1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Setiap umat muslim harus memiliki aqidah yang benar. Dalil tentang aqidah menjadi pedoman kebenaran bagi kita. Satu bentuk aqidah pokok yang tercantum dalam dalil adalah rukun iman. Mempercayai Allah SWT, malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Selain itu, ada banyak dalil tentang aqidah yang menunjukkan keesaan sekaligus kekuasaan Allah. Dalil bahwa Allah yang Menciptakan Manusia “Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka, Siapakah yang menciptakan mereka? niscaya mereka menjawab Allah. Maka bagaimana mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)”. (QS.Az Zukhruf: 87). Baca juga: Harus Senantiasa Dikuatkan, Ini 6 Fungsi Aqidah Dalil bahwa Allah yang Menciptakan Langit dan Bumi “Sesungguhnya Tuhan kalian, yaitu Allah, Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, kemudian Dia beristiwa di atas Arsy.” (QS.Al A’raf: 54). “Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa lelah.” (QS.Qaf: 38). “Sesungguhnya…

Umroh.com – Manusia yang hidup di dunia hendaknya memiliki aqidah. Keyakinan kuat terhadap sesuatu tanpa sedikit pun keraguan. Tujuan aqidah ialah menjadi pegangan hidup bagi diri seseorang. Di dalam Islam, hal ini diwujudkan melalui keimanan kepada Allah SWT beserta malaikat-Nya, kitab -Nya, para rasul-Nya, hari akhir, serta qada dan qadar. Baca juga: Harus Senantiasa Dikuatkan, Ini 6 Fungsi Aqidah Istilah Aqidah Dirumuskan oleh Para Ulama Umroh.com merangkum, kata “aqidah” sesungguhnya tidak terdapat dalam Al Quran atau Sunnah. Para ulama menggunakan istilah ini untuk mengajarkan ilmu serta keyakinan tentang Islam. Ada juga istilah lain yang disampaikan para ulama, yaitu: 1. Al Fiqhul Akbar Istilah ini pertama kali digunakan Imam Abu Hanifah (150 H) dalam kitab Al Fiqhul Akbar. Penggunaan istilah ilmu fiqih zaman dahulu mencakup ilmu agama. Baik ilmu aqidah yang bersifat batin, maupun hukum-hukum yang sifatnya zhahir. Para ulama menilai ilmu aqidah lebih agung dibanding ilmu cabang hukum zhahir yang…

Umroh.com – Aqidah paling benar adalah aqidah Islam. Keistimewaan aqidah islam tidak dimiliki agama lain. Berikut adalah keistimewaan aqidah Islam yang perlu kita ketahui. Keistimewaan Aqidah 1. Aqidah yang Menerangkan Perkara Gaib Umroh.com merangkum, keistimewaan pertama, mampu menerangkan perkara gaib. Hal-hal yang tidak dapat dijangkau indera manusia. Tidak bisa ditangkap pendengaran, sentuhan, penglihatan, pengecap, atau penciuman. Contoh perkara gaib adalah keberadaan Allah SWT, malaikat-Nya, hari akhir, dan siksa kubur. Baca juga: Ini Perbedaan Aqidah, Tauhid, dan Manhaj Seseorang yang mengaku memiliki aqidah Islam pasti mempercayai perkara-perkara gaib tersebut. Walaupun kehadirannya tidak bisa ditangkap oleh indra, namun kita bisa mengetahui perkara gaib lewat kitab suci Al Quran, serta hadis Rasulullah. Allah telah berfirman di awal surat Al Baqarah, “Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib” (QS.Al Baqarah: 1-3). 2. Aqidah Islam Mencakup Segala Hal Keistimewaan…

Umroh.com – Keimanan merupakan hal pokok bagi setiap muslim. Seseorang tidak disebut muslim jika tidak mengakui Allah dan Rasul, serta tidak melaksanakan perintah-Nya. Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui terkait dengan keimanan. Perbedaan aqidah, tauhid, dan manhaj menjadi hal utama untuk kita ketahui. Mengingat semakin banyak kajian agama yang bermunculan. Pada akhirnya kita akan lebih mudah menguatkan iman dan mantap dalam beribadah. Aqidah Pengertian aqidah yaitu keyakinan kuat terhadap sesuatu, tanpa ada keraguan sedikit pun. Dalam Islam, aqidah hanya ditujukan kepada Allah SWT. Wujudnya melalui ketaatan kepada-Nya, serta keimanan terhadap malaikat-Nya, rasul-Nya, kitab-Nya, dan kehendak-Nya. Baca juga: Wajib Tahu! Ini Alasan Aqidah yang Dibutuhkan Umat Islam Aqidah mencakup apa yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan kepada umat manusia. Sekaligus terkait dengan mengesakan Allah (tauhid), aqidah kepada Rasul-Nya, kitab-Nya, Malaikat-Nya, hari akhir, dan sebagainya. Aqidah menjadi dasar iman seseorang, pemaknaan terhadap syahadat, serta pemahaman akan konsekuensinya. Aqidah menjadi keyakinan kuat di…

Umroh.com – Aqidah Islam merupakan aqidah yang paling benar. Sebagaimana firman Allah, “Sesungguhnya agama yang benar di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS.Ali Imran: 19). Alasan aqidah umat islam harus kokoh sesuai petunjuk Allah SWT dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. Aqidah adalah Hal Pertama yang Didakwahkan Rasulullah Setelah diutus menjadi Rasulullah, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendakwahkan tentang tauhid terlebih dahulu. Sekitar 13 tahun lamanya beliau mengajak masyarakat kala itu untuk menyadari bahwa tiada Tuhan selain Allah. Baca juga: Harus Senantiasa Dikuatkan, Ini 6 Fungsi Aqidah Para Rasul sebelum Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga mendakwahkan tentang tauhid. Namun seiring berjalannya waktu, aqidah masyarakat semakin menjauh dari yang seharusnya. Karena itu Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam diutus untuk memperbaiki sekaligus menyempurnakan aqidah umat manusia. Umroh.com merangkum, alasan aqidah dan tauhid harus dikokohkan terlebih dahulu, agar umat memiliki pegangan kuat. Tanpa aqidah, kehidupan seseorang di dunia dan akhirat akan menemui banyak…

Umroh.com – Seorang muslim tanpa aqidah yang benar akan menjadi manusia yang mudah terombang-ambing. Ia tidak memiliki pegangan kuat, sehingga mudah tergelincir pada kesesatan atau kemaksiatan. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai berbagai macam aqidah. Sehingga kita tahu perbuatan mana saja yang masih sesuai aqidah, dan mana yang tidak. Baca juga: Baca Baik-baik! Ini Pengertian Aqidah dan Contohnya Macam Aqidah dari Kebenarannya 1. Aqidah yang Benar Umroh.com merangkum, pemeluk agama lain boleh jadi memiliki aqidah yang berbeda, namun seorang mukmin harus meyakini (dan memang adanya) kebenaran aqidah adalah Islam. Islam bersumber dari Allah SWT, sehingga tidak ada lagi celah perdebatan. Aqidah yang dibawa oleh para utusan Allah (Nabi dan Rasul) adalah sama dari masa ke masa. 2. Aqidah yang Bathil Macam aqidah ini merupakan keyakinan atau aqidah yang bertentangan dengan wahyu. Biasanya, aqidah seperti ini hanya berasal dari akal manusia. Ada juga yang bermula dari wahyu, namun kemudian diubah sehingga melenceng…

Umroh.com – Setiap manusia tidak akan lepas dari godaan setan. Menggoda manusia agar menjauh dari jalan Allah adalah tekad setan sejak Allah melaknatnya. Karena itu, manusia harus selalu memohon perlindungan kepada Allah melalui bacaan taawudz. Hadist tentang taawudz pun disampaikan Rasulullah. Di Al Quran dikisahkan, “Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya. Kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka’. Allah berfirman: ‘Maka yang benar (adalah sumpah-Ku) dan hanya kebenaran itulah yang Aku katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi neraka Jahannam dengan jenismu dan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka semua'”. (QS.Shad: 82-85). Baca juga: Luar Biasa, Inilah Pengertian Taawudz Rasulullah juga banyak mengajarkan kepada kita tentang taawudz, dan cara menggunakan doa tersebut. Hadist Tentang Bacaan Taawudz Umroh.com merangkum, diriwayatkan Imam Adu Daud dan Imam At Tirmidzi, ketika Rasulullah memohon perlindungan, beliau mengucapkan: “A’udzu billahis samii’il ‘aliim, minasy syaithoonir rojiim min hamzihi wa nafkhihi wa naftsih (artinya: aku…

