1
Author

Tommy Maulana

Browsing

Umroh.com – Percaya kepada hari kiamat merupakan salah satu tanda orang yang beriman. Iman terhadap Allah kerap disandingkan dengan iman kepada hari akhir. Misalnya dalam sebuah sabda Rasulullah, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata benaar atau diam”.  Lalu bagaimana pembagian hari kiamat itu sendiri? Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, hari akhir atau kiamat artinya berakhirnya kehidupan di dunia, dan manusia akan dibangkitkan untuk dihisab amalnya. Setelah itu, manusia akan ditempatkan di tempat yang sesuai dengan amalnya, yaitu di surga atau neraka.  Hanya Allah yang mengetahui kapan datangnya hari kiamat. Ketika Rasulullah mengabarkan tentang datangnya hari kiamat, banyak orang yang bertanya, bahkan menyangkal. Allah kemudian memerintah Rasulullah untuk menjawab, bahwa hanya Allah yang mengetahui hal tersebut.  Baca juga: Penting! Ini 25 Nama Lain Hari Kiamat Dalam surat Al Ahzab ayat 63 Allah berfirman, “Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit.…

Umroh.com – Hari kiamat disebut juga hari akhir. Karena saat itu merupakan akhir dari waktu, akhir hari di dunia. Tak ada lagi waktu atau dunia yang didiami manusia setelah hari kiamat. Tapi tahukan Anda ternyata ada nama lain dari Hari Kiamat itu sendiri. Berikut penjelasannya. Iman terhadap hari akhir berkaitan erat dengan iman kepada Allah. Seseorang yang mengaku beriman kepada Allah seharusnya juga mengimani adanya hari akhir, dimana alam semesta akan hancur dan manusia akan dihitung amalnya, untuk mengetahui di mana tempat ia akan berdiam di akhirat. Karena itulah iman kepada hari akhir termasuk dalam rukun iman. Baca juga: 3 Akhlaq Baik Rasulullah yang Bisa Diteladani Di dalam Al Quran, banyak disebutkan tentang kebesaran Allah dan hari kiamat. Kata ‘kiamat’ diambil dari kata Yaumul Qiyamah yang artinya hari kebangkitan. Pada saat itu, manusia akan dibangkitkan dari kuburnya untuk dikumpulkan. Lalu segala amal yang telah dilakukan akan dihitung. Nama Lain Hari…

Umroh.com – Maulid Nabi menjadi salah satu perayaan umat muslim yang semarak di Indonesia. Perayaan yang jatuh pada tanggal 12 Rabiul Awal itu diwarnai dengan beragam kegiatan, yang mengingatkan umat muslim Indonesia kepada kemuliaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Berikut akan dijelaskan 10 perayaan Maulid Nabi yang unik di Indonesia. Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, karena Indonesia memiliki beragam budaya, tentunya ada banyak tradisi Maulid Nabi di masing-masing daerah. Setiap wilayah dan kebudayaan di Indonesia memiliki cara unik untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Berikut adalah perayaan maulid yang unik di Indonesia. Tradisi Maulid di Indonesia ini menunjukkan keragaman budaya dan tradisi Indonesia. Sekaligus melukiskan betapa umat muslim di Indonesia mencintai Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Namun, kita tetap harus waspada menghindari kegiatan-kegiatan yang mengarah pada kesyirikan ya. Baca juga: Arti, Makna dan Hikmah Tradisi Maulid Nabi Perayaan Maulid Nabi di Indonesia 1. Tradisi Bungo Lado di Padang Pariaman …

