1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Wakaf berasal dari bahasa Arab “Waqafa” yang artinya menahan, berhenti, atau berdiam di tempat. Pengertian wakaf sendiri adalah menyedekahkan harta untuk kepentingan umat. Wakaf merupakan sedekah jariyah. Caranya dengan memberi harta yang tidak berkurang nilainya, tidak boleh dijual, dan tidak boleh diwariskan. Pengertian wakaf juga bisa sebagai melepaskan harta yang diwakafkan dari kepemilikan wakif, setelah sempurna prosedur perwakafan. Pada dasarnya, wakaf bermakna menyerahkan kepemilikian suatu harta dari manusia menjadi milik Allah atas nama umat. Wakaf diberikan demi mendekatkan diri kepada Allah. Meraih ridho Allah. Sekaligus untuk kepentingan masyarakat luas. Baca juga : Gak Banyak yang Tahu, Ini 12 Peristiwa Saat Maulid Nabi Ibadah yang Bermanfaat Bagi Umat Orang yang memberi wakaf akan mendapatkan pahala berkelanjutan, bahkan setelah ia meninggal. Ketika ia tak lagi bisa beribadah setelah meninggal, harta yang diwakafkan akan terus mengalirkan pahala selama masih dimanfaatkan. Orang yang memberi wakaf akan mendapatkan pahala berkelanjutan, bahkan setelah ia…

Umroh.com – Mereka yang mewakafkan hartanya akan mendapat pahala yang baik dari Allah. Sebagaimana firman Allah, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (harta sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya.” (QS.Ali Imran: 92). Namun pahala dari wakaf bisa jadi tak bernilai. Syarat wakaf wajib dipenuhi agar amal tersebut memberikan pahala. Jadilah seperti Abu Thalhah, seorang sahabat yang langsung menyedekahkan kebunnya di dekat Masjid Nabawi begitu mendengar surat Ali Imron ayat 92. Kebun itu adalah harta yang paling disayanginya. Mengetahui niat Abu Thalhah, Rasulullah bersabda, “Luar biasa, itu kekayaan yang untungnya besar (di akhirat)” (HR.Bukhari). Setelah bulat niat beramal, kita harus memperhatikan syarat-syarat wakaf ketika beramal. Berikut ini syarat Wakaf yang perlu dicermati. Baca juga : Perhatikan! Seperti Ini Ucapan Ulang Tahun di Dalam Islam Syarat Sah Wakaf Tindakan yang menunjukkan wakaf.Dilakukan dengan ucapan (ikrar). Baik secara jelas (sharih),…

Umroh.com – Harta yang manusia kuasai sejatinya adalah titipan dari Allah SWT. Karena itu, Allah mengajarkan manusia untuk berbagi dan mengeluarkan sebagian harta untuk dimanfaatkan. Baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang lain. Sebagai umat islam Anda harus mengetahui perbedaan wakaf infaq sedekah zakat. Berikut adalah perbedaan wakaf, infaq, sedekah, zakat : Baca juga : Benarkah Dosa Riba Lebih Berat dari Berzina? Wakaf Makna wakaf adalah memberikan harta yang sifatnya kekal kepada Allah, dalam artian harta tersebut digunakan untuk kepentingan umat. Ada juga yang mengartikan bahwa wakaf adalah menyedekahkan aset yang berharga. Contoh benda yang bisa diwakafkan adalah tanah, bangunan, mesin produksi, dan sebagainya. Uang juga bisa diwakafkan, dengan catatan digunakan sebagai modal usaha yang bisa memberikan keuntungan yang berkelanjutan (tidak habis seketika jika digunakan). Kata ‘wakaf’ berarti menahan, sehingga benda yang diwakafkan tidak bisa lagi ditarik oleh yang tadinya memiliki harta tersebut. Harta yang sudah diwakafkan juga tidak bisa…

