1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Kita mengenal Nabi Ayyub sebagai utusan Allah yang diuji dengan penyakit luar biasa berat. Penyakit Nabi Ayyub ini tidak pernah diderita oleh orang-orang sebelumnya dan setelahnya. Dengan penuh kesabaran, beliau berhasil melewati ujian dari Allah tersebut. Siapakah Nabi Ayyub? Para ulama menyebut Nabi Ayyub berasal dari Romawi. Dalam kitab yang ditulis Ibnu Ishaq, tercantum nama lengkap beliau adalah Ayyub bin Mush bin Razah bin Al ‘Ish bin Ishaq bin Ibrahim Al Khalil. Sementara sang istri bernama Rahmah binti Afraim bin Yusuf bin Ya’qub. Baca juga: Penting! Ini Alasan Orang Sakit Tidak Boleh Puasa Umroh.com merangkum, Nabi Ayyub merupakan keturunan Nabi Ibrahim. Kita bisa melihat di Al Quran, “Dan kepada sebagian dari keturunannya (Ibrahim) yaitu Daud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa dan Harun. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS.Al An’am: 84). Sebelum ditimpa penyakit, Nabi Ayyub seorang yang sangat makmur. Beliau dikenal memiliki harta berlimpah, serta…

Umroh.com – Puasa tanpa sahur masih bernilai sah, karena sahur bukan syarat sah puasa. Dalam puasa wajib, selama kita sudah berniat puasa di malam hari kemudian melewatkan sahur karena tertidur, maka puasanya masih sah. Sementara dalam puasa sunnah, niat puasa boleh dilakukan di pagi harinya. Namun puasa tanpa sahur tentu akan mempengaruhi kondisi kita dalam beraktivitas selama berpuasa. Nah, pada artikel kali ini umroh.com akan membagikan tips kuat puasa tanpa sahur. Pentingnya Makan Sahur Makan sahur sebenarnya membawa berkah. Dari segi kesehatan, makan sahur bisa membantu tubuh mengisi kebutuhan energi dan nutrisi selama berpuasa belasan jam ke depan. Rasulullah bersabda, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR.Bukhari dan Muslim). Berkah yang dimaksud adalah kebaikan di dunia serta pahala dari Allah. Dalam hadis lain yang dituturkan Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Makan sahur adalah makan penuh berkah. Janganlah kalian meninggalkannya walau dengan seteguk air karena Allah dan…

Umroh.com – Sholat merupakan ibadah paling utama bagi setiap muslim. Dalam sehari, kita wajib melaksanakan sholat sebanyak lima kali. Orang-orang yang terkena beban syariat (muslim, baligh, berakal) harus melaksanakannya. Bahkan Allah telah menetapkan tata cara sholat ketika sakit. Rasulullah bersabda, “Pena (catatan amal) diangkat dari tiga jenis orang: orang yang tidur hingga ia bangun, anak kecil hingga ia baligh, dan orang gila hingga ia berakal” (HR.An Nasa’i, Abu Daud, Ibnu Hibban). Sholat menjadi ibadah pertama yang akan dihisab di akhirat. Jika tidak melaksanakan sholat wajib, maka ada dosa yang harus ditanggung. Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika sholatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari…

Umroh.com – Kurma menjadi salah satu buah yang disukai oleh kaum muslim. Sebab kurma termasuk makanan yang berkhasiat dari segi kesehatan. Khasiat kurma yang kita peroleh merupakan hikmah dari anjuran Rasulullah. Nah, artikel kali ini akan menjelaskan tentang cara makan kurma ajwa. Jenis kurma ada banyak, dan salah satu yang dianjurkan Rasulullah untuk dikonsumsi setiap hari adalah kurma Ajwa. Kurma Ajwa merupakan kurma terbaik dengan rasa manis yang lezat. Warnanya mendekati hitam, dan teksturnya padat namun lembut. Bagi penduduk Madinah, kurma yang dikeringkan merupakan salah satu makanan pookok. Apalagi kurma dari daerah Aliyah di Madinah itu (Ajwa). Keistimewaan Kurma Ajwa Keistimewaan kurma Ajwa yang utama adalah memiliki khasiat penyembuh dari penyakit atau sihir. Aisyah ra pernah menuturkan, “Sesungguhnya dalam kurma ajwa dari daerah Aliyah terdapat obat. Atau bahwa ajwa adalah anti racun di pagi hari” (HR.Muslim). Hal serupa juga disampaikan oleh Rasulullah. Diriwayatkan Imam Ahmad, beliau bersabda, “Dalam Ajwa Aliyah…

