Umroh.com – Sebagai manusia, kita hendaknya selalu ingat untuk berdoa kepada Allah. Dengan senantiasa melibatkan Allah, urusan kita di dunia akan selalu dimudahkan. Doa Mustajab pun perlu dipraktikkan, agar doa kita lebih mudah dikabulkan Allah. Allah telah berjanji untuk mengabulkan doa hamba-hamba-Nya. Allah berfirman, “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. (QS.Al Baqarah: 186). Baca juga: Doa Adalah Senjata yang Sangat Ampuh? Ini Faktanya! Rasulullah juga bersabda, “Tiada seorang berdoa kepada Allah dengan suatu doa, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari tiga hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa.” (HR.At Thabrani).Karena itu, bacalah dzikir dan doa mustajab berikut ini…
Umroh.com – Allah memerintah manusia agar selalu berdoa kepadaNya. Doa merupakan bentuk penghambaan seorang makhluk kepada Tuhannya. Doa yang kita panjatkan menunjukkan bahwa kita adalah makhluk lemah tanpa daya apapun kecuali dari Allah SWT. Bukan hanya kita, para Nabi juga selalu berdoa kepada Allah. Doa mustajab warisan nabi perlu kita ikuti. Sehingga doa kita lebih afdol. Berikut adalah 5 doa mustajab warisan nabi yang diabadikan Al Quran. Doa ini bisa kita panjatkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi hidup. Baca juga: 6 Cara Tidur Nabi Muhammad yang Bisa Ditiru! Doa Agar Diterima Taubat dari Nabi Adam رَبَّنَا ظَلَمْنَآ اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ Robbanaa dhollamnaa anfusanaa waillam taghfirlanaa watarhamnaa lanakuunanna minalkhoosiriin “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS.Al A’raf: 23) Doa itu dilantunkan Nabi Adam usai beliau diturunkan…
Umroh.com – Hutang piutang adalah transaksi pemberian sesuatu atau harta dengan disertai perjanjian bahwa harta itu akan dikembalikan dalam jumlah yang sama. Dalam Islam, hutang piutang harus didasari rasa kasih sayang dan tolong menolong pada sesama. Dampak tidak membayar hutang paling minimal ialah merusak hubungan baik antara pemberi pinjaman dan peminjam. Cara Seseorang Membayar Hutang Menunjukkan Kualitas Pribadinya Walaupun hutang piutang dilandasi rasa kasih sayang, namun tetap saja orang yang meminjam bertanggungjawab untuk mengembalikannya. Tidak heran Rasulullah menjelaskan bahwa kualitas seseorang bisa dilihat dari caranya membayar hutang. Baca juga: Perhatikan 6 Hal Ini Agar Hutang Membawa Berkah Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya sebagian dari orang yang paling baik adalah orang yang paling baik dalam membayar (hutang)” (HR.Bukhari). Dari hadis ini, kita bisa melihat bahwa salah satu tanda orang baik adalah cermat dan tanggap dalam membayar hutang. Menunda Pembayaran Hutang Termasuk Perbuatan Zalim Di dalam syariat, Islam juga mengatur bahwa orang yang telah…
Umroh.com – Hutang piutang merupakan perkara sosial yang berhubungan dengan manusia lain. Ada banyak hal yang harus diperhatikan agar tiada yang dirugikan dalam transaksi hutang piutang. Dalil tentang hutang dirangkum umroh.com sebagai berikut: Dalil Tentang Anjuran untuk Tolong Menolong “Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS.Al Maidah: 2). Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa melapangkan satu macam kesempitan dari aneka macam kesempitan yang dialami saudaranya, Allah akan melapangkan kesempitan penolong itu dari kesempitan-kesempitan hari kiamat. Dan barangsiapa menutupi (aib) orang Muslim, Allah akan menutupi aibnya baik di dunia maupun di akhirat. Baca juga: Hukum Menagih Hutang Telah Diatur Al Quran Barangsiapa memudahkan urusan orang yang sedang kesusahan, Allah akan memudahkan urusannya di dunia maupun di akhirat. Allah selalu dalam pertolongan seorang hamba selama ia mau menolong saudaranya” (HR.At Tirmidzi). Dalil Tentang Balasan Bagi Pemberi Hutang yang Ikhlas Allah berfirman, “Barang siapa yang…