Umroh.com – Betapa istimewanya Rasulullah, hingga pada hari kelahirannya pun diiringi dengan berbagai peristiwa besar saat Maulid Nabi. Berikut adalah peristiwa penting yang terjadi: 1. Keajaiban yang Dialami Ibunda Rasulullah Di hari-hari pertama bulan Rabiul Awal, Siti Aminah yang sedang mengandung merasakan hal-hal ajaib yang terjadi pada dirinya. Seiring dengan membesarnya kandungannya, Siti Aminah merasa sangat tenang dan damai. Ia meyakini bahwa Allah mengirimkan kedamaian dan ketentraman kepadanya. Umroh.com merangkum, di malam kedua bulan Rabiul Awal, Siti Aminah mendapatkan kabar dari Allah bahwa ia akan segera melahirkan dan mendapatkan anugerah yang sangat mulia dan agung. Kemudian malam ketiga bulan Rabiul Awal, barulah Siti Aminah mendapat pesan dari Allah bahwa dari rahimnya akan lahir Nabi yang paling mulia dan agung, yaitu Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Baca juga: Kisah Nabi Muhammad dan Anggur yang Masam Pada malam keempat bulan Rabiul Awal, Aminah mulai mendengar suara zikir dari para malaikat. Suara ini terdengar…

Umroh.com – Seseorang yang sedang dalam perjalanan tetap terkena kewajiban untuk melakukan shalat wajib lima waktu. Tetapi ada keringanan yang Allah berikan bagi para musafir, seperti menjamak dan meng-qashar shalat, serta bertayamum jika tidak menemukan air. Berikut akan dijelaskan tata cara tayamum di pesawat beserta ketentuannya. Demikian halnya jika bepergian jarak jauh dengan pesawat terbang. Misalnya saat umroh ke Tanah Suci, atau perjalanan ke luar negeri lainnya. Berjam-jam di dalam pesawat bisa jadi membuat kita bertemu dengan waktu shalat wajib saat masih berada dalam pesawat. Baca juga: Jangan Sampai Salah! Begini Tata Cara Tayamum yang Benar Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, menunggu hingga pesawat mendarat akan terlalu lama dan dikhawatirkan waktu shalat habis atau terlewat. Karenanya kita dibolehkan shalat di dalam pesawat. Lalu, bagaimana caranya bersuci di dalam pesawat? Berwudhu di pesawat bisa jadi merupakan hal yang sulit, mengingat banyaknya jumlah penumpang. Jika berwudhu dengan air tidak memungkinkan, maka ikutilah solusi cara…

Umroh.com – Tata cara tayamum telah diajarkan di surat Al Maidah ayat 6, dimana Allah berfirman, “maka bertayamumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. Umroh.com merangkum, Rasulullah juga menjelaskan tata cara tayamum lebih rinci. Dari Ammar bin Yasir r.a, ia menuturkan bahwa suatu ketika Rasulullah mengutusnya untuk suatu keperluan. Kemudian Ammar bin Yasir mengalami junub dan tidak bisa menemukan air untuk bersuci. Ammar bin Yasir kemudian bergulung-gulung di tanah seperti hewan yang sedang berguling-guling di tanah. Hal ini kemudian diceritakan oleh Ammar bin Yasir kepada Rasulullah. Beliau pun bersabda, “Sesungguhnya cukuplah engkau melakukan seperti ini”. Baca juga: Terungkap, Inilah Rukun Tayamum yang Jarang Diketahui Rasulullah kemudian menunjukkan tata cara tayamum dengan memukulkan telapak tangannya ke permukaan bumi sekali pukulan, lalu meniupnya. Kemudian Rasulullah mengusap punggung telapak tangan kanannya dengan tangan kirinya, lalu mengusap punggung telapak tangan kirinya dengan tangan kanannya. Kemudian Rasulullah mengusap…