Umroh.com – Qunut Nazilah adalah doa yang dipanjatkan ketika sedang berdiri dalam sholat. “Qunut” berarti ‘berdoa saat berdiri dalam sholat’, sedangkan Nazilah berarti ‘bencana yang sangat berat’. Doa qunut dibaca setelah i’tidal di rakaat terakhir. Bacaan ini biasanya dibaca ketika ada bencana besar yang menimpa kaum muslimin. Doa Qunut Nazilah diajarkan oleh Rasulullah ketika menghadapi ancaman atau musibah yang sangat besar. dari Barra’ bin ‘Azib Radhiyallahu’anhu: “Rasulullah terkadang berdoa Qunut (ketika ada musibah) pada sholat Shubuh dan sholat Maghrib” (HR.Bukhari). Rasulullah Membaca Qunut Nazilah Ketika Sahabat Terbunuh Dituturkan oleh Anas bin Malik (diriwayatkan Imam Bukhari), dahulu Kabilah Ri’lan, Dzakwan, Usaiyyah, dan Lahyan pernah meminta bantuan dari Rasulullah untuk menghadapi musuh mereka. Beliau kemudian mengutus sekitar 70 orang Sahabat dari kalangan Anshar. Mereka adalah para Sahabat yang dikenal dengan sebutan Al Qurra. Orang-orang yang mengantarkan makanan untuk orang yang memerlukan di siang hari, dan banyak menunaikan sholat di malam hari. Ketika…

Umroh.com – Dalam Islam, jabat tangan memiliki keutamaan yang sangat besar. Dengan berjabat tangan, hubungan antara dua manusia akan semakin erat. Sehingga bisa memperkuat tali persaudaraan, kasih sayang, hingga menggugurkan dosa. Namun, jabat tangan yang dimaksud khusus berjabat tangan dengan orang-orang yang dibolehkan. Artinya, hukum berjabat tangan dalam islam hanya boleh dilakukan dengan sesama jenis atau lawan jenis yang merupakan mahramnya. Hukum Berjabat Tangan Dalam Islam Hukum berjabat tangan dalam Islam (khusus dengan orang-orang yang dibolehkan) adalah sunnah. Rasulullah pun menjelaskan keutamaan dari berjabat tangan. Beliau bersabda, “Dua orang muslim yang bertemu kemudian keduanya saling berjabat tangan maka dosanya diampuni sebelum berpisah” (HR.Abu Daud). Jabat Tangan Adalah Tanda Kelembutan Diriwayatkan Imam Ahmad, dahulu penduduk Yaman datang kepada Rasulullah dan beliau mendengar hal ini. Kepada Para Sahabat, Rasulullah bersabda, “Penduduk Yaman telah datang, mereka adalah orang yang hatinya lebih lembut dari pada kalian.” Anas bin Malik ra. berkomentar tentang sifat mereka:…

Umroh.com – Bagi kita, perayaan Idul Fitri menjadi hari raya terbesar. Namun tidak demikian bagi masyarakat di Timur Tengah, perayaan Idul FItri di Arab Saudi. Di sana, hari raya terbesar adalah Idul Adha. Walaupun Idul Fitri bukan hari raya terbesar di Arab Saudi, namun bukan berarti perayaan Idul Fitri di Arab Saudi berjalan tanpa makna. Pada tanggal 1 Syawal tersebut, ternyata mereka juga melakukan tradisi yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat di Indonesia. Sejarah Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi Idul Fitri pertama kali dirayakan di tahun kedua Hijriyah. Di tahun itu pula, kaum muslimin pertama kali melaksanakan puasa Ramadhan. Perayaan Idul Fitri kala itu bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin di Perang Badar. Jadi pada saat itu kaum Muslimin merayakan dua kemenangan. Kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, dan kemenangan di Perang Badar. Sebelum ada Idul Fitri, masyarakat Arab telah memiliki dua hari raya, yaitu Nairuz dan Mahrajan. Biasanya mereka merayakan…

