang musuh. Safar berarti ‘kosong’. Sempat Lekat dengan Hal Negatif Bulan Safar dahulu juga lekat dengan anggapan negatif di benak masyarakat Jahiliyah. Bulan ini dianggap penuh keburukan dan kesialan. Termasuk penularan penyakit. Rasulullah pun berusaha menghilangkan takhayul tersebut. Beliau bersabda, “Tidak ada penyakit menular yang berlaku tanpa izin Allah, tidak buruk sangka pada suatu kejadian, tidak ada malang pada burung hantu dan tidak ada bala bencana pada bulan safar seperti yang diyakini.” (HR.Bukhari dan Muslim) Peristiwa Penting di Bulan Safar 1. Pernikahan Nabi Muhammad dengan Khadijah Nabi Muhammad…
Umroh.com – Ketika seorang muslim meninggal, muslim yang lain wajib mengurus jenazahnya. Mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan, hingga menguburkan. Sebagai tindakan pertama yang harus dilakukan, memandikan jenazah hukumnya fardhu kifayah. Tentu, kita tidak boleh sembarangan dalam memandikan jenazah. Patuhilah cara memandikan jenazah sesuai syariat Islam. Cara Memandikan Jenazah Ada dua cara memandikan jenazah yang diatur dalam syariat Islam. Pertama, cara minimal. Kedua, cara sempurna. Cara minimal berarti memandikan jenazah dengan memastikan bahwa makna mandi sekaligus kewajiban terhadap jenazah sudah terpenuhi. Cara minimal ini cukup dilakukan dengan meratakan air ke seluruh anggota badan. Lebih rinci, najis di tubuh jenazah dihilangkan, kemudian jenazah disiram air secara merata. Dengan demikian, kewajiban terhadap jenazah telah gugur dan jenazah bisa dikatakan telah dimandikan. Sementara itu, cara sempurna dilakukan dengan pertama kali membasuh area tersembunyi pada jenazah. Lalu mewudhukan dan menggosok tubuh jenazah dengan daun bidara. Terakhir, mengguyur air ke seluruh tubuh jenazah sebanyak tiga kali.…
Umroh.com – Jika kita sedang sakit atau menjenguk orang sakit, sebaiknya kita membaca doa sembuh dari penyakit yang diajarkan Rasulullah. Kita wajib percaya bahwa penyakit yang datang berasal dari Allah, sehingga hanya Allah yang dapat menyembuhkannya. Namun ini bukan berarti mengesampingkan ikhtiar mencari kesembuhan. Rasulullah bersabda, “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.” (HR.Muslim) Sebagai orang beriman, langkah pertama yang harus kita lakukan saat tertimpa sakit adalah berdoa kepada Allah. Doa kepada Allah akan menenangkan hati, sehingga kita bisa meyakini bahwa Allah yang Maha Menyembuhkan. Allah juga akan mengabulkan doa-doa hamba-Nya. Kita harus yakin bahwa doa yang kita panjatkan saat sakit akan mendatangkan pertolongan Allah. Doa Sembuh dari Penyakit yang Dibaca Rasulullah اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا Allahumma rabbannaasi adzhubbil ba’sa wasyfihu, wa antas syaafi,…
Umroh.com – Menjalani hari-hari dengan tubuh sehat tentu akan berbeda rasanya jika dibandingkan ketika tubuh sakit. Apalagi dengan adanya pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, topik kesehatan dan cara menjaganya menjadi perbincangan di mana-mana. Lalu, bagaimana sebenarnya cara menjaga kesehatan dalam Islam? Simak penjelasannya pada artikel kali ini. Sehat Untuk Beribadah Kesehatan dalam Islam termasuk hal yang penting. Kita membutuhkan badan yang sehat untuk beribadah kepada Allah. Baik ibadah mahdhah (yang disyariatkan), maupun ghairu mahdhah (aktivitas sehari-hari yang bernilai ibadah karena terkandung niat baik di dalamnya). Misalnya sholat dan puasa. Kita perlu tubuh yang sehat untuk melaksanakannya. Demikian pula ibadah umroh maupun haji. Kemudian aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, mencari nafkah, membantu orang lain, dan sebagainya yang membutuhkan kesehatan fisik dalam pelaksanaannya. Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala. Mereka yang beriman akan berlomba untuk melaksanakan ibadah kepada Allah, demi meraih ridho dan pahala dari-Nya. Karena itu, menjaga kesehatan harus dilakukan…