Umroh.com – Allah mencintai orang-orang yang memperhatikan kesucian dirinya. Bersuci berarti membersihkan diri dari hal-hal yang menghalangi ibadah shalat, membaca Al Quran, dan thawaf. Hal yang menghalangi ibadah tersebut bisa berupa hadas dan najis dan sebagai umat muslim Anda bisa membersihkan hadas kecil dan besar. Allah berfirman, “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai pula orang-orang yang mensucikan diri” (QS.Al Baqarah: 222). Hadas adalah kondisi diri yang menghalangi seseorang untuk beribadah kepada Allah dengan shalat, thawaf, atau membaca Al Quran. Hadas harus disucikan sebelum melaksanakan ibadah tersebut. Ada dua macam hadas, yaitu hadas besar dan hadas kecil. Di artikel kali ini, kita akan membahas tentang hadas kecil dan cara mensucikannya. Hal-hal yang termasuk hadas kecil adalah buang air kecil atau buang air besar, buang angin, tertidur, hilang akal, bersentuhan dengan lawan jenis, dan menyentuh kemaluan dengan jari. Baca juga : Sering Dilakukan, Ternyata Ini Penybebab Mandi Besar Mensucikan Hadas…

Umroh.com – Salah satu syarat ibadah wajib yang harus dilaksanakan umat muslim adalah suci dari hadas besar. Seseorang tidak sah shalatnya jika ia memiliki hadas besar. Hadas besar juga menghalangi seseorang untuk melaksanakan ibadah puasa wajib. Contoh hadas besar adalah haid, junub, atau nifas. Karena itu, harus anda kenali jenis dan cara membersihkan hadas besar agar kita bisa menunaikan ibadah wajib tersebut. Cara mensucikan hadas besar adalah dengan mandi wajib atau mandi besar. Baca juga : Gak Sembarangan, Ini Waktu yang Tepat untuk Mandi Wajib Rukun Mandi Wajib untuk Membersihkan Hadas Besar Ada langkah-langkah yang harus dipenuhi untuk membersihkan hadas besar dengan mandi wajib. Pada dasarnya, mandi berarti mengguyur seluruh tubuh dengan air, merata seluruh kulit hingga rambut. Cara mandi yang dicontohkan Rasulullah adalah dengan mengguyur seluruh badan. 1. Awali dengan Niat Untuk membersihkan hadas besar, niat adalah hal penting. Sebelum melaksanakan mandi wajib, hadirkan niat mandi untuk membersihkan hadas…

Umroh.com – Kesucian dan kebersihan harus diperhatikan seorang muslim. Di dalam Islam, hal-hal penyebab sebuah benda, lokasi, atau tubuh tidak suci karena kotoran disebut dengan najis. Karena suci dari najis adalah syarat agar ibadah, seperti shalat atau thawaf diterima. Sudah seharusnya seorang muslim memperhatikan hal ini. Dalil tentang najis bisa Anda jadikan pedoman untuk menjaga kesucian diri dan tempat ibadah. Baca juga : Tata Cara Mandi Junub Bagi Laki-laki dan Wanita Dalil Tentang Najis Menurut Islam 1. Perintah untuk Bersuci ‘Dan pakaianmu sucikanlah” (QS.Al Mudatsir: 4). “Dan kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail untuk mensucikan rumah-Ku bagi orang-orang yang ber-thawaf, ber-i’tikaf dan orang-orang yang rukuk dan sujud” (QS.Al Baqarah: 125). Selain itu, ada juga hadis dari Ibnu Abbas ra. “Rasulullah melewati dua kuburan. Lalu beliau bersabda: ‘kedua orang ini sedang diadzab, dan mereka diazab bukan karena dosa besar. Orang yang pertama diadzab karena berbuat namimah (adu domba). Adapun yang kedua,…