Umroh.com – Perintah atau bolehnya melakukan tayamum tercantum di Al Quran, di surat Al Maidah ayat 6, dan An Nisa ayat 43. Di kedua ayat tersebut, seseorang yang sedang sakit atau dalam perjalanan dan tidak menemukan air, diperbolehkan untuk bertayamum jika telah masuk waktunya sholat. Kedua ayat tersebut juga memuat cara pelaksanaannya, yaitu dengan menyapukan sho’id (tanah, debu, atau permukaan bumi) yang suci ke wajah dan tangan. Lalu apa saja syarat dari tayamum itu sendiri? Umroh.com merangkum, tayamum sejatinya merupakan solusi jika seseorang berada dalam kondisi darurat, sementara waktu sholat wajib telah tiba. Lalu, apakah hal yang menjadikan seseorang boleh melakukan tayamum? Berikut adalah syarat tayamum yang perlu kita ketahui. Baca juga: Inilah Hal-hal yang Menjadi Penyebab Tayamum Syarat Tayamum Pada dasarnya, seseorang yang muslim, berakal, dan tamyiz (bisa membedakan mana yang baik dan buruk) masuk dalam syarat tayamum. Ketiga hal itu menjadi penentu seseorang telah cakap atau mampu untuk dikenai…

Umroh.com – Allah membolehkan tayamum untuk bersuci bagi seseorang yang harus melaksanakan shalat wajib, namun tidak menemukan air. Di surat Al Maidah ayat 6, Allah berfirman, “maka bertayamumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. Berikut akan dijelaskan secara lengkap terkait rukun tayamum yang jarang diketahui umat muslim. Asal Perintah Tayamum Umroh.com merangkum, perintah tayamum mulanya diturunkan setelah peristiwa yang menimpa Aisyah r.a, Istri Rasulullah. Kalung Aisyah r.a putus saat beliau berada di dalam rombongan Rasulullah dan para Sahabat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kemudian meminta tolong kepada para Sahabat untuk mencarikan kalung istrinya itu. Pencarian kalung berlangsung lama, hingga mendekati waktu shalat. Sementara itu, rombongan tersebut tidak memiliki persediaan air yang bisa digunakan untuk berwudhu. Para Sahabat mulai mengeluh, dan mengadu pada Abu Bakar As Siddiq, ayah Aisyah yang juga turut di dalam rombongan. Abu Bakar bahkan sempat memarahi putrinya itu. Allah kemudian membela Aisyah…

Umroh.com – Syariat yang diturunkan Allah pasti memudahkan manusia dan tidak menyulitkan. Begitu juga dengan kewajiban untuk bersuci dengan air, baik wudhu maupun mandi wajib. Ketika kita hendak bersuci dan tidak menemukan air, Allah membolehkan hambaNya bersuci dengan tayamum. Tayamum merupakan ritual mensucikan diri dengan menggunakan media di permukaan bumi yang suci dari najis sebagai pengganti wudhu. Lalu apa sih penyebab harus melakukan tayamum itu sendiri? Umroh.com merangkum, perintah tayamum turun bersanding dengan perintah wudhu di surat Al Maidah ayat 6. Setelah menyampaikan perintah berwudhu di ayat ini, Allah berfirman, “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. Baca juga: Inilah Penjelasan Tentang Pengertian Tayamum yang Benar! Selain di surat Al Maidah, perintah tayamum juga ada di surat An Nisa ayat…

Umroh.com – Secara bahasa, tayamum bisa diartikan sebagai ‘Al Qosdu (القَصْدُ)’ atau ‘maksud’. Orang Arab mengenal ungkapan “tayyamamtu asy syai’a”, yang berarti “qashadtuhu” atau saya menginginkannya. Berikut akan dijelaskan pengertian tayamum yang lebih lengkap. Umroh.com merangkum, pengertian tayamum secara istilah adalah sebuah ritual ibadah yang mencakup mengusap wajah dan kedua tangan dengan menggunakan sho’id yang bersih sebagai pengganti wudhu. Sho’id merupakan seluruh permukaan bumi yang bisa dipakai untuk tayamum, baik yang di atasnya terdapat tanah maupun tidak. Baca juga: Ini Pentingnya Niat Tayamum yang Perlu Diketahui Dijelaskan Bersama Perintah Wudhu Setelah pengertian tayamum itu sendiri, perintah tayamum juga bersanding dengan perintah wudhu di surat Al Maidah ayat 6. Allah berfirman, “Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. Tayamum Menggunakan…