Umroh.com – Allah Subhanahu Wa Ta’ala memerintahkan kita agar hanya mengkonsumsi makanan-makanan yang baik serta menyehatkan. Rasulullah pernah bersabda, “Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Bagaimana bunyi hadits soal makanan haram itu sendiri? Allah berfirman, ‘Wahai para Rasul, makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan’. Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu’.” Baca juga: Ini Bedanya Makanan Haram dan Halal dalam Islam Hadits Makanan Haram Umroh.com merangkum, rasulullah bercerita tentang seorang laki-laki yang ditolak doanya karena mengkonsumsi makanan haram. Lelaki tersebut sedang melakukan perjalanan. Jauhnya perjalanan membuat penampilannya kusut. Dia kemudian berdoa seraya mengangkat tangannya. Ia berseru, “Wahai Tuhanku, Wahai Tuhanku!”. Rasulullah pun berkomentar, “Makanannya haram, minumannya…
Umroh.com – Islam mengajarkan kita untuk melakukan taaruf sebagai ikhtiar mengenal calon pasangan, alih-alih berpacaran. Taaruf dilakukan dengan bantuan perantara, agar calon suami-istri tidak berkomunikasi terlalu intens sebelum ada ikatan pernikahan. Prosesnya diawali dengan bertukar CV, yang akan menentukan lanjut atau tidaknya proses taaruf. Setelah keduanya merasa cocok, maka dilanjutkan dengan proses melihat calon pasangan (nadhor) dan lamaran (khitbah). Lalu hal apa saja yang perlu dilakukan selama masa taaruf? Taaruf memang nampak lebih sederhana, jika dibandingkan dengan berpacaran yang memakan waktu lama serta menguras energi dan waktu. Baca juga: Penting! Ini Perbedaan Pacaran dan Taaruf yang Perlu Diketahui Hal Penting yang Dilakukan selama Masa Taaruf 1. Memastikan Tidak Ada Hubungan Mahram Masing-masing calon pasangan hendaknya memastikan bahwa orang yang akan diajak taaruf tidak memiliki hubungan mahram. 2. Luruskan Niat karena Allah Sebaiknya pastikan niat menikah adalah karena Allah serta hanya mengharapkan ridho Allah. Menikah sebagai wujud ibadah sekaligus menjaga diri…
Umroh.com – Sebelum menikah, pria dan wanita memang perlu untuk saling mengenal. Kehidupan pernikahan akan memberikan ketenangan, namun juga tidak lepas dari ujian dan cobaan. Kemampuan memahami karakter masing-masing, serta bekerjasama menghadapi tantangan adalah hal penting bagi suami dan istri. Berikut ini akan dijelaskan beberapa perbedaan terkait pacaran dan taaruf. Seperti yang diketahui, kebutuhan saling mengenal sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk mengumbar kemesraan sebelum adanya ikatan pernikahan yang jelas. Rasulullah bersabda, “Tidak boleh antara laki-laki dan wanita berduaan kecuali disertai oleh muhrimnya, dan seorang wanita tidak boleh bepergian kecuali ditemani oleh mahramnya” (HR. Muslim). Baca juga: Ingin Taaruf? Ini Cara yang Benar Membuat Proposal Taaruf Pacaran Dahulu vs Pacaran Sekarang Kata pacar berasal dari tradisi Melayu. Dahulu saat ada lelaki menyukai seorang wanita, maka lelaki itu akan mengirimkan pantun kepada sang wanita. Apabila pantun diterima, orang tua sang wanita akan memakaikan daun pacar di kedua tangan calon mempelai. Selama pacar ini…
Umroh.com – Pernikahan akan memberikan ketentraman bagi suami dan istri. Wanita yang tenang akan mampu merawat suami dan anak-anaknya dengan baik dan sabar, sehingga suasana di dalam keluarga lebih harmonis. Lain hal jika karakter wanita tidak bisa memberikan ketenangan pada keluarga. Misalnya suka mengeluh, terlalu banyak bicara, enggan diarahkan, dan sebagainya. Maka rumah tangga akan kehilangan fungsinya sebagai sumber ketentraman hati. Berikut ini akan dijelaskan soal beberapa pertanyaan penting untuk calon istri saat taaruf. Untuk itu, penting bagi pria mengenal calon istrinya lebih dulu. Setiap orang tentu memiliki kelemahan dan kekurangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan pria kepada calon istri bukan menuntut kesempurnaan, melainkan untuk mempersiapkan diri mendidik istri agar rumah tangga terasa menenangkan bagi semua anggota keluarga. Dari jawaban yang diberikan, pria bisa memutuskan untuk melanjutkan proses taaruf atau tidak, jika dirasa menemukan ketidakcocokan yang sulit untuk dikompromikan. Baca juga: 5 Pertanyaan Penting untuk Calon Istri saat Taaruf Ada banyak pertanyaan…
Umroh.com – Pernikahan yang langgeng bisa diusahakan dengan memaksimalkan proses taaruf. Islam memberi cara mulia untuk berkenalan dengan calon pasangan melalui taaruf, dimana masing-masing pihak bisa menggali informasi tentang calon pasangan. Informasi yang diperoleh dalam proses taaruf akan menjadi dasar untuk memutuskan, atau bekal untuk melanjutkan membangun rumah tangga dengan calon mempelai. Tapi apa aja sih pertanyaan yang ditujukan untuk calon suami saat taaruf? Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, ada banyak hal yang boleh ditanyakan saat proses taaruf. Semua disesuaikan dengan kebutuhan dan potret keluarga impian yang ingin dicapai. Selain pertanyaan pribadi, ada beberapa hal yang sebaiknya ditanyakan oleh seorang wanita kepada calon imamnya. Baca juga: Ingin Taaruf? Ini Cara Membuat Proposal Taaruf yang Benar 5 Pertanyaan Penting saat Taaruf 1. Pertanyaan tentang Visi dan Misi Pernikahan Pria adalah pemimpin bagi wanita, dan ini sudah digariskan Allah SWT. Di dalam kehidupan pernikahan, peran pria sebagai pemimpin sangat dibutuhkan. Layaknya pemimpin, seorang lelaki…
