1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Bulan Ramadhan memang istimewa. Bukan hanya kita akan menjalankan ibadah puasa sebulan penuh, bulan Ramadhan sering menjadi momen untuk menyambung silaturahim kepada kerabat atau sahabat. Bagi anda yang ingin menyapa kerabat lewat rangkaian kata. Berikut kami susun ucapan-ucapan untuk menyambut Ramadhan. 50 Ucapan Menyambut Ramadhan 1. Marhaban, Yaa Ramadhan. Bulan penuh kemuliaan telah tiba. Saatnya ibadah puasa kita tunaikan. Marhaban, Yaa Ramadhan. Semoga keberkahan senantiasa Allah limpahkan. Baca juga: Wajib Diingat! Ini Kumpulan Doa Menyambut Ramadhan 2. Ramadhan telah tiba.. Mari lapangkan hati dan bersihkan niat untuk menyambut bulan yang mulia. Semoga Allah menerima amal ibadah kita. 3. Sebelas bulan berlalu, dan kita kembali dipertemukan dengan Ramadhan yang mulia. Alhamdulillah, mari kita bersyukur atas nikmat yang luar biasa. Selamat memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah. 4. Wahai Sobat, Ramadhan telah tiba. Yuk, kita bersiap menyambutnya dengan ceria. Mohon maafkan segala khilaf saya, agar ringan langkah kita menyambut…

Umroh.com – Bagi umat Islam, ada bulan istimewa yang selalu dinanti, yaitu bulan Ramadhan. Bulan dimana berkah dari Allah melimpah bagi seluruh umat. Berikut ini akan dijelaskan beberapa kumpulan doa menyambut ramadhan. Selain menjadi saat diwajibkannya berpuasa, bulan Ramadhan juga menjadi bulan diturunkannya Al Quran. Karena itu, kita dianjurkan untuk menyambutnya dengan gembira. Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu (Al Quran) dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.  Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS.Yunus: 57-58). Baca juga: Yuk Berburu Pahala! Ini Sunnah Puasa Ramadhan Berbagai kemuliaan bulan Ramadhan membuat banyak ulama mengekspresikan kegembiraannya lewat doa-doa yang indah. Doa-doa itu kini kita kenal sebagai doa menyambut Ramadhan. Walaupun sebenarnya tidak ada doa khusus menyambut Ramadhan…

Umroh.com – Fidyah berasal dari kata “fadaa” yang artinya “mengganti / menebus). Secara istilah, kata “fidyah” digunakan untuk menjelaskan sejumlah harta benda yang wajib diberikan kepada fakir miskin dalam takaran atau jumlah tertentu, sebagai ganti dari suatu ibadah yang ditinggalkan karena sebab yang dibolehkan. Fidyah biasanya dikeluarkan oleh seseorang yang meninggalkan ibadah puasa Ramadhan sebab tidak mampu mengerjakannya. Setelah fidyah dikeluarkan, maka kewajiban berpuasa akan gugur. Orang yang Dibolehkan Membayar Fidyah Tidak semua orang boleh mengganti puasa wajib dengan fidyah. Orang yang masih mampu berpuasa tetap harus mengqadha puasa untuk mengganti puasa yang ditinggalkan. Orang-orang yang boleh membayar fidyah untuk mengganti puasa adalah orang yang sudah lanjut usia yang tidak mampu berpuasa, dan wanita hamil atau menyusui yang tidak dianjurkan untuk berpuasa karena khawatir terhadap bayinya saja. Untuk wanita hamil dan menyusui dengan kriteria tersebut, maka ia wajib meng-qadha dan membayar fidyah sekaligus. Baca juga: Ternyata Begini Lho Hukum Membayar…

Umroh.com – Puasa termasuk rukun Islam. Tetapi Allah memberi keringanan bagi mereka yang tidak mampu menunaikannya. Baik diganti dengan puasa di hari lain atau membayar fidyah. Pada artikel kali ini, umroh.com membahas tentang hukum membayar fidyah. Fidyah adalah Perintah Allah Allah memerintahkan membayar fidyah bagi mereka yang tidak mampu berpuasa wajib Ramadhan, dan tidak mampu meng-qadhanya karena alasan yang dibolehkan. Misalnya, orang tua dengan fisik lemah, orang sakit yang kecil harapan untuk sembuh dan fisiknya lemah, serta ibu hamil dan menyusui yang khawatir dengan kondisi anaknya. Baca juga: Catat! Begini Niat Membayar Fidyah Puasa Allah berfirman, ”Beberapa hari yang telah ditentukan, maka barangsiapa di antara kalian yang sakit atau dalam bepergian, wajib baginya untuk mengganti pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang yang mampu berpuasa (tapi tidak mengerjakannya), untuk membayar fidyah dengan memberi makan kepada seorang miskin. Barangsiapa yang berbuat baik ketika membayar fidyah (kepada miskin yang lain) maka…

Umroh.com – Meninggalkan puasa Ramadhan tanpa alasan yang jelas termasuk diharamkan. Namun Allah memberi keringanan bagi mereka yang benar-benar tidak mampu melakukannya. Puasa Ramadhan boleh ditinggalkan jika memiliki alasan jelas (misalnya sakit, musafir, atau haid). Puasa yang ditinggalkan itu wajib diganti di kemudian hari, seusai bulan Ramadhan (qadha). Dalil puasa qadha berikut ini menjadi pedomannya. Dalil Puasa Qadha Orang yang Sakit atau Musafir Boleh Mengqadha Puasa Ada keringanan dalam menjalankan ibadah puasa wajib bagi musafir atau orang yang sakit. Keduanya dibolehkan tidak berpuasa dan jumlah puasa yang ditinggalkan harus di-qadha di hari lain. Baca juga: Catat! Yuk Pahami Hukum Membatalkan Puasa Qadha Allah berfirman, “(Yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu):…

Umroh.com – Bulan Ramadhan merupakan bulan mulia bagi umat Islam. Di bulan ini pintu surga dibuka, artinya kita harus semakin giat beramal kebaikan. Ada ibadah-ibadah sunnah yang bisa kita lakukan selama Ramadhan. Ibadah sunnah ini akan membawa keberkahan, sekaligus mendatangkan limpahan pahala. Berikut adalah sunnah puasa Ramadhan yang telah dirangkum umroh.com. Sunnah Puasa Ramadhan 1. Makan Sahur Sahur adalah aktivitas makan sebelum waktu fajar tiba. Sahur sangat baik bagi tubuh. Sebab makanan yang kita konsumsi akan menjadi bekal berpuasa hingga malam tiba. Sunnah ini menjadi tanda bahwa Allah menghendaki kemudahan bagi umatnya. Sunnah makan sahur disampaikan dalam sebuah hadis. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa ingin berpuasa, maka hendaklah dia bersahur” (HR.Ahmad). Baca juga: Inilah Penjelasan Tentang Niat Puasa Ramadhan Beliau juga menjelaskan bahwa ada keberkahan di dalam sahur. Bahkan para malaikat akan mendoakan mereka yang makan sahur. Dituturkan Anas bin Malik ra, Rasulullah bersabda, “Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena…

Umroh.com – Syarat wajib adalah syarat-syarat yang harus kita penuhi agar suatu ibadah bernilai sah. Jika ada satu syarat wajib yang tidak terpenuhi, maka kewajiban untuk melakukan ibadah tersebut otomatis gugur. Semua ibadah memiliki syarat wajib, termasuk puasa. Syarat wajib puasa Ramadhan telah dirangkum umroh.com sebagai berikut: Syarat Wajib Puasa 1. Muslim Seorang muslim wajib menunaikan ibadah puasa Ramadhan. Puasa di bulan Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam yang harus dilakukan setiap muslim. Dari Abdullah bin Umar bin Khattab, Rasulullah bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, puasa Ramadhan” (HR.Bukhari dan Muslim). Baca juga: Inilah Penjelasan Tentang Niat Puasa Ramadhan Seseorang yang bukan muslim tidak wajib untuk berpuasa. Bahkan puasanya tidak sah jika ia masih mengingkari Islam. Ditambah lagi, ia harus mempertanggungjawabkan apa  yang diyakininya dan dikerjakannya di dunia. 2. Baligh…

Umroh.com – Ada dua macam ibadah puasa bagi umat muslim, yaitu puasa wajib dan puasa sunnah. Puasa wajib dilaksanakan selama sebulan penuh di bulan Ramadhan. Perintahnya tercantum dalam surat Al Baqarah ayat 183, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”. Selanjutnya Allah berfirman, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu” (QS.Al Baqarah: 185). Baca juga: Jangan Lupa! Ini 7 Persiapan Menyambut Ramadhan Puasa adalah Rukun Islam Umroh.com merangkum, seseorang yang mengaku muslim wajib melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tiada sesembahan yang…

Umroh.com – Puasa di bulan Ramadhan wajib dilaksanakan setiap umat muslim. Ibadah ini tidak boleh ditinggalkan tanpa alasan yang jelas. Namun Islam memberi kemudahan bagi mereka yang memiliki halangan (uzur). Puasa yang ditinggalkan boleh diganti dengan puasa di hari lain. Dan pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan puasa qadha. Uzur yang umum menjadi sebab meng-qadha puasa Ramadhan adalah seseorang mengalami sakit, haid bagi wanita, dan perjalanan jauh (musafir). Allah berfirman, “Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain” (QS.Al Baqarah: 185). Baca juga: Perhatikan! Inilah 6 Waktu Haram Berpuasa Di sebuah hadis riwayat Imam Muslim, Aisyah ra. pernah berujar, “Kami dulu mengalami haid. Kami diperintarkan untuk mengqadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha’ shalat.” Ketentuan Puasa Qadha Kapan Waktu untuk Mengqadha Puasa? Puasa qadha dilakukan di luar bulan Ramadhan. Jadi, ketika bulan Ramadhan telah usai, kita dibolehkan…

Umroh.com – Ibadah puasa merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepada Allah. Walaupun sifatnya baik, namun ada waktu-waktu tertentu dimana kita dilarang berpuasa. Waktu haram berpuasa dirangkum umroh.com pada artikel kali ini. Waktu Haram Berpuasa 1. Tanggal 1 Syawal Waktu ini diharamkan untuk berpuasa. Sebab bertepatan dengan hari perayaan Idul Fitri. Hari dimana umat muslim merayakan kemenangan setelah berpuasa wajib selama sebulan penuh. Berpuasa di hari tersebut hukumnya haram. Baca juga: Ini 7 Persiapan Menyambut Ramadhan yang Wajib Diingat! 2. Tanggal 10 Dzulhijjah Mirip dengan tanggal 1 Syawal, tanggal 10 Dzulhijjah juga termasuk waktu haram berpuasa. Karena di hari itu umat muslim merayakan hari raya Idul Adha. Saat itu umat muslim yang mampu dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar. Jadi, berpuasa di waktu tersebut tidak dibolehkan. Larangan berpuasa di hari Idul Fitri dan Idul Adha berasal dari hadis yang diriwayatkan Imam Muslim. Abu Hurairah ra menuturkan…