1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Sholat berjamaah di masjid adalah ibadah yang utama dan mendatangkan pahala yang besar bagi mereka yang melakukannya. Dalam sholat berjamaah terdapat imam yang memimpin sholat dan makmum yang mengikuti gerakan imam. Tentu ada syarat menjadi imam dan tidak bisa sembarangan supaya sholat berjalan dengan baik. Rasulullah bersabda, “Sholat berjemaah lebih utama daripada sholat sendirian terpaut dua puluh lima derajat” (HR.Bukhari). Sholat berjamaah dipimpin oleh seorang imam. Orang-orang yang dipimpin Imam disebut dengan makmum, dan harus mengikuti setiap gerakan yang dilakukan oleh sang Imam. Karena itu, ada syarat tertentu yang harus dipenuhi agar seseorang yang ditunjuk benar-benar layak menjadi imam sholat berjamaah di masjid. Baca juga : Memahami Posisi Sholat Berjamaah Imam dan Makmum Syarat Menjadi Imam Untuk Sholat Berjamaah 1. Seorang Imam Harus Seorang Muslim Imam yang ditunjuk untuk memimpin sholat berjamaah haruslah seorang yang beragama Islam. Tentu saja sholat tidak akan sah jika dipimpin oleh seseorang yang…

Umroh.com – Menikah adalah prosesi yang sakral dalam Islam. Pernikahan antara pria dan wanita disahkan melalui prosesi akad nikah. Syarat menikah dalam islam yang utama adalah dilakukannya akad nikah sebagai perjanjian yang kuat. Allah berfirman, “Bagaimana kamu akan mengambilnya kembali, padahal sebagian kamu telah bergaul (bercampur) dengan yang lain sebagai suami-istri. Dan mereka (istri-istrimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat” (QS.An Nisa: 21). Agar calon mempelai dinilai sah dalam melaksanakan pernikahan, maka ada syarat-syarat yang harus diperhatikan supaya dinilai sah dalam agama dan juga tidak melanggar hal apapun yang sudah ditentukan sebelumnya. Jika akad sudah dilakukan tingga lanjut ke rencana para mempelai dan keluarga untuk merealisasikannya. Baca juga : Belum Siap Menikah? Ini Solusi yang Perlu Anda Tahu 1. Ada Kerelaan pada Kedua Pihak Calon Syarat menikah yang pertama adalah ada kerelaan, baik pada pihak mempelai pria maupun mempelai wanita. Tidak dibolehkan melakukan pernikahan dengan paksaan, sehingga timbul beban…

Umroh.com – Sebab utama dibolehkan menjamak sholat adalah karena adanya masyaqqah atau kesulitan. Tidak seperti sholat qashar yang hanya boleh dilakukan ketika safar, sebab diperbolehkan menjamak sholat boleh dilakukan jika seseorang menemui kesulitan untuk melaksanakan sholat sesuai waktunya. Bolehnya menjamak sholat berdasarkan firman Allah bahwa Ia adalah Dzat yang tidak ingin menyulitkan hambaNya. Allah berfirman, “Allah menghendaki kemudahan atas kalian, dan tidak menghendaki kesulitan.” (QS.Al Baqarah: 185). “Dan dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu suatu kesempitan dalam beragama.” (QS.Al Hajj: 78). Rasulullah juga bersabda, “Sesungguhnya agama ini mudah.” (HR.Bukhari). “Mudahkanlah, jangan dipersulit.” (HR.Bukhari dan Muslim). Baca juga : Menjadi Lebih Baik, Ini Keutamaan Sholat Sunnah Fajar Sholat Jamak Rasulullah Abdullah bin ‘Abbas ra. Menuturkan, “Rasulullah menjamak salat dhuhur dan ashar ketika safar, ketika beliau berada di tengah perjalanan, dan juga menjamak antara salat Magrib dan Isya.” (HR.Bukhari). Sebab Dibolehkannya Sholat Jamak Berikut adalah beberapa hal yang menjadi masyaqqah atau halangan…

