Author

Tommy Maulana

Browsing

Para jamaah yang telah melaksanakan ibadah haji, tentu ingin menjadi haji mabrur. Tentunya setelah berbagai rukun, wajib, dan sunnah haji dilakukan di tanah suci ketika beribadah haji. Untuk mengetahui mengenai mabrurnya haji, simak uraiannya berikut ini. Pengertian Haji Mabrur Dr. Asrorun Ni’am (Sekretaris Komisi Fatwa MUI) menjelaskan arti haji mabrur. Menurut bahasa, “Al Mabrur” adalah isim maf’ul dari akar kata “Al Birru”. Sementara arti dari “Al Birru” adalah kebaikan. Jadi “Al Hajjul Mabruru” artinya haji yang diberi kebajikan atau kebaikan. Menurut istilah, pengertiannya adalah haji yang diterima Allah dan memiliki dampak yang baik. Dampak baik tersebut tampak pada diri sendiri serta bagi orang lain atau bermanfaat bagi orang lain. Syaratnya Menjadi haji mabrur merupakan impian setiap muslim. Namun, untuk mencapainya tidak mudah. Ada syaratnya yang harus diperhatikan. Di antaranya: Menjaga niatMendalami agama IslamMemastikan berangkat dengan rezeki yang halal Meningkatkan ibadah Baca Juga: Setelah Berhaji, Kerinduan Anda ke Tanah Suci Bisa…

Setiap tahun, jutaan umat muslim menuju Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji. Mereka berbondong-bondong menuju Baitullah, dan mengharapkan haji mabrur. Ketahui beberapa mengenai hadist haji mabrur. Hadist-hadist Haji Mabrur Balasan Haji Mabrur adalah Surga Hadist haji mabrur yang pertama yakni Kaum muslim yang berhasil mendapatkan haji mabrur akan diganjar surga oleh Allah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah bersabda, “Haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga”. Mengenai hadist tersebut, Imam An Nawawi menjelaskan maksud ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’. Menurut beliau, orang yang mendapat haji mabrur tidak hanya akan dihapuskan kesalahannya, namun juga akan dimasukkan ke dalam surga. Dihapuskannya dosa tidak cukup diberikan kepada mereka yang mendapatkan haji mabrur. Karena kasih sayang Allah, mereka yang memperoleh haji mabrur dinilai memang pantas masuk surga. Ciri Haji Mabrur Menurut Rasulullah Mabrurnya haji seseorang adalah hak istimewa Allah. Hanya Allah yang tahu dan berhak menentukan…

Di Indonesia sendiri mereka yang pulang selepas ibadah haji seringkali diberi ucapan haji mabrur dan sebagainya. Untuk mengetahui betul apakah Anda yang telah ibadah haji atau tidak, berikut ciri-ciri haji mabrur perlu untuk diketahui. Meraih Haji Mabrur Bagi jamaah yang telah melaksanakan ibadah haji, menjadi haji mabrur adalah impian utama. Sesuai sabda Rasulullah, orang yang mendapatkan haji mabrur akan menerima balasan surga dari Allah. Namun, pemberian predikat haji mabrur merupakan hak prerogatif Allah. Hanya Allah yang tahu, apakah ibadah haji yang telah kita lakukan diterima (mabrur) atau tidak. Menurut Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof. KH. Nasarudin Umar, MA, Ph.D, haji maqbul berbeda dengan haji mabrur. Haji maqbul bisa dicapai dengan memastikan kesempurnaan niat, rukun, syarat, dan sunnah saat haji. Akan tetapi, mencapai haji mabrur ada kaitannya dengan karakter seseorang, serta kemampuan untuk konsisten mempertahankan kebaikan sebagaimana yang telah dilakukan di Tanah Suci. Karena itu, mencapai haji mabrur membutuhkan waktu untuk…