Umroh.com – Orang beriman hendaknya selalu taat, patuh, dan beribadah hanya kepada Allah. Sebaliknya, jika seseorang menghadirkan sekutu bagi Allah, maka ia telah berbuat syirik. Pelaku syirik mempersembahkan ibadahnya (seperti berdoa, berpuasa, dan berkurban) kepada selain Allah. Hukum syirik pun telah ditegaskan Allah dalam Al Quran. Allah memerintahkan, “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (QS.An Nisa: 36). Baca juga: Penting Diingat! Ini Bunyi Hadits tentang Ruqyah Hukum Syirik Hukum syirik adalah haram. Bahkan berbuat syirik termasuk dosa yang paling besar, sekaligus kezaliman yang paling besar. Bahaya Syirik 1. Syirik Melenyapkan Amalan Bukan hanya mendatangkan dosa besar dan murka Allah, syirik juga melenyapkan amal sholeh. Allah berfirman: “Dan seandainya mereka mempersekutukan Allah,…

Umroh.com – Syirik berarti menyekutukan Allah. Menganggap ada dzat lain yang mampu menandingi kekuasaan Allah. Sebagai umat muslim, kita hendaknya beribadah hanya kepada Allah. Sebab hanya Allah yang Maha Kuasa. Bukan hanya keluar dari Islam, berbuat syirik akan membuat kita kekal dalam neraka. Macam syirik dirangkum umroh.com sebagai berikut. Macam Syirik Menurut Ukuran Perbuatannya 1. Syirik Besar Perbuatan yang termasuk syirik besar adalah beribadah kepada selain Allah. Macam syirik ini dilakukan oleh mereka yang berdoa kepada berhala, menyembelih hewan untuk sesajen, dan sebagainya. Melakukan syirik besar bisa membuat seseorang keluar dari agama Islam. Contohnya: a. Syirik dalam Hal Doa Orang muslim yang melakukan syirik besar dalam doa biasanya juga berdoa kepada Allah. Namun di lain waktu, ia juga berdoa kepada makhluk lain atau sekutu lain yang diyakininya. Baca juga: Ini Pengertian Syirik yang Wajib Diingat dan Dipahami Misalnya berdoa di makam orang sholeh, dan yakin bahwa orang yang telah meninggal…

Umroh.com – Secara bahasa, syirik adalah “persekutuan yang terdiri dari dua atau lebih” (mukhalatah al-syarikain). Pengertian syirik secara istilah berarti menghadirkan tandingan atau sekutu bagi Allah, atau menuhankan dzat selain Allah. Para ulama menyebutkan, syirik bisa dilakukan dalam perkara ketuhanan atau ibadah. Orang yang berbuat syirik biasanya menganggap dzat lain sama atau memiliki sifat yang sama dengan Allah. Padahal tidak ada satu pun di alam semeesta ini yang mampu menandingi kekuatan dan kekuasaan Allah. Karena itu, hanya Allah yang berhak diibadahi, ditaati, dicintai, dan ditakuti. Baca juga: Penting untuk Diingat! Begini Bunyi Hadits tentang Ruqyah Allah Maha Kuasa Allah adalah pemilik sekaligus pencipta langit dan bumi. Dia memiliki kekuasaan yang tidak bisa dibayangkan oleh makhluk. Mulai dari mengatur alam semesta, menciptakan seluruh makhluk, dan memberi rejeki. Karena itu, tidak sepatutnya seorang manusia menyekutukan Allah dan menghadirkan tandingan selain-Nya. Allah berfirman, “Tiada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya dan Dialah yang Maha…

Umroh.com – Hutang piutang bisa diartikan memberi sebagian harta kepada orang lain, disertai dengan perjanjian untuk mengembalikannya. Berhutang biasa dilakukan oleh orang yang sedang memiliki kebutuhan mendesak, namun tidak memiliki harta cukup untuk memenuhinya. Berhutang sering dipilih sebagai jalan keluar dibandingkan bermaksiat (misal mencuri). Hukum memberi hutang pun telah diatur di Al Quran. Hutang piutang merupakan transaksi berdasarkan rasa kasih sayang kepada sesama. Memberi hutang berarti memikirkan nasib orang yang meminta bantuan dengan berhutang. Itulah sebabnya, memberi hutang termasuk perbuatan baik. Baca juga: Dampak Tidak Membayar Hutang Sungguh Berbahaya Hukum Memberi Hutang Hukum Memberi Hutang: Sunnah Pada dasarnya hukum berhutang adalah mubah (boleh). Sementara hukum memberi hutang adalah sunnah. Memberi hutang berarti memberi pertolongan kepada orang yang sedang membutuhkan atau kesulitan (orang yang berhutang). Rasulullah bersabda, “Tidak ada seorang muslim yang memberi pinjaman kepada seorang muslim dua kali kecuali seolah-olah dia telah bersedekah kepadanya dua kali”. (HR.Ibnu Majah). Hukum Memberi…

