Umroh.com – Musafir punya hak istimewa dalam hal sholat wajib. Mereka dibolehkan mengqashar sholat. Sholat Qashar artinya meringkas sholat yang jumlahnya 4 rakaat menjadi 2 rakaat sebab dalam perjalanan. Terdapat tata cara sholat qashar yang harus Anda ketahui, seperti sholat yang boleh diqashar adalah sholat dhuhur, ashar, dan isya. Sedangkan sholat maghrib dan subuh tidak boleh diqashar. Allah berfirman, “Ketika kalian bepergian di bumi, maka bagi kalian tidak ada dosa untuk meringkas sholat.” (QS.An Nisa: 101) Baca juga : Ini Lama Hari Perjalanan Umroh Syarat Boleh Dilakukan Sholat Qashar Sholat Qashar tidak boleh dikerjakan tanpa sebab yang jelas. Sholat qashar hanya boleh dikerjakan jika mengalami kondisi berikut: 1. Masih dalam perjalanan Tidak boleh mengqashar sholat jika kita belum melakukan perjalanan saat masuk waktu sholat. Misalnya kita ingin melakukan perjalanan, dan sudah masuk waktu Isya’. Maka kita tidak boleh mengqashar sholat isya, karena kita belum berangkat (belum menjadi musafir). Sama halnya…
Umroh.com – Surat Al Ikhlas memiliki banyak keutamaan. Di dalamnya terdapat kandungan tentang keesaan dan kebesaran Allah, sehingga jika dihayati secara benar akan menguatkan iman dan mendekatkan kita kepada Allah. Di samping itu, ada juga waktu terbaik membaca surat Al Ikhlas yang disunnahkan Rasulullah. Waktu Terbaik Membaca Surat Al Ikhlas 1. Pagi dan Sore Waktu terbaik membaca surat Al Ikhlas adalah di pagi dan sore hari. Surat Al Ikhlas dibaca bersama dengan surat Al Falaq dan An Nas. Masing-masing dibaca tiga kali. Jika merutinkan amalan ini, kita akan dijaga Allah dari segala keburukan. Penjelasan ini berasal dari hadis yang dituturkan Mu’adz bin Abdullah bin Khubaib dari bapaknya. Mu’adz menuturkan bahwa pada malam hujan yang gelap gulita, ia dan para Sahabat keluar mencari Rasulullah untuk shalat bersama. Mereka kemudian menemukan beliau. Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? Rasulullah lalu bertanya, “Apakah kalian telah shalat?”. Namun Mu’adz…
Umroh.com – Praktik riba sudah terjadi sejak lama. Pada masyarakat jahiliyah, riba banyak dilakukan. Bahkan riba sudah ada di masyarakat Yahudi pada zaman Nabi Musa. Ketika Rasulullah mulai menyebarkan agama Islam, Allah menegaskan kembali di dalam Al Quran bahwa riba dilarang. Berikut ini dalil tentang riba sebagai pedoman kita. Dalil tentang Riba 1. Riba Berarti Memakan Harta Orang Lain Secara Batil “Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. kami Telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih” (QS.An Nisa: 161). Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? 2. Dalil Tentang Riba Diharamkan Allah “Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu…
Umroh.com – Seiring meningkatnya kesadaran umat Islam untuk memastikan kehalalan uang yang diperoleh dan digunakan, semakin banyak orang yang menuntut ilmu agama dan memahami bahaya riba. Riba ternyata sangat dekat dan banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Ketahuilah macam riba, agar kita bisa menghindari bahkan menjauhkan diri dari riba. Umroh.com merangkum, dalam Islam, riba berarti tambahan yang disyaratkan dalam sebuah transaksi atau akad. Menurut Yusuf al-Qardawi, riba adalah setiap pinjaman yang mensyaratkan tambahan di dalamnya. Jadi ada kelebihan atau selisih antara nilai barang yang diberikan dengan nilai yang diterima. Riba biasanya terjadi dalam transaksi jual beli atau pinjam meminjam. Baca juga: 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? Riba Dilarang oleh Allah Seperti yang bisa kita cermati di surat Al Baqarah ayat 275, Allah berfirman, “Dan Allah telah mengharamkan riba”. Maka jelaslah bahwa mengkonsumsi harta orang lain secara tidak adil dalam riba adalah perbuatan yang dilarang. Allah juga berfirman, “Maka…