Memberi ucapan haji mabrur, baik selamat maupun doa, merupakan persoalan kebiasaan atau adat. Termasuk memberi ucapan haji mabrur. Syaikh Abdur Rahman As Sa’di menuturkan bahwa ucapan selamat dalam berbagai kesempatan dibangun di atas kaidah yang berharga (adat), karena itu ucapan dan perbuatan mengucapkan selamat hukumnya boleh. Di dalamnya tidak mengandung hal yang dilarang syariat, serta tidak menimbulkan kerusakan. Beberapa dalil juga menunjukkan ucapan selamat (selain hari raya) dari Sahabat untuk Rasulullah, maupun dari Rasulullah untuk para Sahabat. Misalnya ucapan selamat yang disampaikan para Sahabat kepada Rasulullah atas hal istimewa yang Allah berikan kepada beliau. Rasulullah juga pernah mengucapkan selamat kepada Sahabat, misalnya ucapan selamat kepada Ka’ab bin Malik ketika Allah SWT menerima taubatnya. Baca Juga: Setelah Musim Haji, Anda Bisa Berangkat Umroh. Pilih paket umroh di sini. Manfaat Memberikan Ucapan Bahkan memberi ucapan selamat, misalnya doa keselamatan atau ucapan haji mabrur, merupakan hal yang mengandung kemaslahatan. Ketika kaum muslimin saling…

Salah satu langkah untuk meraih haji mabrur adalah mengikuti rukun haji dengan baik, serta penuh penghayatan. Dalam setiap rukun haji, ada doa-doa yang harus dipahami oleh calon jamaah. Dengan penghayatan yang baik, jamaah haji akan merasakan kedekatan kepada Allah, serta merasakan keagunganNya. Berikut ini doa haji mabrur yang dianjurkan dibaca oleh jamaah haji agar memperoleh haji mabrur. Doa Haji Mabrur Ada sebuah doa memohon haji mabrur yang berasal dari Ibnu Mas’ud dan Ibnu ‘Umar. اللَّهُمَّ اجْعَلْ حَجًّا مَبْرُوْرًا وَ سَعْيًا مَشْكُوْرًا وَ ذَنْبًا مَغْفُوْرًا Allahummaj’al hajjan mabruuro, wa sa’yan masykuura, wa dzanban maghfuuro Artinya: “Ya Allah, jadikan haji ini sebagai haji yang mabrur, sa’i yang penuh berkah, dan pengampun bagi dosa”. Doa haji mabrur ini dibaca ketika jamaah haji telah selesai melakukan semua amalan dalam haji. Ucapkan doa setelah bertahalul, ketika selesai melempar jumrah ‘Aqabah di tanggal 10 Dzulhijjah (Hari Nahr). Bukan hanya untuk diri sendiri, namun jamaah juga dianjurkan…

Ketika Anda beribadah haji sebaiknya ketahui terlebih dahulu mengenai larangan haji. Ada tiga larangan dalam haji, yaitu rafats, fusuq, dan jidal. Ketiganya tidak boleh dilakukan selama melaksanakan ibadah haji. Dalam surat Al Baqarah ayat 197, Allah berfirman yang artinya “(Musim) haji adalah beberapa bulan yang diketahui. Barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fusuq, dan jidal”. Ibnu Abbas menjelaskan: rafats adalah berhubungan seksual, fusuq artinya perbuatan maksiat, dan jidal berarti melakukan tindakan berbantah-bantahan. Baca Juga: Usai Musim Haji, Jamaah Umroh Dapat Kembali Beribadah di Tanah Suci 3 Larangan Haji 1. Larangan Haji yang Pertama adalah Rafats Perbuatan yang termasuk dalam rafats adalah melakukan hubungan suami istri dan tindakan yang menjurus ke arahnya. Para ulama juga merinci perbuatan rafats sebagai kata-kata yang tidak senonoh atau mengandung unsur pornoaksi (mesum). Bersentuhan yang mengarah ke perbuatan tersebut juga dilarang, seperti pelukan dan berciuman dengan syahwat. Selain…

Gelar haji mabrur hanya untuk mereka yang ibadah hajinya diterima Allah SWT. Jadi selain menunaikan kewajiban sebagai seorang muslim, ibadah haji yang baik juga harus diniatkan untuk meraih ridha Allah. Sebelum beribadah haji mari kita ketahui dulu pengertian haji mabrur. Pengertian Haji Mabrur Dr. Asrorun Ni’am (Sekretaris Komisi Fatwa MUI) menjelaskan arti haji mabrur. Menurut bahasa, “Al Mabrur” adalah isim maf’ul dari akar kata “Al Birru”. Sementara arti dari “Al Birru” adalah kebaikan. Jadi “Al Hajjul Mabruru” artinya haji yang diberi kebajikan atau kebaikan. Menurut istilah, pengertian haji mabrur adalah haji yang diterima Allah dan memiliki dampak yang baik. Dampak baik tersebut tampak pada diri sendiri serta bagi orang lain (bermanfaat bagi orang lain). Baca Juga: Agar Ibadah Umroh & Haji Anda Mabrur, Bisa Pilih Paket Umroh di sini. Langkah Untuk Mencapai Haji Mabrur Setelah mengetahui pengertian haji mabrur, maka Anda bisa mengetahui langkah-langkah menjadi haji mabrur. Karena mencapai haji…

