play-store

Download GRATIS Mobile App

Bisa UMROH GRATIS, Cek Jadwal Sholat dan Al Quran Digital

Unduh
 
1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Bagi kita, perayaan Idul Fitri menjadi hari raya terbesar. Namun tidak demikian bagi masyarakat di Timur Tengah, perayaan Idul FItri di Arab Saudi. Di sana, hari raya terbesar adalah Idul Adha. Walaupun Idul Fitri bukan hari raya terbesar di Arab Saudi, namun bukan berarti perayaan Idul Fitri di Arab Saudi berjalan tanpa makna. Pada tanggal 1 Syawal tersebut, ternyata mereka juga melakukan tradisi yang tidak jauh berbeda dengan masyarakat di Indonesia. Sejarah Perayaan Idul Fitri di Arab Saudi Idul Fitri pertama kali dirayakan di tahun kedua Hijriyah. Di tahun itu pula, kaum muslimin pertama kali melaksanakan puasa Ramadhan. Perayaan Idul Fitri kala itu bertepatan dengan kemenangan kaum muslimin di Perang Badar. Jadi pada saat itu kaum Muslimin merayakan dua kemenangan. Kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa, dan kemenangan di Perang Badar. Sebelum ada Idul Fitri, masyarakat Arab telah memiliki dua hari raya, yaitu Nairuz dan Mahrajan. Biasanya mereka merayakan…

Umroh.com – Saat idul fitri tiba, biasanya masyarakat Indonesia saling berkunjung ke rumah-rumah kerabat dan saudara. Untuk menyambut para tamu, tuan rumah akan menyajikan berbagai kue kering. Salah satunya kastengel. Menjelang Lebaran, banyak orang yang hobi memasak berburu resep kastengel. Dengan resep kastengel, mereka ingin menyajikan kue terbaik bagi keluarga dan kerabat yang datang ke rumah. Adaptasi Dari Resep Asal Belanda Mulai dari anak-anak hingga orang tua menyukai cita rasa kue yang konon berasal dari Belanda ini. Nama ‘kastengel’ juga berasal dari bahasa Belanda. ‘Kaas’ berarti ‘keju’, dan ‘stengel’ artinya ‘batangan’. Memang kebanyakan bentuk kastengel menyerupai jari atau batang dengan rasa keju yang pekat. Konon, resep kastengel mulanya dibawa oleh para wanita Belanda yang tinggal di Nusantara pada zaman Hindia Belanda. Mereka menyukai kue keju. Namun karena di sini saat itu tidak ada oven yang besar, maka kue kering yang mereka buat dipotong kecil-kecil sebelum dipanggang. Mereka memotong adonan padat…

Umroh.com – Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim. Namun Allah memberi keringanan bagi mereka yang sedang safar atau sakit untuk tidak berpuasa. Dan mereka wajib menggantinya di kemudian hari. Allah berfirman, “Siapa yang sakit atau melakukan safar (kemudian dia tidak berpuasa) maka dia mengganti di hari-hari yang lain. Allah menginginkan kemudahan untuk kalian, dan tidak menghendaki kesulitan” (QS.Al Baqarah: 185). Artikel kali ini akan menjelaskan alasan orang sakit boleh tidak puasa. Orang Sakit Boleh Tidak Puasa Tergantung Kondisi Dirinya Orang yang menderita sakit dan sakitnya memberatkan untuk berpuasa, maka dia dibolehkan tidak berpuasa. Masing-masing orang harus menimbang, apakah sakit yang diderita akan memburuk jika berpuasa atau tidak. Sebab setiap orang punya kondisi fisik dan ketahanan yang berbeda. Jika sakitnya memberatkan dan membahayakan jiwa, maka bisa menjadi uzur berpuasa. Imam An Nawawi menjelaskan, bahaya berpuasa bagi orang yang sakit bisa diketahui. Caranya dengan melihat apa yang dirasakan…