Umroh.com – Banyak manusia yang tergelincir dalam perbuatan maksiat disebabkan karena ketidakmampuan menahan nafsu. Ia tak bisa mengendalikan dirinya dari godaan setan yang demikian halus. Memang melawan diri sendiri lebih sulit dibanding melawan tantangan dari luar. Untuk itu, Allah mengajarkan bunyi bacaan taawudz kepada manusia. Ada beragam lafadz taawudz yang diajarkan oleh para ulama qiraat. Antara satu imam qiraat dengan imam qiraat lain melafalkan bacaan taawudz yang sama, namun ada juga yang berbeda. Para imam qiraat tidak hanya mengajarkan satu bacaan taawudz kepada murid-muridnya, dan hal itu merupakan bentuk keindahan dalam ilmu qiraat. Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? Bunyi Bacaan Taawudz Berikut adalah ragam bunyi bacaan taawudz: 1. أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.” Imam Syafii, Imam Abu Hanifah, dan mayoritas ahli qira’ah menilai bacaan taawudz ini yang paling afdhal. Lafal itu tercantum dalam surat An Nahl…

Umroh.com – Allah memerintahkan setiap mukmin untuk melakukan muhasabah. Alasan muhasabah diri tercantum di Al Quran. Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS.Al Hasyr: 18). Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? Tanda Keimanan Seseorang Umroh.com merangkum, seseorang yang mengaku beriman hendaknya tidak sembarangan dalam bertindak. Sebagaimana firman Allah, kita harus memperhatikan semua hal yang telah diperbuat sebagai bekal memperoleh kebaikan di akhirat. Kelak di akhirat, kita akan diminta pertanggungjawaban atas perbuatan yang telah dilakukan di dunia. Rasulullah bersabda, “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat sehingga ditanya tentang empat perkara: tentang umurnya, untuk apa dihabiskannya; tentang masa mudanya, digunakan untuk apa; tentang hartanya, dari mana diperoleh dan ke mana dihabiskan; dan tentang ilmunya, apa yang dilakukan…

Umroh.com – Islam mengajarkan kebersihan dan kesucian pada pemeluknya. Jika ingin beribadah menghadap Allah yang Maha Suci, maka kita diwajibkan bersuci terlebih dahulu. Jika kotoran menyebabkan badan atau benda menjadi tidak bersih, maka dalam Islam terdapat perbedaan hadas dan najis yang menyebabkan tubuh, tempat, atau benda menjadi tidak suci. Kondisi tidak suci jelas tidak boleh digunakan untuk shalat, membaca Al Quran, atau thawaf. Najis merupakan sesuatu yang dinilai sebagai hal kotor bagi orang yang menjaga dirinya, sedangkan hadas menunjukkan keadaan diri seseorang. Baik hadas maupun najis sama-sama harus disucikan sebelum kita beribadah menghadap Allah, misalnya shalat atau membaca Al Quran. Tetapi, keduanya memiliki perbedaan yang perlu kita ketahui. Baca juga : Terkuak, Ternyata Begini Hukum Junub saat Puasa Perbedaan Hadas dan Najis dari Wujudnya: Najis Bisa Dilihat, Hadas Tidak Najis adalah sesuatu yang konkrit atau berupa perkara zhahir dan bisa dilihat dengan mata. Contoh najis adalah darah dan kotoran manusia.…

Umroh.com – Bacaan taawudz disebut juga dengan lafal Isti’adzah. Arti “isti’adzah” secara istilah adalah doa untuk memohon perlindungan dan penjagaan kepada Allah SWT dari godaan atau bisikan setan. Bacaan taawudz merupakan penghalang keburukan batiniah akibat dari godaan setan. Menurut para ulama, isti’adzah juga bisa menjadi doa yang mendatangkan kebaikan. Hukum membaca taawudz pun termasuk boleh diucapkan kapan saja. Perintah Bertaawudz di Dalam Al Quran Umroh.com merangkum, membaca taawudz merupakan perintah Allah, terutama ketika kita hendak membaca ayat-ayat Al Quran. Allah berfirman, “Apabila kamu membaca Al Quran, mintalah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (QS.An Nahl: 98). Baca juga: Ini Alasan Bukan Rasulullah yang Menulis Al Quran Perintah bertaawudz juga ada di surat Al A’raf ayat 199-200. Allah berfirman, “Jadilah pemaaf dan mintalah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh. Jika kamu ditimpa godaan setan, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.”  Selain…