Umroh.com – Dijelaskan oleh para ulama, fiqih akad hutang (qard) disebut juga aqad al irfaq. Artinya akad yang didasari atas rasa belas kasih. Dalam Islam, hutang dilakukan atas dasar belas kasih, bukan untung rugi. Pada akhirnya, hutang membawa berkah bagi semuanya. Hutang piutang sebaiknya tidak menjadi hal yang memberatkan, terutama bagi orang yang berhutang. Apalagi jika hutang kemudian mendatangkan keuntungan pada pihak yang memberi hutang. Ini termasuk riba. Baca juga: Hukum Menagih Hutang Telah Diatur Al Quran Hutang Membawa Berkah Transaksi hutang piutang bisa mendatangkan keberkahan jika dilakukan sesuai syariat. Berikut adalah enam hal agar hutang membawa berkah. 1. Hutang Hendaknya Ditulis dan Dipersaksikan Jika kita mematuhi apa yang Allah perintahkan, maka keberkahan akan kita dapatkan. Demikian juga dalam hal hutang piutang. Agar hutang piutang berkah, maka kita harus melaksanakan perintah Allah untuk menuliskan hutang tersebut. Allah menerangkan secara rinci di dalam surat Al Baqarah ayat 282. Hikmah dari dituliskannya…
Umroh.com – Hutang piutang dibolehkan dalam Islam, namun harus sesuai syariat. Jika hutang piutang melanggar syariat, maka kedua pihak (pemberi hutang maupun peminjam) akan terjerumus ke neraka. Adab hutang piutang pun perlu diperhatikan oleh kedua pihak. Apabila seseorang yang berhutang tidak berniat mengembalikan, maka ia akan mendapat teguran dari Allah. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang meminjam harta orang lain dengan niat ingin mengembalikannya, Allah akan mengembalikan pinjaman itu, namun barangsiapa yang meminjamnya dengan niat ingin merugikannya, Allah pun akan merugikannya” (HR.Bukhari). Baca juga: Hukum Menagih Hutang Telah Diatur di Al Quran Adab Hutang Piutang dalam Islam 1. Hutang Piutang Ditulis dengan Kehadiran Saksi Umroh.com merangkum, perkara hutang piutang diatur dalam Al Quran. Di surat Al Baqarah ayat 245, Allah berfirman bahwa hutang piutang sebaiknya didokumentasikan. Transaksi hutang piutang hendaknya ditulis, agar bisa menguatkan bukti dan menjadikan hati menjadi mantap (tidak ragu)..” (QS.Al Baqarah: 282). Mencatat hutang bertujuan agar tidak timbul perselisihan…
Umroh.com – Islam membolehkan hutang piutang. Hukum menagih hutang juga diatur dalam Al Quran. Biasanya, ketika terjadi hutang piutang akan ada pemberian tenggat waktu yang memungkinkan pemberi hutang bisa menagih kembali haknya. Sebagian ulama berpendapat memberikan batas waktu dalam pembayaran hutang bisa menyebabkan akad hutang menjadi tidak sah. Hal ini dianggap bertentangan dengan dasar hutang dalam Islam, yaitu transaksi yang didasari rasa belas kasih. Baca juga: Kisah Nabi Muhammad saat Berhutang pada Yahudi Menagih Hutang adalah Hak Tetapi, mazhab Maliki berpendapat bahwa pemberian batas waktu adalah hal wajar. Sehingga akad hutang piutang masih sah. Para ulama juga menjelaskan bahwa syariat membolehkan orang yang memberi hutang untuk menagih hutang kepada orang yang berhutang. Menagih merupakan hak yang diberikan oleh syariat kepada orang yang memberi hutang. Syaratnya, ketika orang yang berhutang dianggap sudah mampu dan memiliki harta cukup untuk membayar hutang. Hukum Menagih Hutang Bisa Haram Umroh.com merangkum, hukum menagih hutang menjadi…