Umroh.com – Hari Raya Idul Fitri menjadi saat istimewa bagi kita. Salah satu yang paling ditunggu saat itu adalah beragam hidangan yang disajikan ketika menyambut tamu. Bagi penduduk asli Jakarta, ada makanan khas yang wajib disajikan di hari raya Idul Fitri. Berikut ini rangkuman makanan Lebaran khas Betawi yang menjadi favorit banyak orang. Makanan Lebaran Khas Betawi Suku asli DKI Jakarta ini memang memiliki cara tersendiri untuk merayakan hari kemenangan itu. Salah satunya dengan menyiapkan berbagai hidangan khas Betawi, Berikut contohnya : 1. Ketupat Betawi Ketupat memang identik dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Namun, sajian lebaran khas Betawi menyajikan ketupat dengan lauk semur daging, sayur godog, dan sambal. Kombinasi hidangan tersebut sangat akrab di kalangan masyarakat Betawi. 2. Semur Daging Sering menjadi teman makan ketupat, semur daging khas Betawi merupakan makanan wajib saat hari Idul Fitri. Makanan ini biasanya dibuat dari daging sapi yang dimasak dengan berbagai bumbu. Rasanya sangat…

Umroh.com – Lebaran saatnya menikmati atau menyajikan kue-kue kering. Akan lebih spesial rasanya jika kita bisa menyajikan kue buatan sendiri. Dan ternyata mudah untuk membuat kue sendiri, bahkan dengan peralatan yang minim. Kita bisa memakai resep kue lebaran tanpa oven. Apabila tidak memiliki oven untuk membuat kue kering, kamu bisa mengikuti resep kue lebaran tanpa oven berikut ini. Resep Kue Lebaran Tanpa Oven yang Lezat dan Mudah Dibuat Umroh.com merangkum, kue nastar dan beberapa kue lainnyamemang salah satu kue kering Lebaran yang paling banyak disukai oleh keluarga Indonesia. Hampir bisa dipastikan kalau kue kering satu ini pasti ada di meja tamu atau toples saat Lebaran tiba.  Berikut ini cara membuatnya : 1. Nastar Tanpa Oven Bahan yang Dibutuhkan: Tepung terigu (300 gr)Gula bubuk (4,5 sendok makan)Tepung maizena (3 sendok makan)Kuning telur (3 butir)Susu bubuk (40 gr)Margarin (225 gr)Vanilla essence (2 sendok teh)Keju cheddar yang sudah diparut (3 sendok makan)Selai nanas…

Umroh.com – Bagi orang yang sedang berpuasa, waktu berbuka adalah saat yang paling dinantikan. Rasa lapar dan dahaga akan hilang ketika waktu berbuka tiba, meskipun dengan menu yang sederhana. Menunggu waktu berbuka juga merupakan saat yang disukai. Apalagi ketika bulan Ramadhan, suasana menunggu waktu berbuka menjadi semakin semarak. Agar lebih bermanfaat, kita bisa melakukan 5 kegiatan menunggu buka puasa berikut ini: 5 Kegiatan Menunggu Buka Puasa yang Bermanfaat dan Berfaedah 1. Tadarus Al Quran Tadarus adalah kegiatan membaca ayat-ayat suci Al Quran. Kata tadarus berasal dari kata “darosa/yadrusu”. Artinya mempelajari, mengkaji, meneliti, atau mengambil pelajaran. Jadi tadarus identik dengan kegiatan mengkaji Al Quran secara mendalam. Namun, aktivitas tadarus di Indonesia lebih identik dengan membaca ayat-ayat suci Al Quran bersama-sama. Tadarus biasanya diselenggarakan di masjid-masjid setempat atau di rumah masing-masing. Biasanya, kita banyak menyaksikan anak-anak ramai memenuhi masjid. Mereka tampak bermain, dan tidak sedikit yang mengaji secara berkelompok. Bagi anak-anak, tadarus…