Umroh.com – Saat idul fitri tiba, biasanya masyarakat Indonesia saling berkunjung ke rumah-rumah kerabat dan saudara. Untuk menyambut para tamu, tuan rumah akan menyajikan berbagai kue kering. Salah satunya kastengel. Menjelang Lebaran, banyak orang yang hobi memasak berburu resep kastengel. Dengan resep kastengel, mereka ingin menyajikan kue terbaik bagi keluarga dan kerabat yang datang ke rumah. Adaptasi Dari Resep Asal Belanda Mulai dari anak-anak hingga orang tua menyukai cita rasa kue yang konon berasal dari Belanda ini. Nama ‘kastengel’ juga berasal dari bahasa Belanda. ‘Kaas’ berarti ‘keju’, dan ‘stengel’ artinya ‘batangan’. Memang kebanyakan bentuk kastengel menyerupai jari atau batang dengan rasa keju yang pekat. Konon, resep kastengel mulanya dibawa oleh para wanita Belanda yang tinggal di Nusantara pada zaman Hindia Belanda. Mereka menyukai kue keju. Namun karena di sini saat itu tidak ada oven yang besar, maka kue kering yang mereka buat dipotong kecil-kecil sebelum dipanggang. Mereka memotong adonan padat…

Umroh.com – Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Namun Allah memberi keringanan bagi mereka yang sedang safar atau sakit untuk tidak berpuasa. Dan mereka wajib menggantinya di kemudian hari. Allah berfirman, “Siapa yang sakit atau melakukan safar (kemudian dia tidak berpuasa) maka dia mengganti di hari-hari yang lain. Allah menginginkan kemudahan untuk kalian, dan tidak menghendaki kesulitan” (QS.Al Baqarah: 185). Artikel kali ini akan menjelaskan alasan orang sakit boleh tidak puasa. Orang Sakit Boleh Tidak Puasa Tergantung Kondisi Dirinya Orang yang menderita sakit dan sakitnya memberatkan untuk berpuasa, maka dia dibolehkan tidak berpuasa. Masing-masing orang harus menimbang, apakah sakit yang diderita akan memburuk jika berpuasa atau tidak. Sebab setiap orang punya kondisi fisik dan ketahanan yang berbeda. Jika sakitnya memberatkan dan membahayakan jiwa, maka bisa menjadi uzur berpuasa. Imam An Nawawi menjelaskan, bahaya berpuasa bagi orang yang sakit bisa diketahui. Caranya dengan melihat apa yang dirasakan…

Umroh.com – Lebaran saatnya menikmati atau menyajikan kue-kue kering. Akan lebih spesial rasanya jika kita bisa menyajikan kue buatan sendiri. Dan ternyata mudah untuk membuat kue sendiri, bahkan dengan peralatan yang minim. Kita bisa memakai resep kue lebaran tanpa oven. Apabila tidak memiliki oven untuk membuat kue kering, kamu bisa mengikuti resep kue lebaran tanpa oven berikut ini. Resep Kue Lebaran Tanpa Oven yang Lezat dan Mudah Dibuat Umroh.com merangkum, kue nastar dan beberapa kue lainnyamemang salah satu kue kering Lebaran yang paling banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Hampir bisa dipastikan kalau kue kering satu ini pasti ada di meja tamu atau toples saat Lebaran tiba.  Berikut ini cara membuatnya : 1. Nastar Tanpa Oven Bahan yang Dibutuhkan: Tepung terigu (300 gr)Gula bubuk (4,5 sendok makan)Tepung maizena (3 sendok makan)Kuning telur (3 butir)Susu bubuk (40 gr)Margarin (225 gr)Vanilla essence (2 sendok teh)Keju cheddar yang sudah diparut (3 sendok makan)Selai nanas…