Umroh.com – Hutang piutang disebut juga Al Qardh. Asal kata dari Al Qath’u yang berarti memotong. Pengertian hutang dalam Islam adalah pemberian harta (dalam bentuk uang atau yang lain) sebagai bentuk kasih sayang, agar orang lain bisa memanfaatkan harta tersebut. Pemberian harta ini disertai dengan perjanjian bahwa suatu saat akan dikembalikan oleh peminjam dalam jumlah yang sama. Lalu apa sih pengertian hutang itu sendiri? Hutang piutang dibolehkan dalam syariat Islam. Bahkan, pemberian hutang menjadi amalan yang sangat dianjurkan. Terutama jika hutang diberikan kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Orang yang memberi pinjaman juga akan mendapat pahala atas pertolongan yang diberikannya. Allah berfirman, “Barangsiapa yang meminjami Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS.Al Baqarah: 245). Baca juga: Kisah Nabi Muhammad Berhutang kepada Yahudi Rukun Hutang Piutang 1. Ada lafadz. 2. Ada orang yang berhutang dan memberi…
Umroh.com – Segala hal yang Allah perintahkan selalu ada tujuannya, demikian juga dengan thaharah. Hikmah thaharah pasti bermanfaat bagi kita. Arti dari thaharah adalah bersuci atau membersihkan diri dari najis dan hadas (kotoran). Syariat mengharuskan badan yang suci sebelum menjalankan ritual ibadah menghadap Allah, seperti shalat, thawaf, atau membaca Al Quran. Bersuci dilakukan dengan berwudhu (bersuci dari hadas kecil), mandi wajib (bersuci dari hadas besar), atau tayamum dengan permukaan bumi bila tidak menemukan air. Allah juga mensyariatkan tayamum dengan permukaan bumi jika tidak menemukan air. Itu menandakan bahwa thaharah atau bersuci adalah hal yang sangat penting. Tanpa kesucian tubuh, ibadah yang kita lakukan tidak akan bernilai sah. Karenanya, setiap umat muslim harus memperhatikan masalah thaharah ini. Baca juga: Ini Hukum Thaharah yang Perlu Diperhatikan Hikmah Thaharah 1. Menyempurnakan Nikmat agar Kita Bersyukur Umroh.com merangkum, dalam surat Al Maidah ayat 6, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan…
Umroh.com – Tujuan thaharah disyariatkan ialah agar umat Islam mengetahui langkah mensucikan diri dari hadas dan najis. Islam sangat memperhatikan kesucian dan kebersihan. Salah satu syarat utama dalam melaksanakan ibadah adalah suci dari hadas dan najis. Pentingnya thaharah tampak dari kitab-kitab fiqih yang ditulis para ulama. Thaharah sering menjadi bab awal. Tidak heran, karena kesucian merupakan syarat diterimanya ibadah shalat. Ibadah utama bagi umat Islam. Baca juga: Perhatikan! Inilah Cara Melakukan Thaharah Macam Thaharah 1. Thaharah Maknawiyah Maksud dari thaharah maknawiyah adalah kebersihan hati dari segala kemusyrikan, kemaksiatan, atau berbagai penyakit hati. Dalam Islam, hakikat terwujudnya kesucian atau thaharah adalah ketika di dalam hati bersih dari kemusyrikan. Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman sesungguhnya orang-orang musyrik itu adalah najis maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam setelah tahun ini, dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui…