Umroh.com – Sebagai hari raya terbesar umat muslim Indonesia, hari raya Idul Fitri bukan hanya ‘hari kemenangan’ setelah sebulan penuh berpuasa. Melainkan juga menjadi saat berkumpul bersama keluarga. Fenomena di Indonesia ini berbeda dengan yang ada di Timur Tengah. Di sana, hari raya terbesar bagi umat muslim adalah Idul Adha. Lalu, bagaimana sebenarnya cara Rasulullah merayakan Idul Fitri? Apakah sama dengan yang kita lakukan di Indonesia? Berikut penjelasannya. Dikisahkan oleh para ulama, Rasulullah pertama kali mengadakan perayaan Idul Fitri pada tahun 2 Hijriyah. Hari yang bertepatan dengan selesainya perang Badar. Beberapa hal yang beliau lakukan saat Idul Fitri kala itu seperti halnya di bawah ini. Cara Rasulullah Merayakan Idul Fitri 1. Mengumandangkan Takbir Disebutkan bahwa cara Rasulullah merayakan Idul Fitri diawali dengan mengumandangkan takbir. Beliau bertakbir mulai dari malam terakhir Ramadhan, hingga pagi hari di tanggal 1 Syawal. Takbir yang beliau lakukan sesuai dengan perintah di Al Quran. Allah berfirman,…

Umroh.com – Penderita sakit maag biasanya merasakan sakit di perut bagian atas. Umumnya, sakit maag akan membuat bagian tersebut terasa kembung, perih, bahkan terasa sensasi terbakar di bagian ulu hati. Kondisi ini tentunya membuat penderita maag merasa cemas untuk berpuasa. Mereka khawatir sakitnya akan bertambah parah. Sebab penderita maag disarankan tidak pernah melewatkan waktu makan. Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang tips puasa bagi penderita maag. 1. Penyebab Sakit Maag Ada beragam hal yang menyebabkan penyakit maag. Bisa jadi karena pola makan tidak teratur, stres, atau terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung gas. 2. Penderita Maag Bisa Berpuasa Walaupun puasa mengharuskan kita untuk menahan makan dari terbit fajar hingga terbenam matahari, ternyata penderita maag tetap bisa melaksanakannya. Asalkan mengikuti saran dokter, serta memperhatikan tips berikut: 3. Jangan Lewatkan Makan Sahur Bagi penderita maag yang ingin berpuasa, hendaknya tidak melewatkan makan sahur. Selain merupakan sunnah yang membawa berkah, makan…

Umroh.com – Mudik bersama keluarga tentunya menjadi perjalanan yang menyenangkan. Namun, perjalanan bisa berubah tidak nyaman jika kita kurang mempersiapkan keluarga dengan baik. Apalagi jika kita mudik bersama balita, perhatikanlah 15 hal ini. Tips Mudik Bersama Balita 1. Perhatikan Kesehatan Si Kecil Mudik bisa menjadi perjalanan yang panjang dan melelahkan bagi si Kecil. Sebaiknya persiapkan kesehatan si kecil sejak jauh-jauh hari sebelum mudik. Perhatikan bagaimana kebersihan dan asupan makanannya. Akan lebih baik jika kita memberinya asupan multivitamin khusus anak sejak awal. 2. Mudik dengan Kendaraan yang Disukai Si Kecil Sebelum merencanakan perjalanan mudik, tanyakan pada anak. Dia ingin mudik menggunakan kendaraan apa. Ada banyak pilihan alat transportasi, seperti kendaraan pribadi, kereta api, bus, dan pesawat. Pendapat anak di sini sangat penting, sebab mereka akan ikut dalam perjalanan. Dan mereka bisa menjadi anggota perjalanan yang paling sensitif. Misalnya mereka akan mudah rewel karena capek atau bosan. Dengan memilih kendaraan yang disukai…

Umroh.com – Rasulullah menyebutkan bahwa salah satu bulan Haram adalah bulan Dzulhijjah. Di balik keistimewaannya sebagai bulan haram, bulan Dzulhijjah menyimpan sejarah tersendiri. Pada artikel kali ini, umroh.com akan mengulas sejarah bulan Dzulhijjah. Selain merupakan bulan Haram, salah satu keistimewaan bulan Dzulhijjah adalah terdapat hari-hari terbaik sepanjang tahun di dalamnya. Yakni sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Rasulullah bersabda, “Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini” Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah?” Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya kemudian dia tidak pernah kembali lagi” (HR.Bukhari). Baca juga: Peristiwa Penting di Bulan Ramadhan dalam Islam Asal Usul Nama Bulan Dzulhijjah Umroh.com merangkum, para ulama menyebutkan, nama “Dzulhijjah” terdiri dari kata “Dzu” yang berarti “pemilik” dan “Al hijjah” yang berarti “haji”. Nama ini sudah digunakan sejak zaman Jahiliyah.…