Umroh.com – Rasa-rasanya, hampir setiap umat muslim hafal surat Al Ikhlas. Surat ini termasuk surat pendek terpopuler di dalam Al Quran. Sehingga hampir semua umat muslim bisa menghafal dan memahami artinya. Namun, apa saja keutamaan surat al ikhlas? simak penjelasannya. Keutamaan Surat Al Ikhlas 1. Setara dengan Sepertiga Al Quran Tim Umroh.com memaparkan, walaupun singkat, kandungan surat Al Ikhlas sangat besar. Bahkan, surat ini sebanding dengan satu per tiga Al Quran. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah bersabda, “Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga Al Quran”. Surat Al Ikhlas memang mengandung nama-nama Allah serta sifat-sifat Allah yang menggambarkan keesaan dan kebesaran Allah. Dijelaskan dalam kitab Fathul Baari, Al Quran terbagi menjadi tiga bagian. Tauhid, hukum syariat Islam, dan berita tentang makhluk. Baca juga: Kebaikan yang Bisa Diperoleh dari Makna Surat AL Fatihah Surat Al Ikhlas sendiri sarat pesan tentang tauhid.…
Umroh.com – Secara bahasa, ‘Riba’ artinya ‘kelebihan, tambahan, bertambah, atau tumbuh’. Secara istilah, ‘Riba’ adalah sebuah transaksi atau setiap pinjaman yang mensyaratkan di dalamnya tambahan. Sebagaimana dijelaskan oleh Yusuf al-Qardawi. Dalam kehidupan sehari-hari, riba bisa ditemui pada transaksi jual beli atau pinjam meminjam yang tidak sesuai syariat. Dan, alasan riba dilarang dalam islam ternyata memberikan banyak hikmah. Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? Allah Mengharamkan Riba Umroh.com merangkum, di Al Quran, Allah sangat jelas mengharamkan riba. Rasulullah juga sering menjelaskan tentang keharaman riba. Ada banyak ayat dan hadis yang menjelaskan alasan riba dilarang. Misalnya Allah berfirman dalam surat Al Baqarah ayat 275, “Dan Allah telah mengharamkan riba”. Al Quran turut menjelaskan alasan riba dilarang karena perbuatan itu sama saja dengan memakan harta benda orang lain secara batil. Sebagaimana firman Allah, “Maka disebabkan kezaliman orang-orang Yahudi, kami haramkan atas mereka (memakan makanan) yang baik-baik (yang dahulunya) dihalalkan bagi…
Umroh.com – Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin. Barangsiapa mengaku sebagai seorang muslim hendaknya selalu menjalin hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya. Rasulullah bersabda, “Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat” (HR.Ibnu Majah & At Tirmidzi). Ayat tentang silaturahmi pun tercantum dalam Al Quran. Amalan silaturahmi seharusnya dikerjakan oleh orang beriman. Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka muliakanlah tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka sambunglah tali silaturahim. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka katakanlah yang baik atau diam” (HR.Bukhari). Baca juga: 6 Manfaat Penting dalam Bersilaturahmi Bahkan, mereka yang sengaja memutus silaturahmi akan mendapat balasan berat, yaitu tidak masuk surga. Sebagaimana sabda Rasulullah, “Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi” (HR.Bukhari & Muslim). Ayat Tentang Silaturahmi di Dalam Al Quran Umroh.com merangkum, ajaran…