Umroh.com – Manusia tidak pernah lepas dari dosa. Allah pun memerintahkan manusia untuk memohon perlindungan kepada-Nya. Cara membaca taawudz atau memohon perlindungan Allah tercantum dalam berbagai surat. Salah satunya di surat An Nahl ayat 98, Allah berfirman “Apabila kamu membaca Al-Qur’an, mintalah perlindungan kepada Allah dari syetan yang terkutuk.” Beragam Cara Membaca Taawudz dari Lafalnya 1. Cara Membaca Taawudz yang Banyak Diucapkan Bacaan taawudz yang banyak diucapkan orang-orang adalah: أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ A ‘uudzubillahi minasy syaithoonir rojiim Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk” Baca juga: Inilah 7 Tips Bahagia Dunia dan Akhirat, Apa Saja? 2.  Cara Membaca Taawudz dari sebagian Ulama Salaf أعُوْذُ بِاللَّهِ السَّمِيْعِ الْعَلِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ A ‘uudzubillahis samii’il ‘aliimi minasy syaithoonir rojiim Artinya: “Aku berlindung kepada Allah yang maha mendengar lagi maha mengetahui dari setan yang terkutuk”. 3. Cara Membaca Taawudz dari Ulama Hanafiyah penulis kitab Al Hidayah اَسْتَعِيْذُ وَنَسْتَعِيْذُ وَاسْتَعَذْتُ…

Umroh.com – Sholat wajib lima waktu harus dilakukan para mukallaf. Mukallaf adalah orang yang telah terkena kewajiban sholat. Cirinya: muslim, telah dewasa atau akil baligh, berakal, dan mengetahui seruan agama. Sholat jamak artinya menggabungkan dua sholat dalam satu waktu. Terdapat beberapa jenis sholat jamak yang harus diketahui supaya tidak terjadi kesalahan ketika melakukannya. Baca juga : Jarang Didengar, Ini Bunyi Dalil tentang Sholat Berjamaah Jenis Sholat Jamak Ada dua macam sholat jamak yaitu sholat jamak taqdim dan sholat jamak takhir. 1. Jamak Taqdim Sholat ini berarti mengerjakan dua sholat wajib di waktu sholat yang pertama. Misal mengerjakan sholat dhuhur dan ashar di waktu dhuhur, atau mengerjakan sholat maghrib dan isya’ di waktu maghrib. 2. Jamak Takhir Sholat ini berarti mengerjakan dua sholat wajib di waktu sholat yang terakhir. Contohnya melaksanakan sholat dhuhur dan ashar di waktu ashar, atau mengerjakan sholat maghrib dan isya di waktu isya. Mau dapat Tabungan umroh…

Umroh.com – Najis adalah segala sesuatu yang dianggap kotor oleh syariat. Suatu zat atau benda dianggap najis jika memang ada dalil yang menjelaskan tentang najisnya benda tersebut. Karenanya, penentuan najis bukanlah berasal dari akal, melainkan dalil. Syariat memerintahkan untuk membersihkan najis jika terkena ke bagian tubuh atau pakaian Anda. Perintah untuk bersuci dari najis tercantum dalam surat Al Mudatsir ayat 4. Allah berfirman, “dan pakaianmu sucikanlah”. Allah juga berfirman di surat Al Baqarah ayat 125, “Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk mensucikan rumah-Ku bagi orang-orang yang ber-thawaf, ber-i’tikaf dan orang-orang yang rukuk dan sujud”. Berikut ini hal seputar najis supaya Anda bisa menjaga dan jua membersihkannya. Baca juga : Ini Sunnah Mandi Besar, Agar Bersuci Lebih Sempurna Pentingnya Menjaga Diri dari Najis Rasulullah berpesan agar kita senantiasa menjaga diri dari najis. Dituturkan oleh Ibnu Abbas, suatu ketika Rasulullah melewati dua kuburan. Kemudian beliau bersabda, “Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melewati…