Biometrik umroh adalah pengambilan data fisik calon jamaah. Biometrik umroh merupakan salah satu syarat wajib jamaah sebelum berangkat ke tanah suci. Mulai Desember 2018, calon jamaah umroh dan haji diharuskan melalui Rekam Biometrik untuk mengurus visa. Peraturan ini diberlakukan oleh Pemerintah Arab Saudi. Tujuannya agar antrian calon jamaah haji dan umroh tidak menumpuk di bandara, sehingga jamaah bisa lebih mudah dan nyaman saat melakukan boarding pass. Rekam Biometrik Umroh Rekam biometrik umroh adalah serangkaian pengumpulan dokumen calon jamaah, seperti rekam sidik jari, retina mata, foto, dan dokumen penting lainnya. Data tersebut dibutuhkan untuk keperluan semua jenis layanan visa masuk ke Kerajaan Arab Saudi, termasuk bagi calon jamaah haji dan umroh. Sebelum melakukan biometrik umroh, calon jamaah haji dan umroh disarankan untuk menemui biro travel umroh yang telah dipilih. Nantinya dengan dibantu biro perjalanan umroh, calon jamaah membuat janji guna menentukan jadwal, lokasi, serta waktu datang, sesuai dengan pilihan calon jamaah.…

Ada beberapa larangan umroh yang harus dihindari oleh jamaah umroh. Jika melanggar, maka ibadah haji dan umrah menjadi tidak sah. 8 Larangan Umroh Ini Wajib Dihindari 1. Pakaian yang Dilarang Bagi Jamaah Pria Larangan saat umroh yang pertama, Jamaah umroh pria dilarang memakai pakaian yang berjahit, seperti kemeja, celana, sepatu kulit. Jamaah pria dilarang menutup kepalanya, atau mengenakan penutup kepala. Namun, tidak masalah jika memakai ikat pinggang atau bernaung pada kendaraan. Bagi Jamaah Wanita Jamaah haji atau umroh wanita boleh mengenakan pakaian berjahit, namun tidak dioerbolehkan menggunakan penutup wajah yang bersentuhan langsung. Telapak tangan juga tidak boleh tertutup. 2. Larangan Saat Umroh Kedua, Tidak Boleh Memakai Wewangian Jamaah haji dan umroh tidak boleh memakai wewangian. Selain itu, hendaknya tidak memakai benda-benda yang berbau wangi. Jika kemudian memakai sesuatu yang wangi atau memakai pakaian yang dilarang, seperti disebutkan sebelumnya, maka jamaah wajib membayar dam dengan menyembelih seekor kambing. 3. Tidak Boleh Mencukur…

Umroh adalah ibadah dalam Islam yang biasanya disebut Haji kecil dan memiliki empat rukun umroh. Secara bahasa, Umroh bisa diartikan sebagai niat atau ziarah. Maksud dari ziarah di sini adalah mengunjungi Baitullah. Sedangkan secara istilah, Umroh berarti niat mengunjungi Baitullah disertai dengan ibadah-ibadah khusus yang telah ditetapkan. Ada dua pendapat yang menafsirkan hukum Umroh. Imam Ahmad dan Al Syafi’i berpendapat hukum Umroh adalah Wajib. Sedangkan Imam Maliki dan Hanafi berpendapat bahwa ibadah Umroh hukumnya sunnah mu’akad. Dari kedua pendapat tersebut, hukum yang menjelaskan Umroh sebagai ibadah wajib lebih kuat. Wajib yang dimaksud di sini adalah bagi yang mampu. Baca Juga: Anda yang Mau Beribadah Umroh, Sebaiknya Cari Paket Umroh yang Terbaik Rukun Umroh 1. Ihram `Ihram adalah tahap pertama dari rukun Umroh. Saat melakukan Ihram, Jama’ah mengucapkan niat dengan menggunakan pakaian Ihram. Niat saat Ihram disunnahkan untuk diucapkan secara lisan. Disunnahkan juga melakukan Ihram di tempat Miqat yang telah ditentukan.…