Umroh.com – Salah satu kewajiban umat muslim terhadap saudaranya yang meninggal ialah mengurus jenazah. Di dalamnya termasuk memandikan, mengkafani, mensholati, hingga menguburkan. Dari langkah-langkah tersebut, kegiatan memandikan jenazah menjadi tahap pertama dalam proses mengurus jenazah. Jenazah wajib dimandikan atau disucikan sebagai bentuk penghormatan kepadanya. Ketika melakukan itu, ada adab memandikan jenazah yang harus kita perhatikan, diantaranya: Adab Memandikan Jenazah 1. Memandikan Jenazah di Tempat yang Tidak Terlihat Orang Lain Adab memandikan jenazah sesuai syariat Islam yang pertama adalah memandikannya di tempat yang terjaga dari pandangan orang lain. Tujuannya, menjaga agar aurat dari jenazah tidak terlihat oleh orang yang bukan muhrimnya. Aurat hanya boleh dilihat oleh pasangan dan orang yang merupakan muhrim. Rasulullah pernah ditanya oleh seseorang, “Wahai Rasulullah, mengenai aurat kami, kepada siapa boleh kami tampakkan dan kepada siapa tidak boleh ditampakkan?”. Kemudian beliau menjawab: “Tutuplah auratmu kecuali kepada istrimu atau budak wanitamu” (HR.Tirmidzi). Baca juga: Saat Musibah Datang, Bacalah…
Umroh.com – Bersamaan dengan semakin meningkatnya jumlah korban virus Corona (baik meninggal maupun positif terinfeksi), muncullah istilah ‘lockdown’. Ternyata kebijakan lockdown sudah pernah diterapkan oleh Rasulullah, walaupun saat itu tidak ada istilah ‘lockdown’. Lockdown di zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam terjadi akibat adanya wabah penyakit di kala itu. Lockdown adalah sebuah kondisi dimana seseorang tidak boleh memasuki atau meninggalkan sebuah gedung atau area, karena ada situasi darurat. Dalam penanganan virus Corona yang menjadi pandemi kali ini, pemerintah di beberapa negara menetapkan kebijakan lockdown guna menghentikan persebaran virus. Lockdown di Zaman Nabi Muhammad Di masa Rasulullah, ada penyakit yang pernah mewabah di jazirah Arab. Beliau pun melarang para Sahabat agar tidak mendatangi wilayah yang terkena wabah. Selain itu, jika berada di tempat yang terjadi wabah, kita tidak boleh meninggalkan tempat tersebut. Beliau berpesan kepada para Sahabat, “Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi…
Umroh.com – Nabi Isa diutus Allah hanya untuk Bani Israil. Selama menjalankan tugas mulianya, Nabi Isa diberikan beberapa mukjizat. Salah satunya, kemampuan Nabi Isa menyembuhkan penyakit yang muncul di kalangan Bani Israil kala itu. Allah juga memberikan kitab Injil kepada beliau untuk memberikan kabar tentang kedatangan Rasulullah. Allah berfirman di dalam Al Quran, “Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata, ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)’. Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, ‘Ini adalah sihir yang nyata” (QS.Shof: 6). Nabi Isa adalah seorang Nabi yang lahir dari Maryam. Beliau lahir dari seorang wanita yang suci, dan tidak pernah disentuh oleh lelaki. Kelahiran Nabi Isa inilah yang kemudian menjadi tanda kebesaran Allah. Mukjizat Nabi Isa Menyembuhkan Penyakit Keahlian Nabi…