Umroh.com – Islam menyarankan proses mengenal calon pasangan sebelum menikah melalui Taaruf. Taaruf berasal dari kata ‘lita’arofu atau ta’arafa – yata’arafu’. Artinya saling mengenal. Aktivitas saling mengenal dalam taaruf tentunya telah diatur islam secara ideal. Selama proses taaruf berlangsung, tidak diperkenankan adanya aktivitas bercengkrama berdua, hingga berujung pada bermesraan dan perbuatan mendekati zina. Komunikasi dan bertukar informasi dilakukan lewat perantara orang ketiga, atau dengan mengirim CV. Dua orang yang hendak bertaaruf wajib menyusun CV, kemudian disampaikan melalui perantara orang ketiga yang adil dan terpercaya. Baca juga: Jangan Kelamaan, Ini Batas Waktu Taaruf Membuat Proposal Taaruf Umroh.com merangkum, peran orang ketiga atau mediator dalam taaruf sangat penting. Orang yang dipercaya ini menjadi saluran bertukar informasi, sekaligus memberi pandangan yang obyektif tentang calon pasangan. Proposal taaruf bisa diserahkan kepada orang ketiga atau mediator, yang bisa jadi merupakan ayah sang wanita, murobbi, kiai, atau ustad. Bisa juga meminta bantuan sahabat dekat atau pihak…
Umroh.com – Rasulullah bersabda, “Kalau seorang lelaki berkesempatan untuk (melihat) pada diri wanita itu sesuatu yang mendorongmu untuk mau menikahinya, hendaknya ia melakukannya”. Dalam proses menyegerakan pernikahan, ada tahapan untuk mempersiapkan diri dan mental untuk menjadi suami atau istri, serta proses berkenalan atau taaruf dengan calon pasangan. Baca juga: Ini Sederet Dalil Tentang Pentingnya Taaruf Batas Waktu Taaruf Lamanya batas waktu ini tergantung dari kebutuhan masing-masing pihak, waktu yang dibutuhkan untuk membuat keputusan, untuk nadhor dan kemudian khitbah, lalu melakukan akad nikah. Walaupun berbeda, namun ada beberapa hal yang perlu diingat jika berbicara tentang batas waktu taaruf. 1. Tidak Terlalu Lama Berdasarkan pemaparan tim umroh.com, menentukan calon pasangan hidup memang tidak bisa sembarangan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan secara matang agar kelak kehidupan pernikahan berjalan lancar. Tetapi perlu diingat agar tidak memperlama taaruf, apalagi disengaja tanpa alasan dan tahapan yang jelas. Memperlama proses taaruf bisa menjadi celah setan untuk…
Umroh.com – Ketika shalat menghadap Allah, salah satu syarat sahnya adalah suci. Untuk mensucikan diri dari hadast kecil, Islam mengajarkan wudhu. Tak hanya itu, salah satu tata cara wudhu yakni berkumur. Namun, apa sih hukum berkumur saat berwudhu? Hadast adalah kondisi diri yang tidak suci, akibat beberapa hal. Ada dua macam hadast, yaitu hadast kecil dan hadast besar. Contoh hadast kecil adalah tidur, bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, atau mengeluarkan angin dari dubur. Sedangkan contoh hadast besar adalah buang air besar yang harus dibersihkan hingga aroma dan bentuk tidak lagi terlihat. Baca juga: Saat Wudhu, Jangan Lupa Bacalah Doa Ini Sementara wudhu merupakan kegiatan bersuci untuk menghilangkan hadast kecil. Wudhu harus dilakukan sebelum melakukan ibadah, seperti shalat, thawaf, dan membaca Al Quran. Shalat Tidak Sah Tanpa Wudhu Umroh.com merangkum, dengan berwudhu sebelum shalat, maka shalat seseorang akan diterima. Ibnu Umar pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak…
Umroh.com – Salah satu jalan mendapatkan ketentraman adalah menikah. Di surat Ar Rum ayat 21 Allah berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untuk kalian semua istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”. Dalil tentang Anjuran Menikah Menikah bisa mencegah seseorang berbuat maksiat. Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah bersabda, “wahai para pemuda siapa di antara kamu yang memiliki kemampuan, maka menikahlah. Karena sesungguhnya nikah itu dapat menahan/memelihara pandangan (dari maksiat) dan menjaga kemaluan (dari hubungan seksual yang diharamkan) dan barang siapa yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa karena itu menjadi pengendali baginya”. Baca juga: 5 Tips Menjalani Taaruf hingga Hari Pernikahan Dalil tentang Larangan Mendekati Zina Umroh.com merangkum, mempersatukan dua manusia berbeda, pria dan wanita, tentu akan banyak hal yang perlu disesuaikan agar masing-masing…
Umroh.com – Wudhu menjadi salah satu cara bersuci dari hadast kecil yang melekat pada tubuh (seperti bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram, angin yang keluar dari dubur, dan tidur). Namun, ada juga beberapa hal yang dapat membatalkan wudhu itu sendiri. Seperti diketahui, perintah wudhu tercantum dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 6. Allah berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur”. Baca juga: Saat Wudhu, Jangan Lupa Bacalah…