Umroh.com – Keutamaan silaturahmi dapat dirasakan bagi diri sendiri maupun orang lain. Dalam bahasa Indonesia, ‘Silaturahmi’ dimaknai sebagai hubungan tali persahabatan atau persaudaraan. Makna ini memiliki arti yang lebih luas, dibandingkan makna ‘silaturahmi (silaturahim)’ dalam bahasa Arab. Apabila kita melakukan silaturahmi, kita akan mendapatkan keutamaan silaturahmi sebagaimana diajarkan dalam Islam. Pengertian Silaturahmi Tim Umroh.com memaparkan, silaturahmi berasal dari kata ‘Silaturahim’, yang terdiri dari dua kata, yaitu ‘Shilah’ dan ‘Ar Rahim’. Arti ‘Shilah’ adalah ‘menyambung’, sementara ‘ar rahim’ berarti ‘rahim wanita’ yang menggambarkan hubungan kekerabatan. Jadi, kata ‘Silaturahmi’ artinya menyambung hubungan kekerabatan. Baca juga: 6 Manfaat Penting dalam Bersilaturahmi Dijelaskan Ibnu Atsir, berbuat baik kepada karib kerabat yang memiliki hubungan nasab atau hubungan pernikahan merupakan bentuk silaturahmi. Amalan ini dilakukan dengan berlemah lembut, berkasih sayang, dan memperhatikan keadaan mereka. Para ulama kemudian menyimpulkan bahwa maksud silaturahmi yang dijelaskan dalam berbagai ayat dan hadis adalah menyambung hubungan persaudaraan dengan seseorang yang memiliki…
Umroh.com – Wirid atau membiasakan lisan selalu berdzikir merupakan cara mendekatkan diri kepada Allah. Salah satu wirid yang banyak diajarkan para ulama adalah rutin membaca surat Al Fatihah. Lalu apa saja manfaat membaca surat Al Fatihah 100 kali? Simak penjelasannya. Tim Umroh.com memaparkan, beberapa ulama yang dikenal mengamalkan dan mengajarkan wirid ini di antaranya KH.Abdurrahman Wahid, KH.Hamim Jazuli (Gus Miek), KH.Achmad Shidiq (salah satu perumus Pancasila), KH.Abdul Hamid, KH.Dalhar, KH.Mundzir, dan sebagainya. Mereka dikenal memiliki spiritualitas tinggi. Beberapa bergelar waliyullah atau kekasih Allah yang makamnya selalu dibanjiri para peziarah. Baca juga: Kebaikan yang Bisa Diperoleh dari Makna Surat Al Fatihah Dijelaskan oleh para ulama tersebut, surat Al Fatihah juga disebut dengan Surat Kafiyah atau surat yang mencukupkan. Karena itu membaca surat Al Fatihah dengan penuh penghayatan, terlebih bila dijadikan dzikir, akan membawa manfaat tersendiri. Salah satu manfaatnya, membawa kecukupan bahkan keajaiban. Cara Wirid Membaca Surat Al Fatihah 100 Kali Agar…
Umroh.com – Silaturahmi membawa banyak manfaat. Di antaranya, memudahkan rejeki dan memperpanjang usia. Namun lebih dari itu, ada penjelasan tentang hukum silaturahmi yang perlu kita ketahui. Hukum Silaturahmi Imam An Nawawi menjelaskan bahwa silaturahmi adalah berbuat baik kepada karib kerabat sesuai dengan keadaan orang yang hendak dihubungkan atau menghubungkannya. Menyambung tali silaturahmi bisa dilakukan melalui harta, memberi bantuan berupa tenaga, meluangkan waktu berkunjung, memberi salam, dan sebagainya. Umroh.com merangkum, silaturahmi merupakan aktivitas penting yang diperintahkan Allah dan RasulNya. Jadi, hukum silaturahmi adalah wajib. Barangsiapa tidak melaksanakan akan dianggap berbuat dosa. Bahkan menurut para ulama, memutus tali silaturahmi termasuk satu dari sepuluh dosa besar. Baca juga: 6 Manfaat Silaturahmi yang Wajib Diketahui Bukhari dan Muslim meriwayatkan sebuah hadits. Rasulullah suatu ketika bertanya pada para Sahabat, “Maukah kalian aku beritahu tentang dosa terbesar di antara dosa-dosa besar?” Beliau mengulangi pertanyaannya sebanyak tiga kali. Maka para sahabat menjawab: “Mau, ya Rasulullah”. Nabi Shallallahu…