Umroh.com – Islam memberi petunjuk kepada pemeluknya agar menjadi rahmat bagi semesta alam. Ini tercermin dari beberapa perintah untuk beramal sholeh kepada sesama manusia. Salah satunya dengan wakaf. Rukun wakaf pun harus kita penuhi saat kita sedang melakukannya, karena apabila salah satu rukun terlewat maka proses wakaf tidak sah. Jika ditinjau dari segi syari’ah, wakaf adalah menahan sesuatu benda yang kekal zatnya, untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan agama. Menahan suatu benda yang kekal zatnya, artinya tidak dijual dan tidak diberikan serta tidak pula diwariskan, tetapi hanya disedekahkan untuk diambil manfaatnya saja. Baca juga :Mengenal Bethlehem, Kota Sejarah 3 Agama Wakaf adalah Ibadah Istimewa Wakaf bisa dikatakan sebagai ibadah yang istimewa. Tidak banyak orang bisa melakukannya. Karena wakaf berarti memberikan harta berharga yang sifat zatnya kekal, untuk digunakan sebagai kepentingan umat. Harta yang telah diwakafkan tidak bisa ditarik kembali, dijual, atau diwariskan. Keistimewaan akan diterima oleh orang yang berwakaf. Ia akan terus…

Umroh.com – Wakaf bisa diartikan sebagai pemberian suatu harta yang kekal zatnya untuk dimanfaatkan orang lain. Fungsi wakaf secara khusus diutamakan demi kebaikan dan kemajuan umat muslim. Jadi benda yang sudah diwakafkan tidak bisa dijual atau diwariskan sehingga Allah ridho kepadanya. Memberikan wakaf berarti memberikan harta yang sifatnya kekal dan manfaatnya besar. Dengan demikian, wakaf menjadi amalan yang utama dan pahalanya terus mengalir walaupun pemberinya telah meninggal. Baca juga : Manfaat Puasa Senin Kamis yang Bisa Anda Rasakan Ibadah yang Dilakukan para Sahabat Mewakafkan harta sempat menjadi ibadah yang banyak dilakukan para Sahabat. Mereka berlomba-lomba memberikan hartanya kepada Allah. Misalnya Umar yang mewakafkan sebidang tanah khaibar, hingga Abu Thalhah yang mewakafkan kebun kurma kesayangannya. Sampai-sampai Sahabat Jabir berkata, “tidaklah tersisa dari para sahabat Nabi yang memiliki kemampuan (finansial) kecuali mewakafkan hartanya”. Wakaf Termasuk Ibadah Istimewa Memberikan sebagian harta untuk dimanfaatkan orang lain merupakan anjuran dari Allah agar kita memperoleh kebaikan.…

Umroh.com – Dalam istilah fiqih, wakaf berarti memindahkan hak milik pribadi menjadi milik suatu badan yang bisa memberi manfaat bagi masyarakat. Namun berbeda dengan zakat. Hukum wakaf adalah sunnah, dan boleh dilakukan bagi mereka yang mampu. Mereka akan mendapat pahala berlimpah dan terus mengalir. Tetapi tidak ada paksaan untuk mengerjakannya jika tidak mampu. Baca juga : Kenali Hukum Riya dan Juga Dampak yang Diterima Firman Allah Tentang Wakaf 1. Perintah untuk Menafkahkan Harta yang Baik Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS.Al Baqarah: 267) 2. Perintah untuk Mengeluarkan Harta yang Dicintai Allah berfirman, “Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan…